Modul Ajar & RPP Keterampilan Kelas X
Tata Boga: Olahan Pangan Lokal
Modul ajar (RPP) Keterampilan Paket C kelas X materi Tata Boga: Olahan Pangan Lokal lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Tata Boga: Olahan Pangan Lokal yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Keterampilan |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Tata Boga: Olahan Pangan Lokal |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Warga belajar memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan pangan lokal di sekitar tempat tinggalnya dan pernah melihat atau mencoba beberapa olahan pangan tradisional.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, kemandirian.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Keterampilan: Tata Boga |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan menerapkan teknik dasar pengolahan pangan lokal, serta menciptakan produk olahan pangan lokal yang inovatif dan memiliki nilai jual, dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas berbagai jenis bahan pangan lokal seperti singkong, ubi, jagung, pisang, dan sagu yang melimpah di Indonesia. |
| Konseptual | Konsep intinya adalah pengembangan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari langkah-langkah praktis mulai dari pemilihan bahan, persiapan, teknik pengolahan, hingga penyajian dan pengemasan olahan pangan lokal. |
| Metakognitif | Kesadaran yang ditumbuhkan adalah pentingnya melestarikan dan mengembangkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan sumber ekonomi berkelanjutan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi potensi dan jenis-jenis bahan pangan lokal yang dapat diolah di daerah sekitar.
- Menganalisis berbagai teknik dasar pengolahan pangan lokal (merebus, mengukus, menggoreng, memanggang).
- Merancang ide olahan pangan lokal inovatif dengan mempertimbangkan aspek rasa, tampilan, dan nilai jual.
- Mempraktikkan pembuatan minimal satu jenis olahan pangan lokal secara higienis dan efisien.
- Mempresentasikan hasil olahan pangan lokal dan mengidentifikasi peluang pengembangannya.
Pemahaman bermakna: Memahami dan menguasai teknik pengolahan pangan lokal tidak hanya meningkatkan keterampilan tata boga, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan pelestarian budaya daerah.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah singkong atau ubi yang sederhana menjadi sajian istimewa yang disukai banyak orang dan punya nilai jual tinggi?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami potensi ekonomi lokal, kearifan lokal, dan sejarah pangan tradisional. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi produk, penulisan resep, dan deskripsi produk untuk promosi. Matematika: Menghitung proporsi bahan, biaya produksi, dan potensi keuntungan dari olahan pangan. Pendidikan Pancasila: Menghargai keberagaman budaya dan sumber daya alam Indonesia melalui pemanfaatan pangan lokal. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar dapat berinteraksi dengan petani lokal, pelaku UMKM olahan pangan, atau komunitas kuliner untuk mendapatkan bahan baku, resep, dan wawasan pengembangan produk. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang praktik tata boga di PKBM/SKB yang bersih dan dilengkapi peralatan dasar, atau dapur komunitas/rumah warga belajar yang memenuhi standar kebersihan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform media sosial (Instagram, TikTok) atau e-commerce (Tokopedia, Shopee) untuk promosi dan pemasaran produk olahan pangan lokal yang dihasilkan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi potensi dan jenis-jenis bahan pangan lokal yang dapat diolah di daerah sekitar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan makanan lokal favorit mereka. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi potensi pangan lokal dan pentingnya materi ini untuk pengembangan usaha, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja bahan pangan lokal di sekitar kita yang belum dimanfaatkan secara maksimal?' |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar diajak mengamati dan mendiskusikan berbagai gambar atau video tentang bahan pangan lokal dan produk olahannya. Tutor memfasilitasi diskusi tentang potensi ekonomi dan budaya dari bahan pangan lokal yang ada di daerah mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Warga belajar secara berkelompok membuat daftar inventarisasi bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan mereka, termasuk potensi olahannya. Mereka juga mencari informasi dari berbagai sumber (internet, wawancara dengan tokoh masyarakat/pedagang) tentang cara pengolahannya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil inventarisasi dan ide olahan pangan lokalnya. Tutor memberikan umpan balik dan penguatan mengenai keberagaman potensi pangan lokal serta mendorong warga belajar untuk berpikir kreatif dalam pemanfaatannya. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan jenis-jenis bahan pangan lokal yang potensial. Tutor memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan memberikan penugasan untuk mencari resep olahan pangan lokal yang menarik sebagai persiapan pertemuan berikutnya, ditutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis berbagai teknik dasar pengolahan pangan lokal (merebus, mengukus, menggoreng, memanggang) dan merancang ide olahan pangan lokal inovatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, melakukan presensi, dan mengulas singkat materi pertemuan sebelumnya tentang potensi pangan lokal. Tutor menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis teknik pengolahan dan merancang ide olahan inovatif, kemudian memotivasi warga belajar dengan contoh-contoh sukses pengusaha olahan pangan lokal. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Warga belajar menganalisis berbagai teknik dasar pengolahan pangan lokal (merebus, mengukus, menggoreng, memanggang) melalui studi kasus atau demonstrasi singkat (jika memungkinkan). Mereka mendiskusikan kelebihan dan kekurangan setiap teknik serta bahan pangan yang cocok untuk teknik tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, warga belajar memilih satu jenis bahan pangan lokal dan merancang ide olahan inovatif. Mereka membuat proposal mini yang mencakup nama produk, bahan utama, teknik pengolahan yang dipilih, perkiraan biaya, dan potensi pasar. Tutor membimbing setiap kelompok dalam proses perancangan ini. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setiap kelompok mempresentasikan ide rancangan olahan pangan lokal mereka. Kelompok lain dan tutor memberikan masukan konstruktif terkait inovasi, kelayakan, dan aspek keamanan pangan. Tutor menguatkan pemahaman tentang pentingnya kreativitas dan kebersihan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Tutor bersama warga belajar menyimpulkan pentingnya inovasi dalam pengolahan pangan lokal. Tutor memberikan apresiasi dan menugaskan warga belajar untuk menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk praktik pengolahan di pertemuan berikutnya, ditutup dengan doa dan harapan keberhasilan. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan pembuatan minimal satu jenis olahan pangan lokal secara higienis dan efisien serta mempresentasikan hasil olahan pangan lokal. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Tutor menyapa warga belajar, memastikan kesiapan alat dan bahan untuk praktik. Tutor mengingatkan kembali tujuan pembelajaran yaitu praktik pengolahan dan presentasi, serta menekankan pentingnya kerja sama tim, kebersihan, dan keselamatan kerja selama praktik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Tutor memberikan panduan singkat dan demonstrasi ulang jika diperlukan mengenai teknik pengolahan yang akan digunakan. Warga belajar memastikan pemahaman mereka tentang langkah-langkah kerja dan standar kebersihan yang harus dipatuhi. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok melaksanakan praktik pembuatan olahan pangan lokal sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Tutor memfasilitasi dan memantau jalannya praktik, memberikan bimbingan teknis, serta memastikan semua warga belajar berpartisipasi aktif dan menerapkan prinsip higienis. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Setelah produk jadi, setiap kelompok menyajikan dan mempresentasikan hasil olahan pangan mereka, menjelaskan proses pembuatan, keunikan produk, serta potensi pengembangannya. Warga belajar dan tutor mencicipi dan memberikan umpan balik konstruktif mengenai rasa, tampilan, dan inovasi. Tutor memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Warga belajar bersama tutor menyimpulkan seluruh rangkaian pembelajaran dari identifikasi potensi hingga praktik pengolahan dan presentasi. Tutor memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga belajar atas partisipasi, kreativitas, dan hasil karyanya. Tutor juga memberikan motivasi untuk terus mengembangkan keterampilan tata boga dan potensi pangan lokal, ditutup dengan doa dan semangat untuk berwirausaha. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Mengidentifikasi bahan pangan lokal, merancang ide olahan inovatif, dan membuat rencana produksi.
Alat & bahan: Kertas, alat tulis, akses internet (opsional), contoh bahan pangan lokal (opsional)
Langkah kerja:
- Identifikasi minimal 3 jenis bahan pangan lokal di daerah Anda yang memiliki potensi untuk diolah.
- Pilih satu bahan pangan lokal dari daftar Anda, lalu diskusikan ide olahan inovatif yang berbeda dari yang sudah ada.
- Buatlah nama produk yang menarik dan deskripsi singkat tentang keunikan produk Anda.
- Tuliskan bahan-bahan utama, alat yang dibutuhkan, dan langkah-langkah pengolahan secara ringkas.
- Perkirakan potensi pasar dan cara promosi produk Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja bahan pangan lokal yang paling sering Anda temui di pasar atau kebun?
- Pernahkah Anda mencoba membuat olahan dari bahan pangan lokal? Jika ya, apa saja?
- Menurut Anda, mengapa penting untuk melestarikan dan mengembangkan pangan lokal?
- Apa yang Anda ketahui tentang keamanan pangan dalam mengolah makanan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi, perancangan ide, dan praktik pengolahan serta penilaian produk olahan yang dihasilkan.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi hasil praktik olahan pangan lokal dan portofolio rancangan produk.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi potensi dan jenis-jenis bahan pangan lokal. | Potensi dan jenis bahan pangan lokal. | 2 JP | kreativitas, kewargaan |
| 2 | Menganalisis teknik pengolahan dan merancang ide olahan inovatif. | Teknik dasar pengolahan dan perancangan produk. | 2 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Mempraktikkan dan mempresentasikan olahan pangan lokal. | Praktik pengolahan dan presentasi produk. | 2 JP | kolaborasi, kemandirian |
Indonesia kaya akan bahan pangan lokal yang berlimpah, namun seringkali kurang dimanfaatkan secara optimal. Modul ini akan membimbing warga belajar untuk menjelajahi potensi bahan pangan lokal, mempelajari teknik pengolahannya, dan berkreasi menciptakan produk olahan yang inovatif. Dengan demikian, diharapkan warga belajar tidak hanya memiliki keterampilan tata boga, tetapi juga mampu melihat peluang usaha dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.
