Modul Ajar & RPP Teknik Pemesinan Kelas X
Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Teknik Pemesinan |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang satuan panjang dan konsep pengukuran sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kemandirian — bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pengukuran dan Alat Ukur |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis alat ukur mekanik presisi, memahami prinsip kerjanya, serta menggunakan alat ukur tersebut sesuai prosedur untuk mengukur dimensi benda kerja dengan akurat dan teliti. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Angka sorong adalah alat ukur yang sering digunakan di industri manufaktur untuk mengukur dimensi benda kerja dengan presisi tinggi. |
| Konseptual | Konsep dasar penggunaan angka sorong melibatkan pemahaman skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah kalibrasi, pengukuran, dan pembacaan hasil menggunakan angka sorong sesuai standar operasional prosedur. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dan akurasi dalam pengukuran untuk menghindari kesalahan produksi dan memastikan kualitas produk. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama angka sorong dengan tepat.
- Dengan mengamati contoh kasus, peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja angka sorong dengan benar.
- Melalui panduan jobsheet, peserta didik dapat melakukan kalibrasi angka sorong secara mandiri dan akurat.
- Dengan praktik langsung menggunakan benda kerja, peserta didik dapat mengukur dimensi luar, dalam, dan kedalaman benda kerja menggunakan angka sorong sesuai prosedur operasional standar.
- Setelah melakukan pengukuran, peserta didik dapat membaca hasil pengukuran angka sorong dengan ketelitian 0,02 mm secara tepat.
Pemahaman bermakna: Penggunaan angka sorong yang tepat sangat krusial dalam dunia industri untuk menjamin kualitas dan presisi produk. Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat berakibat fatal pada keseluruhan proses produksi.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa ketelitian pengukuran hingga sepersepuluh milimeter sangat penting dalam pembuatan komponen mesin?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penerapan konsep bilangan desimal, pembulatan, dan operasi hitung dalam pembacaan skala angka sorong. Fisika: Pemahaman tentang konsep panjang, presisi, dan akurasi dalam pengukuran. Gambar Teknik: Keterkaitan hasil pengukuran dengan toleransi dimensi yang tertera pada gambar kerja. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat mendorong peserta didik untuk mengamati penggunaan alat ukur dalam kehidupan sehari-hari atau di bengkel terdekat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Bengkel kerja sekolah yang dilengkapi dengan berbagai jenis angka sorong dan benda kerja, serta akses ke platform simulasi pengukuran digital, akan mendukung pembelajaran. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi simulasi angka sorong di smartphone atau komputer untuk latihan pembacaan skala nonius sebelum praktik langsung. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui demonstrasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama angka sorong dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan praktik langsung menggunakan benda kerja, peserta didik dapat mengukur dimensi luar, dalam, dan kedalaman benda kerja menggunakan angka sorong sesuai prosedur operasional standar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi bagian-bagian angka sorong dan fungsinya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Angka sorong, atau dikenal juga sebagai jangka sorong, adalah alat ukur presisi yang fundamental dalam bidang teknik pemesinan dan manufaktur.
Alat & bahan: Angka sorong (jangka sorong), gambar angka sorong, alat tulis
Langkah kerja:
- Amati gambar angka sorong berikut dengan saksama.
- Identifikasi bagian-bagian angka sorong dan berikan label pada gambar.
- Tuliskan fungsi masing-masing bagian angka sorong yang telah kamu identifikasi pada tabel di bawah.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang alat ukur panjang?
- Sebutkan contoh alat ukur panjang yang sering kamu lihat!
- Mengapa pengukuran yang presisi itu penting dalam pembuatan benda kerja?
- Apa perbedaan antara akurasi dan presisi dalam pengukuran?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama praktik pengukuran menggunakan angka sorong dan penilaian kelengkapan serta ketepatan pengisian jobsheet.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk menguji pemahaman konsep dan kemampuan membaca hasil pengukuran angka sorong.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama angka sorong dengan tepat | Bagian-bagian angka sorong dan fungsinya | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan prinsip kerja angka sorong dengan benar | Prinsip kerja skala utama dan nonius | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Melakukan kalibrasi dan mengukur dimensi benda kerja menggunakan angka sorong sesuai prosedur | Kalibrasi dan teknik pengukuran | 2 JP | Kemandirian |
| 4 | Membaca hasil pengukuran angka sorong dengan ketelitian 0,02 mm secara tepat | Pembacaan skala angka sorong | 2 JP | Penalaran Kritis |
Angka sorong, atau dikenal juga sebagai jangka sorong, adalah alat ukur presisi yang fundamental dalam bidang teknik pemesinan dan manufaktur. Kemampuan untuk menggunakannya dengan benar dan membaca hasilnya secara akurat adalah keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap teknisi. Modul ini akan membimbing kamu memahami prinsip, bagian-bagian, cara penggunaan, hingga pembacaan hasil pengukuran dengan angka sorong.
