Modul Ajar & RPP Akuntansi Kelas XI
Perpajakan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Akuntansi |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Perpajakan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar akuntansi dan jenis-jenis transaksi keuangan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis kasus perpajakan untuk mengevaluasi penerapan aturan dan dampaknya secara kritis. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah perpajakan dan menyusun laporan. - kemandirian — elemen: Regulasi diri
Peserta didik mengatur waktu dan sumber daya secara mandiri untuk menyelesaikan tugas perpajakan yang kompleks.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Akuntansi Keuangan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengelola transaksi keuangan entitas secara komprehensif, termasuk perhitungan dan pelaporan perpajakan sesuai standar akuntansi yang berlaku. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pajak penghasilan karyawan, pajak pertambahan nilai atas pembelian barang, dan pajak bumi bangunan adalah contoh nyata perpajakan yang terjadi di masyarakat. |
| Konseptual | Perpajakan adalah sistem pungutan wajib dari rakyat kepada negara yang diatur undang-undang untuk membiayai pengeluaran umum dan pembangunan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah perhitungan, penyetoran, dan pelaporan berbagai jenis pajak sesuai ketentuan yang berlaku. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya pemahaman perpajakan yang akurat untuk kepatuhan hukum dan perencanaan keuangan yang efektif. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan pengertian, fungsi, dan jenis-jenis pajak dengan tepat.
- Dengan mengamati contoh kasus dan data, peserta didik dapat mengidentifikasi subjek dan objek pajak penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku.
- Melalui simulasi perhitungan, peserta didik dapat menghitung besaran PPh Pasal 21 atas penghasilan karyawan dengan akurat.
- Dengan menggunakan aplikasi perpajakan sederhana, peserta didik dapat membuat SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan benar dan runtut.
- Setelah menganalisis transaksi jual beli, peserta didik dapat mengidentifikasi objek dan menghitung PPN dan PPnBM dengan tepat.
- Melalui praktik pengisian formulir, peserta didik dapat menyusun laporan pajak masa PPN dengan benar.
Pemahaman bermakna: Memahami perpajakan bukan hanya tentang menghitung angka, tetapi juga tentang memahami peran warga negara yang bertanggung jawab dalam pembangunan negara dan menghindari sanksi hukum.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus membayar pajak, dan apa dampaknya jika kita tidak mematuhinya?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: Memahami dampak kebijakan perpajakan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara. Hukum: Mempelajari dasar hukum perpajakan, hak, dan kewajiban wajib pajak serta sanksi pelanggaran. Informatika: Menggunakan aplikasi e-SPT dan perangkat lunak akuntansi untuk pengelolaan data perpajakan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau praktisi pajak dapat diundang untuk berbagi pengalaman nyata tentang pelaporan pajak atau menjadi narasumber. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dilengkapi dengan koneksi internet, proyektor, dan komputer untuk mengakses aplikasi perpajakan atau referensi digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi simulasi e-SPT atau platform perpajakan online untuk praktik pengisian formulir pajak dan akses regulasi pajak terbaru. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan pengertian, fungsi, dan jenis-jenis pajak dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Pajak: Guru menyebut kata kunci terkait pajak, peserta didik menebak istilah lengkapnya. Contoh: 'PPh' dijawab 'Pajak Penghasilan'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan mengamati contoh kasus dan data, peserta didik dapat mengidentifikasi subjek dan objek pajak penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Benar atau Salah: Guru membacakan pernyataan tentang pajak, peserta didik mengangkat jempol ke atas jika benar dan ke bawah jika salah. Contoh: 'Semua orang wajib membayar pajak.'
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi subjek dan objek Pajak Penghasilan (PPh) dari berbagai kasus nyata.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Pajak adalah tulang punggung pembangunan negara. Memahami perpajakan bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk partisipasi aktif dalam memajukan bangsa.
Alat & bahan: Alat tulis, bahan ajar, peraturan perpajakan (opsional)
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Perhatikan yang berisi beberapa contoh sumber penghasilan.
- Baca setiap kasus penghasilan yang ada pada tabel di bawah ini dengan teliti.
- Tentukan apakah setiap kasus merupakan subjek PPh, objek PPh, atau keduanya, lalu berikan alasannya.
- Catat hasil identifikasi kamu pada kolom yang tersedia di tabel.
- Diskusikan hasil identifikasi dengan teman sekelompokmu dan siapkan untuk presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pajak?
- Sebutkan minimal dua jenis pajak yang kamu tahu!
- Menurutmu, mengapa pemerintah memungut pajak?
Formatif (proses): Penilaian observasi selama diskusi kelompok dan presentasi untuk mengukur partisipasi dan pemahaman konsep.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan perhitungan perpajakan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan pengertian, fungsi, dan jenis-jenis pajak | Dasar-dasar Perpajakan | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengidentifikasi subjek dan objek PPh | PPh Orang Pribadi: Subjek dan Objek | 2 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menghitung besaran PPh Pasal 21 | PPh Orang Pribadi: Perhitungan PPh Pasal 21 | 2 JP | penalaran kritis, kemandirian |
| 4 | Membuat SPT Tahunan PPh Orang Pribadi | PPh Orang Pribadi: Pelaporan SPT Tahunan | 2 JP | kolaborasi, kemandirian |
Pajak adalah tulang punggung pembangunan negara. Memahami perpajakan bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk partisipasi aktif dalam memajukan bangsa. Modul ini akan membimbing kamu untuk menguasai konsep dasar, jenis-jenis pajak, hingga praktik perhitungan dan pelaporan yang sesuai dengan ketentuan di Indonesia.
