Modul Ajar & RPP Dasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X
Angka Sorong
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar Dasar Teknik Otomotif |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Angka Sorong |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang satuan panjang dan cara membaca skala pada alat ukur sederhana seperti penggaris. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis data hasil pengukuran dan mengevaluasi keakuratan pengukuran menggunakan angka sorong. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
Peserta didik mengidentifikasi berbagai solusi untuk mengatasi kesalahan pengukuran dan mengembangkan ide perbaikan prosedur. - Kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan pengukuran, mencatat data, dan menyajikan hasil secara efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Menyeluruh Bidang Otomotif |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan proses bisnis menyeluruh bidang otomotif, termasuk penggunaan alat ukur presisi seperti angka sorong, serta menerapkan prosedur keselamatan kerja. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Angka sorong adalah alat ukur presisi yang sering digunakan di bengkel otomotif untuk mengukur dimensi komponen mesin. |
| Konseptual | Prinsip kerja angka sorong didasarkan pada perbedaan skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih teliti. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah kalibrasi, pengukuran diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan ketebalan menggunakan angka sorong. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dan akurasi dalam pengukuran serta dampaknya terhadap kualitas perakitan komponen otomotif. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati demonstrasi guru, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian angka sorong dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan fungsi setiap bagian angka sorong dengan benar.
- Dengan bimbingan guru dan praktik langsung, peserta didik dapat melakukan kalibrasi angka sorong sesuai prosedur operasional standar.
- Setelah melakukan praktik pengukuran, peserta didik dapat membaca hasil pengukuran angka sorong dengan tingkat ketelitian 0,02 mm secara akurat.
- Melalui praktik mandiri, peserta didik dapat menggunakan angka sorong untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan ketebalan benda kerja sesuai standar keselamatan kerja.
Pemahaman bermakna: Penggunaan angka sorong yang tepat sangat krusial dalam industri otomotif untuk memastikan presisi komponen, meminimalkan kesalahan perakitan, dan menjaga kualitas produk kendaraan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa pengukuran yang sangat presisi sangat penting dalam pembuatan komponen mesin mobil?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Penerapan konsep desimal, pembulatan angka, dan akurasi dalam pembacaan skala pengukuran. Fisika: Pemahaman tentang prinsip kerja alat ukur, ketelitian, dan konsep besaran panjang. Kewirausahaan: Perhitungan biaya material dan dampak kesalahan pengukuran terhadap efisiensi produksi di bengkel. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka menggunakan alat ukur presisi dalam pekerjaan sehari-hari. |
| Lingkungan Pembelajaran | Bengkel sekolah atau laboratorium praktik yang dilengkapi dengan alat ukur dan benda kerja yang aman serta nyaman untuk praktik pengukuran. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi simulasi angka sorong di smartphone atau komputer untuk latihan membaca skala secara interaktif sebelum praktik langsung. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati demonstrasi guru, peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian angka sorong dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Bagian Mesin: Guru menayangkan gambar-gambar bagian mesin mobil secara cepat, dan peserta didik menebak nama bagian tersebut untuk melatih fokus.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan praktik langsung, peserta didik dapat melakukan kalibrasi angka sorong sesuai prosedur operasional standar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Teknik: Guru menyebut satu kata terkait otomotif, peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan dengan kata sebelumnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Kamu dapat mengidentifikasi bagian-bagian angka sorong dan fungsinya.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Angka sorong, atau sering disebut jangka sorong, adalah salah satu alat ukur presisi yang sangat vital dalam dunia teknik, khususnya otomotif.
Alat & bahan: Angka sorong, pensil
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar angka sorong di bawah ini.
- Identifikasi bagian-bagian angka sorong dan tuliskan namanya pada kolom 'Nama Bagian' di tabel.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu mengenai fungsi dari setiap bagian tersebut dan tuliskan di kolom 'Fungsi Bagian'.
- Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Pernahkah kamu melihat alat ukur yang lebih teliti dari penggaris?
- Menurutmu, apa pentingnya pengukuran yang sangat akurat dalam teknik otomotif?
