Modul Ajar & RPP BTQ Kelas VII
Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama
Modul ajar (RPP) BTQ MTs kelas VII materi Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama yang Anda cari? Materi BTQ Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun6 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | BTQ |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal huruf hijaiyah dan mampu membaca Iqra' dasar, serta memiliki hafalan beberapa surat pendek.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab |
| Elemen / Domain | Al-Qur'an-Hadis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami dan menerapkan kaidah tajwid untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil, serta menunjukkan hafalan surat-surat pendek Juz 'Amma dengan fasih dan benar. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas tentang hukum bacaan nun sukun dan tanwin serta mim sukun yang sering ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. |
| Konseptual | Konsep inti materi ini adalah memahami dan membedakan jenis-jenis hukum tajwid nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa') serta mim sukun (ikhfa' syafawi, idgham mimi, idhar syafawi). |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengidentifikasi hukum tajwid dalam ayat Al-Qur'an, kemudian mempraktikkan pembacaannya sesuai kaidah tajwid yang benar. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya belajar tajwid untuk kebenaran bacaan Al-Qur'an dan bagaimana hal itu mempengaruhi pemahaman makna serta ibadah. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi hukum bacaan nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa') dalam ayat Al-Qur'an dengan tepat.
- Menjelaskan pengertian dan contoh hukum bacaan nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa') dengan benar.
- Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun dan tanwin dengan tartil dan fasih.
- Mengidentifikasi hukum bacaan mim sukun (ikhfa' syafawi, idgham mimi, idhar syafawi) dalam ayat Al-Qur'an dengan tepat.
- Menjelaskan pengertian dan contoh hukum bacaan mim sukun (ikhfa' syafawi, idgham mimi, idhar syafawi) dengan benar.
- Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum mim sukun dengan tartil dan fasih.
Pemahaman bermakna: Memahami dan mengaplikasikan kaidah tajwid yang benar dalam membaca Al-Qur'an bukan hanya soal teknis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kalamullah dan upaya mendekatkan diri kepada-Nya.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid, dan apa dampaknya jika kita membacanya sembarangan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menggunakan kosakata yang tepat untuk menjelaskan kaidah tajwid dan menyusun laporan hasil identifikasi hukum tajwid. Seni Budaya: Menghargai keindahan irama dan lagu dalam membaca Al-Qur'an (tarannum) sebagai bentuk ekspresi spiritual. Pendidikan Agama Islam (Akidah Akhlak): Memahami bahwa membaca Al-Qur'an dengan tartil adalah bagian dari adab terhadap kitab suci dan bentuk ibadah kepada Allah SWT. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk menyimak dan memberikan motivasi kepada anak saat berlatih membaca Al-Qur'an di rumah, serta menandatangani lembar mutaba'ah harian. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar kondusif untuk praktik mengaji, dengan area khusus untuk setor bacaan dan diskusi kelompok kecil, serta sudut bacaan Al-Qur'an. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi Al-Qur'an digital yang dilengkapi fitur audio qari untuk menyimak bacaan yang benar dan video tutorial tajwid dari sumber terpercaya. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi hukum bacaan nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa') dalam ayat Al-Qur'an dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran. Guru menampilkan potongan ayat Al-Qur'an dan menanyakan perbedaan cara membacanya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi hukum nun sukun dan tanwin. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati contoh-contoh ayat Al-Qur'an yang disajikan guru, kemudian mencoba mengidentifikasi hukum bacaan nun sukun dan tanwin yang ada di dalamnya, mengaitkannya dengan pengalaman mereka saat mengaji. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk mencari dan mengelompokkan ayat-ayat lain dari Juz 'Amma yang mengandung hukum nun sukun dan tanwin, lalu menuliskannya di lembar kerja yang disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep dasar hukum nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa') serta contoh-contohnya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tugas mandiri untuk mencari 3 contoh setiap hukum nun sukun dan tanwin di Al-Qur'an, menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun dan tanwin dengan tartil dan fasih. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengawali dengan salam dan doa, memeriksa kesiapan belajar. Guru meminta beberapa peserta didik membacakan tugas mandiri pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan bacaan tajwid nun sukun dan tanwin. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menyimak rekaman bacaan Al-Qur'an dari qari terkenal yang berfokus pada hukum nun sukun dan tanwin, kemudian membandingkannya dengan bacaan mereka sendiri dan mencoba menemukan perbedaan serta kesalahan yang mungkin terjadi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Secara berpasangan, peserta didik saling menyimak dan mengoreksi bacaan Al-Qur'an (surat-surat pendek atau ayat tertentu) yang mengandung hukum nun sukun dan tanwin, berfokus pada ketepatan makhraj dan sifat huruf. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa pasangan diminta maju untuk mendemonstrasikan bacaan mereka. Guru memberikan koreksi dan bimbingan langsung, serta mengadakan sesi tanya jawab untuk mengatasi kesulitan dalam praktik bacaan. Guru juga menekankan pentingnya istiqamah dalam berlatih. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merangkum tantangan dalam praktik tajwid nun sukun dan tanwin. Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih dan mengaji. Guru memberikan tugas untuk menyetorkan hafalan surat Al-Fatihah dengan memperhatikan nun sukun dan tanwin, ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum mim sukun dengan tartil dan fasih. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran. Guru meminta beberapa peserta didik menyetorkan hafalan Al-Fatihah sebagai apersepsi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menguasai hukum mim sukun dan setor bacaan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menonton video penjelasan singkat tentang hukum mim sukun (ikhfa' syafawi, idgham mimi, idhar syafawi) dan contoh-contohnya, kemudian berdiskusi tentang perbedaan ketiga hukum tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap peserta didik secara bergantian menyetorkan bacaan Al-Qur'an (surat-surat pendek Juz 'Amma yang telah ditentukan) kepada guru, dengan fokus pada penerapan hukum nun sukun, tanwin, dan mim sukun. Guru memberikan penilaian dan umpan balik personal. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setelah setor bacaan, guru memberikan apresiasi umum kepada seluruh peserta didik atas usaha mereka. Guru juga mengidentifikasi kesalahan umum yang sering terjadi dan memberikan strategi perbaikan untuk praktik membaca Al-Qur'an secara mandiri. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya konsistensi dalam muraja'ah dan praktik tajwid. Guru memberikan tugas untuk membuat 'Jurnal Tilawah' pribadi. Guru menutup pelajaran dengan doa dan harapan agar Al-Qur'an menjadi penerang hati. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi dan mengelompokkan hukum nun sukun, tanwin, dan mim sukun dari ayat-ayat pilihan.
Alat & bahan: Al-Qur'an/Juz 'Amma, alat tulis, lembar kerja, spidol warna.
Langkah kerja:
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
- Bacalah dengan teliti surat Al-Insyiqaq (QS. 84) sampai dengan surat At-Tin (QS. 95).
- Garis bawahi setiap kata yang mengandung hukum nun sukun, tanwin, atau mim sukun.
- Klasifikasikan hukum bacaan yang telah digarisbawahi ke dalam tabel yang disediakan.
- Diskusikan hasil identifikasi dan pastikan setiap anggota kelompok memahami alasan klasifikasi tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Bisakah kamu membaca surat Al-Fatihah dengan lancar?
- Apakah kamu tahu apa itu nun sukun dan tanwin?
- Coba sebutkan salah satu hukum bacaan nun sukun yang kamu ketahui!
- Bagaimana cara membaca huruf mim jika bertemu huruf ba'?
Formatif (proses): Observasi saat praktik membaca Al-Qur'an dan diskusi kelompok, serta penilaian lembar kerja peserta didik.
