Modul Ajar MA

Modul Ajar Sejarah MA

17 modul ajar Sejarah MA untuk kelas X, XI, dan XII — mulai Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia dan Jalur Rempah pada Masa Praaksara, Gelombang Migrasi…

17 modul siap pakaiFase E, FWord + PDFAtas nama Anda
📥 Unduh Modul Ajar — GRATISIsi nama, sekolah & materi · ±1 menit · Word + PDF ber-kopAtau lihat dulu 14 materi Sejarah MA & modul yang sudah jadi ↓

Pilih mata pelajaran

Semua materi di halaman ini berwujud seperti ini

Yang diperlihatkan kebetulan modul Kolonialisme dan Imperialisme, salah satu materi di daftar bawah yang sudah jadi — materi lain menghasilkan berkas dengan bentuk yang sama. Dua baris kuning itu satu-satunya yang masih kosong, dan keduanya terisi nama serta sekolah Anda begitu diunduh.

11 lembarSampulIdentitasDesainPertemuan 1Pertemuan 2LKPDAsesmenATPBahan AjarGlosariumPengesahan

📄 Buka modul Kolonialisme dan Imperialisme selengkapnya →✍️ Buat untuk Materi Anda — GRATISDitulis mesin ±1 menit · Word + PDF ber-kop · nama Anda tercetak

