Modul Ajar & RPP Bahasa Sunda Kelas IX
Guaran Guguritan
Modul ajar (RPP) Bahasa Sunda SMP kelas IX materi Guaran Guguritan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Guaran Guguritan yang Anda cari? Materi Bahasa Sunda Kelas IX lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Sunda |
| Fase / Kelas | D / IX |
| Materi Pokok | Guaran Guguritan |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik sudah memiliki pemahaman dasar tentang bentuk-bentuk puisi Sunda dan beberapa kosa kata bahasa Sunda.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, komunikasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi berbagai jenis teks sastra Sunda (narasi, deskripsi, eksposisi) serta teks non-sastra dengan kaidah kebahasaan yang benar, menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis, serta mengapresiasi karya sastra Sunda. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Guguritan adalah salah satu bentuk puisi Sunda yang terikat oleh aturan pupuh, seperti Kinanti atau Asmarandana. |
| Konseptual | Guguritan memiliki struktur yang terdiri dari pupuh, pada (bait), padalisan (larik), dan guru lagu serta guru wilangan yang menjadi ciri khasnya. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar mengidentifikasi jenis pupuh, menganalisis isi, dan menulis guguritan dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman tentang guguritan dapat memperkaya apresiasi terhadap sastra daerah dan melatih kemampuan berpikir kreatif dalam berbahasa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur guguritan (pupuh, pada, padalisan, guru lagu, guru wilangan) dengan tepat.
- Menganalisis isi dan pesan moral yang terkandung dalam guguritan dengan kritis.
- Menyusun kerangka guguritan sesuai dengan kaidah pupuh yang dipilih.
- Menulis guguritan sederhana dengan tema tertentu sesuai kaidah guru lagu dan guru wilangan.
- Mempresentasikan hasil karya guguritan dengan percaya diri di depan kelas.
- Merefleksikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam guguritan.
Pemahaman bermakna: Memahami guguritan bukan hanya tentang menghafal aturan, tetapi juga mengapresiasi nilai-nilai budaya dan melatih kemampuan berekspresi secara kreatif dalam bahasa Sunda.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah puisi tradisional Sunda dapat menyampaikan pesan dan perasaan yang mendalam, bahkan relevan dengan kehidupan kita saat ini?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Seni Budaya: Memahami unsur estetika dan ekspresi dalam guguritan, serta kaitannya dengan seni pertunjukan tradisional Sunda. Pendidikan Pancasila: Mengidentifikasi nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung dalam guguritan sebagai cerminan identitas bangsa. Bahasa Indonesia: Membandingkan struktur puisi tradisional Sunda (guguritan) dengan puisi-puisi tradisional atau modern dalam bahasa Indonesia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak untuk mendukung peserta didik mencari atau membaca guguritan di rumah, serta mendiskusikan isinya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur dengan posisi melingkar atau U-shape untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan presentasi yang interaktif dan nyaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik dapat menggunakan kamus daring Sunda-Indonesia untuk mencari arti kata sulit, atau mencari contoh guguritan di platform video untuk mendengar cara pembacaan yang benar. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur guguritan (pupuh, pada, padalisan, guru lagu, guru wilangan) dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa dengan salam Sunda, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengajak peserta didik menyanyikan lagu daerah Sunda. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami guguritan dan memberikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian mendengar atau membaca puisi Sunda yang memiliki aturan tertentu?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik secara berkelompok diberi beberapa contoh teks guguritan dari berbagai pupuh. Mereka diminta untuk mengamati pola bunyi, jumlah suku kata, dan struktur bait pada setiap contoh untuk menemukan ciri khas guguritan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi guru lagu, guru wilangan, dan jenis pupuh dari contoh guguritan yang diberikan. Mereka mencatat hasil temuan dalam lembar kerja kelompok. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep tentang ciri-ciri dan struktur guguritan, termasuk penjelasan tentang berbagai jenis pupuh yang umum. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi tentang ciri-ciri guguritan. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan tantangan untuk mencari contoh guguritan lain di rumah. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam Sunda. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis isi dan pesan moral yang terkandung dalam guguritan dengan kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri guguritan dan mengaitkannya dengan pentingnya memahami isi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis pesan moral dalam guguritan. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik disajikan sebuah guguritan yang mengangkat tema sosial atau moral. Mereka diajak membaca guguritan tersebut secara bersama-sama, kemudian berdiskusi tentang kosa kata sulit dan makna literal setiap bait. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis isi guguritan tersebut secara lebih mendalam untuk menemukan pesan moral, nilai-nilai, atau kritik sosial yang disampaikan oleh pengarang. Mereka juga diminta mengaitkan isi guguritan dengan kehidupan sehari-hari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, menjelaskan pesan moral yang ditemukan dan relevansinya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pentingnya interpretasi kritis terhadap karya sastra untuk menangkap makna tersirat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan pesan-pesan penting dari guguritan yang telah dianalisis. Guru memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus menggali kekayaan sastra Sunda. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menyusun kerangka guguritan sesuai dengan kaidah pupuh yang dipilih dan Menulis guguritan sederhana dengan tema tertentu sesuai kaidah guru lagu dan guru wilangan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengingatkan kembali tentang struktur dan aturan guguritan serta pentingnya pesan yang disampaikan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mulai menyusun guguritan sendiri. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menjelaskan langkah-langkah praktis dalam menyusun guguritan, mulai dari menentukan tema, memilih pupuh yang sesuai, hingga membuat kerangka padalisan dengan memperhatikan guru lagu dan guru wilangan. Guru memberikan contoh proses penulisan satu bait guguritan. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara individu atau berpasangan mulai merancang guguritan mereka. Mereka memilih tema (misalnya: keindahan alam, persahabatan, nasihat hidup), memilih jenis pupuh, dan menyusun kerangka guguritan minimal dua bait dengan memperhatikan kaidah yang telah dipelajari. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Beberapa peserta didik berbagi kerangka guguritan yang telah dibuat. Guru dan teman-teman memberikan masukan konstruktif terkait kesesuaian dengan kaidah pupuh dan potensi pengembangan isi. Guru memberikan motivasi untuk melanjutkan proses penulisan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merefleksikan tantangan dan kemudahan dalam menyusun kerangka guguritan. Guru memberikan tugas untuk melanjutkan penulisan guguritan di rumah dan mempersiapkan diri untuk presentasi di pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membantu peserta didik mengidentifikasi struktur dan menganalisis isi guguritan secara sistematis.
Alat & bahan: Teks guguritan, alat tulis, buku catatan
Langkah kerja:
- Bacalah dengan saksama teks guguritan yang diberikan.
- Identifikasi jenis pupuh yang digunakan dalam guguritan tersebut.
- Tentukan guru lagu dan guru wilangan pada setiap padalisan (larik).
- Tuliskan makna setiap pada (bait) dengan bahasa sendiri.
- Jelaskan pesan moral atau nilai-nilai yang terkandung dalam guguritan tersebut.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang puisi Sunda?
- Pernahkah kamu mendengar istilah 'pupuh'?
- Bisakah kamu menyebutkan satu contoh judul lagu atau cerita Sunda yang kamu ketahui?
- Menurutmu, mengapa penting untuk belajar sastra daerah seperti guguritan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, kemampuan mengidentifikasi ciri guguritan, dan analisis pesan moral.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil karya guguritan (sesuai kaidah dan isi) dan presentasi lisan di depan kelas.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan struktur guguritan. | Ciri-ciri dan struktur guguritan (pupuh, pada, padalisan, guru lagu, guru wilangan). | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis isi dan pesan moral guguritan. | Isi dan pesan moral dalam guguritan. | 2 JP | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| 3 | Menyusun kerangka dan menulis guguritan sederhana. | Langkah-langkah penulisan guguritan, kaidah pupuh. | 2 JP | Kreativitas, Penalaran Kritis |
| 4 | Mempresentasikan guguritan dan merefleksikan nilai budaya. | Presentasi guguritan, nilai-nilai budaya dalam guguritan. | 2 JP | Komunikasi, Kreativitas |
Guguritan merupakan salah satu bentuk puisi tradisional Sunda yang sarat akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Mempelajari guguritan tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Sunda, tetapi juga membuka jendela pemahaman kita terhadap budaya dan filosofi hidup masyarakat Sunda. Mari kita selami keindahan dan kedalaman makna yang tersimpan dalam setiap larik guguritan.
1. Pengertian Guguritan
Guguritan adalah bentuk puisi Sunda yang terikat oleh aturan-aturan tertentu yang disebut 'pupuh'. Berbeda dengan sajak bebas, guguritan memiliki pola jumlah suku kata (guru wilangan) dan bunyi vokal akhir (guru lagu) yang tetap pada setiap barisnya. Guguritan seringkali digunakan untuk menyampaikan nasihat, ajaran moral, kritik sosial, atau cerita kehidupan sehari-hari dengan gaya bahasa yang indah dan penuh makna. Bentuk ini merupakan warisan sastra lisan dan tulisan yang telah ada sejak lama dalam kebudayaan Sunda.
2. Jenis-jenis Pupuh dalam Guguritan
Dalam guguritan, terdapat 17 jenis pupuh yang dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu Sekar Ageung (13 pupuh) dan Sekar Alit (4 pupuh). Setiap pupuh memiliki karakteristik guru lagu dan guru wilangan yang berbeda, sehingga memberikan irama dan nuansa yang khas. Contoh pupuh Sekar Ageung antara lain Kinanti, Asmarandana, Dangdanggula, Sinom, dan Mijil. Sementara contoh pupuh Sekar Alit adalah Ladrang, Balakbak, Magatru, dan Pangkur. Pemilihan pupuh sangat memengaruhi suasana dan isi guguritan yang akan dibuat.
