Modul Ajar & RPP Seni Tari Kelas X
Tari Tradisional
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Seni Tari |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Tari Tradisional |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai bentuk kesenian tradisional yang ada di Indonesia.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide baru untuk modifikasi gerak tari tradisional dalam presentasi kelompok. - kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik berinteraksi secara efektif dalam kelompok untuk menyusun koreografi dan berlatih tari tradisional. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis struktur dan makna gerak tari tradisional serta mengevaluasi penampilan kelompok lain.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Mengalami dan Mencipta |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengeksplorasi, mengekspresikan, dan mengapresiasi karya seni tari tradisional dengan memahami konteks budaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Tari Saman dari Aceh dan Tari Jaipongan dari Jawa Barat adalah contoh nyata tari tradisional Indonesia. |
| Konseptual | Tari tradisional adalah bentuk seni tari yang berkembang di suatu daerah, diwariskan secara turun-temurun, dan memiliki fungsi serta makna budaya tertentu. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan pengamatan, analisis, interpretasi, dan praktik gerak dasar tari tradisional hingga menciptakan modifikasi sederhana. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan dan mengembangkan tari tradisional sebagai warisan budaya bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati berbagai video tari tradisional, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan fungsi tari tradisional dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis elemen-elemen tari tradisional (gerak, musik, rias, busana, properti) secara runtut.
- Dengan bimbingan guru dan kerja kelompok, peserta didik dapat mempraktikkan gerak dasar tari tradisional dengan teknik yang benar.
- Melalui proyek koreografi sederhana, peserta didik dapat menciptakan modifikasi gerak tari tradisional secara kreatif dan sesuai konteks.
- Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi penampilan tari tradisional kelompok lain dengan kriteria yang jelas.
Pemahaman bermakna: Tari tradisional bukan hanya sekadar gerak, melainkan cerminan identitas budaya, nilai-nilai luhur, dan sejarah suatu masyarakat yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa tari tradisional, yang sering kita anggap kuno, masih relevan dan penting untuk kita pelajari di era modern ini?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya (Musik): Peserta didik memahami iringan musik tradisional yang digunakan dalam tari dan cara memadukannya dengan gerak. Sejarah Indonesia: Peserta didik mengidentifikasi latar belakang sejarah dan konteks sosial budaya dari tari tradisional yang dipelajari. Pendidikan Pancasila: Peserta didik menginternalisasi nilai-nilai kebhinekaan dan gotong royong melalui praktik tari berkelompok. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak menyaksikan presentasi tari atau berbagi pengalaman tentang tari tradisional daerah mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang luas atau aula sekolah digunakan untuk praktik tari, dilengkapi dengan proyektor untuk menampilkan video referensi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial tari dari platform online dan aplikasi musik untuk iringan praktik serta presentasi kelompok. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati berbagai video tari tradisional, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri dan fungsi tari tradisional dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tepuk Ritme Tari: Guru memimpin tepuk tangan dengan pola ritme sederhana, lalu menunjuk beberapa peserta didik untuk melanjutkan pola ritme tersebut atau menciptakan pola baru, melatih fokus dan koordinasi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis elemen-elemen tari tradisional (gerak, musik, rias, busana, properti) secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gerak Tari: Guru memperagakan satu atau dua gerakan dasar tari tradisional secara diam-diam, lalu peserta didik menebak nama tari atau daerah asalnya. Peserta didik yang berhasil bisa mencoba memperagakan gerakan lain.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Dengan bimbingan guru dan kerja kelompok, peserta didik dapat mempraktikkan gerak dasar tari tradisional dengan teknik yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Gerak Cermin Tari: Peserta didik berpasangan, satu menjadi 'cermin' yang menirukan gerak dasar tari tradisional yang diperagakan pasangannya. Bergantian peran setelah beberapa saat, melatih kepekaan gerak.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengeksplorasi dan mempraktikkan gerak dasar tari tradisional dengan panduan yang diberikan.
Alat & bahan: Video tari tradisional, alat tulis, lembar kerja, speaker
Langkah kerja:
- Lengkapi asal daerah setiap tarian pada tabel berikut.
Gambar 1. Tabel - Amati gerak dasar Tari Jaipongan di bawah ini, lalu diskusikan dengan kelompokmu nama dan makna dari setiap gerak.
- Identifikasi 3-5 gerak dasar Tari Jaipongan dari video yang ditayangkan guru, lalu tuliskan nama gerak dan deskripsinya.
- Praktekkan gerak dasar yang sudah diidentifikasi secara berulang-ulang hingga menguasai teknik dasarnya.
- Diskusikan bagaimana memodifikasi salah satu gerak dasar tersebut agar terlihat lebih modern namun tetap mempertahankan esensi tradisionalnya.
- Sajikan hasil praktik dan modifikasi gerak dasar kelompokmu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang tari tradisional?
- Sebutkan 3 contoh tari tradisional yang kamu tahu!
- Menurutmu, apa fungsi tari tradisional dalam masyarakat?
- Pernahkah kamu menarikan tari tradisional? Tari apa?
Formatif (proses): Observasi guru terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik gerak tari.