Mencari materi lain? Seluruh materi Sejarah MA ada di daftar bawah ↓

Contoh wujud berkas · Sejarah MA
KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kolonialisme dan Imperialisme
Sejarah · Kelas XI · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
Lembar 1 · Sampul
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kolonialisme dan Imperialisme
Sejarah · Fase F · Kelas XI · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasF / XI
Materi PokokKolonialisme dan Imperialisme
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengetahui beberapa peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia dan konsep dasar tentang penjajahan.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Bernegara
    Peserta didik mengidentifikasi nilai-nilai keadilan dalam menentang praktik kolonialisme dan imperialisme, sesuai ajaran agama.
  2. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
    Peserta didik mengevaluasi dampak kebijakan kolonialisme terhadap masyarakat Indonesia dari berbagai sudut pandang.
  3. kolaborasi — elemen: Komunikasi untuk Mencapai Tujuan Bersama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyajikan hasil analisis mengenai perlawanan terhadap kolonialisme.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainSejarah
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis secara kritis berbagai peristiwa sejarah Indonesia dan dunia, termasuk kolonialisme dan imperialisme, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai kebangsaan dan perkembangan masa kini.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualFakta-fakta seperti kedatangan VOC, kebijakan tanam paksa, dan perlawanan Pangeran Diponegoro adalah contoh nyata kolonialisme di Indonesia.
KonseptualKolonialisme adalah upaya penguasaan wilayah dan sumber daya, sedangkan imperialisme adalah perluasan pengaruh politik dan ekonomi suatu negara.
ProseduralPeserta didik akan belajar menganalisis sumber sejarah, mengidentifikasi motif, karakteristik, dan dampak kolonialisme secara sistematis.
MetakognitifPeserta didik menyadari bagaimana pemahaman sejarah kolonialisme membentuk kesadaran diri sebagai bangsa merdeka dan pentingnya menjaga kedaulatan.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMempelajari sejarah kolonialisme menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keadilan dan kemanusiaan, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan agama.
2. Cinta IlmuMendorong peserta didik untuk mencari kebenaran sejarah melalui berbagai sumber, menumbuhkan semangat belajar dan berpikir kritis yang mendalam.
3. Cinta LingkunganMengenali eksploitasi sumber daya alam oleh penjajah, mendorong kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan bangsa.
4. Cinta Diri dan SesamaMenghargai perjuangan para pahlawan dan menumbuhkan empati terhadap penderitaan rakyat akibat penjajahan, memperkuat rasa persaudaraan sesama manusia.
5. Cinta Tanah AirMeningkatkan rasa syukur atas kemerdekaan dan menumbuhkan semangat patriotisme untuk mempertahankan kedaulatan serta mengisi kemerdekaan dengan karya positif.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui analisis sumber primer dan sekunder, peserta didik dapat mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia dengan tepat.
  2. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan karakteristik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia secara runtut.
  3. Setelah mengamati studi kasus, peserta didik mampu menganalisis dampak politik, ekonomi, sosial, dan budaya kolonialisme di Indonesia dengan minimal tiga contoh yang relevan.
  4. Melalui proyek pembuatan infografis, peserta didik dapat menyajikan bentuk-bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dengan jelas dan informatif.
  5. Setelah presentasi hasil diskusi, peserta didik dapat mengevaluasi relevansi nilai-nilai perjuangan melawan kolonialisme dengan tantangan masa kini secara kritis.
Halaman 2 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 2 · Identitas
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami kolonialisme dan imperialisme bukan hanya tentang mengingat tanggal dan nama, tetapi juga menelusuri akar masalah, dampak jangka panjang, serta pelajaran berharga untuk masa depan bangsa.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa bangsa-bangsa Eropa rela menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk menguasai wilayah lain, dan apa dampaknya bagi kita hari ini?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis teks sejarah dan menyajikan informasi secara efektif dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Sosiologi: Menganalisis perubahan struktur sosial masyarakat akibat kebijakan kolonial dan munculnya stratifikasi sosial baru.
Ekonomi: Membahas sistem ekonomi eksploitatif yang diterapkan pada masa kolonial dan dampaknya terhadap perekonomian lokal.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan berbagi cerita atau pengalaman terkait sejarah lokal yang berkaitan dengan masa kolonial.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang nyaman dengan akses internet, perpustakaan sekolah, atau bahkan kunjungan virtual ke museum sejarah akan mendukung pembelajaran.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform belajar daring untuk mengakses sumber sejarah digital, membuat infografis kolaboratif, dan menyajikan hasil diskusi secara interaktif.
Halaman 3 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 3 · Desain
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui analisis sumber primer dan sekunder, peserta didik dapat mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Gambar Tokoh Sejarah: Guru menampilkan gambar tokoh penjelajah Eropa (misal: Vasco da Gama, Columbus), peserta didik menebak namanya dan negara asalnya.
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan melakukan presensi.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang kekayaan alam Indonesia di masa lalu dan bertanya: 'Mengapa kekayaan alam kita menjadi incaran bangsa lain?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi motif kedatangan Eropa dan menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar peta jalur pelayaran bangsa Eropa ke Nusantara dan bertanya: 'Apa yang mendorong mereka datang jauh-jauh ke sini?'
  2. Guru membagikan artikel singkat tentang latar belakang penjelajahan samudra dan meminta peserta didik membaca secara individu.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi pertanyaan pemicu.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Dalam kelompok, peserta didik menganalisis artikel dan gambar untuk mengidentifikasi motif 3G (Gold, Glory, Gospel) serta faktor pendorong lainnya.
  2. Peserta didik berdiskusi aktif untuk mengumpulkan data dan informasi terkait motif kedatangan bangsa Eropa.
  3. Setiap kelompok menyusun poin-poin penting hasil analisis mereka di LKPD.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergantian.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan terhadap presentasi yang disampaikan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan motif-motif kedatangan bangsa Eropa dan mengklarifikasi miskonsepsi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang motif kolonialisme dan imperialisme.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas partisipasi aktif dan kerja sama yang baik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 4 · Pertemuan 1
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan karakteristik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Sejarah: Guru menyebut satu kata (misal: VOC), peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang terkait (misal: monopoli), dan seterusnya membentuk rantai.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang motif kedatangan Eropa dan mengaitkannya dengan awal mula kolonialisme.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menguraikan karakteristik kolonialisme dan imperialisme serta tahapan kegiatan yang akan dilakukan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan infografis tentang kebijakan-kebijakan penting pada masa kolonial (misal: Tanam Paksa, Sistem Sewa Tanah) dan bertanya: 'Bagaimana kebijakan ini mencerminkan karakteristik penjajahan?'
  2. Guru membagikan bahan ajar mengenai karakteristik kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.
  3. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik kembali ke kelompok yang sama dan menerima LKPD kedua yang berisi kasus-kasus kebijakan kolonial.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok menganalisis kasus-kasus kebijakan kolonial pada LKPD, mengidentifikasi ciri-ciri atau karakteristik kolonialisme dan imperialisme yang tampak.
  2. Peserta didik mencari informasi tambahan dari berbagai sumber untuk memperkaya analisis mereka.
  3. Kelompok menyusun uraian karakteristik kolonialisme dan imperialisme berdasarkan temuan mereka.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyajikan hasil analisis karakteristik kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk peta konsep atau mind map.
  2. Kelompok lain mengamati dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap peta konsep yang disajikan.
  3. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru membimbing diskusi kelas untuk menyatukan berbagai karakteristik yang ditemukan dan membuat sintesis yang komprehensif.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama merangkum karakteristik utama kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.
  2. Guru memberikan pujian atas kerja keras dan kreativitas peserta didik dalam menyajikan materi, menciptakan suasana belajar yang penuh semangat.
  3. Guru memberikan pengantar untuk materi dampak kolonialisme dan menutup pembelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 5 · Pertemuan 2
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajahi Jejak Kolonialisme!
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi motif, karakteristik, dan dampak kolonialisme di Indonesia.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Kolonialisme dan imperialisme adalah dua konsep penting dalam sejarah dunia yang membentuk wajah banyak bangsa, termasuk Indonesia. Praktik ini melibatkan penguasaan wilayah, sumber daya, dan bahkan kehidupan masyarakat oleh kekuatan asing.

Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, buku paket, gawai (opsional), artikel sejarah

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 tentang kekayaan alam Indonesia, lalu diskusikan dalam kelompok mengapa wilayah ini menarik bagi bangsa Eropa.
    NusantaraRempah-rempahJalur SutraPelabuhanStrategis
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Baca artikel singkat yang diberikan tentang latar belakang penjelajahan samudra dan kebijakan kolonial.
  3. Identifikasi motif (3G), karakteristik (misal: monopoli, eksploitasi), dan dampak (politik, ekonomi, sosial, budaya) dari kolonialisme.
  4. Catat hasil diskusi kelompok pada tabel yang tersedia di LKPD ini.
  5. Siapkan presentasi singkat untuk memaparkan temuan kelompok di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 6 · LKPD
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia?
  2. Sebutkan minimal dua negara Eropa yang pernah menjajah Indonesia!
  3. Menurut Anda, apa tujuan utama bangsa Eropa datang ke Nusantara?
  4. Bagaimana kondisi masyarakat Indonesia saat itu?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas hasil analisis pada LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian infografis dan presentasi kelompok mengenai perlawanan terhadap kolonialisme.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 7 · Asesmen
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi motif kedatangan bangsa Eropa ke IndonesiaMotif 3G dan faktor pendorong penjelajahan samudra2 JPpenalaran kritis
2Menguraikan karakteristik kolonialisme dan imperialismeSistem monopoli, eksploitasi sumber daya, dan kebijakan politik kolonial2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
3Menganalisis dampak kolonialisme di IndonesiaDampak politik, ekonomi, sosial, dan budaya2 JPpenalaran kritis, keimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 8 · ATP
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kolonialisme dan imperialisme adalah dua konsep penting dalam sejarah dunia yang membentuk wajah banyak bangsa, termasuk Indonesia. Praktik ini melibatkan penguasaan wilayah, sumber daya, dan bahkan kehidupan masyarakat oleh kekuatan asing. Mempelajari materi ini akan membuka wawasan kita tentang bagaimana masa lalu membentuk identitas dan perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

1. Motif Kedatangan Bangsa Eropa
Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada abad ke-16 didorong oleh berbagai motif, yang sering disingkat dengan 3G: Gold (mencari kekayaan berupa rempah-rempah dan logam mulia), Glory (mencari kejayaan dan kekuasaan), serta Gospel (menyebarkan agama Kristen). Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pelayaran, seperti penemuan kompas dan kapal yang lebih kuat, juga turut memfasilitasi penjelajahan samudra. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani juga menutup jalur perdagangan darat, mendorong bangsa Eropa mencari jalur laut baru ke sumber rempah-rempah di Timur.

