Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas IX
Naskah Sandiwara
Sudah jadi 12 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
Isi modul ini
Di bawah ini 12 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Jawa |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Naskah Sandiwara |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam memahami cerita dan menulis teks sederhana dalam bahasa Jawa.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks sastra dan nonsastra dalam bahasa Jawa untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi dengan memperhatikan struktur, kaidah kebahasaan, dan konteks sosial budaya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Naskah sandiwara banyak dipentaskan dalam berbagai acara budaya Jawa, seperti ketoprak atau ludruk. |
| Konseptual | Naskah sandiwara adalah teks yang berisi dialog dan petunjuk laku untuk dipentaskan, memiliki struktur meliputi babak, adegan, dialog, dan kramagung. |
| Prosedural | Menyusun naskah sandiwara melibatkan langkah-langkah seperti menentukan tema, membuat kerangka cerita, mengembangkan karakter, menulis dialog, dan menambahkan petunjuk laku. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa menulis naskah sandiwara membutuhkan pemahaman mendalam tentang karakter, konflik, dan dialog yang efektif untuk menyampaikan pesan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan contoh naskah sandiwara, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan naskah sandiwara dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, latar) naskah sandiwara yang disajikan dengan cermat.
- Setelah memahami konsep, peserta didik dapat merancang kerangka naskah sandiwara sederhana berdasarkan tema yang dipilih dengan runtut.
- Melalui kegiatan menulis kolaboratif, peserta didik dapat menyusun dialog dan kramagung dalam naskah sandiwara dengan kaidah bahasa Jawa yang benar.
- Dengan memanfaatkan umpan balik, peserta didik dapat merevisi naskah sandiwara yang telah dibuat agar sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan yang berlaku.
Pemahaman bermakna: Menulis naskah sandiwara bukan hanya tentang menyusun kata, tetapi juga tentang menciptakan dunia imajinatif yang dapat dihidupkan di panggung, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan empati terhadap karakter.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah cerita bisa menjadi hidup dan dirasakan langsung oleh penonton di atas panggung?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami unsur-unsur pementasan dan ekspresi dalam sandiwara, serta apresiasi terhadap seni pertunjukan tradisional Jawa. Sejarah: Mengenali latar belakang sejarah dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita-cerita tradisional Jawa yang sering diangkat dalam sandiwara. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk berdiskusi tentang cerita-cerita rakyat Jawa yang bisa menjadi inspirasi ide naskah sandiwara. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta tersedia perpustakaan sekolah untuk mencari referensi naskah sandiwara. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pementasan sandiwara tradisional dari YouTube sebagai stimulus dan aplikasi pengolah kata untuk penulisan naskah. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan contoh naskah sandiwara, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan naskah sandiwara dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis unsur intrinsik (tema, alur, tokoh, latar) naskah sandiwara yang disajikan dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melalui kegiatan menulis kolaboratif, peserta didik dapat menyusun dialog dan kramagung dalam naskah sandiwara dengan kaidah bahasa Jawa yang benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur, menganalisis unsur intrinsik, dan merancang kerangka naskah sandiwara.
Alat & bahan: Kertas HVS, alat tulis, contoh naskah sandiwara, kartu ide
Langkah kerja:
- Amati gambar di bawah ini, lalu diskusikan dalam kelompok apa saja yang terlihat dalam gambar dan kaitannya dengan sandiwara.
- Baca contoh naskah sandiwara yang dibagikan guru, lalu identifikasi bagian-bagian strukturnya (babak, adegan, dialog, kramagung).
- Analisis unsur intrinsik naskah tersebut (tema, alur, tokoh, latar) dan catat pada tabel yang disediakan.
- Pilih satu kartu ide cerita yang tersedia atau kembangkan ide cerita sendiri, lalu buatlah peta pikiran untuk kerangka naskah sandiwara sederhana.
- Tuliskan minimal 5 dialog awal dan 3 kramagung berdasarkan kerangka yang telah dibuat.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kalian ketahui tentang sandiwara?
- Pernahkah kalian membaca atau menonton pementasan sandiwara?
- Sebutkan salah satu cerita yang menurut kalian cocok untuk dijadikan sandiwara!
- Apa perbedaan antara dialog dalam cerita biasa dan dialog dalam naskah sandiwara?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian naskah sandiwara sederhana yang dibuat peserta didik secara berkelompok berdasarkan rubrik.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur dan ciri kebahasaan naskah sandiwara | Struktur dan ciri kebahasaan naskah sandiwara | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis unsur intrinsik naskah sandiwara | Unsur intrinsik naskah sandiwara (tema, alur, tokoh, latar) | 2 JP | Kreativitas |
| 3 | Menyusun naskah sandiwara sederhana | Kerangka, dialog, dan kramagung naskah sandiwara | 2 JP | Kolaborasi, Komunikasi |
Naskah sandiwara merupakan bentuk karya sastra yang dirancang untuk dipentaskan. Dalam bahasa Jawa, sandiwara sering disebut juga drama, lakon, atau tonil. Mempelajari naskah sandiwara tidak hanya membantu kita memahami alur cerita dan karakter, tetapi juga melatih kemampuan berimajinasi dan berekspresi. Materi ini akan membimbing kalian untuk mengenal, menganalisis, hingga mencoba menulis naskah sandiwara sederhana.
