MTsKelas IXFase D

Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Sistem Koordinasi dan Homeostasis

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Sistem koordinasi manusia meliputi sistem saraf dan endokrin yang bekerja sama mengatur respons tubuh dan menjaga homeostasis. Sistem saraf mengendalikan respons cepat melalui impuls listrik, sedangkan sistem endokrin mengatur fungsi jangka panjang melalui hormon. Homeostasis adalah kemampuan tubuh menjaga kondisi internal stabil, seperti regulasi suhu dan gula darah. Menjaga kesehatan kedua sistem ini penting untuk fungsi tubuh yang optimal.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis
IPA · Kelas IX · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Sistem Koordinasi dan Homeostasis
IPA · Fase D · Kelas IX · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranIPA
Fase / KelasD / IX
Materi PokokSistem Koordinasi dan Homeostasis
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep dasar sel, jaringan, organ, dan sistem organ pada makhluk hidup secara umum.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
    Peserta didik mensyukuri ciptaan Allah berupa sistem koordinasi tubuh yang kompleks dan sempurna, serta menjaga kesehatannya.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis informasi tentang fungsi sistem koordinasi dan mekanisme homeostasis dari berbagai sumber.
  3. kesehatan — elemen: memahami diri dan lingkungan
    Peserta didik mengenali pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan dampaknya terhadap kesehatan pribadi serta lingkungan.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainPemahaman Sains
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis interaksi antar sistem organ pada manusia, termasuk sistem koordinasi dan mekanisme homeostasis, serta menjelaskan dampaknya pada kesehatan dan lingkungan.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualSistem koordinasi manusia terdiri dari sistem saraf, sistem endokrin, dan indra yang bekerja sama mengatur respons tubuh.
KonseptualHomeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil meskipun terjadi perubahan eksternal.
ProseduralPeserta didik akan belajar mengidentifikasi bagian-bagian sistem koordinasi, menganalisis mekanisme kerja saraf dan hormon, serta mengamati contoh regulasi homeostasis.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana tubuh mereka bekerja secara teratur dan pentingnya menjaga keseimbangan tersebut untuk kesehatan menyeluruh.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMengagumi dan mensyukuri kesempurnaan ciptaan Allah SWT berupa sistem koordinasi tubuh yang kompleks dan berfungsi menakjubkan.
2. Cinta IlmuBersemangat menggali ilmu pengetahuan tentang biologi tubuh manusia dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3. Cinta LingkunganMenerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan diri sebagai bentuk menjaga amanah dari Allah SWT.
4. Cinta Diri dan SesamaMembangun kolaborasi dan saling membantu dalam kelompok untuk memahami materi sistem koordinasi dan homeostasis.
5. Cinta Tanah AirMenyadari pentingnya menjaga kesehatan diri sebagai bagian dari kontribusi positif terhadap bangsa dan negara yang sehat dan produktif.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan model dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) dengan tepat.
  2. Melalui studi kasus dan eksplorasi literatur, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem saraf dalam menyampaikan impuls dengan runtut.
  3. Dengan menganalisis informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya dengan benar.
  4. Melalui eksperimen sederhana, peserta didik dapat menganalisis peran sistem koordinasi dalam menjaga homeostasis tubuh (misalnya regulasi suhu) secara mandiri.
  5. Melalui presentasi hasil penyelidikan, peserta didik dapat menyajikan contoh gangguan pada sistem koordinasi dan upaya menjaga kesehatannya dengan jelas.
Halaman 2 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami sistem koordinasi dan homeostasis membantu kita mensyukuri kesempurnaan ciptaan Allah dalam tubuh manusia, serta mendorong kesadaran untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh secara optimal.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa merespons bahaya dengan cepat, merasakan sentuhan, dan menjaga suhu stabil meskipun cuaca berubah?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam: Mensyukuri ciptaan Allah SWT berupa tubuh manusia yang sempurna dan menjaga amanah kesehatan.
Bahasa Indonesia: Menyusun laporan praktikum dan presentasi dengan struktur yang runtut dan bahasa yang komunikatif.
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Memahami dampak aktivitas fisik dan pola hidup sehat terhadap fungsi sistem koordinasi dan homeostasis.
