SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Al-Islam Kelas X
Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Eni Muslimah

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Q.s Ali Imran/3: 190-191 menyeru kita untuk berzikir dan merenungkan penciptaan alam semesta sebagai wujud keimanan yang mendalam. Ayat ini menegaskan pentingnya akal dan berpikir kritis dalam mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah, memperkuat keyakinan, dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Dengan demikian, berpikir kritis menjadi jembatan antara spiritualitas dan kemajuan peradaban, menjadikan muslim sebagai pribadi yang cerdas dan bermanfaat bagi alam semesta.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis
Al-Islam · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis
Al-Islam · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranAl-Islam
Fase / KelasE / X
Materi PokokQ.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang kedudukan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan pentingnya akal dalam Islam.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  2. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainAl-Qur'an dan Hadis
Rumusan CP FasePada akhir Fase E, peserta didik mampu menganalisis kandungan Al-Qur'an dan Hadis tentang pentingnya berpikir kritis, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kepatuhan terhadap ajaran Islam.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualAl-Qur'an surat Ali Imran ayat 190-191 secara faktual memerintahkan manusia untuk merenungkan ciptaan Allah SWT sebagai jalan mengenal-Nya.
KonseptualKonsep inti dari materi ini adalah urgensi berpikir kritis dan reflektif terhadap alam semesta sebagai sarana meningkatkan keimanan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
ProseduralProsedur yang dipelajari meliputi langkah-langkah menelaah ayat Al-Qur'an, menganalisis kandungan maknanya, dan mengaitkannya dengan fenomena alam serta kehidupan sosial.
MetakognitifPeserta didik menyadari bahwa proses berpikir kritis terhadap ayat-ayat kauniyah (alam semesta) adalah ibadah dan kunci untuk mengembangkan potensi diri serta kemajuan umat.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan fenomena alam, peserta didik dapat mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah SWT sesuai kandungan Q.s Ali Imran/3: 190-191 dengan tepat.
  2. Melalui studi kasus, peserta didik dapat menganalisis penerapan nilai-nilai berpikir kritis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai tuntunan Islam secara relevan.
  3. Dengan membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan keterkaitan antara berpikir kritis, keimanan, dan kemajuan ilmu pengetahuan sesuai Q.s Ali Imran/3: 190-191 secara kreatif.
Halaman 2 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Berpikir kritis terhadap ciptaan Allah SWT dalam Q.s Ali Imran/3: 190-191 bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang mendalam untuk menemukan kebesaran-Nya dan menginspirasi inovasi positif dalam kehidupan.

Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menghubungkan keindahan alam semesta dengan perintah Allah SWT untuk senantiasa berpikir kritis?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuIlmu Pengetahuan Alam (IPA): Menganalisis fenomena alam, siklus ekosistem, dan hukum-hukum fisika sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyajikan gagasan secara lisan dan tertulis melalui diskusi, presentasi, dan pembuatan peta pikiran.
Teknologi Informasi dan Komunikasi: Memanfaatkan perangkat lunak untuk membuat presentasi dan peta pikiran digital, serta mencari informasi ilmiah secara daring.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat mendorong peserta didik untuk mengamati fenomena alam di lingkungan sekitar rumah dan mendiskusikannya, serta mendukung penggunaan teknologi untuk mencari informasi ilmiah yang relevan.
Lingkungan PembelajaranLingkungan kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta akses ke taman sekolah atau lingkungan sekitar untuk observasi fenomena alam sederhana, mendukung pembelajaran ini.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform berbagi video (misalnya YouTube) untuk menayangkan dokumenter alam, aplikasi peta pikiran daring (misalnya MindMeister) untuk kolaborasi, dan platform kelas (misalnya Google Classroom) untuk pengumpulan tugas.
Halaman 3 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan fenomena alam, peserta didik dapat mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah SWT sesuai kandungan Q.s Ali Imran/3: 190-191 dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru memulai pembelajaran dengan salam, membaca doa bersama, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik saat mengamati fenomena alam yang menakjubkan (misalnya: hujan, pelangi, gunung, laut) dan bertanya apa yang mereka rasakan atau pikirkan saat itu.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah SWT melalui Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana alam semesta ini bisa membuat kita semakin yakin akan kebesaran Allah?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar atau video singkat tentang keindahan dan keteraturan alam semesta (misalnya: galaksi, siklus air, pertumbuhan tanaman) dan meminta peserta didik mencatat hal-hal menarik yang mereka amati.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan membagikan LKPD yang berisi potongan ayat Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan beberapa pertanyaan pemicu terkait pengamatan alam.
  3. Guru meminta setiap kelompok untuk membaca dan memahami lafaz Q.s Ali Imran/3: 190-191 beserta terjemahannya, kemudian mengaitkannya dengan fenomena alam yang telah diamati.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang termuat dalam Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan fenomena alam yang diamati.
  2. Setiap kelompok mencatat hasil identifikasi mereka pada LKPD, termasuk contoh konkret dari alam yang menunjukkan kebesaran Allah SWT.
  3. Guru berkeliling untuk memfasilitasi diskusi, memberikan bimbingan, dan memastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang mereka temukan.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau tambahan informasi terkait presentasi yang diberikan.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap hasil identifikasi peserta didik, mengklarifikasi konsep-konsep penting, dan mengaitkan dengan semangat berpikir kritis dalam Islam.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali poin-poin penting tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan alam semesta.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka untuk senantiasa bersyukur serta merenungkan ciptaan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru memberikan tugas mandiri untuk pertemuan berikutnya yaitu mencari contoh nyata penerapan berpikir kritis dalam bidang sains atau teknologi yang bermanfaat bagi umat, kemudian menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Dengan membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan keterkaitan antara berpikir kritis, keimanan, dan kemajuan ilmu pengetahuan sesuai Q.s Ali Imran/3: 190-191 secara kreatif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menit
  1. Guru memulai pembelajaran dengan salam, membaca doa, dan memeriksa kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan pentingnya berpikir kritis.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menyajikan keterkaitan antara berpikir kritis, keimanan, dan kemajuan ilmu pengetahuan melalui peta pikiran, serta bertanya: 'Bagaimana berpikir kritis dapat memperkuat iman dan memajukan ilmu?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan secara singkat tugas mandiri yang telah mereka kerjakan tentang contoh penerapan berpikir kritis dalam sains atau teknologi.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya dan membagikan LKPD kedua yang berisi panduan membuat peta pikiran.
  3. Guru menjelaskan kriteria penilaian peta pikiran yang akan dibuat, meliputi kelengkapan konsep, kreativitas, dan keterkaitan antar ide.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk merancang peta pikiran yang menghubungkan konsep berpikir kritis, keimanan, dan kemajuan ilmu pengetahuan berdasarkan Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan hasil diskusi sebelumnya.
  2. Setiap kelompok mulai membuat peta pikiran pada kertas karton atau media digital yang telah disediakan, dengan fokus pada bagaimana berpikir kritis menjadi jembatan antara keimanan dan inovasi.
  3. Guru memfasilitasi dan memberikan masukan kepada setiap kelompok selama proses pembuatan peta pikiran, memastikan ide-ide terhubung secara logis dan kreatif.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan alur pemikiran dan keterkaitan konsep yang mereka sajikan.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap peta pikiran yang disajikan, baik dari segi konten maupun kreativitas.
  3. Guru memberikan penguatan dan evaluasi terhadap semua peta pikiran, menyoroti ide-ide cemerlang dan memberikan saran perbaikan untuk pemahaman yang lebih mendalam.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pentingnya berpikir kritis sebagai wujud keimanan yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka, serta mengajak untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Guru menugaskan peserta didik untuk mendokumentasikan peta pikiran mereka dan mengunggahnya ke platform digital kelas, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAkal dan Alam Semesta
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam alam semesta dan merumuskan keterkaitannya dengan Q.s Ali Imran/3: 190-191.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 190-191 adalah seruan mendalam bagi setiap muslim untuk menggunakan akalnya dalam merenungkan penciptaan alam semesta.

Alat & bahan: Al-Qur'an terjemahan, kertas karton, spidol warna, gawai dengan akses internet

Langkah kerja:

  1. Amati gambar siklus air di bawah ini dan catatlah tahapan-tahapan yang terjadi.
    PenguapanPembentukan AwanHujanPeresapanSiklus Air
    Gambar 1. Siklus
  2. Bacalah Q.s Ali Imran/3: 190-191 beserta terjemahannya, lalu diskusikan dengan kelompokmu makna ayat tersebut.
  3. Identifikasi minimal 3 (tiga) tanda kebesaran Allah SWT yang kamu temukan pada gambar siklus air dan hubungkan dengan kandungan ayat.
  4. Buatlah peta pikiran yang menghubungkan siklus air, Q.s Ali Imran/3: 190-191, dan pentingnya berpikir kritis dalam memahami ciptaan Allah SWT.
  5. Presentasikan hasil peta pikiranmu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang pentingnya akal dalam ajaran Islam?
  2. Pernahkah kamu merenungkan penciptaan langit dan bumi? Hal apa yang paling menarik perhatianmu?
  3. Menurutmu, apa hubungan antara mengamati alam dan meningkatkan keimanan?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian peta pikiran yang dibuat peserta didik berdasarkan kelengkapan, kreativitas, dan relevansi konten.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah SWT sesuai Q.s Ali Imran/3: 190-191Kandungan Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan fenomena alam2 JPpenalaran kritis
2Menafsirkan makna Q.s Ali Imran/3: 190-191 tentang berpikir kritisTafsir Q.s Ali Imran/3: 190-191 dan relevansinya2 JPkeimanan dan ketakwaan
3Menyajikan keterkaitan antara berpikir kritis, keimanan, dan ilmu pengetahuanPenerapan berpikir kritis dalam konteks keimanan dan IPTEK2 JPkolaborasi
Halaman 8 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 190-191 adalah seruan mendalam bagi setiap muslim untuk menggunakan akalnya dalam merenungkan penciptaan alam semesta. Ayat ini tidak hanya mengajak kita untuk mengagumi keindahan alam, tetapi juga untuk menggali makna di balik setiap ciptaan, sehingga memperkuat keimanan dan mendorong kita menjadi insan yang berpikir kritis serta inovatif dalam memajukan peradaban.

