Modul Ajar & RPP ASWAJA KE-NU AN Kelas IV
Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | ASWAJA KE-NU AN |
| Fase / Kelas | B / IV |
| Materi Pokok | Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik mengetahui beberapa nama pahlawan atau tokoh sejarah Indonesia. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Standar Capaian Pembelajaran Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an LP Ma'arif PBNU diselaraskan Kurikulum Merdeka Fase B |
| Elemen / Domain | Sejarah Kebudayaan Islam dan Ke-NU-an |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami sejarah masuknya Islam di Indonesia, peran para penyebar Islam, serta nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diajarkan dalam konteks Nahdlatul Ulama. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Walisongo adalah sembilan tokoh ulama yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa pada abad ke-14 dan 15 Masehi. |
| Konseptual | Walisongo menggunakan pendekatan dakwah yang bijaksana, akulturatif, dan damai, sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari biografi singkat Walisongo, metode dakwah mereka, dan peninggalan budaya Islam yang relevan. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya menghargai jasa para ulama dan melestarikan nilai-nilai Islam Nusantara yang moderat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui penayangan video kisah Walisongo, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga nama Walisongo beserta wilayah dakwahnya dengan tepat.
- Dengan kegiatan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan minimal dua strategi dakwah Walisongo yang mengedepankan kearifan lokal secara runtut.
- Setelah mengamati contoh peninggalan Walisongo, peserta didik dapat mengelompokkan minimal tiga peninggalan Walisongo berdasarkan jenisnya dengan benar.
- Melalui pembuatan peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan informasi tentang peran Walisongo dalam menyebarkan Islam di Indonesia dengan jelas dan kreatif.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat meneladani sikap toleransi dan semangat juang Walisongo dalam kehidupan sehari-hari secara sederhana.
Pemahaman bermakna: Memahami peran Walisongo dalam menyebarkan Islam di Indonesia tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang meneladani nilai-nilai toleransi, kearifan lokal, dan cinta tanah air yang diwariskan oleh para ulama.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Islam bisa sampai ke Indonesia dan diterima dengan damai oleh masyarakat yang beragam?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: meneladani sikap toleransi dan semangat persatuan dari Walisongo sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Bahasa Indonesia: mengembangkan kemampuan menyajikan informasi secara runtut dan kreatif melalui pembuatan peta pikiran. Seni Budaya: mengidentifikasi dan mengapresiasi peninggalan seni dan budaya Islam hasil dakwah Walisongo. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk bercerita tentang tokoh-tokoh ulama lokal atau tradisi Islam di daerah mereka yang berkaitan dengan nilai-nilai Walisongo. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar memungkinkan diskusi kelompok yang nyaman, serta tersedia area untuk menempelkan hasil karya peta pikiran peserta didik. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi tentang Walisongo dan akses internet terbatas untuk mencari gambar atau informasi pelengkap materi dakwah Walisongo. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui penayangan video kisah Walisongo, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga nama Walisongo beserta wilayah dakwahnya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui pembuatan peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan informasi tentang peran Walisongo dalam menyebarkan Islam di Indonesia dengan jelas dan kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi nama, wilayah dakwah, dan strategi Walisongo.
Alat & bahan: Kertas manila/karton, spidol warna, pensil, penghapus, lem, gunting, majalah bekas/gambar-gambar tokoh Walisongo.
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
1 2 3 4 Mendatar 1. Kegiatan mengajak orang kepada kebaikan atau ajaran Islam. 4. Lembaga pendidikan Islam tradisional. Menurun 2. Perpaduan dua budaya tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing. 3. Sembilan ulama penyebar Islam di Jawa. Gambar 1. Teka-teki silang - Perhatikan 1 tentang peta penyebaran Walisongo.
- Diskusikan dalam kelompok nama-nama Walisongo dan daerah dakwahnya yang kalian ketahui.
- Tuliskan nama Walisongo, wilayah dakwah, dan contoh strategi dakwahnya pada tabel yang tersedia.
- Gunting dan tempelkan gambar atau tulisan yang berkaitan dengan Walisongo pada tempat yang sesuai di peta pikiran.
- Presentasikan hasil peta pikiran kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa yang tahu nama-nama ulama penyebar Islam di Jawa?
- Apa yang kamu ketahui tentang cara Islam masuk ke Indonesia?
- Apakah ada peninggalan sejarah Islam di daerahmu?
Formatif (proses): Observasi aktivitas diskusi kelompok dan partisipasi peserta didik dalam presentasi peta pikiran.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil peta pikiran Walisongo dan jawaban tes tertulis singkat.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi nama dan wilayah dakwah Walisongo. | Nama-nama Walisongo dan wilayah dakwahnya. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 2 | Menjelaskan strategi dakwah Walisongo. | Strategi dakwah Walisongo (akulturasi, damai, kearifan lokal). | 2 JP | kewargaan |
| 3 | Menyajikan informasi peran Walisongo melalui peta pikiran. | Peta pikiran tentang Walisongo. | 2 JP | kolaborasi |
Walisongo adalah sebutan untuk sembilan tokoh ulama besar yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa pada abad ke-14 dan 15 Masehi. Mereka berdakwah dengan cara yang bijaksana, damai, dan menghargai budaya lokal. Kisah Walisongo sangat penting untuk kita pelajari agar kita bisa meneladani semangat dan nilai-nilai luhur yang mereka wariskan.