Sumatif (akhir): Tes praktik setor bacaan Al-Qur'an (Juz 'Amma) dan tes tertulis identifikasi hukum tajwid.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi hukum bacaan nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa') dalam ayat Al-Qur'an dengan tepat. | Hukum nun sukun dan tanwin | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum nun sukun dan tanwin dengan tartil dan fasih. | Praktik bacaan nun sukun dan tanwin | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| 3 | Mempraktikkan bacaan Al-Qur'an yang mengandung hukum mim sukun dengan tartil dan fasih. | Hukum mim sukun dan setor bacaan Juz 'Amma | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang benar adalah wujud nyata cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, karena kita berusaha menjaga kemurnian kalamullah dan mengikuti sunah Nabi. |
| 2. Cinta Ilmu | Belajar ilmu tajwid dan rutin menyetorkan bacaan menunjukkan kesungguhan dalam mencari ilmu, memahami Al-Qur'an, dan menghargai pentingnya pengetahuan agama. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan kelas saat praktik mengaji, serta menggunakan Al-Qur'an dengan hati-hati, mencerminkan cinta lingkungan dan benda-benda suci. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Saling menyimak dan mengoreksi bacaan antar teman dengan sabar dan santun, serta memberikan motivasi positif, menumbuhkan cinta diri dan sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mempelajari dan melestarikan tradisi membaca Al-Qur'an dengan fasih dan tartil adalah bagian dari menjaga warisan budaya Islam di Indonesia, sebagai wujud cinta tanah air. |
Memahami tajwid adalah kunci untuk membaca Al-Qur'an dengan benar. Materi ini akan membimbingmu mengenal dan mengaplikasikan hukum-hukum dasar tajwid, khususnya yang berkaitan dengan nun sukun, tanwin, dan mim sukun. Dengan menguasai ilmu ini, kamu akan mampu membaca kalamullah dengan tartil dan fasih, sehingga menambah kekhusyukan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Pengertian dan Urgensi Ilmu Tajwid
Ilmu tajwid secara bahasa berarti memperindah atau memperbaiki. Menurut istilah, tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar, baik dari segi makhraj (tempat keluar huruf), sifat huruf, maupun hukum-hukum bacaan lainnya. Membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar hukumnya fardhu 'ain bagi setiap Muslim yang mampu. Hal ini karena tajwid menjaga lisan dari kesalahan dalam membaca firman Allah, yang bisa mengubah makna ayat. Tanpa tajwid, keindahan dan keagungan Al-Qur'an tidak akan terpancar sempurna.
2. Hukum Nun Sukun dan Tanwin: Idhar, Idgham, Iqlab, Ikhfa'
Nun sukun adalah huruf nun (ن) yang tidak berharakat, sedangkan tanwin adalah harakat rangkap (fathatain, kasratain, dhammatain). Ada empat hukum bacaan ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah tertentu. Pertama, Idhar (jelas) jika bertemu huruf halqi (ء ه ع ح غ خ). Kedua, Idgham (memasukkan) jika bertemu huruf ي ر م ل و ن (yar-maluun). Idgham terbagi dua: Idgham Bi Ghunnah (dengung) dan Idgham Bila Ghunnah (tanpa dengung). Ketiga, Iqlab (mengganti) jika bertemu huruf ب (ba'), nun sukun/tanwin dibaca mim. Keempat, Ikhfa' (menyamarkan) jika bertemu 15 huruf sisa selain huruf idhar, idgham, dan iqlab.
3. Hukum Mim Sukun: Ikhfa' Syafawi, Idgham Mimi, Idhar Syafawi
Mim sukun adalah huruf mim (م) yang tidak berharakat. Terdapat tiga hukum bacaan ketika mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyah. Pertama, Ikhfa' Syafawi (menyembunyikan di bibir) jika bertemu huruf ب (ba'), dibaca samar dengan dengung. Contoh: تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ (tarmiihim bihijaratin). Kedua, Idgham Mimi (memasukkan mim ke mim) jika bertemu huruf م (mim), dibaca melebur dengan dengung. Contoh: لَهُم مَّا يَشَاءُونَ (lahum ma yasha'uun). Ketiga, Idhar Syafawi (jelas di bibir) jika bertemu semua huruf hijaiyah selain ba' dan mim, dibaca jelas tanpa dengung. Contoh: أَلَمْ تَرَ (alam tara).
