Modul Ajar & RPP Pemberdayaan Kelas X
Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pemberdayaan |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Warga Belajar:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kesehatan — menjaga kesehatan fisik dan mental serta kebugaran
- Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemberdayaan Diri dan Lingkungan |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis berbagai aspek kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan, serta merancang solusi praktis untuk meningkatkan kualitas hidup sehat secara mandiri dan kolaboratif di komunitas. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Banyak kasus penyakit disebabkan oleh kebiasaan hidup tidak sehat dan sanitasi lingkungan yang buruk di sekitar kita. |
| Konseptual | Kesehatan adalah kondisi fisik, mental, dan sosial yang sejahtera, bukan hanya bebas dari penyakit, yang saling berkaitan antara individu, keluarga, dan lingkungan. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari langkah-langkah praktis dalam menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup sehat, serta berpartisipasi dalam upaya sanitasi lingkungan. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari pentingnya peran aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan dengan tepat.
- Dengan bimbingan tutor, warga belajar dapat merancang rencana aksi sederhana untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar tempat tinggal secara kolaboratif.
- Setelah menyelesaikan proyek, warga belajar dapat mempresentasikan hasil identifikasi masalah kesehatan dan solusi yang diusulkan kepada tutor dan teman sebaya secara percaya diri.
Pemahaman bermakna: Menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik dan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan tindakan nyata.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kebiasaan sehari-hari Anda dan kondisi lingkungan sekitar dapat memengaruhi kesehatan seluruh anggota keluarga?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Sosial: menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari masalah kesehatan lingkungan terhadap komunitas. Bahasa Indonesia: menyusun laporan proyek dan presentasi dengan bahasa yang lugas dan efektif. Matematika: mengolah data sederhana terkait masalah kesehatan, misalnya jumlah kasus penyakit atau volume sampah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar bekerja sama dengan tokoh masyarakat atau pengurus RT/RW setempat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan dan merancang solusi yang relevan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat dilakukan di ruang kelas dan juga di lingkungan sekitar tempat tinggal warga belajar untuk observasi langsung dan penerapan proyek. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Warga belajar menggunakan internet untuk mencari informasi tentang masalah kesehatan dan solusi yang relevan, serta membuat media presentasi digital sederhana. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok, warga belajar dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menyelesaikan proyek, warga belajar dapat mempresentasikan hasil identifikasi masalah kesehatan dan solusi yang diusulkan kepada tutor dan teman sebaya secara percaya diri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Tutor |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan dan merancang solusi melalui observasi dan diskusi kelompok.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga kondisi fisik, mental, dan sosial yang sejahtera.
Alat & bahan: Kertas plano, spidol, alat tulis, lembar observasi, gambar 1
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati kondisi lingkungan sehat dan tidak sehat. Diskusikan dengan kelompok, apa saja perbedaan yang Anda temukan?
- Lakukan observasi singkat di sekitar tempat tinggal Anda (atau lingkungan yang disepakati). Catatlah minimal 3 masalah kebersihan atau kesehatan yang Anda temukan.
- Pilih 1 masalah paling mendesak yang ingin kelompok Anda pecahkan. Diskusikan penyebab dan dampak masalah tersebut.
- Rancanglah 2-3 solusi konkret yang bisa dilakukan oleh warga belajar dan komunitas untuk mengatasi masalah tersebut.
- Presentasikan hasil observasi dan rancangan solusi kelompok Anda di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Menurut Anda, apa itu lingkungan yang bersih?
- Penyakit apa yang sering muncul jika lingkungan kotor?
- Apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan rumah?
- Siapa saja yang bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan penyelesaian proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek kelompok dan hasil identifikasi masalah serta solusi yang diusulkan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. | Konsep kesehatan holistik, faktor internal dan eksternal. | 2 JP | Kesehatan, Penalaran Kritis |
| 2 | Merancang rencana aksi untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan. | Perencanaan proyek, identifikasi masalah, solusi praktis. | 1 JP | Kolaborasi, Kreativitas |
| 3 | Mempresentasikan hasil identifikasi masalah dan solusi yang diusulkan. | Teknik presentasi, komunikasi efektif, umpan balik. | 1 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga kondisi fisik, mental, dan sosial yang sejahtera. Kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan saling berkaitan erat. Lingkungan yang bersih mendukung keluarga yang sehat, dan individu yang sehat dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih baik. Mari kita pelajari bersama bagaimana menjaga kesehatan secara menyeluruh.
1. Konsep Kesehatan Holistik
Kesehatan holistik berarti melihat kesehatan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik tetapi juga mental dan sosial. Kesehatan fisik meliputi pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat cukup. Kesehatan mental mencakup kemampuan mengelola stres dan emosi. Sementara kesehatan sosial berkaitan dengan interaksi positif dengan lingkungan dan komunitas. Ketiga aspek ini saling memengaruhi dan penting untuk kualitas hidup yang optimal bagi setiap warga belajar dan keluarganya.
2. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesehatan
Kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor internal meliputi genetik dan usia, yang tidak dapat diubah. Faktor eksternal jauh lebih banyak, seperti gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik, merokok), lingkungan fisik (kebersihan air, udara, sanitasi), lingkungan sosial (dukungan keluarga, komunitas), dan akses terhadap layanan kesehatan. Memahami faktor-faktor ini membantu kita mengambil langkah preventif dan promotif untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
3. Pentingnya Kebersihan Diri dan Sanitasi Lingkungan
Kebersihan diri seperti mandi, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan gigi adalah dasar pencegahan penyakit. Sanitasi lingkungan, seperti pengelolaan sampah yang baik, penyediaan air bersih, dan jamban sehat, sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Lingkungan yang kotor menjadi sarang kuman dan vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh warga belajar.
4. Dampak Kebiasaan Hidup Tidak Sehat
Kebiasaan hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji berlebihan, kurang aktivitas fisik, merokok, dan kurang tidur, dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada produktivitas keluarga dan biaya kesehatan. Mengubah kebiasaan ini membutuhkan komitmen dan dukungan dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan komunitas warga belajar.
5. Peran Komunitas dalam Peningkatan Kesehatan
Peningkatan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri. Peran aktif komunitas sangat penting, misalnya melalui gotong royong membersihkan lingkungan, sosialisasi pola hidup sehat, atau pembentukan posyandu. Kemitraan dengan pemerintah daerah atau lembaga kesehatan juga dapat mendukung program-program kesehatan yang lebih luas. Setiap warga belajar dapat menjadi agen perubahan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berdaya.
Rangkuman: Kesehatan adalah kondisi sejahtera fisik, mental, dan sosial yang saling terkait antara diri, keluarga, dan lingkungan. Faktor genetik, gaya hidup, lingkungan, dan akses layanan kesehatan memengaruhinya. Menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan sangat penting untuk mencegah penyakit. Kebiasaan hidup tidak sehat berdampak buruk pada individu dan keluarga. Peran aktif komunitas sangat krusial dalam upaya peningkatan kesehatan bersama.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Holistik | Menyeluruh, memandang sesuatu dari berbagai aspek. |
| Sanitasi | Upaya menjaga kesehatan masyarakat dengan mengendalikan faktor lingkungan. |
| Vektor Penyakit | Organisme yang dapat menularkan agen penyebab penyakit. |
| Preventif | Tindakan pencegahan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan" mata pelajaran Pemberdayaan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pemberdayaan Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Mengenal Potensi Diri dan LingkunganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKecakapan Komunikasi dan Kerja SamaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisLiterasi Keuangan KeluargaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerencanaan Usaha Mandiri SederhanaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 4 siap unduh
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pemberdayaan kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan pada Pemberdayaan Paket C, Fase E, elemen Pemberdayaan Diri dan Lingkungan.
Modul Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan untuk Pemberdayaan kelas X.
Apakah modul ajar Pemberdayaan materi Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan ini gratis?
Ya. Modul Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pemberdayaan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pemberdayaan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan dapat Anda sesuaikan dengan murid Pemberdayaan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pemberdayaan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan untuk Pemberdayaan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pemberdayaan kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pemberdayaan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pemberdayaan ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.