Kemitraan PembelajaranOrang tua diajak berdiskusi dengan anak tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup untuk mendukung fungsi sistem koordinasi.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktikum sederhana, serta tersedia akses ke perpustakaan atau area digital untuk mencari informasi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPeserta didik menggunakan gawai atau komputer untuk mencari informasi dari internet, menonton video edukasi, dan membuat presentasi digital.
Halaman 3 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 160 menit · awal 25 · inti 110 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan model dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tepuk Fokus: Guru memandu peserta didik tepuk tangan sesuai instruksi (satu tepukan jika 'siap', dua jika 'fokus') untuk melatih konsentrasi.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru menunjukkan gambar seseorang yang sedang bersepeda dan bertanya: 'Organ apa saja yang bekerja sama agar orang ini bisa bersepeda dengan seimbang dan terarah?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi bagian sistem saraf dan pertanyaan pemantik tentang bagaimana tubuh merespons lingkungan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tentang kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera saraf tulang belakang, kemudian bertanya: 'Apa dampak cedera ini pada kemampuan gerak dan sensorik korban? Mengapa?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan kasus sederhana terkait respons tubuh terhadap rangsangan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)50 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi gambar model sistem saraf dan meminta mereka mengidentifikasi bagian-bagiannya serta fungsinya, lalu mencari informasi dari buku paket atau sumber digital.
  2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis kasus yang diberikan dan menghubungkannya dengan bagian sistem saraf yang terlibat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi bagian sistem saraf dan analisis kasus mereka di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terhadap presentasi yang disampaikan.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang struktur dan fungsi sistem saraf pusat serta tepi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan bagian-bagian sistem saraf dan fungsinya.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan meminta mereka merefleksikan pentingnya menjaga kesehatan saraf.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi tentang sistem endokrin untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 160 menit · awal 25 · inti 110 · penutup 25
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya dengan benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Kata Berantai: Guru memulai dengan kata 'hormon', peserta didik melanjutkan dengan kata yang berhubungan (misal: 'hormon', 'tiroid', 'metabolisme') secara berantai.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali materi sistem saraf dan bertanya: 'Selain saraf, sistem apa lagi yang mengatur kerja tubuh kita?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon, serta pertanyaan pemantik tentang peran hormon dalam tubuh.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video singkat tentang pertumbuhan manusia dari bayi hingga dewasa atau perubahan pada masa pubertas, lalu bertanya: 'Apa yang menyebabkan perubahan-perubahan ini?'
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik dibimbing untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan terkait bagaimana tubuh mengatur pertumbuhan dan perkembangan melalui zat kimia.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)50 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik secara berkelompok mencari informasi dari buku teks IPA, artikel ilmiah, atau sumber digital mengenai kelenjar-kelenjar endokrin utama dan hormon yang dihasilkannya, serta fungsinya.
  2. Pengolahan data: Peserta didik mengisi tabel pada LKPD yang memuat nama kelenjar, lokasi, hormon yang dihasilkan, dan fungsi hormon tersebut dalam tubuh.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka tentang kelenjar endokrin dan hormon, serta membandingkan data antar kelompok.
  2. Menarik kesimpulan: Peserta didik bersama guru merumuskan kesimpulan mengenai peran penting sistem endokrin dalam regulasi tubuh.
  3. Guru memberikan penguatan tentang interaksi antara sistem saraf dan endokrin sebagai bagian dari sistem koordinasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan jenis-jenis kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan.
  2. Guru memberikan apresiasi dan mengajak peserta didik merenungkan keajaiban tubuh yang diatur oleh berbagai sistem.
  3. Guru memberikan tugas untuk mencari informasi tentang gangguan pada sistem endokrin dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMengenal Sistem Koordinasi TubuhNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian sistem saraf dan kelenjar endokrin serta fungsinya.

