Modul Ajar & RPP Informatika Kelas VII
Berpikir Komputasional
Modul ajar (RPP) Informatika Paket B kelas VII materi Berpikir Komputasional lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Berpikir Komputasional yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Informatika |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Berpikir Komputasional |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar memiliki kemampuan dasar dalam memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Berpikir Komputasional |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase D, warga belajar mampu menjelaskan dan menerapkan konsep berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah di berbagai bidang, termasuk mengidentifikasi masalah, mengembangkan algoritma, serta mengevaluasi solusi secara sistematis dan logis. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Berpikir komputasional adalah cara berpikir yang digunakan oleh ilmuwan komputer untuk memecahkan masalah, seperti menyusun jadwal pelajaran atau menemukan rute tercepat. |
| Konseptual | Konsep inti berpikir komputasional meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. |
| Prosedural | Warga belajar akan belajar langkah-langkah memecahkan masalah dengan dekomposisi, menemukan pola, membuat abstraksi, dan merancang algoritma sederhana. |
| Metakognitif | Warga belajar menyadari bahwa proses berpikir sistematis ini dapat membantu mereka memecahkan masalah di berbagai aspek kehidupan, tidak hanya di bidang komputer. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mendefinisikan pengertian berpikir komputasional dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
- Mengidentifikasi empat pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dalam contoh kasus sederhana.
- Menerapkan konsep dekomposisi untuk memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.
- Menemukan pola-pola yang berulang dalam serangkaian data atau masalah.
- Membuat abstraksi untuk menyederhanakan informasi dan fokus pada detail yang relevan dalam suatu masalah.
- Merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah langkah demi langkah.
Pemahaman bermakna: Berpikir komputasional bukan hanya tentang komputer, tetapi juga tentang cara berpikir logis dan sistematis yang dapat diterapkan untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan nyata, dari urusan rumah tangga hingga pekerjaan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita memecahkan masalah yang rumit menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun ide dan langkah-langkah secara runtut dan jelas dalam merancang algoritma. Matematika: Penerapan penalaran logis, identifikasi pola dalam deret angka atau data, dan pemecahan masalah yang terstruktur. Pendidikan Pancasila: Penerapan nilai-nilai gotong royong dan musyawarah dalam pemecahan masalah kelompok. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat diajak berbagi pengalaman mereka dalam memecahkan masalah di pekerjaan atau usaha sehari-hari, memberikan contoh nyata penerapan berpikir komputasional. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman dengan meja dan kursi yang dapat diatur fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi papan tulis atau flipchart, serta akses ke area praktik sederhana (jika diperlukan untuk simulasi masalah fisik). |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek dari YouTube yang menjelaskan konsep berpikir komputasional dengan animasi, atau penggunaan aplikasi sederhana untuk membuat diagram alir (flowchart) algoritma, seperti Draw.io atau Lucidchart, yang dapat diakses melalui smartphone atau komputer PKBM. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mendefinisikan pengertian berpikir komputasional dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar serta mengidentifikasi empat pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dalam contoh kasus sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman warga belajar dalam memecahkan masalah sehari-hari. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita memecahkan masalah yang rumit menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Warga belajar diajak mengamati beberapa contoh masalah sederhana (misalnya, membuat teh manis, merapikan kamar) dan mendiskusikan bagaimana mereka memecah masalah tersebut menjadi langkah-langkah kecil. Tutor memperkenalkan istilah 'berpikir komputasional' dan empat pilarnya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) melalui studi kasus yang relevan dengan pengalaman warga belajar, seperti merencanakan perjalanan atau menyusun menu masakan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan sebuah skenario masalah (misalnya, 'Bagaimana cara mencari kunci yang hilang di rumah?') dan diminta untuk mengidentifikasi bagaimana empat pilar berpikir komputasional dapat diterapkan untuk memecahkan masalah tersebut, lalu menuliskannya di lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Tutor memberikan umpan balik, mengklarifikasi konsep, dan menguatkan pemahaman warga belajar tentang pentingnya berpikir komputasional dalam berbagai konteks. Tutor juga memberikan contoh tambahan dari dunia kerja atau usaha warga belajar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan kembali pengertian dan pilar berpikir komputasional. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif warga belajar dan mendorong mereka untuk mulai mengamati penerapan berpikir komputasional di sekitar mereka. Tutor memberikan tugas singkat untuk mengidentifikasi satu masalah di rumah/tempat kerja dan memikirkan cara memecahnya. Pertemuan diakhiri dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menerapkan konsep dekomposisi untuk memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola serta menemukan pola-pola yang berulang dalam serangkaian data atau masalah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, melakukan presensi, dan mengulang sekilas materi pertemuan sebelumnya. Tutor mengajak warga belajar untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengidentifikasi masalah di rumah/tempat kerja dari tugas sebelumnya. Tutor menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: fokus pada dekomposisi dan pengenalan pola. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Tutor memberikan studi kasus yang lebih kompleks, misalnya 'Merencanakan acara syukuran keluarga'. Warga belajar diajak berdiskusi tentang cara memecah acara tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (dekomposisi) seperti persiapan makanan, undangan, dekorasi, dll. Selanjutnya, tutor memberikan serangkaian gambar atau angka dan meminta warga belajar menemukan pola yang tersembunyi di dalamnya, mengaitkan dengan pengenalan pola dalam berpikir komputasional. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, warga belajar mengerjakan LKPD yang berisi dua bagian: pertama, mereka diminta untuk mendekonstruksi masalah 'Mengelola warung sembako' menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan spesifik. Kedua, mereka diberikan data penjualan harian selama seminggu dan diminta untuk menemukan pola penjualan (misalnya, hari apa penjualan tertinggi, produk apa yang paling laku) dan menyajikannya dalam bentuk sederhana. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi masalah dan pola yang mereka temukan. Tutor memfasilitasi diskusi, memberikan umpan balik konstruktif, dan menyoroti bagaimana dekomposisi dan pengenalan pola sangat membantu dalam menyederhanakan masalah dan membuat keputusan yang lebih baik. Tutor menekankan relevansi dengan pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar dan tutor merangkum pentingnya dekomposisi dan pengenalan pola. Tutor memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok dan memberikan tantangan kepada warga belajar untuk menerapkan dekomposisi pada salah satu pekerjaan rumah tangga mereka. Pertemuan ditutup dengan doa dan pengingat untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membuat abstraksi untuk menyederhanakan informasi dan fokus pada detail yang relevan dalam suatu masalah serta merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah langkah demi langkah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Tutor mereview singkat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan tujuan pertemuan terakhir: membuat abstraksi dan merancang algoritma. Tutor mengingatkan warga belajar akan pentingnya berpikir sistematis untuk menyelesaikan masalah secara tuntas. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Tutor menjelaskan konsep abstraksi dengan contoh nyata, seperti peta kota yang menyederhanakan detail jalanan atau denah rumah yang hanya menampilkan struktur penting. Kemudian, tutor menjelaskan algoritma sebagai urutan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur untuk menyelesaikan suatu tugas, menggunakan contoh resep masakan atau petunjuk arah. Warga belajar diajak membandingkan dan mengidentifikasi detail penting dari berbagai informasi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar secara individu atau berpasangan diminta untuk merancang sebuah 'proyek mini'. Contoh proyek: 'Algoritma Cara Menghemat Pengeluaran Bulanan' atau 'Algoritma Cara Menyiapkan Sarapan Pagi'. Mereka diminta untuk menerapkan dekomposisi (memecah proyek), abstraksi (fokus pada detail penting), dan merancang algoritma langkah demi langkah yang jelas dan logis. Hasilnya dapat berupa diagram alir sederhana atau daftar langkah-langkah tertulis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa warga belajar secara sukarela mempresentasikan 'proyek mini' algoritma mereka. Tutor dan warga belajar lainnya memberikan umpan balik, mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan dalam algoritma yang dibuat. Tutor menekankan bahwa algoritma yang baik harus jelas, lengkap, dan efisien. Tutor juga mengaitkan ini dengan pentingnya perencanaan dalam pekerjaan atau usaha. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan seluruh materi berpikir komputasional, dari dekomposisi hingga algoritma, dan bagaimana keempat pilar ini saling terkait. Tutor memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga belajar atas partisipasi dan karya mereka, serta mendorong untuk terus berlatih berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari. Tutor memberikan refleksi akhir tentang manfaat pembelajaran ini dan menutup dengan doa yang menggembirakan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Warga belajar mampu menerapkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan merancang algoritma pada masalah nyata.
Alat & bahan: Kertas HVS, pensil/pulpen, spidol, kertas plano, gambar/ilustrasi masalah
Langkah kerja:
- Baca dan pahami studi kasus masalah yang diberikan oleh tutor.
- Diskusikan dalam kelompok bagaimana masalah tersebut dapat dipecah (dekomposisi) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
- Identifikasi pola-pola yang mungkin muncul atau dibutuhkan dalam penyelesaian masalah tersebut.
- Tentukan informasi penting yang relevan (abstraksi) dan buang detail yang tidak perlu.
- Susun urutan langkah-langkah (algoritma) yang jelas dan logis untuk menyelesaikan masalah tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Bagaimana cara Anda biasanya memecahkan masalah yang rumit?
- Apa yang Anda lakukan jika menemukan tugas yang sangat besar dan membingungkan?
- Pernahkah Anda membuat daftar langkah-langkah untuk menyelesaikan sesuatu?
- Apa arti 'pola' bagi Anda dalam konteks ini?
