Modul Ajar & RPP Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas III
Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) |
| Fase / Kelas | B / III |
| Materi Pokok | Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (12 JP: 4 JP × 30 menit = 120 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kesadaran akan keberadaan suara di lingkungan sekitar mereka, meskipun belum tentu dapat mengidentifikasinya secara spesifik.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: komunikasi, kreativitas, kemandirian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus |
| Elemen / Domain | Merespons Bunyi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menunjukkan respons terhadap berbagai sumber bunyi yang ada di lingkungan sekitar, serta dapat mengidentifikasi keberadaan bunyi. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Bunyi dihasilkan oleh getaran benda dan dapat didengar di berbagai tempat, seperti suara motor, musik, atau suara hewan. |
| Konseptual | Deteksi ada-tidaknya bunyi adalah kemampuan untuk merasakan atau mengetahui bahwa suatu bunyi sedang terjadi. |
| Prosedural | Langkah-langkah untuk mendeteksi ada-tidaknya bunyi melibatkan mendengarkan dengan saksama dan mengidentifikasi sumber getaran. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya kemampuan mendeteksi bunyi untuk keamanan dan interaksi sosial. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan dan stimulasi visual, peserta didik dapat menunjukkan respons fisik (misalnya menoleh, tersenyum, mengacungkan jari) terhadap ada-tidaknya bunyi dengan tepat.
- Dengan bantuan kartu gambar dan isyarat guru, peserta didik dapat mengidentifikasi sumber bunyi yang berbeda (misalnya suara hewan, alat musik) secara mandiri.
- Setelah melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat membedakan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi dengan akurat.
- Melalui aktivitas kelompok, peserta didik dapat mengomunikasikan keberadaan bunyi menggunakan bahasa isyarat atau ekspresi wajah dengan jelas.
Pemahaman bermakna: Mendeteksi ada-tidaknya bunyi membantu kita memahami lingkungan sekitar, berkomunikasi, dan mengenali potensi bahaya atau informasi penting.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita tahu ada suara motor yang lewat atau bel sekolah berbunyi?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mengenal alat musik dan suara yang dihasilkannya, serta membuat gerakan ekspresif sesuai bunyi. Bahasa Indonesia: Menggunakan kosa kata yang berkaitan dengan bunyi dan sumbernya dalam komunikasi isyarat atau tulisan sederhana. Ilmu Pengetahuan Alam: Memahami konsep getaran sebagai penyebab bunyi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau keluarga membantu peserta didik mengidentifikasi sumber bunyi di rumah dan melatih respons terhadap bunyi alarm atau bel. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar minim gangguan visual dan akustik, dilengkapi dengan area tenang untuk observasi bunyi serta sudut bermain peran dengan alat musik sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan video singkat tanpa suara dan rekaman suara berbagai benda/hewan untuk stimulasi visual dan auditori yang dikontrol. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan dan stimulasi visual, peserta didik dapat menunjukkan respons fisik (misalnya menoleh, tersenyum, mengacungkan jari) terhadap ada-tidaknya bunyi dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bantuan kartu gambar dan isyarat guru, peserta didik dapat mengidentifikasi sumber bunyi yang berbeda (misalnya suara hewan, alat musik) secara mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat membedakan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi dengan akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ada-tidaknya bunyi dari berbagai benda di lingkungan sekitar.
Alat & bahan: kartu gambar benda, kotak misteri, kerincingan, botol berisi beras, sendok, gelas, kain, kertas, stiker 'ada bunyi' / 'tidak ada bunyi'
Langkah kerja:
- Amati gambar benda-benda di bawah ini yang akan ditunjukkan oleh Bapak/Ibu Guru.
- Dengarkan suara yang Bapak/Ibu Guru putar, lalu berikan isyarat 'ada bunyi' atau 'tidak ada bunyi' dengan tepat.
- Coba bunyikan benda-benda yang ada di mejamu (sendok, gelas, kain, kertas) dan tempelkan stiker yang sesuai pada kolom 'Ada/Tidak Ada Bunyi'.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu, mengapa beberapa benda berbunyi dan yang lain tidak.
- Buatlah poster sederhana berisi gambar benda yang berbunyi dan tidak berbunyi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu pernah mendengar suara bel sekolah?
- Bisakah kamu menunjukkan sumber suara tepuk tangan?
- Jika ada suara keras, apa yang biasanya kamu lakukan?
- Benda apa di kelas ini yang bisa mengeluarkan bunyi?
