SMKKelas XIFase F

Modul Ajar & RPP farmakognosi Kelas XI
Sejarah Farmakognosi dan Simplisia

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari bahan obat alami, terutama dari tumbuhan, dengan sejarah panjang dari peradaban kuno hingga modern. Tokoh-tokoh seperti Dioscorides dan Paracelsus berkontribusi besar dalam perkembangannya. Simplisia, bahan alam yang belum diolah, diklasifikasikan berdasarkan bagian tumbuhan asalnya seperti rimpang, daun, atau buah. Simplisia memiliki peran penting sebagai sumber obat tradisional dan inspirasi bagi pengembangan obat modern.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sejarah Farmakognosi dan Simplisia
farmakognosi · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sejarah Farmakognosi dan Simplisia
farmakognosi · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata Pelajaranfarmakognosi
Fase / KelasF / XI
Materi PokokSejarah Farmakognosi dan Simplisia
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang tumbuhan dan bagian-bagiannya yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainFarmakognosi
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis sejarah dan perkembangan farmakognosi, mengidentifikasi jenis-jenis simplisia berdasarkan asal, morfologi, dan kandungan kimianya, serta menerapkan prinsip dasar penanganan simplisia sesuai standar farmakope.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualFarmakognosi telah dikenal sejak zaman Mesir Kuno, di mana tumbuhan seperti Papyrus Ebers digunakan sebagai obat.
KonseptualFarmakognosi adalah ilmu yang mempelajari tentang simplisia, yaitu bahan alam yang digunakan sebagai obat, dengan fokus pada sejarah, identifikasi, dan pemanfaatannya.
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi jenis-jenis simplisia melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis serta memahami langkah-langkah penyiapan simplisia.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya mempelajari sejarah farmakognosi untuk memahami asal-usul obat-obatan dan cara mengembangkan obat baru dari bahan alam.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui studi literatur, peserta didik dapat menguraikan sejarah perkembangan farmakognosi dari masa kuno hingga modern dengan runtut.
  2. Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga tokoh penting dalam sejarah farmakognosi beserta kontribusinya secara tepat.
  3. Melalui pengamatan gambar dan sampel, peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis-jenis simplisia berdasarkan bagian tumbuhan asalnya dengan benar.
  4. Dengan melakukan praktikum, peserta didik dapat membedakan minimal empat jenis simplisia berdasarkan karakteristik makroskopisnya secara akurat.
  5. Melalui analisis kasus, peserta didik dapat menjelaskan pentingnya simplisia dalam pengembangan obat modern dengan memberikan minimal dua contoh konkret.
Halaman 2 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami sejarah farmakognosi dan jenis-jenis simplisia akan membantu peserta didik mengenali potensi kekayaan alam Indonesia sebagai sumber bahan baku obat, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pengembangan herbal.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa nenek moyang kita bisa sembuh dari sakit hanya dengan menggunakan tumbuhan, dan bagaimana kita bisa memastikan keamanan serta khasiatnya di era modern ini?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuBiologi: Keterkaitan dengan klasifikasi tumbuhan, morfologi, anatomi, dan fisiologi tumbuhan sebagai sumber simplisia.
Kimia: Keterkaitan dengan identifikasi senyawa aktif dalam simplisia dan proses ekstraksi bahan alam.
Sejarah: Keterkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan penemuan obat-obatan dari bahan alam di berbagai peradaban.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan mengajak peserta didik mengunjungi pasar tradisional atau toko herbal lokal untuk mengenal berbagai jenis simplisia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan PembelajaranLaboratorium farmakognosi di sekolah dilengkapi dengan mikroskop, preparat simplisia, dan bahan-bahan kimia yang aman, serta ruang kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform belajar daring untuk mengakses jurnal ilmiah, artikel, dan video tutorial tentang identifikasi simplisia, serta penggunaan aplikasi presentasi untuk menyajikan hasil kerja kelompok.