1. Mengenal Angka Sorong
Angka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian hingga 0,02 mm atau 0,05 mm. Alat ini diciptakan oleh Pierre Vernier, sehingga sering juga disebut Vernier Caliper. Fungsi utamanya adalah mengukur dimensi luar, dimensi dalam, dan kedalaman suatu benda kerja. Angka sorong sering digunakan dalam pekerjaan yang membutuhkan presisi tinggi, seperti pada proses permesinan, perakitan komponen, atau inspeksi kualitas produk.
2. Bagian-bagian Angka Sorong
Angka sorong terdiri dari beberapa bagian utama. Rahang ukur luar digunakan untuk mengukur dimensi luar. Rahang ukur dalam berfungsi untuk mengukur dimensi bagian dalam. Tangkai ukur kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman lubang atau celah. Skala utama menunjukkan nilai dalam milimeter atau inci, sedangkan skala nonius (vernier) memberikan pembacaan fraksi dari skala utama, yang menentukan tingkat ketelitian alat. Ada juga baut pengunci untuk menahan posisi rahang agar hasil pengukuran tidak berubah.
3. Prinsip Kerja Skala Nonius
Prinsip kerja angka sorong terletak pada perbedaan pembagian skala antara skala utama dan skala nonius. Skala utama memiliki pembagian yang standar, misalnya setiap milimeter. Skala nonius memiliki pembagian yang sedikit lebih rapat atau renggang, misalnya 19 mm dibagi menjadi 20 bagian pada skala nonius. Perbedaan ini memungkinkan pembacaan yang lebih teliti. Garis pada skala nonius yang sejajar dengan garis pada skala utama menunjukkan nilai desimal dari hasil pengukuran.
4. Kalibrasi dan Cara Penggunaan
Sebelum digunakan, angka sorong harus dikalibrasi. Kalibrasi nol dilakukan dengan merapatkan rahang ukur luar, pastikan angka nol skala utama dan nonius sejajar. Jika tidak, ada kesalahan nol yang harus diperhitungkan. Untuk mengukur dimensi luar, jepit benda kerja dengan rahang luar. Untuk dimensi dalam, gunakan rahang dalam. Untuk kedalaman, gunakan tangkai ukur kedalaman. Pastikan benda kerja tidak miring dan rahang menempel sempurna. Setelah pengukuran, kunci baut pengunci dan baca hasilnya.
5. Pembacaan Hasil Pengukuran
Membaca hasil pengukuran angka sorong memerlukan ketelitian. Pertama, baca nilai pada skala utama yang paling dekat dengan angka nol pada skala nonius sebelum angka nol tersebut. Ini adalah nilai bulat atau desimal pertama. Kedua, cari garis pada skala nonius yang paling sejajar dengan garis pada skala utama. Nilai pada skala nonius tersebut, dikalikan dengan ketelitian angka sorong (misalnya 0,02 mm), akan menjadi nilai desimal kedua. Jumlahkan kedua nilai ini untuk mendapatkan hasil akhir.
Rangkuman: Angka sorong adalah alat ukur presisi untuk mengukur dimensi luar, dalam, dan kedalaman benda kerja dengan ketelitian tinggi. Bagian utamanya meliputi rahang ukur, tangkai ukur kedalaman, skala utama, dan skala nonius. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan pembagian skala. Kalibrasi nol dan teknik pengukuran yang benar sangat penting untuk mendapatkan hasil yang akurat. Pembacaan hasil melibatkan kombinasi nilai dari skala utama dan skala nonius.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Angka Sorong | Alat ukur presisi untuk mengukur panjang, lebar, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman. |
| Skala Utama | Skala yang menunjukkan nilai bulat dalam pengukuran. |
| Skala Nonius | Skala tambahan yang digunakan untuk membaca nilai pecahan dari skala utama, meningkatkan ketelitian. |
| Ketelitian | Kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil yang mendekati nilai sebenarnya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja" mata pelajaran Teknik Pemesinan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja yang Anda cari? Materi Teknik Pemesinan Kelas X lainnya:
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Teknik Pemesinan kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja pada Teknik Pemesinan SMK, Fase E, elemen Pengukuran dan Alat Ukur.
Modul Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja untuk Teknik Pemesinan kelas X.
Apakah modul ajar Teknik Pemesinan materi Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja ini gratis?
Ya. Modul Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Teknik Pemesinan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Teknik Pemesinan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja dapat Anda sesuaikan dengan murid Teknik Pemesinan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Teknik Pemesinan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja untuk Teknik Pemesinan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Teknik Pemesinan kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Teknik Pemesinan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Teknik Pemesinan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Modul Ajar Penggunaan Angka Sorong untuk Mengukur Dimensi Benda Kerja disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.