Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X
Kualitas Air dan Hama Penyakit
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Agribisnis Perikanan |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kualitas Air dan Hama Penyakit |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar budidaya perikanan dan pentingnya lingkungan hidup yang sehat bagi organisme air. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Teknik Dasar Budidaya Perikanan |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kualitas air serta jenis hama dan penyakit pada budidaya perikanan, serta merancang tindakan pencegahan dan penanganannya secara efektif dan berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kualitas air yang buruk atau serangan hama penyakit dapat menyebabkan kerugian besar pada budidaya ikan. |
| Konseptual | Kualitas air mencakup parameter fisik, kimia, dan biologi yang memengaruhi kehidupan organisme perairan, sementara hama dan penyakit adalah ancaman biologis yang memerlukan penanganan khusus. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengukur parameter kualitas air, mengidentifikasi gejala serangan hama penyakit, dan menerapkan teknik penanganan yang tepat. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya pemahaman mendalam tentang kualitas air dan hama penyakit untuk keberhasilan dan keberlanjutan usaha agribisnis perikanan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah melakukan observasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi parameter kualitas air yang penting untuk budidaya perikanan dengan tepat.
- Melalui studi kasus dan analisis video, peserta didik dapat menganalisis dampak perubahan kualitas air terhadap pertumbuhan dan kesehatan ikan dengan cermat.
- Dengan praktik pengukuran kualitas air menggunakan alat sederhana, peserta didik dapat mengukur pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut (DO) air kolam secara akurat.
- Melalui pengamatan sampel dan diskusi, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis hama dan penyakit yang umum menyerang ikan budidaya dengan benar.
- Dengan merujuk pada panduan penanganan hama dan penyakit, peserta didik dapat merumuskan tindakan pencegahan dan penanganan hama penyakit pada budidaya perikanan secara efektif.
Pemahaman bermakna: Memahami kualitas air dan hama penyakit bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil tindakan preventif serta kuratif yang tepat untuk menjaga kelangsungan budidaya perikanan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kualitas air dan kesehatan ikan sangat krusial dalam menentukan keberhasilan usaha budidaya perikanan?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kimia: Konsep pH, oksigen terlarut, amonia, dan nitrit dalam air serta pengaruhnya terhadap organisme akuatik. Biologi: Identifikasi morfologi hama dan patogen penyebab penyakit ikan, siklus hidup, serta interaksi organisme dalam ekosistem perairan. Matematika: Pengolahan data hasil pengukuran kualitas air dan perhitungan dosis obat atau pakan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dalam diskusi tentang masalah kualitas air dan hama penyakit yang pernah dialami di lingkungan sekitar atau usaha perikanan mereka. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di laboratorium basah atau area kolam budidaya sekolah untuk praktik pengukuran kualitas air, serta ruang kelas dengan akses internet untuk studi kasus dan diskusi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi simulasi pengukuran kualitas air, video tutorial identifikasi hama penyakit, dan platform diskusi daring untuk berbagi hasil observasi dan analisis. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah melakukan observasi dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi parameter kualitas air yang penting untuk budidaya perikanan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan praktik pengukuran kualitas air menggunakan alat sederhana, peserta didik dapat mengukur pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut (DO) air kolam secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi parameter kualitas air dan dampaknya pada budidaya ikan.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Kualitas air dan hama penyakit merupakan dua faktor penentu utama keberhasilan budidaya perikanan. Air adalah media hidup ikan, sehingga kualitasnya harus optimal agar ikan dapat tumbuh sehat dan produktif.
Alat & bahan: Kertas kerja, alat tulis, bahan ajar, gawai (opsional), gambar kondisi kolam budidaya
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati kondisi kolam budidaya ikan yang berbeda.
- Diskusikan dalam kelompok, apa perbedaan kondisi kolam tersebut dan mengapa bisa terjadi?
- Identifikasi minimal 3 parameter kualitas air yang menurut kamu paling penting untuk budidaya ikan.
