SDLBKelas IIIFase B

Modul Ajar & RPP Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas III
Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Bunyi dihasilkan oleh getaran benda dan dapat kita dengar. Mendeteksi ada-tidaknya bunyi adalah kemampuan penting untuk berinteraksi dengan lingkungan. Kita dapat merespons bunyi dan mengidentifikasi berbagai sumbernya, baik dari alam maupun buatan manusia. Memahami perbedaan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi membantu kita menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu
Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas III · Fase B
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu
Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Fase B · Kelas III · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI)
Fase / KelasB / III
Materi PokokDeteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu
Alokasi Waktu3 Pertemuan (12 JP: 4 JP × 30 menit = 120 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranDiscovery Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kesadaran akan keberadaan suara di lingkungan sekitar mereka, meskipun belum tentu dapat mengidentifikasinya secara spesifik.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: komunikasi, kreativitas, kemandirian.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus
Elemen / DomainMerespons Bunyi
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menunjukkan respons terhadap berbagai sumber bunyi yang ada di lingkungan sekitar, serta dapat mengidentifikasi keberadaan bunyi.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualBunyi dihasilkan oleh getaran benda dan dapat didengar di berbagai tempat, seperti suara motor, musik, atau suara hewan.
KonseptualDeteksi ada-tidaknya bunyi adalah kemampuan untuk merasakan atau mengetahui bahwa suatu bunyi sedang terjadi.
ProseduralLangkah-langkah untuk mendeteksi ada-tidaknya bunyi melibatkan mendengarkan dengan saksama dan mengidentifikasi sumber getaran.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya kemampuan mendeteksi bunyi untuk keamanan dan interaksi sosial.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan dan stimulasi visual, peserta didik dapat menunjukkan respons fisik (misalnya menoleh, tersenyum, mengacungkan jari) terhadap ada-tidaknya bunyi dengan tepat.
  2. Dengan bantuan kartu gambar dan isyarat guru, peserta didik dapat mengidentifikasi sumber bunyi yang berbeda (misalnya suara hewan, alat musik) secara mandiri.
  3. Setelah melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat membedakan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi dengan akurat.
  4. Melalui aktivitas kelompok, peserta didik dapat mengomunikasikan keberadaan bunyi menggunakan bahasa isyarat atau ekspresi wajah dengan jelas.
Halaman 2 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Mendeteksi ada-tidaknya bunyi membantu kita memahami lingkungan sekitar, berkomunikasi, dan mengenali potensi bahaya atau informasi penting.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita tahu ada suara motor yang lewat atau bel sekolah berbunyi?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisDiscovery Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSeni Budaya: Mengenal alat musik dan suara yang dihasilkannya, serta membuat gerakan ekspresif sesuai bunyi.
Bahasa Indonesia: Menggunakan kosa kata yang berkaitan dengan bunyi dan sumbernya dalam komunikasi isyarat atau tulisan sederhana.
Ilmu Pengetahuan Alam: Memahami konsep getaran sebagai penyebab bunyi.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau keluarga membantu peserta didik mengidentifikasi sumber bunyi di rumah dan melatih respons terhadap bunyi alarm atau bel.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas diatur agar minim gangguan visual dan akustik, dilengkapi dengan area tenang untuk observasi bunyi serta sudut bermain peran dengan alat musik sederhana.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan video singkat tanpa suara dan rekaman suara berbagai benda/hewan untuk stimulasi visual dan auditori yang dikontrol.
Halaman 3 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan dan stimulasi visual, peserta didik dapat menunjukkan respons fisik (misalnya menoleh, tersenyum, mengacungkan jari) terhadap ada-tidaknya bunyi dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru menyapa peserta didik dengan hangat, mengajak berdoa bersama menggunakan isyarat doa, dan melakukan presensi visual.
  2. Guru menayangkan video singkat tanpa suara tentang aktivitas sehari-hari di sekolah, kemudian bertanya melalui bahasa isyarat/tulisan: 'Apa yang berbeda dari video ini?' untuk mengaitkan dengan konsep bunyi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mendeteksi ada-tidaknya bunyi, serta bertanya pemantik: 'Bagaimana kita tahu ada suara motor yang lewat atau bel sekolah berbunyi?' sambil menunjukkan kartu gambar motor dan bel.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan berbagai kartu gambar benda penghasil bunyi (misalnya drum, peluit, ayam) dan menirukan gerakan atau ekspresi yang berhubungan dengan bunyi tersebut tanpa suara, meminta peserta didik menebak.
  2. Identifikasi masalah: Guru memutar rekaman suara benda-benda tersebut satu per satu (drum, peluit, ayam) dan meminta peserta didik memberi isyarat 'ada bunyi' (misalnya mengacungkan jempol) atau 'tidak ada bunyi' (misalnya menyilangkan tangan) setelah setiap rekaman.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing diberikan kotak misteri berisi benda penghasil bunyi (misalnya kerincingan, botol berisi beras). Guru meminta setiap kelompok menggoyangkan kotak secara bergantian dan kelompok lain mengamati serta memberi isyarat apakah ada bunyi atau tidak.
