SMKKelas XIFase FSemester 1

Modul Ajar & RPP Aswaja / Ke-NU-an Kelas XI
Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah

Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Tasawuf adalah ilmu penyucian hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang sejarahnya telah ada sejak awal Islam dan dikembangkan oleh ulama seperti Imam al-Ghazali. Tarekat mu'tabarah adalah jalan spiritual yang diakui NU karena memiliki sanad jelas dan ajarannya sesuai syariat. Memahami dan mengamalkan tasawuf membimbing kita pada akhlak mulia, moderasi, dan toleransi, sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah.

Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah
Aswaja / Ke-NU-an · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah
Aswaja / Ke-NU-an · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranAswaja / Ke-NU-an
Fase / KelasF / XI
Materi PokokTasawuf dan Tarekat Mu'tabarah
Alokasi Waktu3 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik memahami dasar-dasar akidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan pentingnya akhlak dalam Islam.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak mulia
    Peserta didik menunjukkan akhlak mulia dalam berinteraksi sosial dan spiritual, serta menjaga kesucian hati melalui praktik tasawuf.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang tasawuf dan tarekat mu'tabarah, serta membedakan praktik yang sesuai syariat Islam.
  3. kewargaan — elemen: partisipasi dalam pengambilan keputusan
    Peserta didik berpartisipasi aktif dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai tasawuf yang moderat dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanStandar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an LP Ma'arif PBNU dan Permendikdasmen No. 13/2025
Elemen / DomainAkhlak dan Tasawuf
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis konsep tasawuf dan tarekat mu'tabarah dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah, serta mengimplementasikan nilai-nilai tasawuf untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, moderat, dan cinta tanah air.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualTasawuf dan tarekat mu'tabarah merupakan bagian integral dari tradisi keilmuan Islam yang diamalkan oleh Nahdlatul Ulama.
KonseptualTasawuf adalah ilmu untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sementara tarekat mu'tabarah adalah jalan spiritual yang diakui dan memiliki sanad keilmuan yang jelas.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari metode berzikir, muraqabah, dan mujahadah dalam tarekat mu'tabarah yang sesuai dengan ajaran Islam.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya mengintegrasikan dimensi spiritual dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai ketenangan batin dan kebahagiaan sejati.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kajian literatur, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan sejarah tasawuf dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi tujuan dan ruang lingkup tasawuf menurut Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi secara runtut.
  3. Melalui analisis kasus, peserta didik dapat membedakan tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah dengan memberikan minimal tiga contoh yang benar.
  4. Dengan mengamati video praktik zikir, peserta didik dapat mendemonstrasikan adab dan tata cara zikir dalam tarekat mu'tabarah secara sederhana.
  5. Melalui proyek mini, peserta didik dapat menyajikan karya tulis tentang implementasi nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan sehari-hari sesuai prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dengan kreatif.
  6. Dengan refleksi diri, peserta didik dapat menunjukkan sikap moderat dan toleran sebagai manifestasi akhlak tasawuf dalam berinteraksi sosial.
Halaman 2 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami tasawuf dan tarekat mu'tabarah bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membimbing peserta didik untuk meraih kedekatan dengan Allah SWT dan membentuk pribadi yang berakhlak mulia, selaras dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tasawuf dapat membantu kita menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, dan mengapa Nahdlatul Ulama begitu menjaga tradisi tarekat?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Agama Islam (PAI): Memperdalam pemahaman tentang akhlak, akidah, dan syariat Islam sebagai dasar tasawuf.
Sejarah Indonesia: Mengaitkan peran ulama sufi dan tarekat dalam penyebaran Islam di Nusantara dan perjuangan kemerdekaan.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyusun karya tulis dan presentasi tentang tasawuf.
Kemitraan PembelajaranGuru dapat mengundang tokoh agama atau mursyid tarekat mu'tabarah setempat (misalnya dari Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Mu'tabaroh An-Nahdliyah) untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada peserta didik.
Lingkungan PembelajaranMenciptakan sudut baca di kelas dengan buku-buku tentang tasawuf dan biografi ulama sufi, serta memastikan ruang kelas kondusif untuk diskusi dan praktik spiritual.
Pemanfaatan Teknologi DigitalMemanfaatkan platform e-learning atau media sosial untuk berbagi materi, video dokumenter tentang tarekat mu'tabarah, dan infografis hasil karya peserta didik.
Halaman 3 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui kajian literatur, peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan sejarah tasawuf dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Kata Tasawuf: Guru menyebutkan kata kunci terkait tasawuf (mis. 'zikir', 'ikhlas'), peserta didik menebak artinya atau hubungannya dengan tasawuf dalam 1-2 kata.
  1. Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru menayangkan gambar masjid kuno atau pesantren tua, lalu bertanya: 'Apa yang kalian rasakan saat melihat tempat-tempat ini? Adakah kaitannya dengan spiritualitas?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana tasawuf dapat membantu kita menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan modern?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan video singkat tentang fenomena spiritualitas dalam Islam dan kehidupan modern, lalu meminta peserta didik menuliskan kesan awal mereka.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari video, seperti 'Apa itu tasawuf?', 'Sejak kapan tasawuf ada?', dan 'Siapa tokoh-tokohnya?'.