1. Tafsir Q.s Ali Imran/3: 190-191
Ayat ini menjelaskan tentang ciri-ciri ulil albab (orang-orang yang berakal), yaitu mereka yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT dalam segala kondisi, baik berdiri, duduk, maupun berbaring. Selain itu, mereka juga memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.' Ini menunjukkan bahwa berzikir dan berpikir adalah dua aktivitas yang tak terpisahkan dalam Islam, keduanya saling melengkapi untuk mencapai kesadaran spiritual dan intelektual yang tinggi.

2. Pentingnya Akal dan Berpikir Kritis
Islam sangat menghargai akal dan mendorong umatnya untuk berpikir kritis. Akal adalah karunia Allah SWT yang membedakan manusia dari makhluk lain. Dengan akal, manusia dapat mengamati, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari fenomena alam serta kehidupan sosial. Berpikir kritis berarti tidak mudah menerima informasi tanpa verifikasi, mencari kebenaran, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang. Ini adalah kunci untuk memecahkan masalah dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

3. Alam Semesta sebagai Tanda Kebesaran Allah
Langit dan bumi beserta segala isinya adalah ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kebesaran Allah) yang tersebar luas. Mulai dari peredaran planet yang teratur, siklus air yang menopang kehidupan, hingga keragaman hayati yang menakjubkan, semuanya menunjukkan kekuasaan dan kebijaksanaan Sang Pencipta. Merenungkan ciptaan-ciptaan ini akan memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, dan mendorong manusia untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan guna memahami rahasia-rahasia alam.

4. Berpikir Kritis untuk Kemajuan IPTEK
Semangat berpikir kritis yang diajarkan dalam Q.s Ali Imran/3: 190-191 menjadi dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Para ilmuwan muslim di masa lalu telah membuktikan hal ini dengan kontribusi besar mereka di berbagai bidang seperti astronomi, kedokteran, matematika, dan filsafat. Dengan akal dan semangat penyelidikan, umat Islam didorong untuk terus berinovasi, menciptakan solusi bagi permasalahan umat, dan memanfaatkan IPTEK untuk kemaslahatan bersama, bukan untuk merusak atau menyombongkan diri.

Rangkuman: Q.s Ali Imran/3: 190-191 menyeru kita untuk berzikir dan merenungkan penciptaan alam semesta sebagai wujud keimanan yang mendalam. Ayat ini menegaskan pentingnya akal dan berpikir kritis dalam mengidentifikasi tanda-tanda kebesaran Allah, memperkuat keyakinan, dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Dengan demikian, berpikir kritis menjadi jembatan antara spiritualitas dan kemajuan peradaban, menjadikan muslim sebagai pribadi yang cerdas dan bermanfaat bagi alam semesta.

Halaman 9 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Ulil AlbabOrang-orang yang memiliki akal sehat dan senantiasa menggunakan akalnya untuk berpikir.
Ayat KauniyahTanda-tanda kebesaran Allah SWT yang terdapat di alam semesta.
Berpikir KritisProses berpikir yang melibatkan analisis, evaluasi, dan sintesis informasi secara objektif untuk membentuk penilaian yang logis.
Holistik-IntegratifPendekatan pembelajaran yang memandang suatu materi secara menyeluruh dan mengaitkannya dengan berbagai aspek kehidupan.
Daftar pustaka5 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Al-Islam · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis" mata pelajaran Al-Islam Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaAl-Islam · Kelas XPeta Konsep
Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir KritisTafsir Q.s Ali Imran/3: 190-191Pentingnya Akal dan Berpikir KritisAlam Semesta sebagai Tanda Kebesaran AllahBerpikir Kritis untuk Kemajuan IPTEK
Dari sub-bab Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir KritisHalaman 12
Nama sekolah AndaAl-Islam · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaAl-Islam · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaAl-Islam · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaAl-Islam · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaAl-Islam · Kelas XProfil Lulusan
Penalaran kritisKeimanan dan ketakwaanKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Al-Islam kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis pada Al-Islam SMK, Fase E, elemen Al-Qur'an dan Hadis.

Modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis untuk Al-Islam kelas X.

Apakah modul ajar Al-Islam materi Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini gratis?

Ya. Modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Al-Islam kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Al-Islam kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis dapat Anda sesuaikan dengan murid Al-Islam kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Al-Islam kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis untuk Al-Islam kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Al-Islam kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Al-Islam kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Al-Islam ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Q.s Ali Imran/3: 190-191: Menggali Potensi Akal dengan Membiasakan Berpikir Kritis disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Al-Islam SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.