4. Praktik Setor Bacaan Al-Qur'an dan Juz 'Amma
Setelah memahami teori tajwid, langkah selanjutnya adalah mempraktikkannya. Setor bacaan Al-Qur'an, Iqra', dan Juz 'Amma adalah metode efektif untuk memastikan pemahaman dan penerapan tajwid. Guru akan menyimak bacaanmu, memberikan koreksi makhraj, sifat huruf, dan hukum tajwid yang telah dipelajari. Fokus pada ketepatan pengucapan setiap huruf dan panjang pendeknya bacaan (mad). Latihan rutin di rumah dengan menyimak bacaan qari' yang fasih juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas bacaan.
5. Manfaat Membaca Al-Qur'an dengan Tartil
Membaca Al-Qur'an dengan tartil, sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4, memiliki banyak manfaat. Selain mendapatkan pahala yang besar, tartil membantu kita meresapi makna ayat-ayat suci, menenangkan hati, dan membangun kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta. Tartil juga melatih kesabaran, ketelitian, dan disiplin. Ketika bacaan kita benar, kita turut melestarikan kemurnian Al-Qur'an sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah ibadah yang mulia dan penuh berkah.
Rangkuman: Ilmu tajwid adalah panduan membaca Al-Qur'an dengan benar. Kita telah mempelajari hukum nun sukun dan tanwin (idhar, idgham, iqlab, ikhfa'), serta hukum mim sukun (ikhfa' syafawi, idgham mimi, idhar syafawi). Penerapan kaidah ini melalui praktik setor bacaan Iqra', Al-Qur'an, dan Juz 'Amma sangat penting untuk mencapai bacaan yang tartil dan fasih. Membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah ibadah dan bentuk cinta kita kepada Allah SWT.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Tajwid | Ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar. |
| Tartil | Membaca Al-Qur'an dengan pelan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid. |
| Nun Sukun | Huruf nun (ن) yang berharakat mati. |
| Tanwin | Harakat rangkap (fathatain, kasratain, dhammatain). |
| Mim Sukun | Huruf mim (م) yang berharakat mati. |
| Idhar | Membaca jelas tanpa dengung. |
| Idgham | Memasukkan atau meleburkan huruf. |
| Iqlab | Mengganti bunyi nun sukun/tanwin menjadi mim. |
| Ikhfa' | Membaca samar dengan dengung. |
| Makhraj | Tempat keluarnya huruf hijaiyah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama" mata pelajaran BTQ Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi BTQ Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 materi · siap dibuatkan
Pemantapan Makharijul HurufBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHukum Nun Sukun dan TanwinBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisImla' Ayat PilihanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Tartil Surah-surah PilihanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisAdab Tilawah dan Majelis Al-Qur'anBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSetoran Bacaan TerjadwalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri BTQ di kelas lain
Makhorijul hurufBTQ Kelas VII MTsLihat semua Modul Ajar BTQ Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar BTQ Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama ini gratis?
Ya. Modul Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama untuk kelas VII MTs dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul BTQ kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar BTQ kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama ini mengikuti SK Dirjen Pendis No. 9941/2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab, pada Fase D untuk kelas VII MTs.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama untuk BTQ kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh BTQ kelas VII MTs berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar BTQ kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama pada BTQ MTs, Fase D, elemen Al-Qur'an-Hadis.
Bisakah modul Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Tajwid, dan setor bacaan iqra, quran, dan juz ama dapat Anda sesuaikan dengan murid BTQ kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.