MIKelas IFase A

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas I
Unggas-ungguh Basa

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Unggah-ungguh basa adalah etika berbahasa Jawa yang mengajarkan kita untuk berbicara sopan sesuai dengan lawan bicara. Ada basa ngoko untuk teman sebaya dan basa krama untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Menggunakan unggah-ungguh basa yang tepat menunjukkan rasa hormat dan membuat komunikasi menjadi lebih baik, menciptakan kerukunan di lingkungan sekitar.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Unggas-ungguh Basa
Bahasa Jawa · Kelas I · Fase A
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Unggas-ungguh Basa
Bahasa Jawa · Fase A · Kelas I · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasA / I
Materi PokokUnggas-ungguh Basa
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal beberapa kosakata Bahasa Jawa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainBerbicara dan Mempresentasikan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu berbicara dengan santun dan menyampaikan informasi sederhana menggunakan pilihan kata yang tepat sesuai konteks dan lawan bicara.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualDalam Bahasa Jawa, ada beberapa tingkatan bahasa yang digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau teman sebaya.
KonseptualUnggah-ungguh basa adalah etika berbahasa Jawa yang mengatur penggunaan tingkatan bahasa (ngoko dan krama) sesuai dengan siapa kita berbicara dan dalam situasi apa.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara memilih kata yang tepat dalam Bahasa Jawa ngoko dan krama untuk situasi percakapan yang berbeda.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya berbahasa santun dan dapat merefleksikan bagaimana pilihan kata memengaruhi komunikasi dengan orang lain.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMembiasakan diri mengucapkan salam dan doa sebelum dan sesudah belajar, serta menghargai anjuran agama tentang berbicara baik.
2. Cinta IlmuBersemangat dalam mencari tahu perbedaan basa ngoko dan krama, serta aktif bertanya untuk menambah pengetahuan tentang unggah-ungguh basa.
3. Cinta LingkunganMenerapkan unggah-ungguh basa untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam berkomunikasi dengan teman dan anggota keluarga di lingkungan sekitar.
4. Cinta Diri dan SesamaBerbicara dengan sopan dan santun kepada orang tua, guru, dan teman sebaya, serta menghargai perbedaan cara berbicara setiap orang.
5. Cinta Tanah AirMempelajari dan melestarikan unggah-ungguh basa sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah Jawa, serta bangga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan penggunaan basa ngoko dan basa krama dalam percakapan sehari-hari dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru dan kartu kata, peserta didik dapat mengelompokkan kosakata basa ngoko dan basa krama dengan benar.
  3. Melalui simulasi percakapan sederhana, peserta didik dapat mempraktikkan penggunaan basa ngoko dan basa krama dalam konteks yang sesuai secara santun.
  4. Setelah menyaksikan contoh, peserta didik dapat menyusun kalimat sederhana menggunakan basa ngoko dan basa krama dengan kaidah yang benar.
Halaman 2 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami unggah-ungguh basa membantu kita berkomunikasi dengan sopan dan menghargai orang lain, terutama yang lebih tua, sehingga tercipta suasana yang rukun dan harmonis.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus berbicara berbeda kepada Bapak/Ibu guru dan kepada teman sebaya kita?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Kaitan dengan adab berbicara yang baik dan sopan santun sesuai ajaran Islam.
PPKn: Kaitan dengan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan menjaga kerukunan dalam masyarakat.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak untuk membiasakan penggunaan basa ngoko dan krama yang benar di rumah dan memberikan contoh percakapan santun kepada anak.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur dengan area diskusi kelompok yang nyaman dan dilengkapi dengan poster kosakata basa ngoko dan krama untuk memudahkan peserta didik belajar.
Pemanfaatan Teknologi DigitalVideo animasi pendek tentang percakapan sehari-hari dalam basa ngoko dan krama digunakan sebagai stimulus awal untuk menarik perhatian dan memvisualisasikan materi.
Halaman 3 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan penggunaan basa ngoko dan basa krama dalam percakapan sehari-hari dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru bertanya, 'Bagaimana kalian menyapa orang tua di rumah? Bagaimana menyapa teman?' dan mengaitkan dengan pentingnya berbicara sopan.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengenal tingkatan bahasa Jawa dan memotivasi peserta didik untuk aktif dalam diskusi tentang unggah-ungguh basa.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan dua video pendek yang menampilkan percakapan dalam basa ngoko (antar teman) dan basa krama (anak dengan orang tua) lalu bertanya, 'Apa perbedaan dari dua percakapan tadi?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan lembar kerja serta kartu bergambar situasi percakapan.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengamati kartu bergambar dan berdiskusi untuk mengidentifikasi siapa saja yang berbicara dan bagaimana cara mereka berbicara (sopan/biasa saja), lalu menuliskan hasil pengamatan di lembar kerja.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok memilih satu kartu bergambar dan memerankan ulang percakapan sesuai situasi, dengan bimbingan guru untuk membedakan intonasi dan pilihan kata.
  2. Peserta didik secara individu mengidentifikasi beberapa kata kunci dari percakapan yang diperankan dan mencoba menebak termasuk basa ngoko atau krama.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan peragaan di depan kelas, menjelaskan perbedaan basa ngoko dan krama yang mereka temukan.
  2. Guru memberikan umpan balik positif atas keberanian dan partisipasi peserta didik, serta mengoreksi jika ada kesalahan dalam identifikasi.
  3. Guru menguatkan pemahaman dengan menjelaskan secara singkat konsep basa ngoko untuk teman sebaya dan basa krama untuk orang yang lebih tua atau dihormati.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya menggunakan unggah-ungguh basa dalam berkomunikasi.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas semangat belajar dan kerja samanya, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas rumah sederhana untuk mengamati percakapan di lingkungan sekitar dan meminta peserta didik berdoa bersama untuk menutup pelajaran.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui simulasi percakapan sederhana, peserta didik dapat mempraktikkan penggunaan basa ngoko dan basa krama dalam konteks yang sesuai secara santun.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Apersepsi: Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang perbedaan basa ngoko dan krama melalui pertanyaan singkat.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan penggunaan basa ngoko dan krama dalam percakapan dan memotivasi peserta didik untuk berani mencoba.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar seorang anak yang menyapa guru dan seorang anak yang menyapa temannya, lalu bertanya, 'Bagaimana seharusnya anak ini berbicara?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagikan lembar kerja (LKPD) yang berisi daftar kata-kata basa ngoko dan krama, serta kartu kata acak kepada setiap kelompok.
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mencocokkan kartu kata acak dengan daftar yang ada di LKPD, mengelompokkan kata-kata tersebut ke dalam kategori basa ngoko atau basa krama.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok memilih 3-4 pasangan kata ngoko-krama dari LKPD, lalu menyusun dialog sederhana menggunakan kata-kata tersebut untuk dua situasi yang berbeda (misalnya, berbicara dengan teman dan berbicara dengan guru).
  2. Peserta didik mempraktikkan dialog yang telah disusun di depan kelompok lain atau di depan kelas secara bergantian, dengan bimbingan guru untuk memastikan penggunaan yang tepat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap praktik dialog yang ditampilkan, fokus pada ketepatan penggunaan unggah-ungguh basa dan kesantunan.
  2. Guru memberikan penguatan terhadap materi unggah-ungguh basa dengan memberikan contoh-contoh kalimat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan pengalaman belajar hari ini dan bagaimana mereka dapat menerapkan unggah-ungguh basa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya mempraktikkan unggah-ungguh basa untuk menghargai orang lain.
  2. Guru memberikan pujian dan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktif dan kemajuan yang ditunjukkan, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru mengingatkan peserta didik untuk terus berlatih berbicara santun di rumah dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan kosakata basa ngoko dan krama serta mempraktikkannya.

