Modul Ajar & RPP Matematika Kelas V
Penyajian Data
Modul ajar (RPP) Matematika Paket A kelas V materi Penyajian Data lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Penyajian Data yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun10 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Penyajian Data |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar telah memiliki pemahaman dasar tentang bilangan cacah dan operasi hitungnya serta mampu mengidentifikasi informasi sederhana dari gambar atau teks.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Warga belajar mengidentifikasi informasi penting dari kumpulan data untuk menyusun tabel dan diagram yang relevan. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Warga belajar merancang cara penyajian data yang berbeda dan menarik berdasarkan konteks kehidupan sehari-hari mereka. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Warga belajar bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data dari lingkungan sekitar.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Data dan Ketidakpastian |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang sederhana, serta menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari penyajian data tersebut dalam konteks kehidupan nyata. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini melibatkan data konkret seperti jumlah warga belajar yang menyukai makanan tertentu atau hasil panen dari kebun. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah bagaimana data dapat diorganisir dan divisualisasikan agar mudah dipahami melalui tabel dan diagram. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari langkah-langkah mengumpulkan data, membuat tabel, dan menyusun diagram batang. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari pentingnya penyajian data yang jelas untuk pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi berbagai bentuk penyajian data (tabel dan diagram batang) dengan benar.
- Mengumpulkan data sederhana dari lingkungan sekitar dengan metode yang tepat.
- Menyajikan data hasil pengumpulan dalam bentuk tabel dengan rapi dan akurat.
- Menyajikan data hasil pengumpulan dalam bentuk diagram batang dengan tepat.
- Menganalisis informasi dari tabel dan diagram batang sederhana untuk menjawab pertanyaan.
Pemahaman bermakna: Memahami cara menyajikan data membantu kita mengorganisir informasi yang banyak menjadi lebih ringkas dan mudah dibaca, sehingga kita bisa mengambil keputusan yang lebih baik dalam berbagai situasi.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menunjukkan informasi tentang jumlah teman yang suka bakso, soto, atau nasi goreng agar semua orang mudah memahaminya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan membaca dan menulis deskripsi data serta menyusun laporan sederhana dari hasil penyajian data. Ilmu Pengetahuan Alam: Mengumpulkan dan menyajikan data hasil pengamatan tentang pertumbuhan tanaman atau cuaca di sekitar lingkungan. Pendidikan Pancasila: Mengumpulkan data tentang keberagaman budaya atau profesi di lingkungan sekitar untuk menumbuhkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat membantu warga belajar dalam mengumpulkan data sederhana terkait lingkungan atau pekerjaan mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang belajar yang fleksibel memungkinkan warga belajar bekerja kelompok, serta penggunaan dinding atau papan tulis untuk memamerkan hasil proyek penyajian data mereka. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Warga belajar dapat menggunakan aplikasi sederhana di ponsel untuk mencatat data atau melihat contoh-contoh diagram batang dari internet. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk penyajian data (tabel dan diagram batang) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Angka Teman: Warga belajar menebak jumlah saudara kandung teman, lalu mencatatnya. Mengajarkan pengumpulan data sederhana dan pengenalan angka. Tutor menyapa warga belajar, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi tentang pentingnya informasi dalam hidup. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi cara menyajikan data dan bertanya 'Mengapa kita perlu menyajikan data dengan rapi?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Warga belajar mengamati beberapa contoh data yang disajikan dalam bentuk tabel dan diagram batang dari koran atau majalah, lalu berdiskusi tentang perbedaan dan kegunaan masing-masing bentuk penyajian data tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, warga belajar mencoba mengidentifikasi bagian-bagian dari contoh tabel dan diagram batang yang diberikan tutor, seperti judul, label, dan angka-angka, serta menuliskan fungsi dari setiap bagian. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka, kemudian tutor memberikan umpan balik dan penguatan tentang konsep dasar tabel dan diagram batang sebagai bentuk penyajian data yang efektif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Tutor bersama warga belajar menyimpulkan pentingnya penyajian data. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif warga belajar dan mendorong mereka untuk mencari contoh penyajian data lain di sekitar rumah sebelum pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Mengumpulkan data sederhana dari lingkungan sekitar dengan metode yang tepat dan menyajikan data hasil pengumpulan dalam bentuk tabel dengan rapi dan akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Tebak Makanan Favorit: Tutor menyebutkan beberapa makanan, warga belajar mengangkat tangan untuk makanan favoritnya. Ini melatih observasi dan pencatatan data. Tutor menyapa, berdoa, presensi. Tutor mengulang sekilas materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan kegiatan hari ini: mengumpulkan data. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran: warga belajar akan mengumpulkan data sendiri dan menyajikannya dalam tabel. Pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara kita mengetahui data yang benar?