Modul Ajar & RPP IPA Kelas VII
Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa
Modul ajar (RPP) IPA SMPLB kelas VII materi Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa yang Anda cari? Materi IPA Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | IPA |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning dan Praktik Laboratorium Sederhana |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik dapat mengenali beberapa benda di sekitar mereka dan membandingkan ukurannya secara visual.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: Penalaran Kritis, Kemandirian, Kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus |
| Elemen / Domain | Pemahaman IPA |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu melakukan pengamatan dan pengukuran sederhana menggunakan alat bantu, serta mengidentifikasi besaran pokok dan turunan dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Benda-benda seperti meja, buku, dan pensil adalah objek yang dapat diamati dan diukur dalam IPA. |
| Konseptual | IPA adalah ilmu yang mempelajari alam dan segala isinya melalui pengamatan, sedangkan pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara mengamati objek IPA dengan cermat dan melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat sederhana. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya ketelitian dalam pengamatan dan pengukuran untuk memahami fenomena alam. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi objek-objek yang dipelajari dalam IPA dengan contoh konkret.
- Menjelaskan pengertian pengukuran dan besaran dalam IPA secara sederhana.
- Melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat ukur sederhana dengan bimbingan.
- Menggunakan satuan baku untuk menyatakan hasil pengukuran dengan tepat.
- Membedakan besaran pokok dan besaran turunan dengan contoh.
Pemahaman bermakna: Memahami objek IPA dan pentingnya pengukuran membantu kita memahami dunia sekitar dengan lebih akurat dan objektif, serta menjadi dasar untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita tahu kalau satu meja lebih panjang dari meja lain tanpa menebak saja?"
| Praktik Pedagogis | Discovery Learning dan Praktik Laboratorium Sederhana |
| Lintas Disiplin Ilmu | Matematika: Konsep angka, perhitungan, dan satuan yang digunakan dalam pengukuran. Bahasa Indonesia: Keterampilan menjelaskan hasil pengamatan dan pengukuran secara lisan maupun tertulis dengan bahasa yang jelas. Seni Budaya: Kreativitas dalam membuat 'Poster Besaran' dengan ilustrasi dan penataan yang menarik. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/wali dapat membantu peserta didik mengamati dan mengukur benda-benda sederhana di rumah, seperti tinggi badan anggota keluarga atau berat bahan makanan saat memasak. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar mudah diakses oleh peserta didik dengan kursi roda atau alat bantu gerak, dengan meja yang cukup rendah dan area praktik yang lapang; tersedia alat ukur yang mudah dijangkau dan dipegang. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek tentang cara menggunakan alat ukur atau animasi sederhana yang menjelaskan konsep besaran pokok dan turunan yang dapat diakses melalui tablet atau komputer dengan layar sentuh. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi objek-objek yang dipelajari dalam IPA dengan contoh konkret dan menjelaskan pengertian pengukuran serta besaran dalam IPA secara sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan meminta peserta didik menyebutkan benda-benda di sekitar mereka. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apa saja yang bisa kita pelajari dari benda-benda ini?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati berbagai benda di kelas (misalnya pensil, buku, botol) dan mendiskusikan apa saja yang bisa mereka amati dari benda-benda tersebut (warna, bentuk, ukuran, berat). Guru memandu diskusi tentang apa itu IPA dan mengapa kita perlu mengamati serta mengukur benda. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berpasangan mencoba membandingkan panjang dua benda dengan tangan, lalu mencoba membandingkan berat dua benda. Mereka diminta untuk mengungkapkan kesulitan dan ketidakpastian yang dialami. Guru memperkenalkan konsep 'pengukuran' sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan peserta didik menyampaikan hasil pengamatan dan perbandingan mereka. Guru menguatkan pemahaman tentang pentingnya pengukuran dan memperkenalkan istilah 'besaran' sebagai sesuatu yang dapat diukur. Guru memberikan umpan balik dan memastikan semua memahami konsep dasar. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya mengamati dan mengukur objek IPA. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya, yaitu alat ukur. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Praktik Laboratorium Sederhana |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat ukur sederhana dengan bimbingan serta menggunakan satuan baku untuk menyatakan hasil pengukuran dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas kembali materi sebelumnya tentang apa itu IPA dan pengukuran. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari: 'Bagaimana kita bisa tahu tinggi badan kita atau berat tas kita?