Modul Ajar & RPP Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI
Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Konsentrasi Keahlian Kehutanan |
| Fase / Kelas | F / XI |
| Materi Pokok | Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang peta, koordinat geografis, dan penggunaan perangkat lunak komputer dasar. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan Mengevaluasi Penalaran
Peserta didik menganalisis data spasial dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi masalah kehutanan dan mengevaluasi solusi pemetaan digital. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan Gagasan yang Orisinal
Peserta didik menghasilkan ide-ide inovatif dalam merancang proyek pemetaan digital untuk memvisualisasikan data kehutanan secara efektif. - Kolaborasi — elemen: Kerja Sama dan Komunikasi
Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyajikan proyek pemetaan digital yang kompleks.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Konsentrasi Keahlian Kehutanan |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengelola data spasial dan melakukan pemetaan digital dasar menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peta digital digunakan untuk memantau deforestasi di wilayah Kalimantan. |
| Konseptual | Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data spasial. |
| Prosedural | Langkah-langkah pengolahan data spasial meliputi akuisisi data, digitasi, editing, analisis, dan penyajian peta. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa keterampilan pengolahan data spasial dan pemetaan digital sangat penting untuk pengambilan keputusan yang efektif di bidang kehutanan. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati contoh peta digital, peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan komponennya dengan tepat.
- Melalui demonstrasi dan praktik mandiri, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis data spasial dan sumber akuisisi data dengan benar.
- Dengan menggunakan perangkat lunak GIS, peserta didik dapat melakukan digitasi objek spasial (titik, garis, poligon) dari citra satelit dengan akurat.
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat menerapkan teknik overlay sederhana untuk menganalisis hubungan antar lapisan data spasial secara logis.
- Setelah menyelesaikan proyek pemetaan, peserta didik dapat menyajikan peta tematik kehutanan yang informatif dan sesuai kaidah kartografi.
Pemahaman bermakna: Penguasaan dasar pengolahan data spasial dan pemetaan digital memungkinkan kita untuk memahami, menganalisis, dan memvisualisasikan informasi geografis, yang sangat krusial dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana peta digital dapat membantu kita melindungi hutan dari kebakaran dan penebangan liar?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Geografi: Pemahaman tentang konsep ruang, lokasi, dan distribusi fenomena geografis dalam konteks kehutanan. Matematika: Penerapan konsep koordinat, skala, dan perhitungan luas area dalam analisis spasial. Informatika: Penggunaan perangkat lunak komputer, manajemen data, dan pemecahan masalah berbasis algoritma dalam SIG. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau komunitas dapat diajak berpartisipasi dengan berbagi informasi atau data terkait wilayah hutan di sekitar tempat tinggal mereka untuk dijadikan studi kasus proyek. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas dan laboratorium komputer yang dilengkapi perangkat lunak GIS yang memadai, serta akses internet yang stabil untuk mengunduh data spasial dan referensi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan perangkat lunak SIG open source (misalnya QGIS) dan sumber data spasial daring (misalnya citra satelit dari Google Earth Engine, data kehutanan dari kementerian terkait). |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati contoh peta digital, peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan komponennya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Peta: Guru menampilkan potongan kecil peta, peserta didik menebak lokasi atau objek yang digambarkan. Pemenang mendapat tepuk tangan.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan menggunakan perangkat lunak GIS, peserta didik dapat melakukan digitasi objek spasial (titik, garis, poligon) dari citra satelit dengan akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Peta Buta: Guru menunjukkan peta buta Indonesia, peserta didik secara bergantian menunjuk dan menyebutkan nama provinsi atau pulau. Yang benar dapat poin.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 55 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mendigitasi objek-objek pada citra satelit sederhana.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Pengolahan data spasial dan pemetaan digital merupakan kompetensi esensial di era modern, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam seperti hutan.
Alat & bahan: Komputer/laptop, mouse, QGIS, citra satelit area lahan kosong
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Amati 1 yang menampilkan citra satelit area lahan kosong.
- Buka aplikasi QGIS dan tambahkan citra satelit tersebut sebagai basemap.
- Buat tiga layer baru: 'Bangunan' (poligon), 'Jalan' (garis), dan 'Pohon' (titik).
- Digitasi semua objek bangunan, jalan, dan pohon yang terlihat pada citra satelit ke layer masing-masing.
- Lengkapi tabel pengamatan di bawah dengan jumlah objek yang berhasil kamu digitasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang peta digital?