  2. Pengolahan data: Setiap kelompok mengisi lembar kerja sederhana dengan menempelkan stiker 'ada bunyi' atau 'tidak ada bunyi' sesuai hasil pengamatan mereka terhadap kotak misteri.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya, menunjukkan benda di dalam kotak, dan menjelaskan isyarat yang mereka berikan. Guru memberikan umpan balik positif.
  2. Menarik kesimpulan: Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar dan kita bisa meresponsnya dengan isyarat atau gerakan tubuh.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik merangkum kembali apa yang telah dipelajari tentang deteksi ada-tidaknya bunyi.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua peserta didik atas partisipasi aktif mereka dengan tepuk tangan isyarat dan senyuman, menciptakan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas sederhana untuk mengamati bunyi di rumah dan berdoa bersama menggunakan isyarat doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan bantuan kartu gambar dan isyarat guru, peserta didik dapat mengidentifikasi sumber bunyi yang berbeda (misalnya suara hewan, alat musik) secara mandiri.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi visual.
  2. Guru menanyakan kembali pelajaran sebelumnya tentang 'ada-tidaknya bunyi' dengan menunjukkan kartu gambar dan meminta isyarat respons dari peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi sumber-sumber bunyi yang berbeda dan bertanya pemantik: 'Suara apa yang paling sering kita dengar di rumah atau di sekolah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan kartu gambar berbagai sumber bunyi (misalnya kucing, anjing, gitar, piano, sirene pemadam kebakaran) dan memutar rekaman suara masing-masing secara bergantian.
  2. Identifikasi masalah: Setelah setiap suara diputar, guru meminta peserta didik untuk menunjuk kartu gambar yang sesuai dengan sumber bunyi tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik diberikan kartu gambar sumber bunyi (misalnya ayam, sapi, drum, seruling) dan guru memutar rekaman suara secara acak. Peserta didik secara individu mengangkat kartu gambar yang cocok dengan suara yang didengar.
  2. Pengolahan data: Peserta didik berpasangan, satu siswa memegang kartu gambar dan siswa lain menirukan suara atau gerakan terkait sumber bunyi. Pasangan lain mencoba menebak sumber bunyi tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pembuktian: Beberapa pasangan maju ke depan untuk mendemonstrasikan permainan tebak sumber bunyi. Guru memberikan pujian dan koreksi jika diperlukan.
  2. Menarik kesimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa setiap sumber bunyi memiliki karakteristik suara yang berbeda dan kita bisa mengenalinya.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik mengulang kembali nama-nama sumber bunyi yang telah dipelajari dengan menunjukkan kartu gambar.
  2. Guru memberikan stiker bintang kepada setiap peserta didik yang aktif dan memberikan semangat, menciptakan suasana yang menggembirakan.
  3. Guru mengingatkan untuk terus berlatih mendengarkan suara di sekitar dan berdoa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 120 menit · awal 20 · inti 80 · penutup 20
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 3Setelah melakukan percobaan sederhana, peserta didik dapat membedakan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi dengan akurat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)20 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, dan melakukan presensi visual.
  2. Guru mengajak peserta didik bermain 'tebak suara' singkat dengan suara-suara yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya untuk mengulang materi.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membedakan kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi melalui percobaan, serta bertanya pemantik: 'Apa yang terjadi jika kita menutup telinga atau jika tidak ada benda yang bergetar?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menunjukkan dua kotak transparan, satu berisi kerincingan dan satu lagi kosong. Guru menggoyangkan kedua kotak secara bergantian dan meminta peserta didik memberi isyarat 'ada bunyi' atau 'tidak ada bunyi'.
  2. Identifikasi masalah: Guru bertanya (dengan isyarat/tulisan): 'Mengapa satu kotak ada bunyinya dan yang lain tidak?' dan membimbing peserta didik untuk mengamati adanya benda yang bergetar.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)35 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan beberapa benda (misalnya sendok, gelas, kain, kertas). Guru meminta setiap kelompok mencoba membunyikan benda-benda tersebut dan mencatat (dengan menempel stiker atau menggambar) mana yang menghasilkan bunyi dan mana yang tidak.
  2. Pengolahan data: Setiap kelompok membuat poster sederhana yang menunjukkan benda-benda yang menghasilkan bunyi dan benda-benda yang tidak menghasilkan bunyi, menggunakan gambar atau tulisan sederhana.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan poster mereka, menunjukkan benda-benda yang menghasilkan bunyi dan yang tidak, serta menjelaskan mengapa demikian. Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep.
  2. Menarik kesimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa bunyi dihasilkan oleh getaran benda dan jika tidak ada getaran, maka tidak ada bunyi. Guru juga menekankan pentingnya respons terhadap bunyi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)20 menit
  1. Guru bersama peserta didik membuat rangkuman akhir tentang pentingnya deteksi ada-tidaknya bunyi dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Guru memberikan pujian kepada semua peserta didik atas kerja keras dan partisipasi mereka, menciptakan suasana yang positif dan menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas untuk mengamati bunyi di lingkungan rumah dan sekolah serta berdoa bersama menggunakan isyarat doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ada-tidaknya bunyi dari berbagai benda di lingkungan sekitar.

