Modul Ajar & RPP Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Kelas XII
Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (8 JP: 4 JP × 45 menit = 180 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis ikan air payau dan laut serta teknik budidayanya.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis efektivitas metode pemanenan dan penanganan pascapanen yang berbeda dalam menjaga kualitas produk. - Kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek pemanenan simulasi. - Kemandirian — elemen: Regulasi Diri
Peserta didik mengelola waktu dan sumber daya secara mandiri untuk menyelesaikan tugas praktik sesuai standar prosedur.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik mampu menerapkan prinsip-prinsip agribisnis perikanan air payau dan laut secara komprehensif, termasuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pemanenan udang vaname di tambak sering dilakukan pada malam hari untuk menjaga kualitas dan suhu. |
| Konseptual | Konsep dasar penanganan pascapanen adalah mempertahankan kesegaran dan nilai jual produk perikanan melalui rantai dingin dan sanitasi yang baik. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari dan mempraktikkan langkah-langkah pemanenan ikan dan udang serta penanganan pascapanen sesuai standar operasional prosedur. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya setiap tahapan dalam proses pemanenan dan penanganan pascapanen terhadap keberhasilan usaha perikanan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi metode pemanenan ikan dan udang yang sesuai dengan jenis komoditas dan kondisi budidaya secara tepat.
- Setelah mengamati video, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk perikanan pascapanen dengan benar.
- Dengan praktik simulasi, peserta didik dapat menerapkan tahapan penanganan pascapanen produk perikanan (pencucian, sortasi, grading, pengemasan) sesuai standar sanitasi dan keamanan pangan secara runtut.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengevaluasi dampak penanganan pascapanen yang kurang tepat terhadap nilai jual dan daya simpan produk perikanan dengan argumen yang logis.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merancang prosedur penanganan pascapanen untuk komoditas perikanan tertentu dengan memperhatikan aspek efisiensi dan kualitas.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai teknik pemanenan serta penanganan pascapanen yang tepat sangat krusial untuk memastikan produk perikanan tetap berkualitas, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai jual tinggi di pasar.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ikan yang baru ditangkap harus segera ditangani dengan baik agar tidak cepat busuk?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami anatomi dan fisiologi ikan/udang untuk penanganan pascapanen yang meminimalkan kerusakan. Kimia: Mengidentifikasi perubahan kimiawi pada produk perikanan dan penggunaan bahan pengawet alami untuk menjaga kesegaran. Kewirausahaan: Menganalisis nilai ekonomi dan strategi pemasaran produk perikanan hasil penanganan pascapanen yang baik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau praktisi perikanan dapat dilibatkan untuk berbagi pengalaman tentang tantangan dan solusi dalam pemanenan dan penanganan pascapanen di lapangan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang praktik budidaya atau laboratorium perikanan yang bersih dan tertata akan mendukung simulasi pemanenan dan penanganan pascapanen yang realistis dan aman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial dari YouTube atau platform e-learning tentang teknik pemanenan dan penanganan pascapanen modern untuk memperkaya pemahaman peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi metode pemanenan ikan dan udang yang sesuai dengan jenis komoditas dan kondisi budidaya secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Kata Ikan: Guru menyebutkan ciri-ciri ikan atau udang, peserta didik menebak namanya. Dilakukan bergantian 2-3 putaran untuk mengaktifkan fokus.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan praktik simulasi, peserta didik dapat menerapkan tahapan penanganan pascapanen produk perikanan (pencucian, sortasi, grading, pengemasan) sesuai standar sanitasi dan keamanan pangan secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Gerakan 'Siap Panen!': Guru memimpin gerakan ringan tangan ke atas, ke samping, dan ke depan sambil mengucapkan 'Siap Panen!' untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat merencanakan dan mempraktikkan simulasi pemanenan serta penanganan pascapanen produk perikanan.
Alat & bahan: Ikan/udang simulasi (atau asli), bak penampungan, jaring, es curai, ember, sikat, air bersih, timbangan, alat pengukur suhu, kemasan, label, alat tulis
Langkah kerja:
- Amati Gambar 1: Diskusi kelompok untuk mengidentifikasi jenis komoditas perikanan dan metode pemanenan yang sesuai.