  3. Pengumpulan data: Peserta didik mencari informasi dari bahan ajar dan sumber digital tentang pengertian, sejarah, dan tokoh-tokoh awal tasawuf.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengolahan data: Peserta didik berpasangan untuk mendiskusikan temuan mereka, menyusun poin-poin penting tentang tasawuf, dan membuat peta konsep sederhana.
  2. Pembuktian: Setiap pasangan mempresentasikan peta konsep mereka di depan kelas, menjelaskan pengertian dan garis besar sejarah tasawuf.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menarik kesimpulan: Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pengertian dan sejarah tasawuf, menyoroti peran tokoh seperti Imam Hasan al-Bashri dan Rabiah al-Adawiyah.
  2. Umpan balik: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan peta konsep peserta didik, mengapresiasi usaha mereka.
  3. Penguatan: Guru menguatkan pemahaman tentang tasawuf sebagai bagian penting dari khazanah Islam yang menekankan penyucian hati.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru memfasilitasi simpulan bersama mengenai pentingnya tasawuf dalam membentuk pribadi muslim yang utuh.
  2. Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini dan hal baru yang mereka dapatkan, sambil guru memberikan pujian atas partisipasi aktif.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa bersama.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi tujuan dan ruang lingkup tasawuf menurut Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Hikmah: Peserta didik secara bergiliran menyebutkan satu kata yang terkait dengan 'hikmah' atau 'spiritualitas' dari materi sebelumnya, membentuk rantai kata tanpa mengulang.
  1. Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru menanyakan kembali pengertian dan sejarah tasawuf yang telah dipelajari, mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Nahdlatul Ulama begitu menjaga tradisi tarekat?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan kasus atau kutipan kontroversial tentang tasawuf dari media sosial yang membutuhkan klarifikasi, misalnya tentang 'praktik spiritual yang dianggap menyimpang'.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan LKPD yang berisi teks-teks tentang tujuan dan ruang lingkup tasawuf menurut Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis teks, mengidentifikasi inti ajaran tasawuf dari dua tokoh tersebut, dan membandingkannya dengan kasus yang disajikan.
  2. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Kelompok menyusun ringkasan hasil analisis mereka, termasuk argumentasi mengapa tasawuf Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi relevan untuk mengklarifikasi kasus tersebut.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas.
  2. Umpan balik: Guru memberikan umpan balik tentang kedalaman analisis dan kemampuan peserta didik dalam mengaitkan teori dengan kasus nyata.
  3. Penguatan: Guru menguatkan pemahaman bahwa tasawuf yang benar berlandaskan syariat dan mengacu pada ulama mu'tabar seperti Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi, sejalan dengan prinsip NU.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru memimpin simpulan tentang pentingnya tasawuf dalam membentuk akhlak mulia dan menjaga kemurnian ajaran Islam.
  2. Peserta didik menuliskan satu kalimat hikmah yang mereka dapatkan dari pembelajaran hari ini, dan guru mengapresiasi keragaman pemahaman.
  3. Guru memberikan tugas mencari informasi tentang tarekat mu'tabarah dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Tujuan Pertemuan 3Melalui analisis kasus, peserta didik dapat membedakan tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah dengan memberikan minimal tiga contoh yang benar.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tafakur Sejenak: Guru meminta peserta didik untuk duduk tenang, memejamkan mata sejenak, dan menarik napas dalam-dalam, lalu merenungkan pentingnya ketenangan hati.
  1. Guru mengucapkan salam, meminta salah satu peserta didik memimpin doa, dan melakukan presensi.
  2. Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang tasawuf dengan konsep tarekat sebagai jalan praktis dalam bertasawuf.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan memperkenalkan proyek mini yang akan dikerjakan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru membuka diskusi dengan pertanyaan 'Bagaimana kita bisa mengetahui apakah suatu tarekat itu benar dan sesuai syariat Islam?'
  2. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik secara berkelompok merencanakan proyek mini berupa 'Infografis Perbandingan Tarekat' yang akan membedakan tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah, termasuk kriteria dan contohnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok menyusun jadwal kerja untuk proyek mereka, menentukan pembagian tugas, sumber data, dan tenggat waktu penyelesaian.
  2. Memonitor kemajuan proyek: Guru memantau kemajuan setiap kelompok, memberikan bimbingan, dan memastikan mereka menggunakan sumber-sumber yang sahih (misalnya dari buku-buku NU atau LP Ma'arif).
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok mempresentasikan infografis mereka, menjelaskan kriteria pembeda tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah, serta memberikan contohnya.
  2. Umpan balik: Guru dan peserta didik lain memberikan masukan dan pertanyaan kritis terhadap infografis yang disajikan.
  3. Penguatan: Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya sanad keilmuan dan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dalam memilih tarekat, serta menjelaskan beberapa tarekat mu'tabarah yang diakui NU.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru memfasilitasi simpulan tentang pentingnya berhati-hati dalam memilih jalan spiritual dan selalu merujuk pada ulama yang memiliki sanad jelas.
  2. Peserta didik mengungkapkan perasaan mereka setelah menyelesaikan proyek, dan guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.
  3. Guru memberikan tugas lanjutan untuk menyiapkan presentasi di pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajahi Dunia Tasawuf dan Tarekat!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Mengidentifikasi dan membedakan ciri-ciri tasawuf serta tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, bahan ajar, gawai (opsional)

