SMKKelas XIIFase FSemester 1

Modul Ajar & RPP Aswaja / Ke-NU-an Kelas XII
Islam Nusantara dan Peradaban

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Islam Nusantara adalah corak Islam di Indonesia yang moderat, toleran, dan berakulturasi dengan budaya lokal, berlandaskan Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. Nahdlatul Ulama (NU) berperan sentral dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara serta berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan, dakwah, dan perjuangan kemerdekaan. Nilai-nilai ini relevan di era globalisasi untuk menjaga identitas keislaman dan kebangsaan.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Islam Nusantara dan Peradaban
Aswaja / Ke-NU-an · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Islam Nusantara dan Peradaban
Aswaja / Ke-NU-an · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranAswaja / Ke-NU-an
Fase / KelasF / XII
Materi PokokIslam Nusantara dan Peradaban
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Menganalisis peran dan kontribusi
    Peserta didik menganalisis peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga peradaban Islam Nusantara dan kontribusinya pada bangsa.
  2. kolaborasi — elemen: Bekerja sama dalam kelompok
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun proyek media informasi tentang Islam Nusantara dan peradaban.
  3. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi berbagai pandangan tentang Islam Nusantara dengan argumen yang logis.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanStandar Kompetensi Lulusan (SKL) LP Ma'arif PBNU dan Kurikulum Merdeka Fase F
Elemen / DomainAswaja dan Ke-NU-an
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami secara mendalam konsep Islam Nusantara sebagai corak Islam di Indonesia, menganalisis peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara, serta mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualIslam Nusantara adalah corak Islam yang berkembang di kepulauan Nusantara dengan mengakomodasi budaya lokal, seperti tradisi tahlilan atau ziarah kubur.
KonseptualKonsep Islam Nusantara mencakup nilai-nilai moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam mengidentifikasi ciri khas Islam Nusantara dan menganalisis dampaknya terhadap peradaban bangsa.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya melestarikan nilai-nilai Islam Nusantara sebagai identitas keagamaan dan kebangsaan yang moderat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep Islam Nusantara dengan tepat sesuai kekhasan Nahdlatul Ulama.
  2. Melalui analisis sumber sejarah, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Islam Nusantara yang moderat dan toleran dengan benar.
  3. Dengan menyimak paparan guru, peserta didik dapat menganalisis peran Nahdlatul Ulama dalam melestarikan dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara secara runtut.
  4. Melalui proyek media informasi, peserta didik dapat menyajikan contoh implementasi nilai-nilai Islam Nusantara dalam kehidupan sehari-hari dengan kreatif dan menarik.
  5. Dengan diskusi interaktif, peserta didik dapat mengevaluasi relevansi Islam Nusantara di era globalisasi dengan argumen yang kuat dan logis.
Halaman 2 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami Islam Nusantara berarti menghargai kearifan lokal dalam praktik keagamaan, serta mengidentifikasi peran NU sebagai penjaga warisan peradaban Islam yang moderat dan toleran di Indonesia.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana Islam dapat berkembang pesat di Nusantara tanpa peperangan besar, dan apa peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga keunikan Islam di Indonesia?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuSejarah Indonesia: Kaitan dengan sejarah masuknya Islam, kerajaan Islam, dan peran ulama dalam perjuangan kemerdekaan.
Seni Budaya: Kaitan dengan akulturasi budaya lokal dalam seni Islam Nusantara seperti arsitektur masjid, kaligrafi, dan musik tradisional.
Pendidikan Pancasila: Kaitan dengan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebhinekaan yang terkandung dalam Islam Nusantara.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan praktik keagamaan lokal yang bernuansa Islam Nusantara di lingkungan mereka.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang dilengkapi akses internet dan perpustakaan sekolah dengan buku-buku sejarah Islam Nusantara dan ke-NU-an yang memadai.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform media sosial atau aplikasi desain grafis untuk membuat media informasi digital tentang Islam Nusantara sebagai hasil proyek.
Halaman 3 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan konsep Islam Nusantara dengan tepat sesuai kekhasan Nahdlatul Ulama.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Tokoh NU: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh NU (misal: pendiri NU, ulama kharismatik), peserta didik menebak nama tokoh tersebut. 2-3 menit.
  1. Salam, doa, dan presensi untuk memastikan kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
  2. Apersepsi: Guru menayangkan video singkat tentang keberagaman budaya dan agama di Indonesia, lalu bertanya 'Apa yang membuat Islam di Indonesia terasa berbeda dan damai dibandingkan di tempat lain?'
  3. Penyampaian tujuan pembelajaran: Guru menjelaskan tujuan pertemuan ini yaitu memahami konsep Islam Nusantara dan perannya dalam peradaban, serta memperkenalkan proyek pembuatan media informasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru memfasilitasi diskusi untuk merumuskan pertanyaan inti: 'Bagaimana Islam Nusantara terbentuk dan apa saja nilai-nilai utamanya?'
  2. Guru membagikan artikel atau ringkasan materi tentang Islam Nusantara dan sejarah perkembangannya di Indonesia, termasuk peran Wali Songo dan ulama-ulama awal.
  3. Peserta didik secara individu membaca dan mencatat poin-poin penting dari materi yang diberikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil dan berdiskusi untuk merencanakan proyek media informasi (misal: poster digital, infografis, video pendek) tentang Islam Nusantara.
  2. Setiap kelompok menyusun draf konsep media informasi yang akan dibuat, mencakup tema, pesan utama, dan elemen visual/audio yang akan digunakan, dengan fokus pada nilai-nilai moderasi dan toleransi.
  3. Guru memberikan bimbingan awal dan umpan balik terhadap draf konsep proyek masing-masing kelompok.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Presentasi singkat: Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan draf konsep proyek mereka di depan kelas.
  2. Umpan balik: Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan konstruktif terhadap presentasi, difasilitasi oleh guru.
  3. Penguatan: Guru menguatkan pemahaman tentang konsep Islam Nusantara dan memberikan arahan untuk perbaikan desain proyek berdasarkan masukan yang diterima.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Peserta didik dan guru menyimpulkan poin-poin penting tentang Islam Nusantara yang telah dipelajari.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan motivasi untuk melanjutkan proyek dengan semangat.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru mengingatkan tugas proyek dan doa penutup.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan menyimak paparan guru, peserta didik dapat menganalisis peran Nahdlatul Ulama dalam melestarikan dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Lanjut Kata Aswaja: Guru menyebutkan satu kata (misal: 'Islam'), peserta didik melanjutkan dengan kata yang relevan dengan Aswaja (misal: 'Nusantara'), dan seterusnya berantai. 2-3 menit.
  1. Salam, doa, dan presensi untuk memulai pembelajaran.
  2. Apersepsi: Guru memutar cuplikan pidato atau mars NU (Yaa Lal Wathon), lalu bertanya 'Apa kaitan mars ini dengan semangat kebangsaan dan keislaman yang kita pelajari?'
  3. Penyampaian tujuan pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pertemuan ini yaitu menganalisis peran NU dalam peradaban Islam Nusantara dan melanjutkan penyelesaian proyek.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok melanjutkan proyek dengan menyusun jadwal kerja rinci untuk menyelesaikan media informasi tentang Islam Nusantara dan peradaban, termasuk pembagian tugas.
  2. Guru menyajikan materi tentang sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama, Qanun Asasi, peran ulama NU, serta kontribusi NU dalam menjaga nilai-nilai Islam Nusantara dan keutuhan bangsa (misal: Resolusi Jihad, Khittah 1926).
  3. Peserta didik mencatat dan mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan guru.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik dalam kelompok secara aktif mengerjakan proyek media informasi mereka, mengumpulkan bahan, mendesain, dan membuat konten.
  2. Guru berkeliling antar kelompok, memberikan bimbingan teknis, memantau kemajuan, dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan substansi materi Islam Nusantara dan peran NU.
  3. Setiap kelompok mendokumentasikan proses pengerjaan proyek dan tantangan yang dihadapi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok mempresentasikan hasil akhir proyek media informasi mereka di depan kelas atau melalui platform digital.
  2. Evaluasi pengalaman: Peserta didik dan guru bersama-sama mengevaluasi hasil proyek berdasarkan kriteria yang telah disepakati, termasuk kesesuaian konten dengan Islam Nusantara dan peran NU, kreativitas, serta kerja sama kelompok.
  3. Guru memberikan umpan balik komprehensif dan apresiasi atas karya serta proses belajar setiap kelompok.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Simpulan bersama: Guru dan peserta didik merangkum peran penting Nahdlatul Ulama dalam menjaga dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara.
  2. Refleksi & apresiasi: Guru memberikan pujian dan motivasi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan hasil proyek yang telah dicapai.
  3. Tindak lanjut & doa: Guru memberikan pengayaan materi dan doa penutup, mengingatkan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Islam Nusantara.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajah Jejak Islam NusantaraNama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri Islam Nusantara dan peran Nahdlatul Ulama dalam peradaban.

Alat & bahan: Kertas HVS, spidol warna, gunting, lem, gambar (cetak atau digital), akses internet

Langkah kerja:

  1. Amati gambar peta pikiran tentang Islam Nusantara di bawah ini. (Gambar 1)
    Islam NusantaraModeratToleranMenghargai BudayaCinta Tanah Air
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Identifikasi minimal 3 ciri khas Islam Nusantara yang kamu temukan dari berbagai sumber, termasuk materi yang sudah dibahas.
  3. Diskusikan dengan kelompokmu, bagaimana Nahdlatul Ulama berperan dalam melestarikan ciri-ciri tersebut.
  4. Catat hasil diskusimu pada tabel yang disediakan, lalu buatlah infografis sederhana mengenai peran NU dalam Islam Nusantara.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang Islam di Indonesia?
  2. Sebutkan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia!
  3. Menurutmu, mengapa Islam di Indonesia dikenal moderat?
  4. Apakah kamu pernah mendengar istilah 'Islam Nusantara'?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan proses pengerjaan proyek media informasi.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek media informasi tentang Islam Nusantara dan peradaban, serta presentasi kelompok.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Menjelaskan konsep Islam Nusantara dengan tepat sesuai kekhasan Nahdlatul Ulama.Konsep, sejarah, dan nilai-nilai Islam Nusantara.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis peran Nahdlatul Ulama dalam melestarikan dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara secara runtut.Sejarah berdirinya NU, Qanun Asasi, peran ulama, dan kontribusi NU.2 JPkewargaan, kolaborasi
3Menyajikan contoh implementasi nilai-nilai Islam Nusantara dalam kehidupan sehari-hari dengan kreatif dan menarik melalui proyek media informasi.Aplikasi nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan Hubbul Wathan Minal Iman.2 JPkreativitas, kolaborasi
Halaman 8 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Islam Nusantara adalah corak Islam yang berkembang di Indonesia dengan mengakomodasi kearifan lokal. Pendekatan dakwah yang santun dan akomodatif terhadap budaya lokal menjadi ciri khasnya, menjadikannya model Islam yang moderat dan toleran. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara.

1. Pengertian dan Kekhasan Islam Nusantara
Islam Nusantara merujuk pada Islam yang berkembang di kepulauan Indonesia dengan karakteristik khas yang memadukan ajaran Islam dan budaya lokal. Kekhasan ini tercermin dalam nilai-nilai tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleran) yang menjadi pilar ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. Islam Nusantara tidak menolak tradisi lokal selama tidak bertentangan dengan syariat, melainkan merangkulnya sebagai bagian dari dakwah. Contohnya adalah tradisi tahlilan, ziarah kubur, dan peringatan maulid Nabi Muhammad ﷺ (Maulid Nabi Muhammad) yang merupakan amaliyah khas NU.

2. Sejarah Masuknya Islam di Nusantara
Islam masuk ke Nusantara secara damai melalui jalur perdagangan, perkawinan, dan pendidikan. Para pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan Gujarat membawa ajaran Islam yang kemudian disebarkan oleh para ulama dan wali, seperti Wali Songo di Jawa. Mereka menggunakan pendekatan dakwah yang adaptif, tidak memaksakan, dan menghargai budaya setempat. Hal ini memungkinkan Islam diterima secara luas oleh masyarakat dan menjadi agama mayoritas tanpa konflik besar, membentuk peradaban yang kaya akan akulturasi.

3. Nilai-nilai Moderasi Islam Nusantara
Moderasi Islam Nusantara menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara teks agama dan konteks sosial, antara rasionalitas dan spiritualitas, serta antara hak dan kewajiban. Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang mengedepankan sikap tengah dan menghindari ekstremisme. Toleransi antarumat beragama dan penghormatan terhadap keberagaman menjadi fondasi utama Islam Nusantara, yang diperkuat oleh semangat 'Hubbul Wathan Minal Iman' (cinta tanah air sebagian dari iman).

4. Peran Nahdlatul Ulama dalam Menjaga Islam Nusantara
Nahdlatul Ulama (NU) didirikan pada 31 Januari 1926 oleh KH Hasyim Asy'ari dan ulama lainnya di Surabaya. Sejak awal, NU berkomitmen menjaga kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang moderat dan melestarikan tradisi keislaman Nusantara. NU berperan aktif dalam pendidikan melalui pondok pesantren dan madrasah, serta dakwah yang santun. Qanun Asasi NU menjadi landasan organisasi untuk menjaga akidah Asy'ariyah-Maturidiyah, fikih bermazhab (utamanya Syafi'i), dan tasawuf Imam al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi.

5. Kontribusi NU terhadap Peradaban Bangsa
NU telah memberikan kontribusi besar bagi peradaban bangsa Indonesia. Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 menjadi bukti nyata peran NU dalam mempertahankan kemerdekaan. Melalui Khittah 1926, NU menegaskan kembali komitmennya sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan dan keislaman. Organisasi Banom seperti IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, dan Muslimat juga berperan aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat, demi kemajuan dan persatuan bangsa Indonesia.

6. Islam Nusantara di Era Globalisasi
Di tengah arus globalisasi, Islam Nusantara menghadapi tantangan dan peluang. Tantangan muncul dari ideologi transnasional yang cenderung ekstrem dan tidak sesuai dengan konteks Indonesia. Namun, Islam Nusantara juga memiliki peluang untuk menjadi model Islam yang damai dan toleran bagi dunia. Dengan menguatkan nilai-nilai moderasi dan kearifan lokal, Islam Nusantara dapat terus relevan dan berkontribusi dalam membangun peradaban global yang lebih baik, menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan secara bersamaan.

Rangkuman: Islam Nusantara adalah corak Islam di Indonesia yang moderat, toleran, dan berakulturasi dengan budaya lokal, berlandaskan Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah. Nahdlatul Ulama (NU) berperan sentral dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan peradaban Islam Nusantara serta berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan, dakwah, dan perjuangan kemerdekaan. Nilai-nilai ini relevan di era globalisasi untuk menjaga identitas keislaman dan kebangsaan.

Halaman 9 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Islam NusantaraCorak Islam khas Indonesia yang moderat dan berakulturasi dengan budaya lokal.
Ahlussunnah wal Jama'ahPaham keagamaan yang dianut NU, berpegang pada akidah Asy'ariyah-Maturidiyah, fikih bermazhab, dan tasawuf Imam al-Ghazali.
TawassuthSikap moderat atau tengah-tengah.
TawazunSikap seimbang.
TasamuhSikap toleran.
Qanun AsasiAnggaran Dasar Nahdlatul Ulama yang ditetapkan oleh KH Hasyim Asy'ari.
Hubbul Wathan Minal ImanCinta tanah air sebagian dari iman.
Resolusi JihadFatwa ulama NU pada 22 Oktober 1945 yang mewajibkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Aswaja / Ke-NU-an · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Islam Nusantara dan Peradaban" mata pelajaran Aswaja / Ke-NU-an Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Islam Nusantara dan Peradaban — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Islam Nusantara dan Peradaban ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIIPeta Konsep
Islam Nusantara dan PeradabanPengertian dan Kekhasan Islam NusantaraSejarah Masuknya Islam di NusantaraNilai-nilai Moderasi Islam NusantaraPeran Nahdlatul Ulama dalam Menjaga Islam NusantaraKontribusi NU terhadap Peradaban Bangsa
Dari sub-bab Islam Nusantara dan PeradabanHalaman 12
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaAswaja / Ke-NU-an · Kelas XIIProfil Lulusan
KewargaanKolaborasiPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Islam Nusantara dan Peradaban yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Aswaja / Ke-NU-an kelas 12 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Islam Nusantara dan Peradaban pada Aswaja / Ke-NU-an SMK, Fase F, elemen Aswaja dan Ke-NU-an.

Modul Islam Nusantara dan Peradaban ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Aswaja / Ke-NU-an kelas XII SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.

Apakah modul ajar Aswaja / Ke-NU-an materi Islam Nusantara dan Peradaban ini gratis?

Ya. Modul Islam Nusantara dan Peradaban untuk kelas XII SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Islam Nusantara dan Peradaban ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Aswaja / Ke-NU-an kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Aswaja / Ke-NU-an kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Islam Nusantara dan Peradaban ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Islam Nusantara dan Peradaban dapat Anda sesuaikan dengan murid Aswaja / Ke-NU-an kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Aswaja / Ke-NU-an kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Islam Nusantara dan Peradaban ini mengikuti Standar Kompetensi Lulusan (SKL) LP Ma'arif PBNU dan Kurikulum Merdeka Fase F, pada Fase F untuk kelas XII SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Islam Nusantara dan Peradaban tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Islam Nusantara dan Peradaban untuk Aswaja / Ke-NU-an kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Islam Nusantara dan Peradaban ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Aswaja / Ke-NU-an kelas XII SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Islam Nusantara dan Peradaban beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Aswaja / Ke-NU-an kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Aswaja / Ke-NU-an ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Islam Nusantara dan Peradaban disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Aswaja / Ke-NU-an SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.