Alat & bahan: Kertas LKPD, pensil warna, gunting, lem, kartu kata

Langkah kerja:

  1. Amati gambar di bawah ini. Lingkari gambar yang menunjukkan percakapan dengan orang yang lebih tua.
  2. Gunting kartu-kartu kata yang sudah disediakan oleh guru.
  3. Tempelkan kartu kata ke dalam kolom 'Basa Ngoko' atau 'Basa Krama' yang sesuai di tabel.
  4. Buatlah satu kalimat sederhana menggunakan basa ngoko dan satu kalimat menggunakan basa krama di tempat yang disediakan.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bagaimana cara kamu menyapa temanmu?
  2. Bagaimana cara kamu menyapa Bapak/Ibu guru?
  3. Apakah kamu tahu kata 'mangan' dan 'dhahar' artinya sama? Apa bedanya?

Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi dan diskusi kelompok peserta didik saat mengidentifikasi dan mengelompokkan kata.

Sumatif (akhir): Penilaian performa peserta didik saat simulasi percakapan menggunakan basa ngoko dan krama.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi perbedaan penggunaan basa ngoko dan basa kramaPerbedaan basa ngoko dan krama2 JPkomunikasi
2Mengelompokkan kosakata basa ngoko dan basa kramaKosakata basa ngoko dan krama2 JPpenalaran kritis
3Mempraktikkan penggunaan basa ngoko dan basa kramaSimulasi percakapan santun2 JPkolaborasi
Halaman 8 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Bahasa Jawa memiliki keunikan yaitu adanya tingkatan bahasa yang disebut unggah-ungguh basa. Unggah-ungguh basa adalah cara berbicara yang sopan dan sesuai dengan siapa kita berbicara. Dengan memahami unggah-ungguh basa, kita bisa menghargai orang lain, terutama yang lebih tua, dan menciptakan suasana yang nyaman dalam berkomunikasi sehari-hari.