Formatif (proses): Observasi tutor terhadap partisipasi warga belajar dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis studi kasus, dan hasil kerja LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek mini algoritma yang dibuat warga belajar dan evaluasi pemahaman melalui tes tulis singkat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mendefinisikan pengertian berpikir komputasional dan manfaatnya. | Pengertian dan manfaat Berpikir Komputasional. | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Mengidentifikasi empat pilar berpikir komputasional. | Pilar-pilar Berpikir Komputasional (Dekomposisi, Pola, Abstraksi, Algoritma). | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Menerapkan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan merancang algoritma. | Praktik Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Algoritma. | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi |
Berpikir komputasional adalah cara berpikir yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk programmer komputer. Ini adalah kemampuan untuk memecahkan masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, menemukan pola, menyederhanakan informasi, dan membuat urutan langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuan. Dengan menguasai cara berpikir ini, warga belajar akan lebih mudah mengatasi berbagai tantangan di rumah, pekerjaan, atau usaha.
1. Apa Itu Berpikir Komputasional?
Berpikir komputasional adalah proses pemecahan masalah yang menggunakan konsep-konsep dari ilmu komputer. Ini adalah cara berpikir logis dan sistematis untuk memahami masalah dan merancang solusi yang efektif. Manfaatnya sangat banyak, mulai dari mengatur keuangan, merencanakan kegiatan, hingga mencari solusi inovatif dalam pekerjaan. Ini bukan berarti kita harus menjadi ahli komputer, tetapi mengadopsi cara berpikir yang efisien dan terstruktur.
2. Pilar 1: Dekomposisi
Dekomposisi adalah kemampuan memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Bayangkan Anda ingin membangun sebuah rumah. Anda tidak bisa membangunnya sekaligus; Anda harus memecahnya menjadi bagian-bagian seperti membuat fondasi, membangun dinding, memasang atap, dan seterusnya. Setiap bagian yang lebih kecil ini kemudian dapat dikerjakan secara terpisah, sehingga masalah besar menjadi tidak terlalu menakutkan dan lebih mudah diatasi.
3. Pilar 2: Pengenalan Pola
Pengenalan pola adalah kemampuan untuk menemukan kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data atau masalah yang berbeda. Misalnya, jika Anda melihat jadwal piket di rumah, Anda mungkin melihat pola bahwa setiap anggota keluarga memiliki hari piket yang sama setiap minggu. Dengan mengenali pola, kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya atau membuat aturan umum untuk memecahkan masalah serupa di masa depan tanpa harus memulai dari awal lagi.
4. Pilar 3: Abstraksi
Abstraksi adalah proses menyaring informasi yang tidak penting dan fokus pada detail yang relevan saja untuk menyelesaikan masalah. Contohnya, ketika Anda melihat peta jalan, Anda tidak melihat setiap pohon atau rumah di sepanjang jalan, melainkan hanya informasi penting seperti nama jalan, arah, dan landmark utama. Ini membantu kita menyederhanakan masalah, membuatnya lebih mudah untuk dipahami dan dipecahkan tanpa terbebani oleh detail yang tidak perlu.
5. Pilar 4: Algoritma
Algoritma adalah serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang jelas, berurutan, dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah atau tugas. Seperti resep masakan yang memiliki langkah-langkah spesifik dari awal hingga akhir, algoritma memastikan bahwa jika instruksi diikuti dengan benar, hasilnya akan selalu sama dan sesuai harapan. Merancang algoritma membantu kita merencanakan solusi secara sistematis dan memastikan setiap langkah sudah dipikirkan dengan matang.
Rangkuman: Berpikir komputasional adalah cara berpikir sistematis untuk memecahkan masalah menggunakan empat pilar utama: dekomposisi (memecah masalah), pengenalan pola (mencari kesamaan), abstraksi (fokus pada yang penting), dan algoritma (menyusun langkah-langkah). Kemampuan ini sangat relevan untuk mempermudah berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan, membantu warga belajar menjadi pemecah masalah yang lebih efektif dan efisien.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Dekomposisi | Proses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. |
| Pengenalan Pola | Kemampuan untuk menemukan kesamaan, tren, atau keteraturan dalam data atau masalah. |
| Abstraksi | Proses menyaring informasi yang tidak penting dan fokus pada detail yang relevan. |
| Algoritma | Serangkaian instruksi atau langkah-langkah yang jelas, berurutan, dan logis untuk menyelesaikan suatu masalah atau tugas. |
| Berpikir Komputasional | Proses pemecahan masalah yang menggunakan konsep-konsep dari ilmu komputer. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Berpikir Komputasional" mata pelajaran Informatika Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Informatika Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap
Semester 2 / Genap0 dari 3 siap
Kolaborasi Digital (TIK)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAlgoritma dan Pemrograman BlokBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDampak Sosial InformatikaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Informatika Berpikir Komputasional ini gratis?
Ya. Modul Berpikir Komputasional untuk kelas VII Paket B dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Informatika kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Informatika kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Berpikir Komputasional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VII Paket B.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Berpikir Komputasional untuk Informatika kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Berpikir Komputasional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Berpikir Komputasional dapat Anda sesuaikan dengan murid Informatika kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.