Sumatif (akhir): Penilaian performa presentasi koreografi tari tradisional modifikasi kelompok menggunakan rubrik yang telah disiapkan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan fungsi tari tradisional dengan tepat. | Ciri-ciri dan fungsi tari tradisional. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis elemen-elemen tari tradisional (gerak, musik, rias, busana, properti) secara runtut. | Elemen-elemen tari tradisional. | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Mempraktikkan gerak dasar tari tradisional dengan teknik yang benar. | Gerak dasar tari tradisional. | 2 JP | kolaborasi |
| 4 | Menciptakan modifikasi gerak tari tradisional secara kreatif dan sesuai konteks. | Koreografi tari tradisional modifikasi. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
Tari tradisional adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Setiap daerah memiliki tariannya sendiri dengan keunikan gerak, iringan, dan makna filosofis. Mempelajari tari tradisional berarti memahami identitas bangsa dan melestarikan warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
1. Pengertian dan Ciri-Ciri Tari Tradisional
Tari tradisional adalah bentuk seni tari yang telah lama berkembang di suatu daerah, diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Ciri-cirinya meliputi gerak yang terikat pada aturan baku, diiringi musik tradisional setempat, menggunakan rias dan busana adat, serta memiliki fungsi sosial dan ritual tertentu. Contohnya Tari Saman dari Aceh dengan gerak tangan yang dinamis dan Tari Jaipongan dari Jawa Barat yang lincah.
2. Fungsi Tari Tradisional
Fungsi tari tradisional sangat beragam, tidak hanya sebagai hiburan semata. Banyak tari tradisional berfungsi sebagai bagian dari upacara adat atau ritual keagamaan, seperti Tari Pendet di Bali untuk menyambut tamu atau persembahan. Ada pula yang berfungsi sebagai media komunikasi, pengajaran moral, atau ekspresi estetika semata. Pemahaman fungsi ini penting untuk mengapresiasi nilai-nilai di balik setiap tarian.
3. Elemen-Elemen Tari Tradisional
Setiap tari tradisional terdiri dari beberapa elemen penting. Gerak adalah inti dari tari, yang bisa berupa gerak murni (estetis) atau gerak maknawi (memiliki arti). Musik iringan berperan menciptakan suasana dan mengatur tempo. Rias dan busana tidak hanya memperindah, tetapi juga melambangkan karakter atau status penari. Properti tari seperti selendang atau topeng juga mendukung cerita atau makna tarian tersebut.
4. Jenis-Jenis Tari Tradisional Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya, tari tradisional dapat dikelompokkan menjadi tiga: tari upacara, tari pergaulan, dan tari pertunjukan. Tari upacara berkaitan dengan ritual adat atau keagamaan, seperti Tari Sang Hyang Jaran. Tari pergaulan berfungsi sebagai hiburan dan interaksi sosial, misalnya Tari Poco-Poco. Sedangkan tari pertunjukan adalah tarian yang diciptakan untuk dinikmati keindahannya oleh penonton, seperti Tari Merak.
5. Gerak Dasar Tari Tradisional (Contoh Tari Jaipongan)
Tari Jaipongan memiliki gerak dasar yang khas, seperti 'bukaan' (gerak pembuka), 'geol' (gerak pinggul), 'gitek' (gerak leher), dan 'coklek' (gerak kaki). Setiap gerak ini memiliki filosofi dan teknik tersendiri yang harus dipelajari dengan benar. Mempelajari gerak dasar ini penting sebagai fondasi sebelum mengembangkan koreografi atau modifikasi tarian.
6. Modifikasi Gerak Tari Tradisional
Modifikasi gerak tari tradisional adalah upaya mengembangkan atau memperbarui gerak tari tanpa menghilangkan esensi atau identitas aslinya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah tempo, level, pola lantai, atau menambahkan variasi gerak baru yang relevan dengan konteks kekinian. Tujuannya adalah agar tari tradisional tetap hidup dan diminati oleh generasi muda, sambil tetap menghormati tradisi.
Rangkuman: Tari tradisional adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan turun-temurun. Ia memiliki ciri khas gerak, musik, rias, busana, dan fungsi yang beragam, mulai dari ritual hingga hiburan. Memahami elemen-elemennya serta berani mempraktikkan dan memodifikasi geraknya secara kreatif adalah kunci untuk melestarikan dan mengembangkan warisan tak benda ini bagi generasi mendatang.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Koreografi | Susunan atau rangkaian gerak tari yang telah diatur dan dirancang. |
| Properti Tari | Benda-benda yang digunakan penari untuk mendukung pertunjukan tari. |
| Gerak Murni | Gerak tari yang hanya mengutamakan keindahan estetis tanpa makna tertentu. |
| Gerak Maknawi | Gerak tari yang memiliki arti atau maksud tertentu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tari Tradisional" mata pelajaran Seni Tari Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Tari Tradisional yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Seni Tari kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Tari Tradisional pada Seni Tari SMK, Fase E, elemen Mengalami dan Mencipta.
Modul Tari Tradisional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Tari Tradisional untuk Seni Tari kelas X.
Apakah modul ajar Seni Tari materi Tari Tradisional ini gratis?
Ya. Modul Tari Tradisional untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Tari Tradisional ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Seni Tari kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Seni Tari kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Tari Tradisional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Tari Tradisional dapat Anda sesuaikan dengan murid Seni Tari kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Seni Tari kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Tari Tradisional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Tari Tradisional tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Tari Tradisional untuk Seni Tari kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Tari Tradisional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Seni Tari kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Tari Tradisional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Seni Tari kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Seni Tari ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Tari Tradisional disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.