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru memperkenalkan berbagai alat ukur sederhana: penggaris, meteran, timbangan sederhana, dan stopwatch/jam. Guru menjelaskan cara menggunakan setiap alat dengan demonstrasi yang jelas dan mudah diikuti, serta memperkenalkan satuan baku (meter, kilogram, detik). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil (dengan pendampingan intensif). Setiap kelompok melakukan praktik pengukuran: mengukur panjang meja/buku dengan penggaris/meteran, mengukur massa benda ringan dengan timbangan, dan mengukur waktu yang dibutuhkan teman berjalan pendek dengan stopwatch. Hasil dicatat dalam LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengukuran mereka, termasuk satuan yang digunakan. Guru memberikan umpan balik tentang ketepatan penggunaan alat dan penulisan satuan. Guru mengoreksi kesalahan dan memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dalam pengukuran. Peserta didik yang membutuhkan bantuan visual/fisik akan dibantu oleh guru/teman. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru merefleksikan pengalaman praktik pengukuran. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan keberanian mencoba. Guru menjelaskan keterkaitan pengukuran dengan kehidupan sehari-hari dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (Sederhana) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Membedakan besaran pokok dan besaran turunan dengan contoh. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit | Guru menyapa, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan mengulas kembali praktik pengukuran dari pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Apakah semua yang kita ukur itu sama jenisnya? Panjang, berat, waktu, apakah mereka sama?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Guru menjelaskan konsep besaran pokok (panjang, massa, waktu) dan besaran turunan (luas, volume) dengan contoh-contoh yang mudah dipahami dan divisualisasikan. Guru menjelaskan bagaimana besaran turunan bisa didapatkan dari besaran pokok. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat 'Poster Besaran' sederhana. Mereka diminta untuk mencari contoh benda di sekitar mereka, mengukur besaran pokoknya (panjang, massa, waktu jika memungkinkan), lalu menghitung besaran turunannya (misal: luas permukaan buku). Hasil pengukuran dan perhitungan ditulis di poster dengan gambar atau tempelan benda asli. Peserta didik dengan hambatan gerak akan dibantu dalam menempel atau menggambar. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan 'Poster Besaran' mereka, menjelaskan besaran pokok dan turunan yang mereka temukan dan ukur. Guru memberikan penguatan, koreksi, dan apresiasi terhadap hasil karya peserta didik. Guru memastikan pemahaman tentang perbedaan besaran pokok dan turunan. Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang objek IPA, pengukuran, besaran pokok, dan besaran turunan. Guru memberikan apresiasi tinggi atas semua usaha dan karya peserta didik. Guru memberikan motivasi untuk terus belajar IPA. Doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Melatih peserta didik melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu serta mencatat hasilnya dengan benar.
Alat & bahan: Penggaris, meteran, timbangan sederhana, stopwatch/jam, pensil, buku, penghapus, botol air mineral.
Langkah kerja:
- Ambil satu buah pensil. Ukurlah panjang pensil menggunakan penggaris.
- Ambil satu buah buku. Ukurlah panjang dan lebar buku menggunakan penggaris atau meteran.
- Ambil satu buah penghapus. Ukurlah massa penghapus menggunakan timbangan sederhana.
- Ambil satu botol air mineral kosong. Ukurlah massa botol tersebut dengan timbangan sederhana.
- Mintalah teman berjalan dari titik A ke titik B (jarak pendek). Ukurlah waktu yang dibutuhkan menggunakan stopwatch atau jam tangan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 benda yang ada di kelas ini!
- Apakah kamu bisa membedakan benda yang panjang dan benda yang pendek?
- Bagaimana cara kita tahu benda mana yang lebih berat?
- Apa itu 'mengukur' menurutmu?
Formatif (proses): Observasi terhadap partisipasi peserta didik dalam diskusi, keaktifan saat praktik, dan ketepatan penggunaan alat ukur serta pencatatan hasil.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil 'Poster Besaran' dan jawaban tertulis/lisan dari soal-soal evaluasi akhir.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi objek-objek IPA dan menjelaskan pengertian pengukuran. | Objek IPA, Pengertian Pengukuran | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Melakukan pengukuran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat sederhana dengan satuan baku. | Alat Ukur, Satuan Baku | 2 JP | Kemandirian |
| 3 | Membedakan besaran pokok dan besaran turunan dengan contoh. | Besaran Pokok, Besaran Turunan | 2 JP | Kreativitas |
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu di sekitar kita, dari benda kecil hingga benda besar, dari makhluk hidup hingga benda mati. Untuk memahami alam, kita perlu mengamati dan mengukur. Modul ini akan membantu kamu mengenal apa saja yang dipelajari di IPA dan bagaimana cara mengukurnya dengan benar.
