Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X
Karakteristik Komoditas Perikanan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Agribisnis Perikanan |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Karakteristik Komoditas Perikanan |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis hewan air yang umum ditemukan di lingkungan sekitar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Dasar-dasar Agribisnis Perikanan |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik komoditas perikanan, memahami morfologi, anatomi, dan sistem fisiologis berbagai jenis biota perairan, serta menganalisis potensi pengembangannya untuk mendukung agribisnis perikanan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas contoh nyata seperti ikan nila, udang vaname, dan rumput laut sebagai komoditas perikanan dengan karakteristik fisik dan biologis yang berbeda. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah setiap komoditas perikanan memiliki ciri morfologi, anatomi, dan sistem fisiologis spesifik yang memengaruhi budidaya dan pemanfaatannya. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara mengidentifikasi dan membedakan ciri-ciri berbagai komoditas perikanan melalui observasi dan analisis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bahwa pemahaman mendalam tentang karakteristik biologis komoditas perikanan sangat penting untuk keberhasilan usaha agribisnis perikanan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati berbagai gambar komoditas perikanan, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik umum komoditas perikanan dengan tepat.
- Melalui studi kasus tentang ikan bersirip, peserta didik dapat menjelaskan morfologi, anatomi, dan sistem fisiologis ikan bersirip secara runtut.
- Dengan melakukan praktikum identifikasi, peserta didik dapat membedakan karakteristik morfologi kekerangan dan krustasea dengan cermat.
- Setelah membaca bahan ajar, peserta didik dapat menganalisis potensi rumput laut sebagai komoditas perikanan unggulan di Indonesia dengan argumen yang kuat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan strategi awal pengembangan agribisnis berdasarkan karakteristik komoditas perikanan tertentu secara kolaboratif.
Pemahaman bermakna: Memahami karakteristik komoditas perikanan secara mendalam sangat penting untuk menentukan teknik budidaya, penanganan pascapanen, dan strategi pemasaran yang tepat, sehingga mendukung keberlanjutan agribisnis perikanan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ikan lele dapat hidup di perairan yang keruh, sedangkan ikan mas membutuhkan perairan yang lebih bersih?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Mempelajari anatomi dan fisiologi hewan air, klasifikasi biota perairan. Kimia: Memahami komposisi nutrisi dan kandungan senyawa pada komoditas perikanan. Ekonomi Bisnis: Menganalisis potensi pasar dan nilai ekonomis dari berbagai komoditas perikanan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan berbagi pengalaman dalam mengolah atau membudidayakan komoditas perikanan lokal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses ke laboratorium atau area praktik untuk pengamatan spesimen komoditas perikanan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial identifikasi komoditas perikanan dan aplikasi digital untuk membuat peta pikiran atau poster karakteristik komoditas perikanan. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati berbagai gambar komoditas perikanan, peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik umum komoditas perikanan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan praktikum identifikasi, peserta didik dapat membedakan karakteristik morfologi kekerangan dan krustasea dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan membedakan karakteristik morfologi kekerangan dan krustasea dengan cermat.
Alat & bahan: Spesimen kerang dan udang, lup, pinset, nampan
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati dengan cermat gambar komoditas perikanan di bawah ini.
- Identifikasi bagian-bagian tubuh pada gambar kerang dan udang menggunakan lup.
- Isilah tabel pengamatan berdasarkan hasil identifikasi Anda.
- Diskusikan dalam kelompok perbedaan utama antara kerang dan udang berdasarkan morfologinya.
- Jawablah pertanyaan refleksi di akhir LKPD.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis hewan air yang sering kamu jumpai!
- Apakah semua ikan memiliki sisik? Berikan contohnya!
- Menurutmu, apa bedanya kerang dengan udang?
- Mengapa kita perlu tahu ciri-ciri hewan air?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan catatan hasil praktikum.
Sumatif (akhir): Tes tertulis yang mencakup identifikasi karakteristik, morfologi, anatomi, dan sistem fisiologis komoditas perikanan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi karakteristik umum komoditas perikanan dengan tepat. | Karakteristik Komoditas Perikanan | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan morfologi, anatomi, dan sistem fisiologis ikan bersirip secara runtut. | Morfologi, Anatomi, dan Fisiologis Ikan Bersirip | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Membedakan karakteristik morfologi kekerangan dan krustasea dengan cermat. | Morfologi Kekerangan dan Krustasea | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Menganalisis potensi rumput laut sebagai komoditas perikanan unggulan. | Morfologi Rumput Laut & Potensi | 2 JP | kreativitas |
Komoditas perikanan adalah sumber daya hayati perairan yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Indonesia, sebagai negara maritim, memiliki kekayaan komoditas perikanan yang melimpah. Memahami karakteristiknya adalah kunci untuk budidaya, penanganan, dan pemasaran yang efektif, demi keberlanjutan sektor agribisnis perikanan.