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Tutor menjelaskan langkah-langkah pengumpulan data sederhana (misal: survei makanan favorit warga belajar di PKBM atau jenis pekerjaan orang tua) dan cara mencatatnya. Warga belajar berdiskusi tentang metode pengumpulan data yang paling cocok untuk topik yang akan mereka pilih. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar secara berkelompok merencanakan proyek pengumpulan data sederhana (misalnya, hobi warga belajar, jenis usaha di sekitar PKBM). Mereka kemudian melakukan pengumpulan data dengan metode yang disepakati dan mulai menyajikan data tersebut dalam bentuk tabel pada LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan tabel data yang telah mereka buat. Tutor dan kelompok lain memberikan masukan untuk memastikan data tersaji dengan rapi dan akurat, serta memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dalam pengumpulan data. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Warga belajar bersama tutor merangkum pentingnya pengumpulan data yang benar dan penyajian data dalam tabel. Tutor memberikan apresiasi dan menugaskan warga belajar untuk menyiapkan data tabel yang sudah dibuat untuk diubah menjadi diagram batang pada pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyajikan data hasil pengumpulan dalam bentuk diagram batang dengan tepat dan menganalisis informasi dari tabel dan diagram batang sederhana untuk menjawab pertanyaan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Ice breaking: Gambar Diagram Udara: Warga belajar diminta menggambar diagram batang di udara dengan jari, menggambarkan data sederhana yang disebutkan tutor (misal: jumlah apel, pisang, jeruk). Tutor menyapa, berdoa, presensi. Tutor mengingatkan kembali proyek pengumpulan data dan penyajian tabel. Tutor menyampaikan tujuan hari ini: mengubah tabel menjadi diagram batang dan menganalisisnya. Pertanyaan pemantik: 'Mengapa diagram batang bisa lebih mudah dipahami daripada tabel?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Tutor menjelaskan langkah-langkah membuat diagram batang dari data yang sudah ada di tabel, termasuk penentuan skala dan pemberian label. Warga belajar melihat contoh dan berdiskusi cara membuat diagram batang yang informatif. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Kelompok warga belajar melanjutkan proyek mereka dengan mengubah data dari tabel yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya menjadi diagram batang. Mereka juga berlatih menganalisis diagram batang tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok memamerkan diagram batang hasil karya mereka dan menjelaskan informasi yang dapat diambil dari diagram tersebut. Tutor memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan tentang kelebihan diagram batang dalam visualisasi data. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Tutor bersama warga belajar menyimpulkan seluruh materi penyajian data. Tutor memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kreativitas warga belajar. Tutor mendorong warga belajar untuk terus menerapkan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Warga belajar dapat mengumpulkan data, menyajikannya dalam tabel, dan mengubahnya menjadi diagram batang untuk dianalisis.
Alat & bahan: Kertas HVS/folio, pensil, penggaris, spidol warna, alat tulis, lembar observasi/wawancara sederhana
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 warga belajar.
- Diskusikan topik data sederhana yang ingin kalian kumpulkan dari lingkungan PKBM atau sekitar tempat tinggal (misal: jenis transportasi ke PKBM, hobi teman).
- Kumpulkan data dengan melakukan wawancara singkat atau observasi, kemudian catat hasilnya dengan rapi.
- Sajikan data yang telah terkumpul ke dalam bentuk tabel pada lembar kerja yang tersedia.
- Buatlah diagram batang berdasarkan tabel data yang sudah kalian susun.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang data?
- Pernahkah kamu melihat informasi yang disajikan dalam bentuk gambar-gambar batang?
- Menurutmu, apa kegunaan menyajikan data dengan rapi?
- Bagaimana cara kamu mengumpulkan informasi dari teman-temanmu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok, ketepatan dalam pengumpulan data, kerapian tabel, dan kebenaran diagram batang pada LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek penyajian data (tabel dan diagram batang) serta kemampuan menganalisis informasi dari data tersebut.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi berbagai bentuk penyajian data (tabel dan diagram batang) dengan benar. | Pengenalan tabel dan diagram batang. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengumpulkan data sederhana dan menyajikannya dalam bentuk tabel. | Pengumpulan data dan pembuatan tabel. | 2 JP | kolaborasi, penalaran kritis |
| 3 | Menyajikan data dalam diagram batang dan menganalisisnya. | Pembuatan diagram batang dan interpretasi data. | 2 JP | kreativitas, penalaran kritis |
Data ada di mana-mana di sekitar kita, mulai dari jumlah teman yang suka es krim, hasil panen di kebun, hingga informasi tentang pelanggan di warung. Agar informasi yang banyak ini mudah dipahami dan berguna, kita perlu menyajikannya dengan baik. Modul ini akan membantu warga belajar memahami cara menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, sehingga informasi menjadi lebih jelas dan mudah dibaca.
1. Apa Itu Data?
Data adalah sekumpulan keterangan atau fakta yang kita kumpulkan. Data bisa berupa angka, kata, atau gambar. Misalnya, data tentang tinggi badan warga belajar, jumlah buku di perpustakaan, atau jenis buah yang paling disukai. Data ini sangat penting karena bisa membantu kita membuat keputusan. Bayangkan jika kita ingin tahu berapa banyak kursi yang dibutuhkan untuk pertemuan, kita perlu data jumlah warga belajar yang akan hadir. Tanpa data, kita akan kesulitan mengambil keputusan yang tepat.