- Jelaskan dampak jika salah satu parameter kualitas air tersebut tidak sesuai standar pada tabel.
- Sajikan hasil diskusimu di depan kelas dan bandingkan dengan kelompok lain.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang kualitas air dalam budidaya ikan?
- Sebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air kolam.
- Pernahkah kamu melihat ikan yang sakit? Apa ciri-cirinya?
- Menurutmu, mengapa hama dan penyakit bisa menyerang ikan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok, ketepatan identifikasi parameter kualitas air di LKPD, dan keterampilan saat praktik pengukuran.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil presentasi kelompok, laporan Jobsheet praktik, dan jawaban soal evaluasi tertulis.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi parameter kualitas air | Parameter fisik, kimia, biologi air | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis dampak perubahan kualitas air | Dampak parameter air terhadap ikan | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Mengukur kualitas air | Praktik pengukuran pH, suhu, DO | 2 JP | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| 4 | Mengidentifikasi hama dan penyakit | Jenis hama dan penyakit ikan | 2 JP | Penalaran Kritis |
Kualitas air dan hama penyakit merupakan dua faktor penentu utama keberhasilan budidaya perikanan. Air adalah media hidup ikan, sehingga kualitasnya harus optimal agar ikan dapat tumbuh sehat dan produktif. Ancaman hama dan penyakit juga tidak bisa diabaikan, karena dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang kedua aspek ini sangat krusial bagi setiap pembudidaya.
1. Parameter Kualitas Air Fisik
Parameter fisik kualitas air meliputi suhu, kecerahan, dan warna air. Suhu air ideal untuk sebagian besar ikan budidaya berkisar 25-30°C. Perubahan suhu ekstrem dapat menyebabkan stres pada ikan. Kecerahan air menunjukkan tingkat penetrasi cahaya dan keberadaan partikel tersuspensi, yang memengaruhi fotosintesis fitoplankton. Warna air dapat mengindikasikan keberadaan bahan organik, alga, atau pencemaran. Pengukuran parameter fisik ini penting untuk memantau kondisi lingkungan budidaya secara visual dan menggunakan termometer atau secchi disk.
2. Parameter Kualitas Air Kimia
Parameter kimia yang vital antara lain pH (derajat keasaman), oksigen terlarut (DO), amonia (NH3), nitrit (NO2-), dan nitrat (NO3-). pH ideal untuk ikan air tawar umumnya 6,5-8,5. DO sangat krusial karena ikan bernapas dengan oksigen terlarut; kadar di bawah 4 mg/L dapat membahayakan ikan. Amonia dan nitrit bersifat toksik bagi ikan, hasil dari sisa pakan dan metabolisme. Pemantauan rutin menggunakan test kit adalah kunci untuk menjaga parameter ini tetap optimal.
3. Hama dalam Budidaya Perikanan
Hama adalah organisme pengganggu yang bukan merupakan target budidaya, namun dapat bersaing pakan, memangsa, atau merusak ikan budidaya. Contoh hama meliputi ikan liar (seperti ikan gabus atau lele liar), burung pemakan ikan (seperti bangau), serangga air (misalnya larva capung), dan hewan pengerat (seperti tikus). Pencegahan hama dapat dilakukan dengan pemasangan jaring pelindung, pengeringan kolam, dan pembersihan gulma secara rutin. Penanganan harus disesuaikan dengan jenis hama yang ditemukan.
4. Penyakit dalam Budidaya Perikanan
Penyakit pada ikan dapat disebabkan oleh berbagai patogen seperti bakteri (misalnya Aeromonas hydrophila), virus (misalnya Koi Herpesvirus), jamur (misalnya Saprolegnia sp.), dan parasit (misalnya kutu ikan Argulus sp. atau cacing). Gejala penyakit bervariasi, mulai dari perubahan perilaku (lesu, berenang tidak normal), perubahan fisik (luka, sisik berdiri, warna pucat), hingga kematian massal. Pencegahan melalui biosekuriti, menjaga kualitas air, dan pakan bergizi sangat penting. Penanganan bisa dengan karantina, pemberian obat, atau perbaikan lingkungan.