Formatif (proses): Observasi respons fisik dan isyarat peserta didik saat mendeteksi bunyi dan mengidentifikasi sumber bunyi dalam aktivitas kelompok.
Sumatif (akhir): Penilaian poster kelompok tentang benda yang menghasilkan bunyi dan tidak menghasilkan bunyi, serta kemampuan peserta didik mengomunikasikan keberadaan bunyi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menunjukkan respons fisik terhadap ada-tidaknya bunyi. | Deteksi ada-tidaknya bunyi (respons fisik). | 4 JP | Komunikasi, Kemandirian |
| 2 | Mengidentifikasi sumber bunyi yang berbeda. | Identifikasi sumber-sumber bunyi (hewan, alat musik, dll). | 4 JP | Komunikasi, Kreativitas |
| 3 | Membedakan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi. | Perbedaan ada/tidak ada bunyi (percobaan sederhana). | 4 JP | Penalaran Kritis, Kemandirian |
Bunyi adalah bagian penting dari dunia kita. Kita bisa mendengar banyak suara setiap hari, seperti suara burung berkicau, musik, atau suara mobil. Belajar mendeteksi ada atau tidaknya bunyi membantu kita memahami apa yang terjadi di sekitar kita dan berkomunikasi dengan orang lain. Mari kita belajar bersama tentang bunyi!
1. Apa Itu Bunyi?
Bunyi adalah sesuatu yang bisa kita dengar. Bunyi dihasilkan oleh getaran. Ketika sebuah benda bergetar, getaran itu merambat melalui udara atau benda lain dan sampai ke telinga kita, lalu kita bisa mendengarnya. Contohnya, saat kita memukul drum, kulit drum akan bergetar dan menghasilkan bunyi. Atau saat kita berbicara, pita suara kita bergetar.
2. Mendeteksi Ada-Tidaknya Bunyi
Mendeteksi ada-tidaknya bunyi berarti kita tahu apakah ada suara atau tidak. Kita bisa merespons bunyi dengan berbagai cara. Misalnya, jika ada suara bel pintu, kita mungkin menoleh atau membuka pintu. Jika ada suara musik, kita mungkin ikut bergerak atau tersenyum. Respons ini menunjukkan bahwa kita telah mendeteksi adanya bunyi. Penting untuk selalu peka terhadap bunyi di sekitar kita.
3. Sumber-Sumber Bunyi
Bunyi bisa datang dari banyak sumber yang berbeda. Ada bunyi dari alam, seperti suara hujan, angin, atau hewan (misalnya kucing mengeong, anjing menggonggong). Ada juga bunyi dari alat buatan manusia, seperti suara mobil, televisi, atau alat musik (gitar, piano). Setiap sumber bunyi biasanya memiliki suara yang khas dan berbeda satu sama lain.
4. Membedakan Ada Bunyi dan Tidak Ada Bunyi
Kita bisa membedakan kapan ada bunyi dan kapan tidak ada bunyi. Jika ada benda yang bergetar, maka akan ada bunyi. Jika tidak ada benda yang bergetar, maka tidak ada bunyi. Contohnya, jika kita menggoyangkan kerincingan, akan ada bunyi karena ada benda kecil di dalamnya yang bergetar. Tetapi jika kita menggoyangkan kotak kosong, mungkin tidak ada bunyi sama sekali karena tidak ada benda yang bergetar di dalamnya.
Rangkuman: Bunyi dihasilkan oleh getaran benda dan dapat kita dengar. Mendeteksi ada-tidaknya bunyi adalah kemampuan penting untuk berinteraksi dengan lingkungan. Kita dapat merespons bunyi dan mengidentifikasi berbagai sumbernya, baik dari alam maupun buatan manusia. Memahami perbedaan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi membantu kita menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bunyi | Sesuatu yang dapat didengar. |
| Getaran | Gerakan bolak-balik suatu benda. |
| Deteksi | Menemukan atau mengetahui adanya sesuatu. |
| Respons | Tanggapan atau reaksi terhadap sesuatu. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu" mata pelajaran Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas III Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Latihan Irama dan BiramaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMembaca UjaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomunikasi Total dan Bahasa IsyaratBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemanfaatan Sisa Pendengaran dengan Alat Bantu DengarBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas 3 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu pada Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SDLB, Fase B, elemen Merespons Bunyi.
Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III.
Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini gratis?
Ya. Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu untuk kelas III SDLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus, pada Fase B untuk kelas III SDLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III SDLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) ini cocok untuk SDLB negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SDLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu disusun untuk SDLB dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.