3. Struktur Guguritan: Guru Lagu dan Guru Wilangan
Struktur utama guguritan ditentukan oleh 'pupuh' yang digunakan. Setiap pupuh memiliki aturan 'guru lagu' dan 'guru wilangan' yang spesifik. Guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam setiap baris (padalisan) guguritan. Misalnya, pupuh Kinanti memiliki guru wilangan 8, 8, 8, 8, 8, 8. Guru lagu adalah bunyi vokal terakhir pada setiap baris guguritan. Contohnya, pupuh Kinanti memiliki guru lagu u, i, a, i, a, i. Ketaatan terhadap guru lagu dan guru wilangan ini yang menjadikan guguritan memiliki pola irama yang khas dan harmonis saat dibaca atau dilagukan.
4. Langkah-langkah Memahami Isi Guguritan
Untuk memahami isi guguritan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, baca guguritan secara berulang dan pahami setiap kata. Gunakan kamus Sunda-Indonesia jika menemukan kata yang sulit. Kedua, identifikasi pupuh yang digunakan untuk memahami pola irama dan kemungkinan suasana yang ingin dibangun. Ketiga, pahami makna literal setiap baris dan bait. Keempat, carilah makna tersirat atau pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang. Terakhir, kaitkan isi guguritan dengan konteks budaya dan kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.
5. Menulis Guguritan: Proses Kreatif
Menulis guguritan adalah proses kreatif yang membutuhkan pemahaman kaidah dan imajinasi. Langkah pertama adalah menentukan tema yang menarik, seperti keindahan alam, nasihat, atau cerita rakyat. Kedua, pilih jenis pupuh yang sesuai dengan tema dan suasana yang ingin dibangun. Ketiga, buatlah kerangka atau ide pokok untuk setiap bait. Keempat, mulai susun setiap baris (padalisan) dengan memperhatikan guru wilangan (jumlah suku kata) dan guru lagu (bunyi vokal akhir). Lakukan revisi untuk memastikan kesesuaian dengan kaidah pupuh dan keindahan bahasa. Jangan takut berkreasi sambil tetap menjaga aturan.
6. Nilai-nilai Budaya dalam Guguritan
Guguritan seringkali menjadi cerminan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Sunda. Banyak guguritan yang berisi nasihat tentang budi pekerti, pentingnya menjaga lingkungan, persatuan, hingga ajaran agama. Melalui guguritan, generasi muda dapat belajar tentang etika, sopan santun, dan cara hidup yang harmonis sesuai dengan tradisi leluhur. Apresiasi terhadap guguritan berarti juga melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kesundaan.
Rangkuman: Guguritan adalah puisi tradisional Sunda yang terikat aturan pupuh, dengan ciri khas guru lagu dan guru wilangan. Memahami guguritan melibatkan identifikasi struktur, analisis isi, dan penemuan pesan moral. Proses penulisan membutuhkan kreativitas dan pemahaman kaidah. Guguritan merupakan media penting untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sunda, serta melatih kemampuan berekspresi dalam bahasa daerah.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Guguritan | Puisi tradisional Sunda yang terikat aturan pupuh. |
| Pupuh | Aturan metrum dalam guguritan yang menentukan guru lagu dan guru wilangan. |
| Guru Lagu | Bunyi vokal terakhir pada setiap baris (padalisan) guguritan. |
| Guru Wilangan | Jumlah suku kata dalam setiap baris (padalisan) guguritan. |
| Pada | Bait dalam guguritan. |
| Padalisan | Baris atau larik dalam guguritan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Guaran Guguritan" mata pelajaran Bahasa Sunda Kelas IX ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi Bahasa Sunda Terkait
Babasan ParibasaBahasa Sunda Kelas IX SMPBiantaraBahasa sunda Kelas IX SMPKaulinan Budak LemburBahasa sunda Kelas IX SMPMisuka sisindiranBahasa sunda Kelas IX SMPWisata Kampung AdatBahasa sunda Kelas IX SMP[UJIAN pts1]Bahasa sunda Kelas VIII SMP2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Sunda Guaran Guguritan ini gratis?
Ya. Modul Guaran Guguritan untuk kelas IX SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Sunda kelas IX langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Sunda kelas IX ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Guaran Guguritan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase D untuk kelas IX SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Guaran Guguritan untuk Bahasa Sunda kelas IX di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Guaran Guguritan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Guaran Guguritan dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Sunda kelas IX di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.