2. Karakteristik Kolonialisme
Kolonialisme adalah upaya suatu negara untuk menguasai wilayah lain dengan tujuan mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia untuk kepentingan negara penjajah. Karakteristik utamanya meliputi penguasaan teritorial, pembentukan pemerintahan kolonial, penerapan sistem monopoli perdagangan (seperti VOC dengan rempah-rempah), serta penindasan terhadap penduduk pribumi. Kebijakan-kebijakan seperti Tanam Paksa (Cultuurstelsel) oleh Belanda adalah contoh nyata bagaimana sumber daya dan tenaga rakyat dikerahkan demi keuntungan kolonial.

3. Karakteristik Imperialisme
Imperialisme lebih luas dari kolonialisme, tidak hanya mencakup penguasaan fisik tetapi juga dominasi politik, ekonomi, dan budaya terhadap negara lain. Imperialisme kuno berfokus pada penguasaan wilayah dan kekayaan, sementara imperialisme modern (sejak Revolusi Industri) lebih menekankan pada pencarian bahan baku, pasar baru, dan investasi modal. Ciri-cirinya termasuk pembentukan wilayah pengaruh, intervensi politik, dan penyebaran ideologi Barat. Di Indonesia, Belanda menerapkan imperialisme dengan menguasai jalur perdagangan dan memaksakan kebijakan ekonomi yang menguntungkan mereka.

4. Dampak Politik Kolonialisme
Secara politik, kolonialisme menghancurkan sistem pemerintahan tradisional di Indonesia. Raja-raja atau pemimpin lokal kehilangan kedaulatan dan harus tunduk pada kekuasaan kolonial. Terbentuknya birokrasi pemerintahan modern ala Barat, meskipun awalnya untuk kepentingan penjajah, pada akhirnya juga menjadi cikal bakal sistem pemerintahan Indonesia merdeka. Namun, hal ini juga disertai dengan fragmentasi wilayah dan politik adu domba (devide et impera) yang melemahkan persatuan bangsa.

5. Dampak Ekonomi Kolonialisme
Di bidang ekonomi, kolonialisme menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam dan manusia Indonesia. Kebijakan Tanam Paksa, Sistem Sewa Tanah, dan kerja rodi membuat rakyat menderita kemiskinan dan kelaparan. Perkembangan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa, bukan untuk kesejahteraan rakyat lokal. Infrastruktur seperti jalan raya dan pelabuhan dibangun, namun semata-mata untuk memperlancar proses eksploitasi dan distribusi hasil bumi ke luar negeri.

6. Dampak Sosial dan Budaya Kolonialisme
Dampak sosial dan budaya meliputi perubahan struktur masyarakat dengan munculnya stratifikasi sosial berdasarkan ras (Eropa, Timur Asing, Pribumi). Pendidikan hanya diberikan kepada segelintir pribumi untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi rendah. Budaya Barat mulai masuk dan memengaruhi gaya hidup, bahasa, serta pola pikir masyarakat. Meskipun ada percampuran budaya, namun seringkali disertai dengan rasa inferioritas pada budaya lokal. Munculnya kaum terpelajar pribumi inilah yang nantinya menjadi motor penggerak pergerakan nasional.

7. Perlawanan Bangsa Indonesia
Berbagai bentuk perlawanan muncul di seluruh Nusantara sebagai respons terhadap kolonialisme. Mulai dari perlawanan fisik yang dipimpin oleh tokoh-tokoh daerah seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, dan Tuanku Imam Bonjol, hingga pergerakan nasional yang bersifat modern dengan organisasi-organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij. Perlawanan ini menunjukkan semangat juang dan keinginan kuat bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dan kedaulatan dari penjajahan.

Rangkuman: Kolonialisme dan imperialisme adalah periode kelam dalam sejarah Indonesia yang ditandai oleh dominasi asing demi keuntungan ekonomi dan politik. Motif 3G mendorong bangsa Eropa datang, diikuti dengan berbagai kebijakan eksploitatif yang berdampak pada segala aspek kehidupan. Namun, masa ini juga melahirkan semangat perlawanan dan kesadaran nasional yang pada akhirnya mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan.