- Pernahkah kamu menggunakan aplikasi peta di smartphone? Apa saja fungsinya?
- Menurutmu, apa bedanya peta kertas dan peta digital?
- Apa saja informasi yang bisa kamu dapatkan dari sebuah peta?
Formatif (proses): Observasi kinerja peserta didik selama praktik digitasi dan penyelesaian proyek pemetaan, serta penilaian keaktifan diskusi kelompok.
Sumatif (akhir): Penilaian produk peta tematik kehutanan yang dihasilkan dan presentasi proyek kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan komponennya dengan tepat. | Konsep dasar SIG, komponen SIG, jenis data spasial. | 4 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Melakukan digitasi objek spasial (titik, garis, poligon) dari citra satelit dengan akurat. | Praktik digitasi data spasial. | 4 JP | Kreativitas |
| 3 | Menyajikan peta tematik kehutanan yang informatif dan sesuai kaidah kartografi. | Analisis spasial dasar, kaidah kartografi, presentasi proyek. | 4 JP | Kolaborasi |
Pengolahan data spasial dan pemetaan digital merupakan kompetensi esensial di era modern, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam seperti hutan. Materi ini akan membekali Anda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis, memvisualisasikan, dan menyajikan informasi geografis yang relevan dengan bidang kehutanan, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan berkelanjutan.
1. Pengantar Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah sistem komputer yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data yang terkait dengan lokasi di permukaan bumi. SIG memungkinkan pengguna untuk memahami pola, hubungan, dan tren geografis. Dalam kehutanan, SIG digunakan untuk inventarisasi hutan, pemantauan deforestasi, perencanaan tata ruang hutan, hingga mitigasi bencana seperti kebakaran hutan. Komponen utama SIG meliputi hardware (komputer, printer), software (aplikasi SIG seperti QGIS, ArcGIS), data (spasial dan atribut), brainware (pengguna), dan metode (prosedur kerja).
2. Jenis-jenis Data Spasial
Data spasial adalah data yang merepresentasikan lokasi geografis objek di permukaan bumi. Terdapat dua jenis utama data spasial: data vektor dan data raster. Data vektor merepresentasikan objek geografis sebagai titik (point), garis (line), atau poligon (polygon). Contohnya, titik untuk lokasi pohon, garis untuk jalan setapak, dan poligon untuk batas area hutan. Data raster merepresentasikan objek geografis sebagai kisi-kisi sel atau piksel yang membentuk citra, seperti citra satelit atau foto udara. Setiap piksel memiliki nilai yang merepresentasikan karakteristik tertentu, misalnya warna, suhu, atau ketinggian. Pemilihan jenis data tergantung pada karakteristik objek dan tujuan analisis.
3. Sumber Akuisisi Data Spasial
Data spasial dapat diperoleh dari berbagai sumber. Akuisisi data dapat dilakukan melalui survei lapangan menggunakan GPS (Global Positioning System) untuk mendapatkan koordinat titik, garis, atau area secara langsung. Selain itu, data spasial juga dapat diperoleh dari citra penginderaan jauh, seperti citra satelit (misalnya Landsat, Sentinel) atau foto udara yang diambil menggunakan drone. Peta analog yang sudah ada juga dapat didigitasi menjadi format digital. Data spasial juga tersedia dari berbagai lembaga pemerintah atau organisasi sebagai data sekunder yang dapat diunduh dan digunakan untuk analisis.
4. Konsep Digitasi Data Spasial
Digitasi adalah proses mengubah data analog (seperti peta kertas atau citra satelit) menjadi format data digital yang dapat diolah oleh komputer dalam SIG. Proses ini melibatkan penggambaran ulang objek geografis (titik, garis, atau poligon) secara manual menggunakan mouse pada layar komputer di atas citra atau peta dasar. Akurasi digitasi sangat penting karena akan memengaruhi kualitas analisis dan peta yang dihasilkan. Setiap objek yang didigitasi akan memiliki informasi spasial (lokasi geografis) dan juga dapat dilengkapi dengan informasi atribut (deskripsi non-spasial) yang menjelaskan karakteristik objek tersebut.