2. Mengapa Data Perlu Disajikan?
Menyajikan data artinya mengatur data agar mudah dilihat, dibaca, dan dipahami. Jika data hanya berupa daftar angka yang panjang, kita akan kesulitan menemukan informasi penting di dalamnya. Dengan menyajikan data, kita bisa melihat pola, perbandingan, atau tren dengan cepat. Misalnya, lebih mudah melihat siapa yang paling banyak menjual produk jika datanya disajikan dalam grafik, daripada harus membaca satu per satu daftar penjualan yang panjang.
3. Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Tabel adalah salah satu cara menyajikan data dalam bentuk baris dan kolom. Tabel sangat baik untuk menunjukkan data secara rinci dan terstruktur. Setiap kolom memiliki judul yang menjelaskan jenis data di dalamnya, dan setiap baris berisi satu set informasi. Contohnya, tabel bisa berisi data nama warga belajar, jenis kelamin, dan usia. Dengan tabel, kita bisa melihat informasi spesifik dengan mudah, seperti 'Berapa usia Budi?' atau 'Siapa saja warga belajar perempuan?'
4. Cara Membuat Tabel Sederhana
Untuk membuat tabel, pertama tentukan judul tabel yang jelas. Lalu, buatlah kolom-kolom yang sesuai dengan jenis data yang akan dicatat. Misalnya, jika ingin mencatat jenis makanan favorit, kolomnya bisa 'Jenis Makanan' dan 'Jumlah Orang'. Setelah itu, isi setiap baris dengan data yang sudah dikumpulkan. Pastikan data diisi dengan rapi dan benar. Periksa kembali agar tidak ada kesalahan penulisan atau penghitungan.
5. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram Batang
Diagram batang adalah cara menyajikan data menggunakan batang-batang yang tingginya menunjukkan jumlah atau frekuensi data. Diagram ini sangat visual dan mudah untuk membandingkan satu kategori dengan kategori lainnya. Misalnya, jika kita ingin membandingkan jumlah warga belajar yang suka apel, jeruk, dan pisang, diagram batang akan langsung menunjukkan buah mana yang paling banyak disukai dengan melihat batang tertinggi. Diagram batang cocok untuk data kategori.
6. Cara Membuat Diagram Batang
Langkah pertama adalah membuat dua sumbu: sumbu mendatar (horizontal) untuk kategori data (misalnya, jenis buah) dan sumbu tegak (vertikal) untuk jumlah atau frekuensi. Beri nama pada setiap sumbu. Kemudian, tentukan skala pada sumbu tegak agar batang-batang bisa digambar dengan proporsional. Setelah itu, gambarlah batang untuk setiap kategori sesuai dengan jumlahnya. Pastikan lebar batang sama dan ada jarak antar batang. Jangan lupa beri judul pada diagram.
7. Membaca dan Menganalisis Data
Setelah data disajikan dalam tabel atau diagram batang, langkah selanjutnya adalah membacanya untuk mendapatkan informasi. Kita bisa melihat data tertinggi, terendah, atau membandingkan antar kategori. Misalnya, dari diagram batang tentang hobi, kita bisa tahu hobi apa yang paling populer. Menganalisis data berarti kita mencoba menemukan makna di balik angka-angka tersebut, seperti 'Mengapa hobi membaca kurang diminati?' atau 'Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan minat baca?'
Rangkuman: Penyajian data adalah proses mengatur dan menampilkan data agar mudah dipahami. Dua bentuk penyajian data yang umum adalah tabel (menggunakan baris dan kolom untuk data rinci) dan diagram batang (menggunakan batang untuk perbandingan visual). Keduanya membantu kita mengidentifikasi informasi penting, pola, dan tren dari data yang dikumpulkan. Dengan memahami penyajian data, kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Data | Fakta atau keterangan yang dikumpulkan. |
| Tabel | Penyajian data dalam bentuk baris dan kolom. |
| Diagram Batang | Penyajian data menggunakan batang-batang untuk menunjukkan jumlah atau frekuensi. |
| Sumbu | Garis acuan pada diagram (horizontal dan vertikal). |
| Skala | Perbandingan jarak pada diagram dengan nilai sebenarnya. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Penyajian Data" mata pelajaran Matematika Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Matematika Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 5 siap unduh
Operasi Hitung PecahanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerbandingan dan SkalaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBangun RuangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Bilangan Desimal dan PersenBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKecepatan dan DebitBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisVolume Kubus dan BalokBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeliling dan Luas Bangun DatarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisJaring-jaring Bangun RuangBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
Bilangan Cacah BesarMatematika Kelas IV Paket ABilangan sampai 1.000Matematika Kelas III Paket APembagian DasarMatematika Kelas II Paket ALihat semua Modul Ajar Matematika Kelas V →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Penyajian Data ini gratis?
Ya. Modul Penyajian Data untuk kelas V Paket A dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Penyajian Data ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase C untuk kelas V Paket A.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Penyajian Data untuk Matematika kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Penyajian Data ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas V Paket A berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Matematika kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Penyajian Data pada Matematika Paket A, Fase C, elemen Data dan Ketidakpastian.
Bisakah modul Penyajian Data ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Penyajian Data dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.