Halaman 9 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 9 · Bahan Ajar
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
KolonialismePenguasaan suatu wilayah oleh negara asing untuk mengeksploitasi sumber daya.
ImperialismePerluasan pengaruh politik, ekonomi, atau budaya suatu negara terhadap negara lain.
VOCKongsi dagang Belanda yang memonopoli perdagangan di Hindia Belanda.
Tanam PaksaKebijakan pemerintah kolonial Belanda yang mewajibkan rakyat menanam tanaman ekspor.
Devide et ImperaPolitik pecah belah yang diterapkan penjajah untuk menguasai.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 10 · Glosarium
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Sejarah · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kolonialisme dan Imperialisme" mata pelajaran Sejarah Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Kolonialisme dan Imperialisme — pratinjau tuntas.org
Lembar 11 · Pengesahan
Geser untuk membuka semuanya · seluruh 11 lembar ini ikut terunduh, tidak ada yang ditahan.

Materi bertanda + dibuatkan begitu Anda ketuk — ±1 menit, langsung jadi Word + PDF ber-kop atas nama Anda. Gratis.

Kelas X Fase E4 materi · siap dibuatkan

4 materi Sejarah kelas X MA, urut mengajar dari Kajian Ilmu Sejarah hingga Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Islam · semester 1: 2, semester 2: 2.

📘 Sesuai buku IPS Kelas X, Edisi Revisi 2023 — topik Sejarah (Kemendikbudristek)

Lihat semuanya →Topik 1Kajian Ilmu SejarahSem 1Topik 2Kekhasan Penelitian SejarahSem 1Topik 3Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu–BuddhaSem 2Topik 4Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan IslamSem 2

Kelas XI Fase F7 dari 7 siap unduh

7 materi Sejarah kelas XI MA, urut mengajar dari Kolonialisme dan Imperialisme hingga Sumpah Pemuda dan Kebangkitan Nasional · semester 1: 4, semester 2: 3.

Lihat semuanya →Kolonialisme dan ImperialismeModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPergerakan NasionalModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPendudukan JepangModul siap unduh · Word + PDF ber-kopProklamasi KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerjuangan Mempertahankan KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKolonialisme dan Perlawanan BangsaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSumpah Pemuda dan Kebangkitan NasionalModul siap unduh · Word + PDF ber-kop

Kelas XII Fase F3 dari 4 siap unduh

4 materi Sejarah kelas XII MA, urut mengajar dari Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan hingga Indonesia Masa Reformasi · semester 1: 2, semester 2: 2.

📘 Sesuai buku Sejarah SMA — Kelas XII (2022) (Kemendikbudristek)

Lihat semuanya →Bab 1Perjuangan Mempertahankan KemerdekaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 2Demokrasi Liberal hingga Demokrasi TerpimpinSem 1Bab 3Indonesia Masa Orde BaruModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBab 4Indonesia Masa ReformasiModul siap unduh · Word + PDF ber-kop
Peta materi Sejarah MA — 14 materi, kelas X sampai XII, modul ajar siap unduh
Contoh sampul modul ajar Sejarah MA — Word + PDF ber-kop, atas nama Anda.

Modul Ajar Sejarah di MA

Peta di halaman ini memuat 14 materi Sejarah kelas X sampai XII di MA, urut mengajar. Kelasnya mencakup Fase E, dan F, dan fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta atas. Modulnya disusun untuk madrasah di bawah Kementerian Agama, mengikuti Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025): memakai 8 Dimensi Profil Lulusan nasional yang sama, sementara kekhasan madrasah dijaga lewat nilai Panca Cinta, dan P5RA/PPRA berada di kokurikuler. Kop dan identitasnya kop madrasah, bukan kop sekolah.

Yang disusun di sini perangkat ajar Sejarah MA — satu berkas yang di lapangan dipanggil empat nama sekaligus: modul ajar, RPP (istilah resmi sejak Permendikdasmen 1/2026), modul ajar deep learning, dan RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam: kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi (Permendikdasmen 13/2025) dengan 8 Dimensi Profil Lulusan — penerus Profil Pelajar Pancasila — dan capaian pembelajaran Sejarah MA mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025 (mapel umum madrasah). Di madrasah, berkasnya disusun menurut Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan integrasi nilai Panca Cinta dan kop madrasah.