1. 1. Karakteristik Umum Komoditas Perikanan
Komoditas perikanan mencakup berbagai jenis biota air, seperti ikan, krustasea (udang, kepiting), moluska (kerang, cumi), dan rumput laut. Setiap kelompok memiliki karakteristik umum yang membedakannya. Ikan umumnya bergerak dengan sirip, bernapas dengan insang, dan sebagian besar memiliki sisik. Krustasea memiliki kerangka luar keras (eksoskeleton) dan kaki bersegmen. Moluska dicirikan oleh tubuh lunak yang sering dilindungi cangkang. Rumput laut adalah makroalga yang hidup menempel di dasar perairan.
2. 2. Morfologi, Anatomi, dan Sistem Fisiologis Ikan Bersirip (Finfish)
Ikan bersirip memiliki tubuh yang ramping dan simetris, ditutupi sisik atau kulit licin. Morfologinya meliputi kepala, badan, dan ekor, dengan sirip sebagai alat gerak dan penyeimbang. Secara anatomi, ikan memiliki tulang belakang (vertebrata), insang untuk respirasi, jantung beruang dua, dan sistem pencernaan yang lengkap. Sistem fisiologisnya meliputi osmoregulasi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, termoregulasi (poikiloterm), serta reproduksi eksternal atau internal tergantung spesiesnya.
3. 3. Morfologi, Anatomi, dan Sistem Fisiologis Kekerangan (Mollusca)
Kekerangan seperti kerang dan tiram memiliki tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang keras yang terbuat dari kalsium karbonat. Morfologinya meliputi kaki berotot, insang, dan mantel yang menghasilkan cangkang. Secara anatomi, mereka memiliki sistem pencernaan lengkap, jantung, dan sistem saraf sederhana. Sistem fisiologisnya mencakup filtrasi air untuk makan (filter feeder) dan reproduksi yang bervariasi, ada yang hermafrodit dan ada yang berumah dua.
4. 4. Morfologi, Anatomi, dan Sistem Fisiologis Crustacea
Krustasea seperti udang dan kepiting memiliki eksoskeleton yang keras dan bersegmen, yang harus dilepas (molting) saat tumbuh. Morfologinya terdiri dari cephalothorax (kepala dan dada menyatu) dan abdomen (perut), dengan sepasang antena dan kaki bersegmen. Secara anatomi, mereka memiliki insang untuk bernapas, sistem pencernaan lengkap, dan sistem saraf tangga tali. Sistem fisiologisnya meliputi pertumbuhan melalui molting, reproduksi seksual, dan adaptasi terhadap berbagai habitat perairan.
Rangkuman: Karakteristik komoditas perikanan sangat beragam, meliputi ikan bersirip, kekerangan, krustasea, hingga rumput laut. Setiap kelompok memiliki morfologi, anatomi, dan sistem fisiologis yang unik, seperti sisik pada ikan, cangkang pada kerang, eksoskeleton pada udang, dan bentuk talus pada rumput laut. Pemahaman mendalam tentang ciri-ciri ini fundamental untuk pengembangan agribisnis perikanan yang berkelanjutan dan efisien.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Morfologi | Studi tentang bentuk dan struktur luar organisme. |
| Anatomi | Studi tentang struktur internal organisme. |
| Fisiologis | Studi tentang fungsi organ dan sistem tubuh organisme. |
| Finfish | Istilah untuk ikan bertulang sejati atau bertulang rawan yang memiliki sirip. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Karakteristik Komoditas Perikanan" mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Karakteristik Komoditas Perikanan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Dasar Analisa Usaha dan PemasaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar Manajemen Agribisnis PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Teknologi dan Digitalisasi Bidang PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Agribisnis Perikanan lain yang sudah tersedia
Manajemen Kualitas Air serta Hama dan Penyakit IkanDasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Karakteristik Komoditas Perikanan pada Dasar-dasar Agribisnis Perikanan SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Agribisnis Perikanan.
Modul Karakteristik Komoditas Perikanan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan materi Karakteristik Komoditas Perikanan ini gratis?
Ya. Modul Karakteristik Komoditas Perikanan untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Karakteristik Komoditas Perikanan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Karakteristik Komoditas Perikanan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Karakteristik Komoditas Perikanan dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Karakteristik Komoditas Perikanan ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Karakteristik Komoditas Perikanan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Karakteristik Komoditas Perikanan untuk Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Karakteristik Komoditas Perikanan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Karakteristik Komoditas Perikanan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Agribisnis Perikanan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Karakteristik Komoditas Perikanan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.