- Sebutkan satuan panjang yang kamu ketahui!
Formatif (proses): Observasi guru terhadap kinerja peserta didik saat melakukan kalibrasi dan pengukuran menggunakan angka sorong selama praktik.
Sumatif (akhir): Tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan membaca skala angka sorong, serta penilaian Jobsheet Praktikum.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi bagian-bagian dan fungsi angka sorong | Bagian dan fungsi angka sorong | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Melakukan kalibrasi dan membaca skala angka sorong | Kalibrasi dan pembacaan skala nonius | 2 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menggunakan angka sorong untuk berbagai jenis pengukuran | Pengukuran diameter luar, dalam, kedalaman, ketebalan | 2 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
Angka sorong, atau sering disebut jangka sorong, adalah salah satu alat ukur presisi yang sangat vital dalam dunia teknik, khususnya otomotif. Dengan kemampuannya mengukur dimensi dengan tingkat ketelitian yang tinggi, angka sorong menjadi instrumen tak tergantikan untuk memastikan setiap komponen mesin memiliki ukuran yang sesuai standar. Modul ini akan membimbing kamu memahami prinsip, bagian, fungsi, hingga praktik penggunaan angka sorong.
1. Pengertian Angka Sorong
Angka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian lebih tinggi dibandingkan penggaris, umumnya hingga 0,02 mm atau 0,05 mm. Alat ini digunakan untuk mengukur dimensi luar, dimensi dalam, kedalaman, dan ketebalan suatu benda. Angka sorong sangat penting dalam pekerjaan yang membutuhkan presisi tinggi, seperti pada perakitan komponen mesin, pengerjaan logam, dan kontrol kualitas produk.
2. Bagian-bagian Angka Sorong
Angka sorong terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu: rahang ukur luar untuk mengukur dimensi luar, rahang ukur dalam untuk mengukur dimensi dalam, tangkai ukur kedalaman untuk mengukur kedalaman, skala utama (mm/inci), skala nonius (vernier scale) untuk pembacaan ketelitian, sekrup pengunci untuk menahan posisi rahang, dan penggeser untuk menggerakkan rahang.
3. Fungsi Setiap Bagian
Setiap bagian angka sorong memiliki fungsi spesifik. Rahang ukur luar berfungsi menjepit benda untuk mengukur diameter luar atau panjang. Rahang ukur dalam digunakan untuk mengukur diameter lubang atau celah. Tangkai ukur kedalaman berfungsi mengukur kedalaman lubang atau langkah. Skala utama memberikan nilai bulat, sedangkan skala nonius memberikan nilai pecahan yang lebih teliti. Sekrup pengunci menjaga rahang tetap pada posisinya setelah pengukuran.
4. Prinsip Kerja Angka Sorong
Prinsip kerja angka sorong adalah memanfaatkan perbedaan jarak antar garis pada skala utama dan skala nonius. Skala nonius memiliki panjang yang sedikit berbeda dengan sejumlah garis pada skala utama, sehingga ketika digeser, hanya satu garis pada skala nonius yang akan sejajar sempurna dengan salah satu garis pada skala utama. Titik keselarasan inilah yang menunjukkan nilai pecahan pengukuran.
5. Kalibrasi Angka Sorong
Sebelum melakukan pengukuran, angka sorong harus dikalibrasi. Kalibrasi dilakukan dengan menutup rapat kedua rahang ukur. Pastikan angka nol pada skala utama sejajar dengan angka nol pada skala nonius. Jika tidak sejajar, berarti ada error nol yang harus dikoreksi atau diperhitungkan dalam pembacaan hasil pengukuran. Kalibrasi memastikan akurasi pengukuran awal.
6. Cara Membaca Skala Angka Sorong
Pembacaan hasil pengukuran angka sorong dilakukan dalam dua tahap. Pertama, baca nilai pada skala utama yang terletak tepat sebelum angka nol pada skala nonius. Ini adalah nilai bulat. Kedua, cari garis pada skala nonius yang sejajar sempurna dengan salah satu garis pada skala utama. Kalikan angka pada garis nonius yang sejajar tersebut dengan tingkat ketelitian angka sorong (misal 0,02 mm). Jumlahkan kedua nilai ini untuk mendapatkan hasil akhir.
7. Jenis-jenis Pengukuran dengan Angka Sorong
Angka sorong dapat digunakan untuk berbagai jenis pengukuran: 1) Diameter luar: mengukur dimensi luar benda silinder atau panjang benda. 2) Diameter dalam: mengukur diameter lubang atau celah. 3) Kedalaman: mengukur kedalaman lubang atau alur. 4) Ketebalan: mengukur ketebalan suatu plat atau benda pipih. Setiap jenis pengukuran memerlukan penggunaan bagian angka sorong yang berbeda.
8. Keselamatan Kerja dalam Pengukuran
Penting untuk selalu memperhatikan keselamatan kerja saat menggunakan angka sorong. Pastikan tangan bersih dan tidak berminyak agar alat tidak licin. Gunakan kacamata keselamatan jika diperlukan. Hindari menjatuhkan alat karena dapat merusak presisi. Setelah digunakan, bersihkan angka sorong dan simpan di tempat yang aman untuk menjaga akurasi dan umur pakainya.
Rangkuman: Angka sorong adalah alat ukur presisi yang esensial di bidang otomotif untuk mengukur dimensi luar, dalam, kedalaman, dan ketebalan dengan ketelitian tinggi. Penggunaan yang benar melibatkan pengenalan bagian-bagian, kalibrasi, pembacaan skala utama dan nonius, serta penerapan prosedur keselamatan kerja. Ketelitian dalam pengukuran sangat penting untuk memastikan kualitas dan fungsionalitas komponen mesin.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Angka sorong | Alat ukur presisi untuk mengukur panjang, diameter, kedalaman, dan ketebalan. |
| Skala utama | Skala pada batang angka sorong yang menunjukkan nilai bulat pengukuran. |
| Skala nonius | Skala geser pada angka sorong yang menunjukkan nilai pecahan pengukuran. |
| Ketelitian | Kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil yang mendekati nilai sebenarnya. |
| Kalibrasi | Proses penyesuaian alat ukur agar menunjukkan nilai yang akurat. |
| Presisi | Tingkat keakuratan atau ketepatan suatu pengukuran. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Angka Sorong" mata pelajaran Dasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Angka Sorong yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 materi · siap dibuatkan
Proses Bisnis Bidang Otomotif secara MenyeluruhBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Teknologi Otomotif dan Isu-Isu GlobalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProfesi dan Kewirausahaan Bidang Otomotif (Job-Profile dan Technopreneurship)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKeselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja IndustriBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTeknik Dasar Pemeliharaan dan Perbaikan OtomotifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Gambar Teknik OtomotifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeralatan dan Perlengkapan Tempat KerjaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemeliharaan dan Pemeriksaan Komponen OtomotifBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar Elektronika Otomotif dan PematrianBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar Sistem Hidrolik dan PneumatikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar Dasar Teknik Otomotif lain yang sudah tersedia
Alat Ukur Angka SorongDasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X SMKAlat Ukur Jangka Sorong, Caliper, SigmatDasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X SMKDasar gambar teknik otomotifDasar dasar teknik otomotif Kelas X SMKPeralatan dan perlengkapan di tempat kerja otomotifDasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar Dasar Teknik Otomotif Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Angka Sorong pada Dasar Dasar Teknik Otomotif SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Menyeluruh Bidang Otomotif.
Modul Angka Sorong ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Angka Sorong untuk Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X.
Apakah modul ajar Dasar Dasar Teknik Otomotif materi Angka Sorong ini gratis?
Ya. Modul Angka Sorong untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Angka Sorong ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Angka Sorong ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Angka Sorong dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Angka Sorong ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Angka Sorong tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Angka Sorong untuk Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Angka Sorong ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Angka Sorong beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar Dasar Teknik Otomotif kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar Dasar Teknik Otomotif ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Angka Sorong disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.