Modul Ajar & RPP IPA Kelas IX
Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Sistem Koordinasi dan Homeostasis |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar sel, jaringan, organ, dan sistem organ pada makhluk hidup secara umum. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak pribadi
Peserta didik mensyukuri ciptaan Allah berupa sistem koordinasi tubuh yang kompleks dan sempurna, serta menjaga kesehatannya. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis informasi tentang fungsi sistem koordinasi dan mekanisme homeostasis dari berbagai sumber. - kesehatan — elemen: memahami diri dan lingkungan
Peserta didik mengenali pentingnya menjaga keseimbangan tubuh dan dampaknya terhadap kesehatan pribadi serta lingkungan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Sains |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menganalisis interaksi antar sistem organ pada manusia, termasuk sistem koordinasi dan mekanisme homeostasis, serta menjelaskan dampaknya pada kesehatan dan lingkungan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Sistem koordinasi manusia terdiri dari sistem saraf, sistem endokrin, dan indra yang bekerja sama mengatur respons tubuh. |
| Konseptual | Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang stabil meskipun terjadi perubahan eksternal. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi bagian-bagian sistem koordinasi, menganalisis mekanisme kerja saraf dan hormon, serta mengamati contoh regulasi homeostasis. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana tubuh mereka bekerja secara teratur dan pentingnya menjaga keseimbangan tersebut untuk kesehatan menyeluruh. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengagumi dan mensyukuri kesempurnaan ciptaan Allah SWT berupa sistem koordinasi tubuh yang kompleks dan berfungsi menakjubkan. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu pengetahuan tentang biologi tubuh manusia dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan diri sebagai bentuk menjaga amanah dari Allah SWT. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Membangun kolaborasi dan saling membantu dalam kelompok untuk memahami materi sistem koordinasi dan homeostasis. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri sebagai bagian dari kontribusi positif terhadap bangsa dan negara yang sehat dan produktif. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan model dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) dengan tepat.
- Melalui studi kasus dan eksplorasi literatur, peserta didik dapat menjelaskan mekanisme kerja sistem saraf dalam menyampaikan impuls dengan runtut.
- Dengan menganalisis informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya dengan benar.
- Melalui eksperimen sederhana, peserta didik dapat menganalisis peran sistem koordinasi dalam menjaga homeostasis tubuh (misalnya regulasi suhu) secara mandiri.
- Melalui presentasi hasil penyelidikan, peserta didik dapat menyajikan contoh gangguan pada sistem koordinasi dan upaya menjaga kesehatannya dengan jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami sistem koordinasi dan homeostasis membantu kita mensyukuri kesempurnaan ciptaan Allah dalam tubuh manusia, serta mendorong kesadaran untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh secara optimal.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tubuh kita bisa merespons bahaya dengan cepat, merasakan sentuhan, dan menjaga suhu stabil meskipun cuaca berubah?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam: Mensyukuri ciptaan Allah SWT berupa tubuh manusia yang sempurna dan menjaga amanah kesehatan. Bahasa Indonesia: Menyusun laporan praktikum dan presentasi dengan struktur yang runtut dan bahasa yang komunikatif. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Memahami dampak aktivitas fisik dan pola hidup sehat terhadap fungsi sistem koordinasi dan homeostasis. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan anak tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup untuk mendukung fungsi sistem koordinasi. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktikum sederhana, serta tersedia akses ke perpustakaan atau area digital untuk mencari informasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan gawai atau komputer untuk mencari informasi dari internet, menonton video edukasi, dan membuat presentasi digital. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan model dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tepuk Fokus: Guru memandu peserta didik tepuk tangan sesuai instruksi (satu tepukan jika 'siap', dua jika 'fokus') untuk melatih konsentrasi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menganalisis informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru memulai dengan kata 'hormon', peserta didik melanjutkan dengan kata yang berhubungan (misal: 'hormon', 'tiroid', 'metabolisme') secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 50 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian sistem saraf dan kelenjar endokrin serta fungsinya.
Alat & bahan: Model torso manusia, gambar sistem saraf dan endokrin, buku IPA, alat tulis
Langkah kerja:
- Lengkapi urutan jalannya impuls pada gerak refleks berikut, lalu berikan satu contoh gerak refleks.
Gambar 1. Alur - Amati sistem saraf manusia yang tersedia.
- Identifikasi dan labeli bagian-bagian utama sistem saraf pusat (otak, sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (saraf kranial, saraf spinal).