5. Praktik Digitasi Menggunakan QGIS
QGIS (Quantum GIS) adalah perangkat lunak SIG sumber terbuka (open source) yang populer dan banyak digunakan. Untuk melakukan digitasi di QGIS, langkah pertama adalah menambahkan citra satelit atau peta dasar sebagai referensi. Kemudian, buatlah layer baru (shapefile) untuk setiap jenis objek yang akan didigitasi (titik, garis, poligon). Aktifkan mode editing pada layer tersebut, lalu gunakan alat digitasi untuk menggambar objek-objek sesuai dengan yang terlihat pada citra dasar. Setelah selesai, jangan lupa menyimpan hasil digitasi dan menonaktifkan mode editing. Pemberian atribut yang relevan juga penting untuk setiap objek yang didigitasi.
6. Analisis Spasial Dasar (Overlay)
Analisis spasial adalah proses mengekstraksi informasi baru dan berharga dari data spasial. Salah satu teknik analisis spasial dasar adalah overlay, yaitu menumpuk dua atau lebih lapisan data spasial untuk mengidentifikasi hubungan spasial antar objek. Misalnya, overlay peta jenis tanah dengan peta persebaran jenis pohon dapat menunjukkan jenis pohon mana yang tumbuh subur di jenis tanah tertentu. Overlay dapat berupa union (menggabungkan semua fitur), intersect (mengambil area yang tumpang tindih), atau erase (menghapus area yang tumpang tindih). Teknik ini sangat berguna untuk memecahkan masalah kompleks dalam pengelolaan hutan.
7. Kaidah Kartografi dalam Penyajian Peta
Penyajian peta yang baik dan informatif memerlukan pemahaman kaidah kartografi. Elemen-elemen penting dalam peta meliputi judul peta (menjelaskan isi peta), legenda (menjelaskan simbol dan warna), skala (menunjukkan perbandingan jarak), arah utara (orientasi peta), sumber data (asal data), dan inzet peta (peta kecil yang menunjukkan lokasi area studi dalam konteks yang lebih luas). Pemilihan warna, simbol, dan tata letak yang tepat juga berkontribusi pada keterbacaan dan estetika peta. Peta yang disajikan dengan baik akan memudahkan pengguna dalam memahami informasi geografis yang disampaikan.
Rangkuman: Pengolahan data spasial dan pemetaan digital menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah keterampilan penting dalam kehutanan. SIG memungkinkan pengumpulan, pengelolaan, analisis, dan penyajian data geografis. Data spasial terdiri dari vektor (titik, garis, poligon) dan raster (citra satelit), yang dapat diperoleh dari GPS atau penginderaan jauh. Digitasi adalah proses mengubah data analog menjadi digital. Analisis spasial dasar seperti overlay membantu memahami hubungan antar data. Penyajian peta yang informatif memerlukan kaidah kartografi yang benar.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| SIG | Sistem Informasi Geografis, sistem berbasis komputer untuk data spasial. |
| Data Spasial | Data yang merepresentasikan lokasi geografis objek di bumi. |
| Digitasi | Proses mengubah data analog menjadi digital dengan menggambar ulang objek. |
| Vektor | Jenis data spasial yang merepresentasikan objek sebagai titik, garis, atau poligon. |
| Raster | Jenis data spasial yang merepresentasikan objek sebagai kisi-kisi piksel (citra). |
| Overlay | Teknik analisis spasial dengan menumpuk beberapa lapisan data. |
| QGIS | Perangkat lunak SIG sumber terbuka (open source). |
| Shapefile | Format file vektor populer untuk menyimpan data spasial. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar)" mata pelajaran Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) yang Anda cari? Materi Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI lainnya:
Materi Konsentrasi Keahlian Kehutanan Terkait
Navigasi Darat, Kompas, GPS, & Tata Batas HutanKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKPengukuran Pohon (Dendrometri) & Inventarisasi TegakanKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKTeknik Pembibitan & Pengelolaan Persemaian (Nursery)Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKTeknologi Benih Tanaman Hutan (Uji & Simpan Benih)Konsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XI SMKPemanduan Wisata AlamKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XII SMKPromosi wisata alamKonsentrasi Keahlian Kehutanan Kelas XII SMKPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas 11 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XI dan kelas 11 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) pada Konsentrasi Keahlian Kehutanan SMK, Fase F, elemen Konsentrasi Keahlian Kehutanan.
Modul Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) untuk Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI.
Apakah modul ajar Konsentrasi Keahlian Kehutanan materi Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) ini gratis?
Ya. Modul Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) untuk kelas XI SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) dapat Anda sesuaikan dengan murid Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase F untuk kelas XI SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) untuk Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Konsentrasi Keahlian Kehutanan kelas XI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Konsentrasi Keahlian Kehutanan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pengolahan Data Spasial & Pemetaan Digital (GIS/SIG Dasar) disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.