1. Apa itu Unggah-ungguh Basa?
Unggah-ungguh basa adalah aturan atau etika dalam berbahasa Jawa. Aturan ini mengajarkan kita untuk memilih kata-kata yang tepat saat berbicara dengan orang yang berbeda. Misalnya, kita akan berbicara berbeda dengan teman sebaya dibandingkan dengan guru atau orang tua. Tujuannya agar kita selalu berbicara sopan dan menghormati orang lain. Unggah-ungguh basa membuat komunikasi menjadi lebih baik dan menyenangkan.

2. Mengenal Basa Ngoko
Basa ngoko adalah tingkatan bahasa Jawa yang biasa digunakan saat berbicara dengan teman sebaya atau orang yang sudah sangat akrab. Kata-kata dalam basa ngoko biasanya lebih sederhana dan tidak terlalu formal. Contoh kata ngoko adalah 'mangan' (makan), 'turu' (tidur), 'lunga' (pergi). Ketika berbicara dengan teman, kita boleh menggunakan basa ngoko agar lebih santai dan akrab. Namun, tetap harus dengan nada yang baik dan tidak kasar.

3. Mengenal Basa Krama
Basa krama adalah tingkatan bahasa Jawa yang lebih halus dan sopan. Basa krama digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua, seperti orang tua, kakek, nenek, atau guru. Kata-kata dalam basa krama berbeda dengan basa ngoko. Contohnya, jika 'mangan' (makan) dalam ngoko, maka dalam krama menjadi 'dhahar'. 'Turu' (tidur) menjadi 'tilem', dan 'lunga' (pergi) menjadi 'tindak'. Penggunaan basa krama menunjukkan rasa hormat kita.

4. Pentingnya Berbicara Santun
Berbicara santun adalah bagian dari akhlak mulia. Dengan menggunakan unggah-ungguh basa yang tepat, kita menunjukkan bahwa kita menghargai lawan bicara. Hal ini akan membuat orang lain senang dan nyaman berbicara dengan kita. Selain itu, berbicara santun juga menciptakan kerukunan di lingkungan keluarga dan sekolah. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang bertutur kata baik dan lemah lembut, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an.

Rangkuman: Unggah-ungguh basa adalah etika berbahasa Jawa yang mengajarkan kita untuk berbicara sopan sesuai dengan lawan bicara. Ada basa ngoko untuk teman sebaya dan basa krama untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Menggunakan unggah-ungguh basa yang tepat menunjukkan rasa hormat dan membuat komunikasi menjadi lebih baik, menciptakan kerukunan di lingkungan sekitar.

Halaman 9 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Unggah-ungguh BasaAturan atau etika berbahasa Jawa
Basa NgokoTingkatan bahasa Jawa untuk teman sebaya
Basa KramaTingkatan bahasa Jawa untuk orang yang lebih tua/dihormati
ManganMakan (basa ngoko)
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Unggas-ungguh Basa" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas I ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Unggas-ungguh Basa — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Unggas-ungguh Basa ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IPeta Konsep
Unggas-ungguh BasaApa itu Unggah-ungguh Basa?Mengenal Basa NgokoMengenal Basa KramaPentingnya Berbicara Santun
Dari sub-bab Unggas-ungguh BasaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas ILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanKomunikasiKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 1 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas I dan kelas 1 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Unggas-ungguh Basa pada Bahasa Jawa MI, Fase A, elemen Berbicara dan Mempresentasikan.

Modul Unggas-ungguh Basa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Unggas-ungguh Basa untuk Bahasa Jawa kelas I.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Unggas-ungguh Basa ini gratis?

Ya. Modul Unggas-ungguh Basa untuk kelas I MI dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Unggas-ungguh Basa ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas I ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas I langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Unggas-ungguh Basa ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Unggas-ungguh Basa dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas I di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas I ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Unggas-ungguh Basa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase A untuk kelas I MI. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Unggas-ungguh Basa tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Unggas-ungguh Basa untuk Bahasa Jawa kelas I di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Unggas-ungguh Basa ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas I MI berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Unggas-ungguh Basa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas I berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk MI negeri, swasta, maupun SD?

Ya. Kop, logo, dan nama MI Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SD, pilih jenjang SD saat mengisi borang: materi Unggas-ungguh Basa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa MISemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.