5. Manajemen Kualitas Air dan Penyakit
Manajemen kualitas air yang baik melibatkan monitoring rutin, aerasi, pergantian air parsial, dan pengelolaan pakan yang efisien. Untuk penyakit, fokus pada pencegahan adalah yang terbaik, seperti sanitasi kolam, desinfeksi alat, dan seleksi benih yang sehat. Jika penyakit sudah terlanjur menyerang, identifikasi cepat dan tepat menjadi kunci untuk memilih pengobatan yang efektif, baik secara kimiawi maupun biologis, dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan dan keamanan pangan.
Rangkuman: Kualitas air yang optimal (suhu, pH, DO) dan bebas dari hama penyakit adalah fondasi keberhasilan budidaya perikanan. Pemahaman parameter fisik dan kimia air, serta identifikasi jenis hama dan patogen penyebab penyakit, sangat penting. Dengan manajemen kualitas air yang baik, penerapan biosekuriti, dan penanganan yang tepat, risiko kerugian akibat masalah lingkungan dan kesehatan ikan dapat diminimalisir, sehingga produktivitas budidaya tetap terjaga dan berkelanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Aerasi | Proses penambahan oksigen ke dalam air. |
| Amonia | Senyawa nitrogen toksik hasil penguraian sisa pakan dan kotoran ikan. |
| Biosekuriti | Prosedur pencegahan masuk dan menyebarnya penyakit pada area budidaya. |
| DO (Dissolved Oxygen) | Kadar oksigen terlarut dalam air. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kualitas Air dan Hama Penyakit" mata pelajaran Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bagian dari Bab 2 · Teknik Dasar Budidaya Perikanan
Modul ini membahas satu subbab. Subbab lain di bab ini, atau seluruh bab dalam satu modul:
Bab 2Teknik Dasar Budidaya PerikananModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2.1Pentingnya Memahami Agribisnis2.2Definisi Budidaya Perikanan2.3Persiapan Budidaya Perikanan2.4Dasar Pemeliharaan Ikan2.5Dasar Managemen Pakan Alami dan Pakan Buatan2.6Kualitas Air dan Hama PenyakitSedang Anda buka2.7Hama Penyakit Ikan2.8Panen dan Pascapanen2.9Distribusi dan Pemasaran2.10PemasaranBukan Kualitas Air dan Hama Penyakit yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 4 siap unduh
Karakteristik Komoditas PerikananModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeknik Dasar Budidaya PerikananModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAgripreneurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAProses BisnisBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Dasar Analisa Usaha dan PemasaranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar Manajemen Agribisnis PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Teknologi dan Digitalisasi Bidang PerikananBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Agribisnis Perikanan lain yang sudah tersedia
Manajemen Kualitas Air serta Hama dan Penyakit IkanDasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X SMKWawasan Dunia Kerja Bidang PerikananDasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kualitas Air dan Hama Penyakit pada Dasar-dasar Agribisnis Perikanan SMK, Fase E, elemen Teknik Dasar Budidaya Perikanan.
Modul Kualitas Air dan Hama Penyakit ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan materi Kualitas Air dan Hama Penyakit ini gratis?
Ya. Modul Kualitas Air dan Hama Penyakit untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kualitas Air dan Hama Penyakit ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kualitas Air dan Hama Penyakit ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kualitas Air dan Hama Penyakit dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kualitas Air dan Hama Penyakit ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kualitas Air dan Hama Penyakit tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kualitas Air dan Hama Penyakit untuk Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kualitas Air dan Hama Penyakit ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kualitas Air dan Hama Penyakit beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Agribisnis Perikanan kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Agribisnis Perikanan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kualitas Air dan Hama Penyakit disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.