- Amati kelenjar endokrin dan labeli kelenjar-kelenjar utamanya (misal: hipofisis, tiroid, pankreas).
- Diskusikan dengan kelompok fungsi masing-masing bagian yang telah diidentifikasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja organ utama penyusun tubuh manusia?
- Bagaimana tubuh kita bisa bergerak dan merasakan sesuatu?
- Menurutmu, mengapa tubuh kita bisa menjaga suhu tetap stabil?
- Apa yang kamu ketahui tentang 'hormon'?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan praktikum, serta penilaian presentasi hasil penyelidikan.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep sistem koordinasi dan homeostasis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian utama sistem saraf (pusat dan tepi). | Struktur dan fungsi sistem saraf. | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya. | Kelenjar endokrin dan hormon. | 4 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menganalisis peran sistem koordinasi dalam menjaga homeostasis. | Mekanisme homeostasis (regulasi suhu, gula darah). | 4 JP | kesehatan |
| 4 | Menyajikan contoh gangguan pada sistem koordinasi dan upaya menjaga kesehatannya. | Gangguan sistem koordinasi dan upaya menjaga kesehatan. | 4 JP | keimanan dan ketakwaan, kesehatan |
Tubuh manusia adalah ciptaan Allah SWT yang sangat kompleks dan menakjubkan. Setiap detik, berbagai proses berjalan di dalamnya untuk memastikan kita dapat bergerak, berpikir, merasakan, dan bertahan hidup. Semua ini dimungkinkan berkat adanya sistem koordinasi dan kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan internal yang disebut homeostasis.
1. Sistem Saraf: Pusat Kendali Tubuh
Sistem saraf adalah jaringan komunikasi yang kompleks dalam tubuh, bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal dari dan ke seluruh bagian tubuh. Sistem ini terbagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, serta sistem saraf tepi (SST) yang mencakup semua saraf di luar SSP. Otak adalah pusat pengolahan informasi dan pengendali fungsi tubuh, sedangkan sumsum tulang belakang menghantarkan impuls dari otak ke organ lain dan sebaliknya. Saraf tepi terdiri dari saraf sensorik yang membawa informasi dari indra ke SSP, dan saraf motorik yang membawa perintah dari SSP ke otot dan kelenjar, memungkinkan kita merespons lingkungan.
2. Mekanisme Kerja Sistem Saraf
Sel saraf atau neuron adalah unit dasar sistem saraf. Neuron menghantarkan impuls listrik yang disebut potensial aksi. Ketika sebuah rangsangan diterima, neuron sensorik akan mengubahnya menjadi impuls yang bergerak sepanjang akson menuju SSP. Di SSP, impuls diproses dan respons yang sesuai dihasilkan. Impuls respons kemudian dikirim melalui neuron motorik ke organ efektor (otot atau kelenjar) untuk menghasilkan tindakan. Proses ini terjadi sangat cepat, memungkinkan tubuh bereaksi seketika terhadap perubahan di lingkungan. Transmisi impuls antar neuron terjadi di celah sinapsis melalui neurotransmiter.
3. Sistem Endokrin: Pengatur Jangka Panjang
Selain sistem saraf, tubuh juga memiliki sistem endokrin yang mengatur fungsi tubuh melalui zat kimia yang disebut hormon. Sistem ini terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon dan melepaskannya langsung ke aliran darah. Contoh kelenjar endokrin meliputi hipofisis (mengatur pertumbuhan dan fungsi kelenjar lain), tiroid (mengatur metabolisme), pankreas (mengatur kadar gula darah dengan insulin dan glukagon), serta adrenal (menghasilkan adrenalin untuk respons stres). Hormon bekerja lebih lambat dibandingkan impuls saraf, tetapi efeknya seringkali bertahan lebih lama dan memengaruhi berbagai proses tubuh seperti pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi.
4. Homeostasis: Keseimbangan Internal Tubuh
Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi internal yang relatif stabil meskipun terjadi perubahan di lingkungan eksternal. Ini adalah proses dinamis yang melibatkan berbagai sistem organ, terutama sistem koordinasi (saraf dan endokrin). Contoh homeostasis adalah regulasi suhu tubuh: saat panas, tubuh berkeringat; saat dingin, tubuh menggigil. Regulasi kadar gula darah juga merupakan contoh homeostasis, di mana hormon insulin dan glukagon bekerja untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Kegagalan homeostasis dapat menyebabkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.