- Rancang prosedur pemanenan dan penanganan pascapanen, termasuk alat dan bahan yang dibutuhkan, lalu tuliskan pada Tabel 1.
- Lakukan simulasi pemanenan (jika memungkinkan) dan praktikkan tahapan penanganan pascapanen (pencucian, sortasi, grading, pengemasan) dengan teliti.
- Catat hasil pengamatan kualitas produk pada setiap tahapan penanganan pascapanen.
- Diskusikan kendala yang dihadapi selama praktik dan solusinya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan dua jenis produk perikanan air payau dan laut yang sering kamu temui!
- Menurutmu, apa yang terjadi jika ikan tidak segera didinginkan setelah ditangkap?
- Apa pentingnya kebersihan saat mengolah makanan laut?
- Bagaimana cara membedakan ikan segar dan tidak segar?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama praktik simulasi penanganan pascapanen dan penilaian diskusi kelompok.
Sumatif (akhir): Penilaian laporan proyek dan presentasi hasil praktik simulasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi metode pemanenan ikan dan udang yang sesuai | Metode pemanenan ikan dan udang | 4 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 2 | Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk perikanan pascapanen | Faktor kualitas pascapanen | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Menerapkan tahapan penanganan pascapanen produk perikanan | Praktik penanganan pascapanen | 4 JP | Kemandirian, Kolaborasi |
| 4 | Mengevaluasi dampak penanganan pascapanen yang kurang tepat | Dampak penanganan pascapanen | 4 JP | Penalaran Kritis |
Modul ajar ini akan membimbing peserta didik untuk memahami dan menguasai teknik pemanenan serta penanganan pascapanen produk perikanan air payau dan laut. Penanganan yang tepat setelah panen sangat penting untuk menjaga kualitas, kesegaran, dan nilai jual produk. Dengan mempelajari materi ini, peserta didik akan siap menjadi tenaga kerja profesional di bidang agribisnis perikanan.
1. Metode Pemanenan Ikan dan Udang
Pemanenan adalah tahap akhir dari kegiatan budidaya perikanan. Metode pemanenan sangat bervariasi tergantung jenis komoditas, skala usaha, dan kondisi lingkungan. Untuk ikan air payau seperti bandeng atau nila, metode yang umum digunakan adalah panen total dengan pengeringan kolam dan penggunaan jaring. Sementara untuk udang, seringkali dilakukan panen parsial dengan cara menyisir atau panen total menggunakan jaring anco atau jaring serok pada malam hari untuk menghindari stres pada udang dan menjaga suhu rendah. Pemilihan metode yang tepat akan meminimalkan kerusakan fisik dan stres pada komoditas, sehingga kualitasnya tetap terjaga.
2. Peralatan Pemanenan
Peralatan yang digunakan dalam pemanenan sangat beragam. Untuk ikan, bisa berupa jaring serok, jaring angkat (scoop net), atau jala. Untuk udang, seringkali menggunakan anco, jaring seser, atau pompa untuk menguras air. Selain itu, diperlukan juga wadah penampungan seperti bak fiberglass atau keranjang plastik yang bersih dan halus permukaannya agar tidak melukai ikan/udang. Penting untuk memastikan semua peralatan dalam kondisi baik dan bersih untuk mencegah kontaminasi.
3. Prinsip Penanganan Pascapanen
Penanganan pascapanen bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk perikanan sejak dipanen hingga sampai ke konsumen. Prinsip utamanya adalah rantai dingin (cold chain), yaitu menjaga suhu rendah secara konsisten untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan proses pembusukan. Selain itu, sanitasi dan higienitas juga sangat krusial. Semua permukaan yang kontak dengan produk harus bersih dan bebas dari kontaminan. Penanganan yang hati-hati juga diperlukan untuk mencegah kerusakan fisik.