Alat & bahan: kartu gambar benda, kotak misteri, kerincingan, botol berisi beras, sendok, gelas, kain, kertas, stiker 'ada bunyi' / 'tidak ada bunyi'

Langkah kerja:

  1. Amati gambar benda-benda di bawah ini yang akan ditunjukkan oleh Bapak/Ibu Guru.
  2. Dengarkan suara yang Bapak/Ibu Guru putar, lalu berikan isyarat 'ada bunyi' atau 'tidak ada bunyi' dengan tepat.
  3. Coba bunyikan benda-benda yang ada di mejamu (sendok, gelas, kain, kertas) dan tempelkan stiker yang sesuai pada kolom 'Ada/Tidak Ada Bunyi'.
  4. Diskusikan dengan teman kelompokmu, mengapa beberapa benda berbunyi dan yang lain tidak.
  5. Buatlah poster sederhana berisi gambar benda yang berbunyi dan tidak berbunyi.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apakah kamu pernah mendengar suara bel sekolah?
  2. Bisakah kamu menunjukkan sumber suara tepuk tangan?
  3. Jika ada suara keras, apa yang biasanya kamu lakukan?
  4. Benda apa di kelas ini yang bisa mengeluarkan bunyi?

Formatif (proses): Observasi respons fisik dan isyarat peserta didik saat mendeteksi bunyi dan mengidentifikasi sumber bunyi dalam aktivitas kelompok.

Sumatif (akhir): Penilaian poster kelompok tentang benda yang menghasilkan bunyi dan tidak menghasilkan bunyi, serta kemampuan peserta didik mengomunikasikan keberadaan bunyi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menunjukkan respons fisik terhadap ada-tidaknya bunyi.Deteksi ada-tidaknya bunyi (respons fisik).4 JPKomunikasi, Kemandirian
2Mengidentifikasi sumber bunyi yang berbeda.Identifikasi sumber-sumber bunyi (hewan, alat musik, dll).4 JPKomunikasi, Kreativitas
3Membedakan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi.Perbedaan ada/tidak ada bunyi (percobaan sederhana).4 JPPenalaran Kritis, Kemandirian
Halaman 9 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Bunyi adalah bagian penting dari dunia kita. Kita bisa mendengar banyak suara setiap hari, seperti suara burung berkicau, musik, atau suara mobil. Belajar mendeteksi ada atau tidaknya bunyi membantu kita memahami apa yang terjadi di sekitar kita dan berkomunikasi dengan orang lain. Mari kita belajar bersama tentang bunyi!

1. Apa Itu Bunyi?
Bunyi adalah sesuatu yang bisa kita dengar. Bunyi dihasilkan oleh getaran. Ketika sebuah benda bergetar, getaran itu merambat melalui udara atau benda lain dan sampai ke telinga kita, lalu kita bisa mendengarnya. Contohnya, saat kita memukul drum, kulit drum akan bergetar dan menghasilkan bunyi. Atau saat kita berbicara, pita suara kita bergetar.

2. Mendeteksi Ada-Tidaknya Bunyi
Mendeteksi ada-tidaknya bunyi berarti kita tahu apakah ada suara atau tidak. Kita bisa merespons bunyi dengan berbagai cara. Misalnya, jika ada suara bel pintu, kita mungkin menoleh atau membuka pintu. Jika ada suara musik, kita mungkin ikut bergerak atau tersenyum. Respons ini menunjukkan bahwa kita telah mendeteksi adanya bunyi. Penting untuk selalu peka terhadap bunyi di sekitar kita.

3. Sumber-Sumber Bunyi
Bunyi bisa datang dari banyak sumber yang berbeda. Ada bunyi dari alam, seperti suara hujan, angin, atau hewan (misalnya kucing mengeong, anjing menggonggong). Ada juga bunyi dari alat buatan manusia, seperti suara mobil, televisi, atau alat musik (gitar, piano). Setiap sumber bunyi biasanya memiliki suara yang khas dan berbeda satu sama lain.

4. Membedakan Ada Bunyi dan Tidak Ada Bunyi
Kita bisa membedakan kapan ada bunyi dan kapan tidak ada bunyi. Jika ada benda yang bergetar, maka akan ada bunyi. Jika tidak ada benda yang bergetar, maka tidak ada bunyi. Contohnya, jika kita menggoyangkan kerincingan, akan ada bunyi karena ada benda kecil di dalamnya yang bergetar. Tetapi jika kita menggoyangkan kotak kosong, mungkin tidak ada bunyi sama sekali karena tidak ada benda yang bergetar di dalamnya.

Rangkuman: Bunyi dihasilkan oleh getaran benda dan dapat kita dengar. Mendeteksi ada-tidaknya bunyi adalah kemampuan penting untuk berinteraksi dengan lingkungan. Kita dapat merespons bunyi dan mengidentifikasi berbagai sumbernya, baik dari alam maupun buatan manusia. Memahami perbedaan antara kondisi ada bunyi dan tidak ada bunyi membantu kita menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Halaman 10 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
BunyiSesuatu yang dapat didengar.
GetaranGerakan bolak-balik suatu benda.
DeteksiMenemukan atau mengetahui adanya sesuatu.
ResponsTanggapan atau reaksi terhadap sesuatu.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu" mata pelajaran Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas IIIPeta Konsep
Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — TunarunguApa Itu Bunyi?Mendeteksi Ada-Tidaknya BunyiSumber-Sumber BunyiMembedakan Ada Bunyi dan Tidak Ada Bunyi
Dari sub-bab Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — TunarunguHalaman 13
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas IIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas IIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas IIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas IIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaPengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) · Kelas IIIProfil Lulusan
KomunikasiKreativitasKemandirian
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas 3 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu pada Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SDLB, Fase B, elemen Merespons Bunyi.

Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III.

Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini gratis?

Ya. Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu untuk kelas III SDLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus, pada Fase B untuk kelas III SDLB. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu untuk Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III SDLB berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) ini cocok untuk SDLB negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SDLB Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Deteksi Ada-Tidaknya Bunyi — Tunarungu disusun untuk SDLB dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama (PKPBI) SDLBSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.