1. Pengertian dan Fungsi Naskah Sandiwara
Naskah sandiwara adalah teks tertulis yang menjadi panduan bagi sutradara, aktor, dan kru pementasan. Fungsinya sangat vital, yaitu sebagai blueprint untuk mewujudkan sebuah pertunjukan di atas panggung. Naskah ini berisi dialog antartokoh, petunjuk laku (kramagung) bagi aktor, serta deskripsi latar tempat dan waktu. Naskah sandiwara Jawa seringkali mengangkat cerita rakyat, legenda, atau kehidupan sehari-hari dengan sentuhan budaya lokal, menyampaikan pesan moral atau kritik sosial.
2. Struktur Naskah Sandiwara
Struktur naskah sandiwara terdiri dari beberapa bagian utama. Pertama, babak, yaitu bagian besar dari drama yang mencakup serangkaian peristiwa. Kedua, adegan, yaitu bagian dari babak yang ditandai dengan perubahan setting, tokoh yang masuk atau keluar panggung. Ketiga, dialog, yaitu percakapan antartokoh yang menjadi inti cerita. Keempat, kramagung atau petunjuk laku, yaitu deskripsi non-verbal yang menjelaskan tindakan, ekspresi, atau suasana yang harus ditampilkan oleh aktor di atas panggung. Contoh kramagung: (kanthi swara lirih), (gumuyu cekikikan), (mlaku alon-alon).
3. Unsur Intrinsik Naskah Sandiwara
Seperti karya sastra lainnya, naskah sandiwara juga memiliki unsur intrinsik. Tema adalah gagasan pokok yang mendasari cerita. Alur adalah urutan peristiwa dari awal hingga akhir. Tokoh adalah karakter yang berperan dalam cerita, lengkap dengan watak dan perannya. Latar adalah tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Konflik adalah permasalahan yang dihadapi tokoh. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis. Memahami unsur-unsur ini penting untuk menganalisis dan menciptakan cerita sandiwara yang utuh dan bermakna.
4. Ciri Kebahasaan Naskah Sandiwara
Naskah sandiwara, khususnya dalam bahasa Jawa, memiliki ciri kebahasaan yang khas. Dialognya harus terasa alami dan sesuai dengan karakter tokoh, seringkali menggunakan ragam bahasa Jawa (ngoko, krama madya, krama inggil) yang disesuaikan dengan status sosial dan hubungan antartokoh. Penggunaan kalimat langsung sangat dominan. Selain itu, kramagung seringkali menggunakan kata kerja imperatif atau deskriptif singkat untuk memandu akting. Gaya bahasa yang digunakan juga bisa bervariasi, dari lugas hingga puitis, tergantung genre sandiwara.
5. Langkah-Langkah Menulis Naskah Sandiwara
Menulis naskah sandiwara diawali dengan menentukan tema dan ide cerita yang menarik. Selanjutnya, buat kerangka cerita yang meliputi alur, tokoh, dan latar. Kembangkan karakter tokoh dengan menentukan watak, tujuan, dan konfliknya. Kemudian, mulailah menulis dialog antartokoh, pastikan dialog tersebut mengalir dan mendukung pengembangan cerita. Jangan lupa untuk menambahkan kramagung atau petunjuk laku untuk setiap adegan. Terakhir, lakukan revisi dan penyuntingan untuk memastikan naskah sudah lengkap, koheren, dan sesuai kaidah bahasa Jawa.
Rangkuman: Naskah sandiwara adalah teks panduan pementasan yang memiliki struktur babak, adegan, dialog, dan kramagung. Unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh, dan latar menjadi fondasi cerita. Ciri kebahasaan naskah sandiwara Jawa ditandai dengan penggunaan ragam bahasa yang sesuai konteks dan dominasi dialog langsung. Proses penulisan meliputi penentuan ide, kerangka, pengembangan karakter, penulisan dialog dan kramagung, serta revisi untuk menghasilkan karya yang siap dipentaskan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Sandiwara | Pertunjukan drama atau lakon. |
| Babak | Bagian besar dalam drama yang terdiri dari beberapa adegan. |
| Adegan | Bagian dari babak yang ditandai perubahan tokoh atau latar. |
| Kramagung | Petunjuk laku atau ekspresi non-verbal dalam naskah sandiwara. |
| Dialog | Percakapan antartokoh dalam naskah. |
| Ngoko | Ragam bahasa Jawa non-formal. |
| Krama | Ragam bahasa Jawa formal/halus. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Naskah Sandiwara" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Naskah Sandiwara yang Anda cari?
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 9 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas IX dan kelas 9 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Naskah Sandiwara pada Bahasa Jawa SMP, Fase D, elemen Menulis.
Modul Naskah Sandiwara ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Naskah Sandiwara untuk Bahasa Jawa kelas IX.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Naskah Sandiwara ini gratis?
Ya. Modul Naskah Sandiwara untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Naskah Sandiwara ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas IX ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Naskah Sandiwara ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Naskah Sandiwara dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Naskah Sandiwara ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Naskah Sandiwara tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Naskah Sandiwara untuk Bahasa Jawa kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Naskah Sandiwara ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas IX SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Naskah Sandiwara beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas IX berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Naskah Sandiwara yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.