4. Tahapan Penanganan Pascapanen
Tahapan penanganan pascapanen umumnya meliputi beberapa proses. Pertama, pencucian, yaitu membersihkan produk dari lumpur, kotoran, atau lendir menggunakan air bersih. Kedua, sortasi, memisahkan produk berdasarkan jenisnya. Ketiga, grading, mengelompokkan produk berdasarkan ukuran atau kualitas. Keempat, pendinginan, menggunakan es curai atau air dingin untuk menurunkan suhu inti produk. Kelima, pengemasan, melindungi produk dari kerusakan fisik dan kontaminasi selama transportasi dan penyimpanan. Keenam, penyimpanan, menjaga produk pada suhu rendah yang stabil.
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas produk perikanan pascapanen. Faktor internal meliputi jenis komoditas, kondisi kesehatan saat panen, dan kandungan nutrisi. Faktor eksternal meliputi suhu lingkungan, waktu penanganan, kebersihan alat dan pekerja, serta metode transportasi. Suhu adalah faktor paling kritis; kenaikan suhu akan mempercepat aktivitas bakteri dan enzim pembusuk. Penanganan yang kasar juga dapat menyebabkan memar atau luka, yang menjadi pintu masuk bagi bakteri pembusuk.
6. Penyebab Kerusakan Produk Pascapanen
Kerusakan produk perikanan pascapanen dapat disebabkan oleh beberapa hal. Kerusakan fisik terjadi akibat benturan, tekanan, atau sayatan selama penangkapan, pemindahan, atau pengemasan. Kerusakan mikrobiologis disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pembusuk yang berkembang biak dengan cepat pada suhu tinggi. Kerusakan biokimia terjadi karena aktivitas enzim alami dalam tubuh ikan yang menyebabkan perubahan tekstur, warna, dan bau. Kerusakan kimiawi dapat terjadi akibat oksidasi lemak atau kontaminasi bahan kimia.
7. Pengemasan dan Penyimpanan
Pengemasan bertujuan untuk melindungi produk dari kerusakan fisik, kimiawi, dan mikrobiologis, serta menjaga kehigienisan. Bahan kemasan harus food grade, kuat, dan tidak bereaksi dengan produk. Contohnya adalah kantong plastik vakum, kotak styrofoam dengan es, atau peti berpendingin. Penyimpanan yang benar adalah pada suhu rendah, idealnya mendekati 0°C, untuk memperpanjang daya simpan. Suhu penyimpanan yang fluktuatif harus dihindari karena dapat mempercepat kerusakan.
Rangkuman: Pemanenan dan penanganan pascapanen perikanan air payau dan laut adalah tahapan krusial dalam rantai produksi. Pemilihan metode pemanenan yang tepat, penggunaan peralatan yang bersih, serta penerapan prinsip rantai dingin dan sanitasi yang ketat sangat penting untuk mempertahankan kualitas produk. Pemahaman tentang faktor-faktor penyebab kerusakan dan cara pencegahannya akan memastikan produk perikanan tetap segar, aman, dan bernilai jual tinggi hingga ke tangan konsumen.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pascapanen | Tahapan setelah produk dipanen hingga siap dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. |
| Rantai Dingin | Sistem menjaga suhu rendah produk secara konsisten dari panen hingga konsumsi. |
| Sortasi | Pemilihan atau pemisahan produk berdasarkan jenisnya. |
| Grading | Pengelompokan produk berdasarkan ukuran atau kualitas. |
| Sanitasi | Upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi lingkungan yang sehat dan higienis. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut" mata pelajaran Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut yang Anda cari? Materi Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Kelas XII lainnya:
Materi Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Terkait
Prinsip dan Persiapan Pemanenan Perikanan Payau dan LautAgribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Kelas XII SMKProsedur Pencucian, Sortasi, dan Grading Hasil Panen Perikanan Payau dan Laut BerdasarkanAgribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Kelas XII SMKTeknik Pemanenan dan Alat Panen PerikananAgribisnis Perikanan Air Payau dan Laut Kelas XII SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut pada Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut SMK, Fase F, elemen Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut.
Modul Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut untuk Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII.
Apakah modul ajar Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut materi Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut ini gratis?
Ya. Modul Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut untuk kelas XII SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut dapat Anda sesuaikan dengan murid Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase F untuk kelas XII SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut untuk Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pemanenan dan Penanganan Pascapanen Perikanan Payau dan Laut disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.