1. Apa Itu Objek IPA?
Objek IPA adalah segala sesuatu yang ada di alam semesta yang dapat diamati dan dipelajari. Ini bisa berupa benda mati seperti batu, air, udara, atau benda hidup seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Bahkan, fenomena alam seperti hujan, petir, atau perubahan cuaca juga termasuk objek IPA. Dengan mempelajari objek-objek ini, kita bisa memahami bagaimana alam bekerja dan apa saja aturan-aturannya. Contohnya, kita mengamati pertumbuhan tanaman atau bagaimana air mendidih saat dipanaskan.
2. Pengertian Pengukuran
Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran yang kita ukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Misalnya, saat mengukur panjang meja, kita membandingkan panjang meja dengan satuan panjang seperti meter atau sentimeter. Pengukuran sangat penting agar kita mendapatkan informasi yang akurat dan tidak hanya menebak. Hasil pengukuran yang tepat membuat kita bisa berkomunikasi tentang ukuran benda dengan jelas dan tidak salah paham. Tanpa pengukuran, sulit untuk membangun sesuatu atau membuat obat.
3. Alat Ukur dan Satuan Baku
Untuk mengukur, kita menggunakan alat ukur. Contoh alat ukur panjang adalah penggaris dan meteran. Untuk massa, kita pakai timbangan. Untuk waktu, kita pakai jam atau stopwatch. Penting juga menggunakan satuan baku, yaitu satuan yang sudah disepakati secara internasional agar hasilnya sama di mana-mana. Contoh satuan baku untuk panjang adalah meter (m), untuk massa adalah kilogram (kg), dan untuk waktu adalah detik (s). Dengan satuan baku, semua orang di dunia bisa mengerti hasil pengukuran yang kita lakukan.
4. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya sudah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada besaran lain. Ada tujuh besaran pokok, tetapi di kelas ini kita akan fokus pada tiga saja: panjang, massa, dan waktu. Panjang mengukur jarak antara dua titik. Massa mengukur jumlah materi dalam suatu benda. Waktu mengukur durasi suatu kejadian. Ketiga besaran ini adalah dasar dari semua pengukuran lainnya dan sangat sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengukur tinggi badan, berat badan, atau waktu perjalanan.
5. Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan atau didapatkan dari satu atau lebih besaran pokok. Artinya, untuk mendapatkan besaran turunan, kita perlu menggabungkan atau mengolah besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas dan volume. Luas didapatkan dari panjang dikali lebar (panjang x panjang). Volume didapatkan dari panjang dikali lebar dikali tinggi (panjang x panjang x panjang). Kecepatan juga besaran turunan, yaitu jarak dibagi waktu. Besaran turunan membantu kita menjelaskan sifat benda yang lebih kompleks.
Rangkuman: Objek IPA adalah segala sesuatu di alam yang dapat diamati dan dipelajari. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan satuan baku untuk mendapatkan hasil yang akurat. Kita menggunakan alat ukur seperti penggaris, timbangan, dan stopwatch. Besaran terbagi menjadi besaran pokok (panjang, massa, waktu) yang berdiri sendiri, dan besaran turunan (luas, volume) yang diturunkan dari besaran pokok. Memahami objek IPA dan pengukuran sangat penting untuk memahami dunia di sekitar kita.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| IPA | Ilmu Pengetahuan Alam |
| Objek IPA | Segala sesuatu di alam yang dapat diamati dan dipelajari |
| Pengukuran | Kegiatan membandingkan besaran dengan satuan |
| Besaran | Sesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai |
| Satuan Baku | Satuan yang disepakati secara internasional |
| Besaran Pokok | Besaran dasar yang tidak diturunkan dari besaran lain |
| Besaran Turunan | Besaran yang diturunkan dari besaran pokok |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa" mata pelajaran IPA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi IPA Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil0 dari 4 siap
Objek IPA dan PengukuranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKlasifikasi Makhluk HidupBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisZat dan PerubahannyaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSuhu dan KalorBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap0 dari 4 siap
EnergiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSistem Organisasi KehidupanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEkosistemBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPencemaran LingkunganBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri IPA di kelas lain
Objek IPA dan Pengukuran — TunarunguIPA Kelas VII SMPLBKlasifikasi Makhluk Hidup — TunarunguIPA Kelas VII SMPLB[UJIAN pas1]IPA Kelas VIII SMPLB[UJIAN pts1]IPA Kelas VIII SMPLBLihat semua Modul Ajar IPA Kelas VII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar IPA Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa ini gratis?
Ya. Modul Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa untuk kelas VII SMPLB dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul IPA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar IPA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Khusus, pada Fase D untuk kelas VII SMPLB.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa untuk IPA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Objek IPA dan Pengukuran — Tunadaksa dapat Anda sesuaikan dengan murid IPA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.