Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XI
Kolonialisme dan Imperialisme
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Kolonialisme dan Imperialisme |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Warga belajar memiliki pemahaman dasar tentang peristiwa penting dalam sejarah Indonesia sebelum abad ke-19. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Mengevaluasi dan merefleksi pemikiran
Warga belajar mampu menganalisis informasi tentang kolonialisme dan imperialisme, lalu merefleksikan dampaknya terhadap kehidupan sosial-ekonomi. - Kolaborasi — elemen: Kerja sama
Warga belajar bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan dampak kolonialisme dan imperialisme di Indonesia. - Kewargaan — elemen: Memahami peran sebagai warga negara
Warga belajar memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara dalam konteks sejarah perjuangan bangsa melawan kolonialisme.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis secara kritis perkembangan sejarah Indonesia dari masa praaksara hingga kontemporer, mengaitkan dengan isu-isu global, serta merefleksikan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas fakta-fakta sejarah kedatangan bangsa Eropa, pembentukan VOC, dan berbagai kebijakan kolonial di Indonesia. |
| Konseptual | Konsep inti yang dipelajari adalah definisi, motivasi (Gold, Glory, Gospel), serta dampak kolonialisme dan imperialisme di berbagai bidang. |
| Prosedural | Warga belajar akan belajar menganalisis sumber sejarah, mengidentifikasi pola hubungan sebab-akibat, dan menyusun argumen berdasarkan data historis. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari bagaimana latar belakang sejarah kolonialisme membentuk identitas dan tantangan bangsa Indonesia saat ini. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis sumber primer dan sekunder, warga belajar dapat mengidentifikasi faktor pendorong kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa ke Indonesia dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, warga belajar dapat menjelaskan karakteristik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia serta perbandingannya dengan daerah lain secara runtut.
- Melalui studi kasus kebijakan VOC dan pemerintah kolonial, warga belajar dapat menganalisis dampak ekonomi, sosial, budaya, dan politik kolonialisme di Indonesia dengan minimal tiga contoh konkret.
- Dengan presentasi hasil analisis, warga belajar dapat menyajikan laporan tentang respons masyarakat Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme secara kritis dan sistematis.
- Melalui refleksi bersama, warga belajar dapat mengaitkan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan dengan semangat kebangsaan masa kini dengan bahasa yang lugas.
Pemahaman bermakna: Kolonialisme dan imperialisme bukan hanya sekadar catatan sejarah, melainkan akar dari berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan politik yang masih relevan hingga kini, serta membentuk karakter dan perjuangan bangsa Indonesia.
Pertanyaan pemantik: "Menurut pengalaman Anda, bagaimana warisan masa lalu, khususnya masa penjajahan, masih terasa dalam kehidupan kita sehari-hari di Indonesia?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: menganalisis sistem ekonomi tanam paksa dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Geografi: mempelajari jalur pelayaran dan lokasi-lokasi strategis yang menjadi incaran bangsa Eropa selama masa kolonialisme. Sosiologi: mengidentifikasi perubahan struktur sosial masyarakat akibat kebijakan kolonial. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau anggota komunitas dapat berbagi cerita atau pengalaman terkait warisan kolonialisme di daerah mereka, memperkaya perspektif warga belajar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat dilakukan di ruang kelas yang nyaman, perpustakaan komunitas, atau melalui kunjungan virtual ke museum sejarah lokal yang menyimpan artefak kolonial. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video dokumenter, peta interaktif daring, dan artikel berita daring untuk menganalisis dampak kolonialisme yang masih relevan hingga kini. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis sumber primer dan sekunder, warga belajar dapat mengidentifikasi faktor pendorong kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa ke Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Sejarah: Tutor menyebutkan ciri-ciri tokoh atau peristiwa penting di masa kolonial, warga belajar menebak namanya dalam waktu singkat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, warga belajar dapat menjelaskan karakteristik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia serta perbandingannya dengan daerah lain secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata Sejarah: Tutor menyebutkan satu kata terkait kolonialisme, warga belajar berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan, dan seterusnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi dan menganalisis faktor pendorong serta dampak kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Modul ini akan membawa Anda menelusuri jejak kolonialisme dan imperialisme yang membentuk sejarah panjang Indonesia. Kita akan memahami mengapa bangsa Eropa datang, bagaimana mereka menguasai Nusantara, dan apa saja dampak yang ditimbulkannya.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, peta dunia, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 peta jalur perdagangan rempah-rempah yang ditunjukkan tutor, kemudian diskusikan mengapa jalur ini penting bagi bangsa Eropa.
Gambar 1. Peta pikiran - Baca teks singkat tentang 'Gold, Glory, Gospel' yang disediakan tutor, lalu identifikasi poin-poin penting faktor pendorong kolonialisme.
- Bersama kelompok, isi tabel di bawah ini dengan contoh-contoh konkret dari setiap faktor pendorong dan dampaknya di Indonesia.
- Pilih satu kebijakan kolonial (misalnya Tanam Paksa, Politik Etis) dan analisis dampaknya terhadap masyarakat Indonesia dalam bentuk paragraf singkat (minimal 5 kalimat).
- Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas dan berikan tanggapan terhadap kelompok lain.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia?
- Sebutkan beberapa rempah-rempah yang banyak dicari bangsa Eropa di Nusantara!
- Menurut Anda, apa tujuan utama bangsa Eropa datang ke Indonesia?
- Apakah Anda pernah mendengar istilah 'Tanam Paksa'?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan analisis warga belajar.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi faktor pendorong kolonialisme dan imperialisme | Latar belakang dan motivasi bangsa Eropa datang ke Indonesia | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan karakteristik kolonialisme dan imperialisme | Perbandingan kolonialisme di Indonesia dan daerah lain | 3 JP | Kolaborasi |
| 3 | Menganalisis dampak kolonialisme di berbagai bidang | Dampak ekonomi, sosial, budaya, dan politik | 3 JP | Penalaran Kritis, Kewargaan |
| 4 | Menyajikan laporan tentang respons masyarakat Indonesia | Bentuk-bentuk perlawanan dan perjuangan | 3 JP | Kolaborasi, Kewargaan |
Modul ini akan membawa Anda menelusuri jejak kolonialisme dan imperialisme yang membentuk sejarah panjang Indonesia. Kita akan memahami mengapa bangsa Eropa datang, bagaimana mereka menguasai Nusantara, dan apa saja dampak yang ditimbulkannya. Mari belajar dari masa lalu untuk memahami masa kini.
1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa
Abad ke-15 dan ke-16 ditandai dengan semangat penjelajahan samudra oleh bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Motivasi utama mereka dikenal dengan 3G: Gold (kekayaan, terutama rempah-rempah), Glory (kejayaan, memperluas kekuasaan), dan Gospel (penyebaran agama Kristen). Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani pada 1453 juga memutus jalur perdagangan Eropa-Asia, mendorong pencarian jalur baru ke timur.
2. Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme adalah upaya suatu negara untuk menguasai wilayah lain di luar negaranya untuk memperluas wilayah kekuasaan. Imperialisme adalah upaya suatu negara untuk menguasai negara lain dalam rangka memperoleh keuntungan ekonomi, politik, dan militer. Keduanya sering berjalan beriringan, dengan tujuan utama menguras sumber daya dan tenaga kerja dari wilayah jajahan untuk kepentingan negara penjajah.
3. Kedatangan Bangsa Belanda dan VOC
Bangsa Belanda tiba di Banten pada 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Untuk menghindari persaingan antar pedagang Belanda, didirikanlah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 1602. VOC diberi hak oktroi, yaitu hak istimewa untuk memonopoli perdagangan, membentuk angkatan perang, mencetak uang, dan memerintah wilayah jajahan. VOC menjadi negara dalam negara yang sangat berkuasa di Nusantara.
4. Kebijakan-kebijakan Kolonial
Selama masa kolonial, berbagai kebijakan diterapkan untuk menguras kekayaan alam Indonesia. Contohnya adalah sistem monopoli perdagangan rempah-rempah, politik devide et impera (adu domba), dan kerja rodi (kerja paksa). Pada masa Daendels diterapkan pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan, dan pada masa Van den Bosch diterapkan Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) yang sangat merugikan rakyat Indonesia.
5. Dampak Kolonialisme di Indonesia
Kolonialisme meninggalkan dampak yang sangat mendalam di Indonesia. Secara ekonomi, rakyat menderita kemiskinan dan kelaparan akibat eksploitasi. Secara sosial, terjadi stratifikasi masyarakat berdasarkan ras dan munculnya diskriminasi. Secara politik, banyak kerajaan lokal kehilangan kedaulatan. Namun, kolonialisme juga memicu munculnya kesadaran nasional dan semangat perlawanan dari rakyat Indonesia.
6. Perlawanan Terhadap Kolonialisme
Sepanjang sejarah kolonialisme, rakyat Indonesia tidak tinggal diam. Berbagai perlawanan lokal muncul di berbagai daerah, seperti Perang Diponegoro, Perang Padri, Perang Aceh, dan perlawanan di Bali. Perlawanan ini menunjukkan semangat juang yang tinggi, meskipun seringkali belum terkoordinasi secara nasional. Perlawanan ini menjadi cikal bakal gerakan nasional yang lebih terorganisir di kemudian hari.
Rangkuman: Kolonialisme dan imperialisme adalah periode penting dalam sejarah Indonesia, didorong oleh motif Gold, Glory, Gospel. Kedatangan bangsa Eropa, terutama Belanda dengan VOC-nya, membawa dampak besar pada ekonomi, sosial, dan politik. Berbagai kebijakan eksploitatif memicu penderitaan, namun juga menumbuhkan semangat perlawanan dan kesadaran nasional yang menjadi fondasi kemerdekaan Indonesia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kolonialisme | Upaya suatu negara menguasai wilayah lain untuk memperluas kekuasaan. |
| Imperialisme | Upaya suatu negara menguasai negara lain untuk keuntungan ekonomi/politik. |
| VOC | Vereenigde Oostindische Compagnie, kongsi dagang Belanda yang memonopoli perdagangan rempah. |
| Hak Oktroi | Hak istimewa yang diberikan kepada VOC oleh pemerintah Belanda. |
| Tanam Paksa | Sistem kebijakan yang mewajibkan rakyat menanam tanaman ekspor tertentu. |
| Kerja Rodi | Kerja paksa tanpa upah yang layak untuk pembangunan infrastruktur kolonial. |
| Devide et Impera | Politik adu domba yang diterapkan penjajah untuk memecah belah persatuan. |
| Rempah-rempah | Bahan penyedap makanan dan obat-obatan yang banyak dicari bangsa Eropa. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kolonialisme dan Imperialisme" mata pelajaran Sejarah Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Kolonialisme dan Imperialisme yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Perjuangan Mempertahankan KemerdekaanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisKolonialisme dan Perlawanan BangsaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSumpah Pemuda dan Kebangkitan NasionalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Sejarah di kelas lain
Hindu-Buddha di IndonesiaSejarah Kelas X Paket CIslam di IndonesiaSejarah Kelas X Paket CKajian Ilmu SejarahSejarah Kelas X Paket CKekhasan Penelitian SejarahSejarah Kelas X Paket CLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kolonialisme dan Imperialisme pada Sejarah Paket C, Fase F, elemen Sejarah.
Modul Kolonialisme dan Imperialisme ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XI Paket C di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Kolonialisme dan Imperialisme ini gratis?
Ya. Modul Kolonialisme dan Imperialisme untuk kelas XI Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kolonialisme dan Imperialisme ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kolonialisme dan Imperialisme ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kolonialisme dan Imperialisme dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kolonialisme dan Imperialisme ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kolonialisme dan Imperialisme tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kolonialisme dan Imperialisme untuk Sejarah kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kolonialisme dan Imperialisme ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XI Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kolonialisme dan Imperialisme beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Kolonialisme dan Imperialisme disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.