Halaman 3 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui studi literatur, peserta didik dapat menguraikan sejarah perkembangan farmakognosi dari masa kuno hingga modern dengan runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional di Indonesia, kemudian bertanya: 'Apa saja tumbuhan yang kalian kenal sebagai obat tradisional? Bagaimana masyarakat zaman dulu bisa tahu khasiatnya?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami sejarah farmakognosi dan mengidentifikasi tokoh-tokoh penting, serta menjelaskan tahapan pembelajaran yang akan dilalui.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan sebuah artikel berita tentang penemuan obat baru dari tanaman hutan tropis, kemudian meminta peserta didik untuk merumuskan pertanyaan terkait asal-usul pengetahuan tentang tanaman obat.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan lembar kerja yang berisi panduan untuk mencari informasi tentang sejarah farmakognosi dan tokoh-tokohnya dari berbagai sumber (buku teks, internet).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok melakukan studi literatur untuk mengumpulkan data tentang perkembangan farmakognosi dari peradaban kuno (Mesir, Cina, Yunani) hingga era modern, serta mengidentifikasi minimal tiga tokoh penting dan kontribusinya.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok membuat infografis atau peta konsep yang menggambarkan garis waktu sejarah farmakognosi dan profil tokoh-tokoh penting, kemudian mempersiapkan presentasi singkat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan sejarah dan tokoh penting farmakognosi.
  2. Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, termasuk kejelasan informasi dan cara penyampaian.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang periode-periode penting dalam sejarah farmakognosi dan peran tokoh-tokoh kunci seperti Dioscorides, Galen, dan Paracelsus.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting tentang sejarah farmakognosi dan tokoh-tokohnya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan menanyakan: 'Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini dan bagaimana kaitannya dengan kehidupan sehari-hari?'
  3. Guru memberikan tugas membaca untuk materi simplisia pada pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan melakukan praktikum, peserta didik dapat membedakan minimal empat jenis simplisia berdasarkan karakteristik makroskopisnya secara akurat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan gambar berbagai jenis simplisia yang sering ditemukan di pasar tradisional (misalnya jahe, kunyit, daun sirih), kemudian bertanya: 'Bagaimana cara kita membedakan simplisia ini secara fisik? Apa saja bagian tumbuhan yang bisa dijadikan simplisia?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengklasifikasikan dan membedakan jenis-jenis simplisia melalui pengamatan makroskopis, serta menjelaskan prosedur praktikum yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menunjukkan beberapa sampel simplisia yang mirip (misalnya jahe dan kunyit kering) dan meminta peserta didik untuk mengidentifikasi perbedaannya, memicu pertanyaan tentang kriteria identifikasi simplisia.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi kembali ke dalam kelompok dan diberikan panduan praktikum serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tabel pengamatan simplisia.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok melakukan praktikum identifikasi makroskopis simplisia dengan mengamati 5 jenis sampel simplisia yang berbeda (rimpang, daun, buah, kulit kayu, bunga) menggunakan indra penglihatan, penciuman, dan perabaan.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Peserta didik mencatat hasil pengamatan karakteristik (warna, bau, bentuk, ukuran, tekstur) dari setiap simplisia pada LKPD dan membuat kesimpulan perbedaannya.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan identifikasi simplisia yang telah dilakukan, menunjukkan sampel dan menjelaskan karakteristiknya.
  2. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil praktikum dan diskusi, mengoreksi jika ada kekeliruan dalam identifikasi, serta memberikan penjelasan tambahan tentang klasifikasi simplisia.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya identifikasi makroskopis yang tepat dalam penjaminan mutu simplisia dan kaitannya dengan khasiat obat.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan kriteria identifikasi simplisia berdasarkan karakteristik makroskopisnya.
  2. Guru memberikan refleksi dengan menanyakan: 'Apakah kalian merasa lebih mudah membedakan simplisia setelah praktikum ini? Apa tantangan terbesar saat mengidentifikasi simplisia?'
  3. Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya yaitu kandungan kimia simplisia dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis simplisia berdasarkan pengamatan makroskopis.