1. Siapa itu Walisongo?
Walisongo berarti 'sembilan wali'. Mereka adalah para ulama yang menyebarkan Islam di Jawa dengan pendekatan yang unik. Walisongo tidak menggunakan kekerasan, melainkan melalui jalur budaya, seni, pendidikan, dan perdagangan. Mereka mampu membuat Islam diterima dengan baik oleh masyarakat yang saat itu masih memeluk agama Hindu-Buddha. Setiap wali memiliki peran dan wilayah dakwah yang berbeda-beda, namun tujuan mereka sama: menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil 'alamin.
2. Nama dan Wilayah Dakwah Walisongo
Ada sembilan wali yang terkenal: Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) di Gresik, Sunan Ampel (Raden Rahmat) di Surabaya, Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim) di Tuban, Sunan Drajat (Raden Qasim) di Lamongan, Sunan Kalijaga (Raden Said) di Demak, Sunan Muria (Raden Umar Said) di Gunung Muria, Sunan Kudus (Ja'far Shadiq) di Kudus, Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) di Cirebon, dan Sunan Giri (Raden Paku) di Gresik. Mereka semua saling mendukung dan bekerja sama dalam dakwahnya.
3. Strategi Dakwah Walisongo
Walisongo menggunakan berbagai strategi dakwah yang cerdas. Salah satunya adalah akulturasi budaya, yaitu memadukan ajaran Islam dengan budaya lokal yang sudah ada, sehingga Islam mudah diterima. Contohnya, Sunan Kalijaga menggunakan wayang dan gamelan sebagai media dakwah. Sunan Kudus mengajarkan toleransi dengan tidak menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Hindu. Mereka juga mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam dan menyebarkan Islam melalui perdagangan serta perkawinan.
4. Peninggalan Walisongo
Banyak peninggalan Walisongo yang masih bisa kita lihat hingga kini, seperti masjid-masjid kuno (Masjid Agung Demak, Masjid Menara Kudus), pesantren, makam para wali yang menjadi tempat ziarah, serta seni dan budaya Islam (seperti wayang, gamelan, dan tembang-tembang). Peninggalan ini bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga simbol toleransi, kearifan, dan keindahan Islam Nusantara yang diajarkan oleh Walisongo, selaras dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
Rangkuman: Walisongo adalah sembilan ulama besar yang berjasa menyebarkan Islam di Pulau Jawa dengan cara damai dan bijaksana. Mereka menggunakan strategi akulturasi budaya, pendidikan, dan perdagangan. Peninggalan mereka seperti masjid, pesantren, dan seni budaya menjadi bukti keberhasilan dakwah yang mengedepankan toleransi dan kearifan lokal, sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Walisongo | Sembilan ulama penyebar Islam di Jawa. |
| Akulturasi | Perpaduan dua budaya tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing. |
| Pesantren | Lembaga pendidikan Islam tradisional. |
| Dakwah | Kegiatan mengajak orang kepada kebaikan atau ajaran Islam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia" mata pelajaran ASWAJA KE-NU AN Kelas IV ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi ASWAJA KE-NU AN Kelas IV Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Tahlil dan YasinanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIstighotsah dan WiridBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTokoh-tokoh Pendiri NUBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSejarah Singkat NUBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Amaliyah NU (Qunut dan Tarawih)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIstighotsahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBanom NU untuk Anak (IPNU/IPPNU Cilik)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar ASWAJA KE-NU AN kelas 4 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IV dan kelas 4 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia pada ASWAJA KE-NU AN SD, Fase B, elemen Sejarah Kebudayaan Islam dan Ke-NU-an.
Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia untuk ASWAJA KE-NU AN kelas IV.
Apakah modul ajar ASWAJA KE-NU AN materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini gratis?
Ya. Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia untuk kelas IV SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas ASWAJA KE-NU AN kelas IV ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul ASWAJA KE-NU AN kelas IV langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia dapat Anda sesuaikan dengan murid ASWAJA KE-NU AN kelas IV di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar ASWAJA KE-NU AN kelas IV ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini mengikuti Standar Capaian Pembelajaran Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an LP Ma'arif PBNU diselaraskan Kurikulum Merdeka Fase B, pada Fase B untuk kelas IV SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia untuk ASWAJA KE-NU AN kelas IV di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh ASWAJA KE-NU AN kelas IV SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap ASWAJA KE-NU AN kelas IV berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul ASWAJA KE-NU AN ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Indonesia yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.