Alat & bahan: Model torso manusia, gambar sistem saraf dan endokrin, buku IPA, alat tulis

Langkah kerja:

  1. Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
    Reseptor1Saraf sensorik23Saraf motorik45
    Gambar 1. Alur
  2. Amati sistem saraf manusia yang tersedia.
  3. Identifikasi dan labeli bagian-bagian utama sistem saraf pusat (otak, sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (saraf kranial, saraf spinal).
  4. Amati kelenjar endokrin dan labeli kelenjar-kelenjar utamanya (misal: hipofisis, tiroid, pankreas).
  5. Diskusikan dengan kelompok fungsi masing-masing bagian yang telah diidentifikasi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa saja organ utama penyusun tubuh manusia?
  2. Bagaimana tubuh kita bisa bergerak dan merasakan sesuatu?
  3. Menurutmu, mengapa tubuh kita bisa menjaga suhu tetap stabil?
  4. Apa yang kamu ketahui tentang 'hormon'?

Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan praktikum, serta penilaian presentasi hasil penyelidikan.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep sistem koordinasi dan homeostasis.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi).Struktur dan fungsi sistem saraf.4 JPpenalaran kritis
2Mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya.Kelenjar endokrin dan hormon.4 JPpenalaran kritis
3Menganalisis peran sistem koordinasi dalam menjaga homeostasis.Mekanisme homeostasis (regulasi suhu, gula darah).4 JPkesehatan
4Menyajikan contoh gangguan pada sistem koordinasi dan upaya menjaga kesehatannya.Gangguan sistem koordinasi dan upaya menjaga kesehatan.4 JPkeimanan dan ketakwaan, kesehatan
Halaman 8 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Tubuh manusia adalah ciptaan Allah SWT yang sangat kompleks dan menakjubkan. Setiap detik, berbagai proses berjalan di dalamnya untuk memastikan kita dapat bergerak, berpikir, merasakan, dan bertahan hidup. Semua ini dimungkinkan berkat adanya sistem koordinasi dan kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan internal yang disebut homeostasis.

1. Sistem Saraf: Pusat Kendali Tubuh
Sistem saraf adalah jaringan komunikasi yang kompleks dalam tubuh, bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal dari dan ke seluruh bagian tubuh. Sistem ini terbagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, serta sistem saraf tepi (SST) yang mencakup semua saraf di luar SSP. Otak adalah pusat pengolahan informasi dan pengendali fungsi tubuh, sedangkan sumsum tulang belakang menghantarkan impuls dari otak ke organ lain dan sebaliknya. Saraf tepi terdiri dari saraf sensorik yang membawa informasi dari indra ke SSP, dan saraf motorik yang membawa perintah dari SSP ke otot dan kelenjar, memungkinkan kita merespons lingkungan.

2. Mekanisme Kerja Sistem Saraf
Sel saraf atau neuron adalah unit dasar sistem saraf. Neuron menghantarkan impuls listrik yang disebut potensial aksi. Ketika sebuah rangsangan diterima, neuron sensorik akan mengubahnya menjadi impuls yang bergerak sepanjang akson menuju SSP. Di SSP, impuls diproses dan respons yang sesuai dihasilkan. Impuls respons kemudian dikirim melalui neuron motorik ke organ efektor (otot atau kelenjar) untuk menghasilkan tindakan. Proses ini terjadi sangat cepat, memungkinkan tubuh bereaksi seketika terhadap perubahan di lingkungan. Transmisi impuls antar neuron terjadi di celah sinapsis melalui neurotransmiter.

3. Sistem Endokrin: Pengatur Jangka Panjang
Selain sistem saraf, tubuh juga memiliki sistem endokrin yang mengatur fungsi tubuh melalui zat kimia yang disebut hormon. Sistem ini terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon dan melepaskannya langsung ke aliran darah. Contoh kelenjar endokrin meliputi hipofisis (mengatur pertumbuhan dan fungsi kelenjar lain), tiroid (mengatur metabolisme), pankreas (mengatur kadar gula darah dengan insulin dan glukagon), serta adrenal (menghasilkan adrenalin untuk respons stres). Hormon bekerja lebih lambat dibandingkan impuls saraf, tetapi efeknya seringkali bertahan lebih lama dan memengaruhi berbagai proses tubuh seperti pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi.

4. Homeostasis: Keseimbangan Internal Tubuh
Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang relatif stabil meskipun terjadi perubahan di lingkungan eksternal. Ini adalah proses dinamis yang melibatkan berbagai sistem organ, terutama sistem koordinasi (saraf dan endokrin). Contoh homeostasis adalah regulasi suhu tubuh: saat panas, tubuh berkeringat; saat dingin, tubuh menggigil. Regulasi kadar gula darah juga merupakan contoh homeostasis, di mana hormon insulin dan glukagon bekerja untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Kegagalan homeostasis dapat menyebabkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.

5. Regulasi Suhu Tubuh
Suhu tubuh manusia normal berkisar antara 36.5°C hingga 37.5°C. Hipotalamus di otak berfungsi sebagai termostat tubuh. Ketika suhu tubuh naik, hipotalamus mengirim sinyal untuk melebarkan pembuluh darah di kulit (vasodilatasi) agar panas lebih mudah dilepaskan, dan merangsang kelenjar keringat untuk menghasilkan keringat yang mendinginkan tubuh saat menguap. Sebaliknya, ketika suhu tubuh turun, hipotalamus menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi) untuk mengurangi pelepasan panas, dan merangsang otot untuk menggigil, menghasilkan panas melalui kontraksi otot. Ini adalah contoh sempurna bagaimana sistem saraf bekerja untuk menjaga homeostasis.

6. Regulasi Gula Darah
Kadar gula darah (glukosa) juga harus dijaga dalam rentang yang sempit. Pankreas adalah kelenjar yang berperan penting dalam regulasi ini dengan menghasilkan dua hormon: insulin dan glukagon. Setelah makan, kadar gula darah naik, pankreas melepaskan insulin yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah, sehingga kadar gula darah turun. Jika kadar gula darah terlalu rendah (misalnya saat puasa), pankreas melepaskan glukagon yang merangsang hati untuk melepaskan glukosa yang tersimpan, sehingga kadar gula darah kembali naik. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan diabetes.

7. Gangguan pada Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Berbagai kondisi dapat mengganggu fungsi sistem koordinasi dan homeostasis. Contoh gangguan pada sistem saraf meliputi stroke (kerusakan otak akibat gangguan aliran darah), Parkinson (gangguan gerakan akibat kerusakan sel saraf penghasil dopamin), dan Alzheimer (penurunan fungsi kognitif). Gangguan pada sistem endokrin antara lain diabetes (ketidakmampuan tubuh memproduksi atau merespons insulin), hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), dan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid). Menjaga pola hidup sehat, nutrisi seimbang, dan istirahat cukup sangat penting untuk mencegah gangguan-gangguan ini dan menjaga tubuh berfungsi optimal.

Rangkuman: Sistem koordinasi manusia meliputi sistem saraf dan endokrin yang bekerja sama mengatur respons tubuh dan menjaga homeostasis. Sistem saraf mengendalikan respons cepat melalui impuls listrik, sedangkan sistem endokrin mengatur fungsi jangka panjang melalui hormon. Homeostasis adalah kemampuan tubuh menjaga kondisi internal stabil, seperti regulasi suhu dan gula darah. Menjaga kesehatan kedua sistem ini penting untuk fungsi tubuh yang optimal.

Halaman 9 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
NeuronSel saraf.
ImpulsRangsangan listrik yang dihantarkan saraf.
HormonZat kimia pengatur dalam tubuh.
HomeostasisKeseimbangan kondisi internal tubuh.
SinapsisCelah antar neuron untuk transmisi impuls.
HipotalamusBagian otak pengatur suhu tubuh.
InsulinHormon pengatur gula darah.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar IPA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Sistem Koordinasi dan Homeostasis" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 11 · Sistem Koordinasi dan Homeostasis — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXPeta Konsep
Sistem Koordinasi dan HomeostasisSistem Saraf: Pusat Kendali TubuhMekanisme Kerja Sistem SarafSistem Endokrin: Pengatur Jangka PanjangHomeostasis: Keseimbangan Internal TubuhRegulasi Suhu Tubuh
Dari sub-bab Sistem Koordinasi dan HomeostasisHalaman 12
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaIPA · Kelas IXProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKesehatan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Sistem Koordinasi dan Homeostasis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis pada IPA MTs, Fase D, elemen Pemahaman Sains.

Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk IPA kelas IX.

Apakah modul ajar IPA materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini gratis?

Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul IPA ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?

Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.

Semua Modul Ajar IPA MTsSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.