Alat & bahan: Sampel simplisia (rimpang, daun, buah, kulit kayu, bunga), nampan, kaca pembesar, pinset

Langkah kerja:

  1. Ambil sampel simplisia 1 (misalnya Jahe) dan letakkan di nampan.
  2. Amatilah karakteristik fisiknya (warna, bau, bentuk, ukuran, tekstur) menggunakan indra dan kaca pembesar. Perhatikan gambar 1.
  3. Catat hasil pengamatan pada tabel di bawah ini.
  4. Ulangi langkah 1-3 untuk semua sampel simplisia yang tersedia.
  5. Diskusikan dalam kelompok untuk mengklasifikasikan simplisia berdasarkan bagian tumbuhan asalnya.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kalian ketahui tentang obat tradisional?
  2. Sebutkan 3 jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat di lingkungan sekitar kalian!
  3. Menurut kalian, bagaimana pengetahuan tentang tumbuhan obat ini diturunkan dari generasi ke generasi?

Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama diskusi kelompok dan praktikum identifikasi simplisia, serta penilaian keaktifan dan kolaborasi.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep sejarah farmakognosi dan identifikasi simplisia.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menguraikan sejarah perkembangan farmakognosiSejarah Farmakognosi2 JPPenalaran Kritis
2Mengidentifikasi tokoh penting farmakognosiTokoh Farmakognosi2 JPPenalaran Kritis
3Mengklasifikasikan jenis-jenis simplisiaKlasifikasi Simplisia2 JPKreativitas
4Membedakan simplisia secara makroskopisIdentifikasi Makroskopis Simplisia2 JPKolaborasi
Halaman 8 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari bahan obat alami, terutama dari tumbuhan, hewan, atau mineral. Materi ini akan membawa kita menyelami sejarah panjang bagaimana manusia menemukan dan memanfaatkan kekayaan alam sebagai obat, serta memahami karakteristik berbagai simplisia yang menjadi dasar pengembangan obat modern. Pengetahuan ini sangat penting bagi calon tenaga kefarmasian untuk memahami asal-usul dan potensi bahan alam.

1. Definisi dan Ruang Lingkup Farmakognosi
Farmakognosi berasal dari bahasa Yunani 'pharmakon' (obat) dan 'gnosis' (pengetahuan). Ini adalah cabang ilmu farmasi yang mempelajari bahan baku obat yang berasal dari alam, meliputi tumbuhan, hewan, dan mineral. Ruang lingkupnya mencakup identifikasi, karakterisasi, penanaman, pengumpulan, pengolahan, pengujian mutu, hingga pemanfaatan bahan alam tersebut sebagai obat. Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengembangkan obat-obatan baru yang efektif dan aman dari sumber daya alam.

2. Sejarah Perkembangan Farmakognosi
Sejarah farmakognosi dimulai sejak peradaban kuno, di mana manusia purba secara empiris menggunakan tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit. Dokumen tertulis pertama adalah Papyrus Ebers dari Mesir Kuno (sekitar 1550 SM) yang mencatat ratusan resep obat. Di Yunani, Dioscorides (abad ke-1 M) menulis 'De Materia Medica', ensiklopedia tumbuhan obat yang menjadi acuan selama 1500 tahun. Pada abad pertengahan, ilmuwan Arab seperti Ibnu Sina juga berkontribusi besar. Era modern ditandai dengan isolasi senyawa aktif dari tumbuhan, seperti morfin dari opium pada awal abad ke-19, membuka jalan bagi farmasi modern.

3. Tokoh Penting dalam Farmakognosi
Beberapa tokoh penting dalam sejarah farmakognosi antara lain Dioscorides dengan karyanya 'De Materia Medica' yang mendokumentasikan banyak tumbuhan obat. Galen, seorang dokter Yunani, mengembangkan sistem klasifikasi obat berdasarkan efeknya. Paracelsus, seorang dokter dan alkemis Swiss, menekankan pentingnya isolasi senyawa aktif dari tumbuhan. Di era modern, Friedrich Sertürner berhasil mengisolasi morfin, membuka era kimia farmasi. Sumbangsih mereka membentuk dasar pengetahuan farmakognosi yang kita kenal saat ini.