Langkah kerja:

  1. Amati 1 tentang berbagai aktivitas spiritual, lalu tuliskan kesan dan pertanyaan yang muncul di benakmu.
  2. Bacalah bahan ajar tentang tasawuf dan tarekat mu'tabarah, lalu identifikasi poin-poin penting mengenai pengertian, tujuan, dan ciri-cirinya.
  3. Diskusikan dalam kelompok, bedakan antara tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah berdasarkan kriteria yang telah dipelajari.
  4. Buatlah mind map atau infografis sederhana yang memuat perbandingan tersebut, lengkap dengan contohnya.
  5. Presentasikan hasil karyamu di depan kelas dan berikan argumen yang kuat.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang tasawuf?
  2. Sebutkan satu tokoh yang kamu kenal terkait tasawuf!
  3. Menurutmu, apakah penting mempelajari dimensi spiritual dalam Islam?
  4. Apa perbedaan antara syariat dan hakikat?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan demonstrasi praktik zikir.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek infografis perbandingan tarekat dan tes tertulis akhir materi.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan pengertian dan sejarah tasawufPengertian, sejarah, dan tokoh tasawuf2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis
2Mengidentifikasi tujuan dan ruang lingkup tasawufTujuan dan ruang lingkup tasawuf menurut Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi2 JPKeimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis
3Membedakan tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarahKriteria tarekat mu'tabarah, contoh tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah2 JPPenalaran Kritis, Kewargaan
4Mendemonstrasikan adab dan tata cara zikirAdab dan tata cara zikir dalam tarekat mu'tabarah2 JPKeimanan dan Ketakwaan
Halaman 9 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Tasawuf adalah dimensi spiritual dalam Islam yang bertujuan membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di Indonesia, tasawuf diamalkan melalui berbagai tarekat, khususnya tarekat mu'tabarah yang diakui dan memiliki sanad keilmuan yang jelas, sejalan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. Mempelajari tasawuf dan tarekat akan membimbing kita meraih ketenangan batin dan akhlak mulia.

1. Pengertian dan Urgensi Tasawuf
Tasawuf secara etimologi berasal dari kata 'shuf' (wol kasar) yang merujuk pada pakaian sederhana para sufi, atau 'shafa' (suci) yang berarti kesucian hati. Secara terminologi, tasawuf adalah ilmu untuk membersihkan jiwa, memperhalus budi pekerti, dan mencapai kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah dan mujahadah. Urgensi tasawuf sangat besar karena ia melengkapi dimensi syariat dan akidah, memastikan ibadah kita tidak hanya sah secara lahiriah tetapi juga berkualitas secara batiniah. Tasawuf membimbing kita untuk ikhlas, tawadhu, sabar, dan bersyukur dalam setiap aspek kehidupan.

2. Sejarah dan Tokoh-Tokoh Tasawuf
Tasawuf telah ada sejak masa Rasulullah SAW, tercermin dari kehidupan para sahabat seperti Abu Dzar Al-Ghifari yang zuhud. Pada masa tabi'in, muncul tokoh seperti Imam Hasan al-Bashri dan Rabiah al-Adawiyah yang menekankan pentingnya zuhud dan mahabbah (cinta Ilahi). Perkembangan tasawuf mencapai puncaknya pada abad ke-3 H dengan munculnya tokoh seperti Junaid al-Baghdadi yang mengintegrasikan tasawuf dengan syariat. Kemudian, Imam al-Ghazali menyempurnakan tasawuf dengan karyanya 'Ihya' Ulumuddin' yang menjadi rujukan utama Ahlussunnah wal Jama'ah hingga kini, termasuk di kalangan Nahdlatul Ulama.

3. Tujuan dan Ruang Lingkup Tasawuf
Tujuan utama tasawuf adalah mencapai ma'rifatullah (mengenal Allah secara mendalam) dan ridha-Nya, sehingga menghasilkan akhlakul karimah (akhlak mulia). Menurut Imam al-Ghazali, tasawuf adalah jalan untuk membersihkan hati dari sifat tercela (madzmumah) dan menghiasinya dengan sifat terpuji (mahmudah). Ruang lingkup tasawuf meliputi mujahadah (bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu), riyadhah (latihan spiritual), zikir, tafakur, muraqabah (merasa selalu diawasi Allah), serta pembentukan sifat-sifat mulia seperti sabar, syukur, tawakkal, dan ikhlas. Semua ini bertujuan untuk mencapai fana' (lebur dalam kecintaan kepada Allah) dan baqa' (kekal dalam sifat-sifat kebaikan).

4. Tarekat Mu'tabarah dalam Perspektif NU
Tarekat adalah jalan atau metode praktis dalam bertasawuf yang diajarkan oleh seorang mursyid (guru spiritual) yang memiliki sanad keilmuan bersambung hingga Rasulullah SAW. Nahdlatul Ulama (NU) mengakui dan melestarikan tarekat-tarekat yang mu'tabarah (diakui keabsahannya), seperti Tarekat Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syadziliyah, dan lainnya. Kriteria tarekat mu'tabarah adalah: sanadnya jelas, ajarannya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, serta tidak menyimpang dari akidah Ahlussunnah wal Jama'ah. NU melalui Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Mu'tabaroh An-Nahdliyah berperan menjaga kemurnian ajaran tarekat.

5. Perbedaan Tarekat Mu'tabarah dan Ghairu Mu'tabarah
Perbedaan mendasar antara tarekat mu'tabarah dan ghairu mu'tabarah terletak pada sanad keilmuan dan kesesuaian ajarannya dengan syariat. Tarekat mu'tabarah memiliki silsilah guru yang jelas dan ajarannya sesuai dengan Al-Qur'an, Sunnah, ijma', dan qiyas, serta akidah Asy'ariyah-Maturidiyah dan fikih bermazhab. Sebaliknya, tarekat ghairu mu'tabarah seringkali tidak memiliki sanad yang jelas, ajarannya menyimpang dari syariat, mengklaim hal-hal di luar nalar, atau bahkan mengajarkan praktik yang menyesatkan. NU sangat menekankan pentingnya berhati-hati dalam memilih tarekat agar tidak terjerumus pada kesesatan.

6. Adab dan Tata Cara Zikir dalam Tarekat
Zikir adalah inti dari amaliah tarekat, yaitu mengingat Allah SWT dengan lisan, hati, dan perbuatan. Adab berzikir meliputi: membersihkan diri (wudhu), menghadap kiblat, duduk tenang dan khusyuk, merendahkan diri di hadapan Allah, serta memahami makna zikir yang diucapkan. Tata cara zikir bervariasi antar tarekat, namun umumnya melibatkan lafal-lafal tertentu seperti istighfar, shalawat, tahlil (لا إله إلا الله), dan tasbih (سبحان الله). Zikir dapat dilakukan secara jahr (bersuara) atau sirr (dalam hati), dengan jumlah hitungan tertentu yang biasa dibimbing oleh mursyid. Kekhusyukan dan keikhlasan adalah kunci keberhasilan zikir.

7. Implementasi Nilai Tasawuf dalam Kehidupan
Nilai-nilai tasawuf seperti ikhlas, sabar, syukur, tawadhu, zuhud, dan mahabbah sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ikhlas dalam beribadah dan bekerja, sabar menghadapi cobaan, syukur atas nikmat, tawadhu dalam berinteraksi sosial, serta zuhud dalam mencintai dunia tanpa melupakan akhirat. Mahabbah (cinta Ilahi) mendorong kita untuk mencintai sesama dan berbuat kebaikan. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleran), membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi bangsa.

Rangkuman: Tasawuf adalah ilmu penyucian hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang sejarahnya telah ada sejak awal Islam dan dikembangkan oleh ulama seperti Imam al-Ghazali. Tarekat mu'tabarah adalah jalan spiritual yang diakui NU karena memiliki sanad jelas dan ajarannya sesuai syariat. Memahami dan mengamalkan tasawuf membimbing kita pada akhlak mulia, moderasi, dan toleransi, sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah.

Halaman 10 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
TasawufIlmu untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
TarekatJalan atau metode spiritual yang diajarkan oleh mursyid dengan sanad.
Mu'tabarahDiakui keabsahannya, memiliki sanad jelas, dan sesuai syariat.
MujahadahBersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu dan sifat tercela.
Ma'rifatullahMengenal Allah SWT secara mendalam.
MursyidGuru spiritual yang membimbing dalam tarekat.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah" mata pelajaran Aswaja / Ke-NU-an Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 13–18

Modul Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIPeta Konsep
Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarahPengertian dan Urgensi TasawufSejarah dan Tokoh-Tokoh TasawufTujuan dan Ruang Lingkup TasawufTarekat Mu'tabarah dalam Perspektif NUPerbedaan Tarekat Mu'tabarah dan Ghairu Mu'tabarah
Dari sub-bab Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarahHalaman 13
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKewargaan
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Aswaja / Ke-NU-an kelas 11 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah pada Aswaja / Ke-NU-an SMK, Fase F, elemen Akhlak dan Tasawuf.

Modul Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Aswaja / Ke-NU-an kelas XI SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Aswaja / Ke-NU-an materi Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini gratis?

Ya. Modul Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Aswaja / Ke-NU-an kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Aswaja / Ke-NU-an kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah dapat Anda sesuaikan dengan murid Aswaja / Ke-NU-an kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Aswaja / Ke-NU-an kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini mengikuti Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Aswaja/Ke-NU-an LP Ma'arif PBNU dan Permendikdasmen No. 13/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah untuk Aswaja / Ke-NU-an kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Aswaja / Ke-NU-an kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Aswaja / Ke-NU-an kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Aswaja / Ke-NU-an ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Tasawuf dan Tarekat Mu'tabarah disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Aswaja / Ke-NU-an SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.