1. Pengertian dan Fungsi Pajak
Pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan oleh rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang, tanpa mendapatkan imbalan langsung yang dapat ditunjuk, dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum serta pembangunan. Fungsi utama pajak meliputi fungsi anggaran (budgetair) sebagai sumber dana negara, fungsi regulasi (mengatur) untuk mencapai tujuan tertentu (misalnya, mendorong investasi), fungsi pemerataan pendapatan, dan fungsi stabilitas ekonomi. Contoh nyata fungsi anggaran adalah pembangunan infrastruktur jalan raya dan sekolah yang dibiayai dari pajak yang kita bayar.
2. Jenis-jenis Pajak
Pajak dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria. Berdasarkan lembaga pemungutnya, ada pajak pusat (misalnya PPh, PPN) dan pajak daerah (misalnya Pajak Reklame, Pajak Kendaraan Bermotor). Berdasarkan sifatnya, ada pajak langsung (misalnya PPh yang beban pajaknya tidak dapat dialihkan) dan pajak tidak langsung (misalnya PPN yang dapat dialihkan kepada konsumen). Berdasarkan objek yang dikenakan, terdapat pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, serta bea materai. Pemahaman jenis ini penting untuk mengidentifikasi kewajiban pajak yang relevan.
3. Subjek dan Objek Pajak Penghasilan (PPh)
Subjek PPh adalah orang pribadi atau badan yang dapat dikenakan pajak, baik yang bertempat tinggal di Indonesia maupun di luar negeri. Objek PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. Contoh objek PPh meliputi gaji, honorarium, keuntungan usaha, bunga, dividen, sewa, dan royalti. Namun, ada juga penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak, seperti bantuan atau sumbangan yang tidak ada hubungan usaha.
4. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
PTKP adalah batasan penghasilan bruto yang tidak dikenakan PPh bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Besarnya PTKP disesuaikan dengan status perkawinan dan jumlah tanggungan Wajib Pajak. Misalnya, Wajib Pajak lajang memiliki PTKP lebih rendah dibandingkan Wajib Pajak yang sudah menikah dan memiliki anak. PTKP ini berfungsi untuk memastikan bahwa hanya penghasilan di atas batas tertentu yang menjadi dasar perhitungan PPh, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tidak terbebani pajak. Perubahan PTKP diatur oleh peraturan pemerintah.
5. Perhitungan PPh Pasal 21
PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan. Perhitungannya melibatkan penentuan penghasilan bruto, pengurangan biaya jabatan/pensiun, penentuan penghasilan neto, penerapan PTKP, dan terakhir penerapan tarif pajak progresif. Contoh perhitungan PPh Pasal 21 sangat penting untuk memastikan gaji bersih yang diterima karyawan sudah benar.
6. Pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
Setiap Wajib Pajak orang pribadi wajib melaporkan penghasilan tahunannya melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi. Pelaporan ini dapat dilakukan secara manual menggunakan formulir atau secara elektronik (e-Filing/e-Form) melalui situs DJP Online. SPT Tahunan berfungsi sebagai sarana bagi Wajib Pajak untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, harta, dan kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Batas waktu pelaporan adalah akhir Maret tahun berikutnya.
Rangkuman: Perpajakan adalah sistem pungutan wajib untuk membiayai negara, dibagi menjadi pajak pusat dan daerah, langsung dan tidak langsung. PPh dikenakan pada penghasilan individu dan badan, dengan PTKP sebagai batas tidak kena pajak. PPh Pasal 21 dihitung atas penghasilan karyawan. Setiap wajib pajak wajib melaporkan penghasilannya melalui SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara tepat waktu dan akurat.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pajak | Iuran wajib kepada negara berdasarkan undang-undang. |
| Wajib Pajak | Orang pribadi atau badan yang punya kewajiban perpajakan. |
| Subjek Pajak | Pihak yang memenuhi syarat dikenai pajak. |
| Objek Pajak | Penghasilan atau kekayaan yang dikenai pajak. |
| PPh | Pajak atas penghasilan yang diterima individu atau badan. |
| PTKP | Penghasilan Tidak Kena Pajak, batas penghasilan yang tidak dikenai PPh. |
| SPT | Surat Pemberitahuan, laporan pajak tahunan. |
| e-Filing | Sistem pelaporan pajak secara elektronik. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perpajakan" mata pelajaran Akuntansi Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perpajakan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Akuntansi Kelas XI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil3 dari 3 siap unduh
Ekonomi Bisnis dan Administrasi UmumModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAkuntansi Perusahaan Jasa, Dagang, dan ManufakturModul siap unduh · Word + PDF ber-kopAkuntansi Lembaga/Instansi PemerintahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 3 siap unduh
Akuntansi KeuanganModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKomputer AkuntansiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Akuntansi lain yang sudah tersedia
Perpajakan Semua MateriAkuntansi Kelas XI SMKPermasalahan EkonomiAkuntansi Kelas XI SMKLihat semua Modul Ajar Akuntansi Kelas XI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Akuntansi kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perpajakan pada Akuntansi SMK, Fase F, elemen Akuntansi Keuangan.
Modul Perpajakan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Akuntansi kelas XI SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Akuntansi materi Perpajakan ini gratis?
Ya. Modul Perpajakan untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perpajakan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Akuntansi kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Akuntansi kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perpajakan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perpajakan dapat Anda sesuaikan dengan murid Akuntansi kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Akuntansi kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perpajakan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perpajakan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perpajakan untuk Akuntansi kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perpajakan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Akuntansi kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perpajakan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Akuntansi kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Akuntansi ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Perpajakan disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.