4. Pengertian dan Jenis Simplisia
Simplisia adalah bahan alam yang digunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan kecuali pengeringan. Jenis simplisia dibedakan berdasarkan bagian tumbuhan asalnya. Contohnya, simplisia rimpang (Rhizoma) seperti jahe dan kunyit; simplisia daun (Folium) seperti daun sirih dan daun jambu biji; simplisia buah (Fructus) seperti adas dan ketumbar; simplisia kulit kayu (Cortex) seperti kayu manis; dan simplisia bunga (Flos) seperti cengkeh. Setiap jenis memiliki karakteristik makroskopis (bentuk, warna, bau, rasa) yang unik untuk identifikasi.

5. Pentingnya Simplisia dalam Farmasi Modern
Meskipun farmasi modern didominasi oleh obat-obatan sintetis, simplisia tetap memegang peranan vital. Banyak obat modern yang awalnya diisolasi dari simplisia, seperti aspirin dari kulit pohon willow atau taksol dari Taxus brevifolia. Simplisia juga menjadi sumber inspirasi untuk sintesis senyawa baru dengan struktur serupa. Selain itu, simplisia masih banyak digunakan dalam obat herbal terstandar dan fitofarmaka, terutama di negara-negara berkembang, sebagai alternatif pengobatan yang terjangkau dan telah terbukti secara empiris.

Rangkuman: Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari bahan obat alami, terutama dari tumbuhan, dengan sejarah panjang dari peradaban kuno hingga modern. Tokoh-tokoh seperti Dioscorides dan Paracelsus berkontribusi besar dalam perkembangannya. Simplisia, bahan alam yang belum diolah, diklasifikasikan berdasarkan bagian tumbuhan asalnya seperti rimpang, daun, atau buah. Simplisia memiliki peran penting sebagai sumber obat tradisional dan inspirasi bagi pengembangan obat modern.

Halaman 9 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
FarmakognosiIlmu yang mempelajari bahan obat dari alam.
SimplisiaBahan alam yang digunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan, kecuali pengeringan.
MakroskopisPengamatan dengan mata telanjang tanpa bantuan alat.
Papyrus EbersNaskah kuno Mesir yang berisi resep obat.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar farmakognosi · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sejarah Farmakognosi dan Simplisia" mata pelajaran farmakognosi Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Sejarah Farmakognosi dan Simplisia — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah Andafarmakognosi · Kelas XIPeta Konsep
Sejarah Farmakognosi dan SimplisiaDefinisi dan Ruang Lingkup FarmakognosiSejarah Perkembangan FarmakognosiTokoh Penting dalam FarmakognosiPengertian dan Jenis SimplisiaPentingnya Simplisia dalam Farmasi Modern
Dari sub-bab Sejarah Farmakognosi dan SimplisiaHalaman 12
Nama sekolah Andafarmakognosi · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah Andafarmakognosi · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah Andafarmakognosi · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah Andafarmakognosi · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah Andafarmakognosi · Kelas XIProfil Lulusan
Penalaran KritisKreativitasKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar farmakognosi kelas 11 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sejarah Farmakognosi dan Simplisia pada farmakognosi SMK, Fase F, elemen Farmakognosi.

Modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia untuk farmakognosi kelas XI.

Apakah modul ajar farmakognosi materi Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini gratis?

Ya. Modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas farmakognosi kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul farmakognosi kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sejarah Farmakognosi dan Simplisia dapat Anda sesuaikan dengan murid farmakognosi kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar farmakognosi kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sejarah Farmakognosi dan Simplisia tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sejarah Farmakognosi dan Simplisia untuk farmakognosi kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Sejarah Farmakognosi dan Simplisia ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh farmakognosi kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sejarah Farmakognosi dan Simplisia beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap farmakognosi kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul farmakognosi ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Sejarah Farmakognosi dan Simplisia disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar farmakognosi SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.