Tiap materi di peta atas dapat disusun menjadi modul ajar Sejarah MA yang lengkap — memuat capaian pembelajaran (CP) fase beserta elemennya, ATP, tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, LKPD, rubrik KKTP, asesmen awal–formatif–sumatif, bahan ajar, glosarium, dan bank soal — dalam Word (.docx) dan PDF ber-kop tahun pelajaran 2026/2027, atas nama Anda. Satu berkas, bukan berkas yang dikumpulkan satu per satu.

Modul gratis di halaman ini sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama, sekolah & materi · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembar

Tiap modul ajar Sejarah bisa jadi lebih lengkap

Ini 6 lembar tambahannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIPeta Konsep
Kolonialisme dan ImperialismeMotif Kedatangan Bangsa EropaKarakteristik KolonialismeKarakteristik ImperialismeDampak Politik KolonialismeDampak Ekonomi Kolonialisme
Dari sub-bab Kolonialisme dan ImperialismeLembar tambahan
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupLembar tambahan
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanLembar tambahan
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarLembar tambahan
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasLembar tambahan
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniLembar tambahan

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Kolonialisme dan Imperialisme1Pergerakan Nasional1Pendudukan Jepang1Proklamasi Kemerdekaan2Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan…+2 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Semua paketPromes Semester 1
MateriJASONDKolonialisme dan ImperialismePergerakan NasionalPendudukan JepangProklamasi Kemerdekaan
Sebaran materi per bulan
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Program kerja wali kelasDaftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester
Paket 60Program Ekskul
Latihan Juli–JuniLomba & anggaran
Pramuka, PMR, Rohis, dll.

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Sejarah di Jenjang Lain

Materi Sejarah untuk jenjang lainnya.

Pertanyaan Seputar Modul Ajar Sejarah MA

Apakah modul ajar Sejarah ini gratis?

Ya. Tiga modul ajar gratis tersedia bertahap dalam Word + PDF tanpa watermark dan atas nama Anda; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Fase apa saja yang tercakup di Sejarah MA?

Fase E, dan F — kelas X sampai XII. Fase tiap kelas tertulis pada judul kelompoknya di peta materi halaman ini.

Apa saja materi Sejarah MA?

15 materi, urut mengajar dari Kajian Ilmu Sejarah hingga Indonesia Masa Reformasi. Seluruhnya terdaftar di peta halaman ini beserta elemen dan tujuan pembelajarannya begitu modulnya disusun.

Apakah ini modul ajar deep learning atau RPM?

Ya — ketiganya dokumen yang sama. Modul di sini disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025): kegiatan intinya berkerangka memahami – mengaplikasi – merefleksi, sasaran karakternya 8 Dimensi Profil Lulusan, dan sampulnya bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam. Sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam), sebagian RPP deep learning; istilah resminya RPP sejak Permendikdasmen 1/2026.

Bisakah saya meminta materi yang belum ada di daftar?

Bisa. Ketuk materi bertanda + pada daftar di atas — mapel, kelas, dan materinya langsung terbawa, tinggal isi nama dan sekolah Anda.

Apakah ATP, LKPD, dan KKTP-nya ikut, dan bisa langsung diunduh Word atau PDF?

Keduanya, dan langsung. Satu kali susun menghasilkan berkas Word (.docx) yang masih bisa Anda sunting sekaligus PDF siap cetak — keduanya ber-kop sekolah, bertahun pelajaran 2026/2027, dan atas nama Anda, tanpa watermark. Isinya satu perangkat ajar utuh: modul ajar berikut ATP, LKPD, rubrik KKTP, asesmen, bahan ajar, glosarium, dan bank soalnya.

Apakah di sini ada buku siswa atau buku guru Sejarah?

Tidak. Yang disusun di sini adalah perangkat ajar guru — modul ajar (RPP) beserta ATP, LKPD, asesmen, bahan ajar, dan bank soalnya. Buku siswa dan buku guru diterbitkan kementerian, dan modul di sini dapat dipakai berdampingan dengan buku mana pun yang dipakai sekolah Anda.

Apakah sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Semua modul mengikuti Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen 13/2025) dan ketentuan terbaru lainnya sesuai jenis sekolah.

Buat sesuai kebutuhanMateri belum tersedia? Buat modul sendiri, gratis.Siap ±1 menit · Word + PDF · langsung atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas.