Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas IX
Sesorah
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jawa |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Sesorah |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar berbicara di depan umum dalam Bahasa Jawa sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Berbicara dan Mempresentasikan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara lisan dalam berbagai konteks, serta menanggapi informasi dari berbagai sumber dengan santun dan bertanggung jawab, sesuai kaidah Bahasa Jawa. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Sesorah adalah praktik berbicara di depan umum dalam Bahasa Jawa yang sering digunakan dalam acara adat, keagamaan, atau kemasyarakatan. |
| Konseptual | Sesorah memiliki struktur, unsur kebahasaan, dan etika penyampaian yang khas untuk mencapai tujuan komunikasi yang efektif. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun kerangka sesorah, memilih diksi yang tepat, serta melatih intonasi dan gestur saat menyampaikan sesorah. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya persiapan yang matang dan refleksi diri dalam meningkatkan kemampuan sesorah mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis contoh sesorah, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur sesorah (pambuka, isi, panutup) dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis unsur kebahasaan (diksi, unggah-ungguh basa) dalam sesorah dengan cermat.
- Setelah menyaksikan video sesorah, peserta didik dapat mengidentifikasi teknik vokal (intonasi, lafal) dan non-vokal (gestur, ekspresi) dalam sesorah dengan benar.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyampaikan sesorah sederhana di depan kelas dengan memperhatikan teknik vokal dan non-vokal yang sesuai.
Pemahaman bermakna: Sesorah bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga menyampaikan pesan dengan memperhatikan konteks budaya, etika, dan keindahan bahasa untuk mempengaruhi atau menginformasikan pendengar secara efektif.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa dalam acara-acara penting di Jawa, penyampaian sambutan selalu menggunakan Bahasa Jawa yang halus dan terstruktur?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Mempelajari sesorah sebagai bagian dari seni pertunjukan dan adat istiadat Jawa. Pendidikan Pancasila: Menginternalisasi nilai-nilai kesantunan dan etika berkomunikasi yang terkandung dalam unggah-ungguh basa Jawa saat sesorah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk bercerita tentang pengalaman mereka mendengarkan atau menyampaikan sesorah dalam acara keluarga atau lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik presentasi, serta tersedia area terbuka untuk latihan sesorah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video contoh sesorah dari YouTube atau platform lain sebagai media pembelajaran dan referensi teknik penyampaian. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis contoh sesorah, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur sesorah (pambuka, isi, panutup) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menyampaikan sesorah sederhana di depan kelas dengan memperhatikan teknik vokal dan non-vokal yang sesuai. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi struktur, diksi, dan unggah-ungguh basa dalam teks sesorah.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan bersama kelompok. 3) Tulis hasilnya di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Sesorah, atau pidato dalam Bahasa Jawa, merupakan salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Kemampuan ber-sesorah tidak hanya menunjukkan penguasaan bahasa, tetapi juga etika dan kesantunan.
Alat & bahan: Teks sesorah, alat tulis, kertas HVS
Langkah kerja:
- Amati teks sesorah yang diberikan oleh guru.
Gambar 1. Peta pikiran - Garis bawahi kalimat-kalimat yang menurutmu termasuk Pambuka, Isi, dan Panutup.
- Identifikasi 5 kata kunci atau frasa yang menunjukkan penggunaan diksi dalam Bahasa Jawa Krama Alus.
- Tuliskan 3 contoh unggah-ungguh basa yang kamu temukan dalam teks sesorah tersebut.
- Diskusikan temuanmu dengan kelompok dan catatlah hasilnya pada tabel di bawah ini.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kamu pernah mendengar atau menyaksikan orang berpidato dalam Bahasa Jawa?
- Apa saja yang biasanya dibicarakan dalam pidato Bahasa Jawa?
- Menurutmu, apa yang membuat sebuah pidato dalam Bahasa Jawa terdengar baik?
Formatif (proses): Penilaian observasi selama diskusi kelompok dan presentasi untuk melihat partisipasi dan kemampuan analisis.
Sumatif (akhir): Penilaian praktik menyampaikan sesorah sederhana di depan kelas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur sesorah (pambuka, isi, panutup) | Struktur Sesorah | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis unsur kebahasaan (diksi, unggah-ungguh basa) dalam sesorah | Unsur Kebahasaan Sesorah | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Mengidentifikasi teknik vokal dan non-vokal dalam sesorah | Teknik Penyampaian Sesorah | 2 JP | komunikasi |
| 4 | Menyampaikan sesorah sederhana dengan teknik yang sesuai | Praktik Sesorah | 2 JP | komunikasi, kreativitas |
Sesorah, atau pidato dalam Bahasa Jawa, merupakan salah satu bentuk komunikasi lisan yang penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Kemampuan ber-sesorah tidak hanya menunjukkan penguasaan bahasa, tetapi juga etika dan kesantunan. Modul ini akan membimbing kamu untuk memahami struktur, unsur kebahasaan, dan teknik penyampaian sesorah agar kamu dapat berbicara di depan umum dengan percaya diri dan efektif.
1. Pengertian dan Tujuan Sesorah
Sesorah adalah kegiatan menyampaikan gagasan, informasi, atau pesan secara lisan di hadapan banyak orang menggunakan Bahasa Jawa. Tujuannya beragam, mulai dari memberikan informasi, mengajak, menghibur, hingga menyampaikan rasa hormat dalam acara-acara tertentu. Misalnya, sesorah dalam acara pernikahan bertujuan untuk memberikan nasihat kepada kedua mempelai dan keluarga. Sesorah memerlukan persiapan yang matang agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan diterima baik oleh pendengar. Pemilihan kata yang tepat sangat penting.
2. Struktur Sesorah
Sesorah umumnya memiliki tiga bagian utama: Pambuka (Pembukaan), Isi, dan Panutup (Penutup). Pambuka berisi salam, puji syukur, dan penghormatan kepada hadirin. Bagian Isi adalah inti dari sesorah, memuat gagasan atau pesan utama yang ingin disampaikan. Sementara itu, Panutup berisi permohonan maaf jika ada kesalahan, ucapan terima kasih, dan salam penutup. Struktur ini membantu penyampai sesorah agar pesannya runtut dan mudah dipahami. Contoh: dalam pambuka bisa diawali dengan 'Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh'.
3. Unsur Kebahasaan dalam Sesorah
Dua unsur kebahasaan penting dalam sesorah adalah diksi (pilihan kata) dan unggah-ungguh basa (tingkatan bahasa). Diksi harus disesuaikan dengan tema dan audiens. Unggah-ungguh basa merujuk pada penggunaan tingkatan Bahasa Jawa (ngoko, madya, krama) yang tepat sesuai dengan siapa kita berbicara. Dalam sesorah, umumnya digunakan Bahasa Jawa Krama Alus untuk menunjukkan rasa hormat kepada hadirin. Kesalahan dalam memilih diksi atau unggah-ungguh basa dapat mengurangi nilai kesantunan sesorah. Misalnya, menggunakan 'panjenengan' untuk orang yang lebih tua.
4. Teknik Penyampaian Sesorah
Agar sesorah efektif, diperlukan teknik penyampaian yang baik, meliputi vokal dan non-vokal. Teknik vokal mencakup intonasi (nada suara), lafal (pengucapan), dan volume suara yang jelas. Teknik non-vokal meliputi gestur (gerak tubuh), ekspresi wajah, dan pandangan mata yang meyakinkan. Latihan yang konsisten akan membantu menguasai teknik-teknik ini. Contoh: intonasi yang bervariasi membuat sesorah tidak monoton, gestur tangan yang sesuai dapat memperkuat pesan. Kepercayaan diri juga sangat dibutuhkan.
Rangkuman: Sesorah adalah pidato dalam Bahasa Jawa yang memiliki struktur pambuka, isi, dan panutup. Penting untuk memperhatikan diksi dan unggah-ungguh basa, terutama Krama Alus, serta menguasai teknik vokal (intonasi, lafal) dan non-vokal (gestur, ekspresi) agar pesan tersampaikan secara efektif dan santun. Latihan dan persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam ber-sesorah.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sesorah | Pidato dalam Bahasa Jawa. |
| Pambuka | Bagian pembukaan dalam sesorah. |
| Isi | Bagian inti atau pokok bahasan dalam sesorah. |
| Panutup | Bagian penutup dalam sesorah. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sesorah" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sesorah yang Anda cari? Materi Bahasa Jawa Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sesorah pada Bahasa Jawa SMP, Fase D, elemen Berbicara dan Mempresentasikan.
Modul Sesorah ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sesorah untuk Bahasa Jawa kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Sesorah ini gratis?
Ya. Modul Sesorah untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sesorah ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sesorah ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sesorah dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sesorah ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sesorah tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sesorah untuk Bahasa Jawa kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sesorah ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sesorah beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Sesorah yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.