1. Mengenal Potensi Pangan Lokal
Pangan lokal adalah sumber daya pangan yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah, seperti umbi-umbian (singkong, ubi jalar, talas), serealia lokal (jagung, sorgum), buah-buahan (pisang, nangka), dan kacang-kacangan. Pemanfaatan pangan lokal memiliki banyak keuntungan, antara lain mengurangi ketergantungan pada beras, mendukung ekonomi petani lokal, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Warga belajar perlu mengidentifikasi jenis-jenis pangan lokal yang ada di sekitar mereka dan memahami karakteristiknya untuk menentukan potensi olahan.
2. Teknik Dasar Pengolahan Pangan Lokal
Pengolahan pangan lokal melibatkan berbagai teknik dasar. Merebus cocok untuk umbi-umbian agar empuk. Mengukus sering digunakan untuk membuat kue tradisional atau dimsum. Menggoreng memberikan tekstur renyah pada keripik atau lauk pauk. Memanggang dapat digunakan untuk roti atau kue yang berbahan dasar tepung lokal. Pemilihan teknik yang tepat akan mempengaruhi cita rasa, tekstur, dan nilai gizi produk akhir. Penting juga memperhatikan kebersihan alat dan bahan serta proses pengolahan untuk menjamin keamanan pangan.
3. Inovasi Olahan Pangan Lokal
Inovasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai jual pangan lokal. Ini bisa berupa modifikasi resep tradisional, kombinasi bahan yang unik, atau pengembangan produk baru seperti keripik singkong rasa balado, brownies ubi ungu, atau nugget jagung. Inovasi juga mencakup aspek penyajian dan pengemasan yang menarik agar produk lebih diminati pasar. Warga belajar didorong untuk berpikir kreatif, namun tetap mempertimbangkan ketersediaan bahan, biaya produksi, dan selera konsumen lokal.
4. Aspek Kebersihan dan Keamanan Pangan
Dalam setiap proses pengolahan pangan, kebersihan dan keamanan adalah prioritas utama. Ini meliputi kebersihan diri (mencuci tangan), kebersihan alat dan bahan, serta kebersihan area kerja. Penggunaan bahan baku yang segar dan berkualitas, penyimpanan yang benar, serta proses memasak yang matang sempurna sangat penting untuk mencegah kontaminasi bakteri dan menjaga kualitas produk. Warga belajar harus memahami dan menerapkan standar higienis untuk menghasilkan produk yang aman dan sehat dikonsumsi.
Rangkuman: Modul ini mengajarkan tentang potensi pangan lokal, teknik pengolahannya, dan pentingnya inovasi untuk meningkatkan nilai jual. Warga belajar diajak mengidentifikasi bahan lokal, menganalisis teknik, merancang ide kreatif, serta mempraktikkan pengolahan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan. Tujuannya adalah mengembangkan keterampilan tata boga, membuka peluang usaha mandiri, dan melestarikan kekayaan kuliner daerah.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Andragogi | Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada orang dewasa, menghargai pengalaman hidup dan relevansi materi dengan kebutuhan mereka. |
| Pangan Lokal | Bahan makanan yang dihasilkan dan tersedia di suatu daerah tertentu, umumnya di luar komoditas utama nasional. |
| Inovasi | Penciptaan atau pengembangan ide, metode, atau produk baru yang lebih baik atau lebih efektif dari yang sudah ada. |
| Higienis | Kondisi atau praktik yang berkaitan dengan kebersihan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, terutama dalam penanganan makanan. |
| UMKM | Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, kategori usaha yang berperan penting dalam perekonomian lokal. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Tata Boga: Olahan Pangan Lokal" mata pelajaran Keterampilan Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Peta Materi Keterampilan Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Kerajinan Tangan Bernilai JualBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerawatan Dasar Sepeda MotorBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKomputer PerkantoranBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPemasaran Daring Produk UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratis2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Keterampilan Tata Boga: Olahan Pangan Lokal ini gratis?
Ya. Modul Tata Boga: Olahan Pangan Lokal untuk kelas X Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Keterampilan kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Keterampilan kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Tata Boga: Olahan Pangan Lokal ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase E untuk kelas X Paket C.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Tata Boga: Olahan Pangan Lokal untuk Keterampilan kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Tata Boga: Olahan Pangan Lokal ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Keterampilan kelas X Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Keterampilan kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Tata Boga: Olahan Pangan Lokal pada Keterampilan Paket C, Fase E, elemen Keterampilan: Tata Boga.
Bisakah modul Tata Boga: Olahan Pangan Lokal ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Tata Boga: Olahan Pangan Lokal dapat Anda sesuaikan dengan murid Keterampilan kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.