Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Teknologi Farmasi Kelas X
Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Teknologi Farmasi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis obat tradisional dan komponen penyusunnya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis kasus pelanggaran CPOTB dan mengevaluasi dampak serta solusinya. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk merancang prosedur pembuatan obat tradisional sesuai CPOTB. - kemandirian — elemen: Pemahaman diri dan situasi
Peserta didik secara mandiri mengidentifikasi kebutuhan belajar dan mencari informasi terkait CPOTB.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Proses Produksi Sediaan Farmasi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami prinsip-prinsip dasar teknologi farmasi, termasuk cara pembuatan obat tradisional yang baik, serta mengidentifikasi dan menerapkan standar kualitas dalam proses produksi sediaan farmasi di industri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Obat tradisional seperti jamu, param, dan tapel harus diproduksi dengan standar kualitas tertentu agar aman dan berkhasiat. |
| Konseptual | CPOTB adalah pedoman yang memastikan obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dan persyaratan dalam penerapan aspek-aspek CPOTB di fasilitas produksi. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya pemahaman dan penerapan CPOTB untuk menjamin keamanan dan efektivitas produk obat tradisional bagi masyarakat. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dengan tepat.
- Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam penerapan CPOTB dengan benar.
- Dengan simulasi, peserta didik dapat merancang prosedur pembuatan obat tradisional sesuai aspek CPOTB dengan runtut.
- Melalui praktik langsung, peserta didik dapat menerapkan prosedur Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) pada produk sederhana dengan teliti.
- Setelah presentasi, peserta didik dapat mengevaluasi penerapan CPOTB pada studi kasus produksi obat tradisional dengan kritis.
- Dengan mengerjakan soal, peserta didik dapat menganalisis permasalahan terkait pelanggaran CPOTB dan menyajikan solusinya secara logis.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) sangat penting untuk menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat produk obat tradisional yang beredar di masyarakat.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu mengatur cara pembuatan obat tradisional, padahal nenek moyang kita sudah membuatnya secara turun-temurun?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kimia: Pemahaman tentang sifat kimia bahan baku obat tradisional dan interaksinya dalam proses produksi. Biologi: Pengetahuan tentang identifikasi tanaman obat dan bagian yang berkhasiat serta potensi kontaminasi mikroba. Kewirausahaan: Merancang produk obat tradisional yang memenuhi CPOTB sebagai bagian dari pengembangan usaha. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berbagi pengalaman tentang pembuatan obat tradisional di rumah atau industri kecil untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Laboratorium atau bengkel farmasi sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas standar produksi dan K3 akan menjadi lingkungan belajar yang aman dan mendukung praktik CPOTB. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video tutorial, simulasi virtual, atau aplikasi e-book tentang CPOTB dapat membantu peserta didik memahami konsep dan prosedur secara visual dan interaktif. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Obat Tradisional: Guru menayangkan gambar berbagai obat tradisional. Peserta didik menebak nama dan kegunaannya secara bergantian, lalu guru mengaitkan dengan pentingnya kualitas.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam penerapan CPOTB dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Farmasi: Guru menyebutkan satu kata terkait farmasi. Peserta didik berikutnya harus menyebutkan kata lain yang berawalan huruf terakhir dari kata sebelumnya, berlanjut hingga 10 kata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi aspek-aspek CPOTB pada produk obat tradisional yang ada di pasaran.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Obat tradisional telah lama menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia. Namun, untuk memastikan keamanannya dan khasiatnya, diperlukan standar produksi yang jelas.
Alat & bahan: Produk obat tradisional (kemasan), alat tulis
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati kemasan obat tradisional di bawah ini dengan teliti.
- Identifikasi informasi yang tertera pada kemasan terkait dengan aspek CPOTB (misalnya: nama produsen, nomor izin edar, komposisi, tanggal kedaluwarsa, petunjuk penggunaan).
- Catat hasil pengamatanmu pada tabel yang disediakan.
- Diskusikan dengan kelompokmu, apakah informasi yang ada sudah cukup untuk menjamin produk ini memenuhi CPOTB? Berikan alasanmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang obat tradisional?
- Sebutkan contoh obat tradisional yang sering kamu dengar atau gunakan!
- Menurutmu, apakah semua obat tradisional itu aman untuk dikonsumsi?
- Apa yang membuat suatu produk obat tradisional bisa dipercaya kualitasnya?
Formatif (proses): Observasi selama diskusi kelompok dan praktik, penilaian Jobsheet, serta umpan balik saat presentasi.
Sumatif (akhir): Tes tertulis (pilihan ganda dan esai) serta penilaian produk praktik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dengan tepat. | Prinsip CPOTB | 2 JP | penalaran kritis, kemandirian |
| 2 | Mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam penerapan CPOTB dengan benar. | Aspek-aspek CPOTB | 2 JP | kolaborasi, penalaran kritis |
| 3 | Merancang prosedur pembuatan obat tradisional sesuai aspek CPOTB dengan runtut. | Perancangan Prosedur CPOTB | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 4 | Menerapkan prosedur Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) pada produk sederhana dengan teliti. | Praktik CPOTB | 2 JP | kemandirian, penalaran kritis |
Obat tradisional telah lama menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia. Namun, untuk memastikan keamanannya dan khasiatnya, diperlukan standar produksi yang jelas. Bahan ajar ini akan membimbing kamu memahami Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), sebuah pedoman penting dalam industri obat tradisional.
1. 1. Pengantar CPOTB
Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) adalah pedoman yang digunakan untuk memastikan produk obat tradisional diproduksi secara konsisten dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Tujuan utama CPOTB adalah melindungi masyarakat dari risiko produk yang tidak aman, tidak bermutu, atau tidak berkhasiat. CPOTB mencakup semua tahapan produksi, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga penyimpanan produk jadi. Penerapan CPOTB sangat krusial untuk menjaga reputasi dan kepercayaan konsumen terhadap obat tradisional. Contoh nyata pentingnya CPOTB adalah mencegah kontaminasi bahan kimia berbahaya atau mikroorganisme pada produk jamu.
2. 2. Prinsip-prinsip Dasar CPOTB
Prinsip dasar CPOTB meliputi beberapa aspek kunci. Pertama, manajemen mutu, yaitu sistem yang memastikan produk dibuat dan dikendalikan secara konsisten sesuai standar. Kedua, personalia, yang menekankan pentingnya kualifikasi, pelatihan, dan higiene karyawan. Ketiga, bangunan dan fasilitas, yang harus dirancang dan dipelihara agar sesuai untuk produksi dan mencegah kontaminasi. Keempat, sanitasi dan higiene, yaitu prosedur pembersihan dan pencegahan kontaminasi. Kelima, peralatan, yang harus sesuai, terkalibrasi, dan terpelihara. Keenam, bahan awal, yang harus memenuhi spesifikasi mutu. Ketujuh, proses produksi dan pengawasan selama proses, yaitu langkah-langkah yang terkendali. Kedelapan, produk jadi, yang harus memenuhi standar sebelum didistribusikan. Kesembilan, pengawasan mutu, yaitu pengujian produk. Kesepuluh, inspeksi diri, yaitu evaluasi internal berkala. Kesebelas, penanganan keluhan dan penarikan produk, yaitu prosedur jika ada masalah. Terakhir, dokumentasi, yaitu pencatatan semua kegiatan secara akurat. Semua prinsip ini saling berkaitan untuk menjamin kualitas produk.
3. 3. Aspek Personalia
Aspek personalia dalam CPOTB sangat penting karena manusia adalah faktor utama dalam proses produksi. Setiap karyawan yang terlibat dalam pembuatan obat tradisional harus memiliki kualifikasi yang sesuai, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan khusus. Mereka juga harus memahami tanggung jawab masing-masing. Pelatihan berkala diperlukan untuk menjaga kompetensi. Selain itu, higiene perorangan yang ketat wajib diterapkan, seperti mencuci tangan, menggunakan pakaian kerja bersih (APD), dan tidak makan atau minum di area produksi. Karyawan yang sakit tidak boleh bekerja di area produksi untuk mencegah kontaminasi produk. Contoh penerapan: Seorang operator produksi jamu harus mengenakan sarung tangan, masker, dan penutup kepala saat bekerja.
4. 4. Aspek Bangunan dan Fasilitas
Bangunan dan fasilitas produksi obat tradisional harus dirancang, dibangun, dan dipelihara sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tujuan penggunaannya. Ini berarti bangunan harus mudah dibersihkan, mencegah penumpukan debu, dan melindungi produk dari kontaminasi silang. Area produksi, penyimpanan, dan pengujian harus terpisah dan memiliki akses yang terkontrol. Ventilasi yang baik diperlukan untuk mencegah kelembaban berlebih dan menyebarnya partikel. Pencahayaan harus memadai untuk semua aktivitas. Contoh: Lantai dan dinding area produksi terbuat dari bahan yang halus, tidak berpori, dan mudah dibersihkan; tersedia area ganti pakaian dan toilet terpisah dari area produksi.
5. 5. Aspek Sanitasi dan Higiene
Sanitasi dan higiene mencakup semua tindakan untuk mencegah kontaminasi produk dari berbagai sumber. Ini termasuk kebersihan lingkungan produksi, peralatan, bahan baku, dan personel. Prosedur pembersihan dan desinfeksi harus didokumentasikan dan dilaksanakan secara rutin. Air yang digunakan dalam produksi harus memenuhi standar air minum atau air murni sesuai kebutuhan. Pengendalian hama (serangga, tikus) juga merupakan bagian dari sanitasi. Contoh: Semua peralatan yang bersentuhan dengan bahan baku atau produk harus dicuci bersih dan disterilkan sebelum dan sesudah digunakan; tersedia tempat sampah tertutup yang terpisah untuk limbah.
6. 6. Aspek Dokumentasi
Dokumentasi adalah tulang punggung CPOTB. Semua kegiatan yang terkait dengan produksi, pengujian, dan distribusi harus dicatat secara akurat, lengkap, dan mudah diakses. Ini termasuk spesifikasi bahan baku, prosedur operasi standar (SOP), catatan batch produksi, hasil pengujian, catatan kalibrasi alat, dan catatan distribusi. Dokumentasi yang baik memungkinkan penelusuran kembali setiap tahapan produksi jika terjadi masalah dan merupakan bukti kepatuhan terhadap standar. Contoh: Setiap batch produk jamu memiliki nomor batch unik dan catatan produksi yang mencatat tanggal, operator, bahan yang digunakan, dan hasil pengujiannya.
7. 7. Aspek Pengawasan Mutu
Pengawasan mutu adalah serangkaian kegiatan pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa bahan baku, bahan pengemas, produk antara, dan produk jadi memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Ini melibatkan pengambilan sampel, pengujian di laboratorium, dan evaluasi hasil pengujian. Laboratorium pengawasan mutu harus dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan dioperasikan oleh personel yang kompeten. Pengawasan mutu tidak hanya dilakukan di akhir proses, tetapi juga selama proses produksi (in-process control) untuk mendeteksi masalah lebih awal. Contoh: Pengujian kadar air pada serbuk bahan baku, pengujian waktu hancur pil jamu, atau pengujian cemaran mikroba pada produk jadi.
8. 8. Inspeksi Diri dan Penanganan Keluhan
Inspeksi diri adalah evaluasi internal yang dilakukan secara berkala oleh produsen untuk menilai kepatuhan terhadap CPOTB. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kelemahan dan melakukan tindakan perbaikan. Sementara itu, prosedur penanganan keluhan dan penarikan produk (recall) adalah mekanisme jika ada keluhan dari konsumen atau ditemukan masalah kualitas produk setelah beredar. Produsen harus memiliki sistem yang efektif untuk menerima, menyelidiki, dan menanggapi keluhan, serta menarik produk yang bermasalah dari pasaran jika diperlukan. Contoh: Tim internal melakukan audit CPOTB setiap 6 bulan; jika ada keluhan efek samping, produsen segera menyelidiki penyebabnya dan mengambil tindakan korektif.
Rangkuman: CPOTB adalah pedoman esensial untuk menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat obat tradisional. Prinsip dan aspek-aspeknya mencakup manajemen mutu, personalia, bangunan, sanitasi, peralatan, bahan baku, proses produksi, produk jadi, pengawasan mutu, inspeksi diri, penanganan keluhan, dan dokumentasi. Dengan menerapkan CPOTB secara konsisten, industri obat tradisional dapat membangun kepercayaan konsumen dan memberikan produk yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| CPOTB | Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik |
| Jamu | Obat tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan alami |
| Kontaminasi | Pencemaran oleh zat atau mikroorganisme yang tidak diinginkan |
| Higiene | Upaya menjaga kesehatan melalui kebersihan |
| Sanitasi | Upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih |
| SOP | Prosedur Operasi Standar |
| Recall | Penarikan produk dari pasaran karena masalah keamanan atau kualitas |
| Batch | Satu kelompok produk yang dibuat dalam satu siklus produksi yang sama |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik" mata pelajaran Dasar-dasar Teknologi Farmasi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Teknologi Farmasi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 5 siap unduh
Proses Bisnis Bidang Teknologi FarmasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerkembangan Teknologi dan Isu-Isu GlobalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisProfil Pelaku Wirausaha, Peluang Usaha, dan Peluang KerjaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)Modul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAPenggolongan ObatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTanaman Obat IndonesiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDasar-Dasar Kerja di LaboratoriumBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKlasifikasi ObatBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Teknologi Farmasi lain yang sudah tersedia
Obat, Resep, dan DosisDasar-dasar Teknologi Farmasi Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Teknologi Farmasi Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada Dasar-dasar Teknologi Farmasi SMK, Fase E, elemen Proses Produksi Sediaan Farmasi.
Modul Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Teknologi Farmasi materi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini gratis?
Ya. Modul Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik untuk Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Teknologi Farmasi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Teknologi Farmasi ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.