5. Regulasi Suhu Tubuh
Suhu tubuh manusia normal berkisar antara 36.5°C hingga 37.5°C. Hipotalamus di otak berfungsi sebagai termostat tubuh. Ketika suhu tubuh naik, hipotalamus mengirim sinyal untuk melebarkan pembuluh darah di kulit (vasodilatasi) agar panas lebih mudah dilepaskan, dan merangsang kelenjar keringat untuk menghasilkan keringat yang mendinginkan tubuh saat menguap. Sebaliknya, ketika suhu tubuh turun, hipotalamus menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi) untuk mengurangi pelepasan panas, dan merangsang otot untuk menggigil, menghasilkan panas melalui kontraksi otot. Ini adalah contoh sempurna bagaimana sistem saraf bekerja untuk menjaga homeostasis.
6. Regulasi Gula Darah
Kadar gula darah (glukosa) juga harus dijaga dalam rentang yang sempit. Pankreas adalah kelenjar yang berperan penting dalam regulasi ini dengan menghasilkan dua hormon: insulin dan glukagon. Setelah makan, kadar gula darah naik, pankreas melepaskan insulin yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah, sehingga kadar gula darah turun. Jika kadar gula darah terlalu rendah (misalnya saat puasa), pankreas melepaskan glukagon yang merangsang hati untuk melepaskan glukosa yang tersimpan, sehingga kadar gula darah kembali naik. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan diabetes.
7. Gangguan pada Sistem Koordinasi dan Homeostasis
Berbagai kondisi dapat mengganggu fungsi sistem koordinasi dan homeostasis. Contoh gangguan pada sistem saraf meliputi stroke (kerusakan otak akibat gangguan aliran darah), Parkinson (gangguan gerakan akibat kerusakan sel saraf penghasil dopamin), dan Alzheimer (penurunan fungsi kognitif). Gangguan pada sistem endokrin antara lain diabetes (ketidakmampuan tubuh memproduksi atau merespons insulin), hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), dan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid). Menjaga pola hidup sehat, nutrisi seimbang, dan istirahat cukup sangat penting untuk mencegah gangguan-gangguan ini dan menjaga tubuh berfungsi optimal.
Rangkuman: Sistem koordinasi manusia meliputi sistem saraf dan endokrin yang bekerja sama mengatur respons tubuh dan menjaga homeostasis. Sistem saraf mengendalikan respons cepat melalui impuls listrik, sedangkan sistem endokrin mengatur fungsi jangka panjang melalui hormon. Homeostasis adalah kemampuan tubuh menjaga kondisi internal stabil, seperti regulasi suhu dan gula darah. Menjaga kesehatan kedua sistem ini penting untuk fungsi tubuh yang optimal.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Neuron | Sel saraf. |
| Impuls | Rangsangan listrik yang dihantarkan saraf. |
| Hormon | Zat kimia pengatur dalam tubuh. |
| Homeostasis | Keseimbangan kondisi internal tubuh. |
| Sinapsis | Celah antar neuron untuk transmisi impuls. |
| Hipotalamus | Bagian otak pengatur suhu tubuh. |
| Insulin | Hormon pengatur gula darah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sistem Koordinasi dan Homeostasis" mata pelajaran IPA Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Sistem Koordinasi dan Homeostasis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi IPA Kelas IX Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopZat Aditif dan Zat AdiktifModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSistem Reproduksi ManusiaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Pewarisan Sifat dan BioteknologiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisListrik, Magnet, dan Energi AlternatifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIsu-Isu LingkunganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul IPA lain yang sudah tersedia
Sistem ReproduksiIPA Kelas IX MTsTata Surya dan Sistem Bumi-BulanIPA Kelas IX MTsPertumbuhan dan Perkembangan pada makhluk hidupIPA Kelas IX MTsLihat semua Modul Ajar IPA Kelas IX →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar IPA kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis pada IPA MTs, Fase D, elemen Pemahaman Sains.
Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk IPA kelas IX.
Apakah modul ajar IPA materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini gratis?
Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk kelas IX MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas IPA kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sistem Koordinasi dan Homeostasis dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar IPA kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX MTs. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sistem Koordinasi dan Homeostasis untuk IPA kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sistem Koordinasi dan Homeostasis ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh IPA kelas IX MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sistem Koordinasi dan Homeostasis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap IPA kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul IPA ini cocok untuk MTs negeri, swasta, maupun SMP?
Ya. Kop, logo, dan nama MTs Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMP, pilih jenjang SMP saat mengisi borang: materi Sistem Koordinasi dan Homeostasis yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman IPA SMP ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.