Modul Ajar & RPP Usaha Layanan Wisata Kelas X
Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Usaha Layanan Wisata |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis destinasi wisata dan daya tarik utamanya. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
- Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama
- Kreativitas — menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal serta bermanfaat
🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase E, peserta didik mampu merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi perjalanan wisata secara profesional dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan kepuasan pelanggan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Perjalanan wisata dapat berupa paket tur ke destinasi populer seperti Bali atau Yogyakarta dengan durasi dan tema tertentu. |
| Konseptual | Perencanaan perjalanan wisata melibatkan identifikasi kebutuhan wisatawan, penentuan rute, alokasi anggaran, dan koordinasi berbagai komponen layanan. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah sistematis dalam menyusun itinerary, menghitung biaya, dan menyiapkan dokumen perjalanan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya berpikir strategis dan adaptif dalam menghadapi tantangan selama perencanaan dan pengelolaan perjalanan wisata. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus perjalanan wisata, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam perencanaan perjalanan wisata dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu perjalanan wisata secara kritis.
- Setelah mengamati contoh itinerary, peserta didik dapat menyusun rancangan itinerary perjalanan wisata domestik minimal 3 hari 2 malam secara runtut.
- Melalui simulasi presentasi, peserta didik dapat mempresentasikan rancangan perjalanan wisata yang telah dibuat dengan percaya diri dan komunikatif.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menghitung estimasi biaya perjalanan wisata termasuk akomodasi, transportasi, dan konsumsi dengan akurat.
- Melalui penugasan proyek, peserta didik dapat membuat dokumen perencanaan perjalanan wisata lengkap yang memenuhi standar industri secara sistematis.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa perencanaan dan pengelolaan perjalanan wisata yang efektif membutuhkan analisis mendalam terhadap kebutuhan pasar, kreativitas dalam menyusun paket, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan kondisi di lapangan untuk menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah perjalanan wisata yang sukses dan berkesan bisa terwujud, dan apa saja yang perlu dipersiapkan agar tidak ada kendala berarti?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan keterampilan menulis deskripsi destinasi dan menyusun narasi promosi paket wisata. Ekonomi Bisnis: Penerapan konsep perhitungan biaya, penetapan harga, dan analisis pasar dalam penyusunan paket wisata. Informatika: Penggunaan perangkat lunak presentasi dan pengolah angka untuk menyajikan data perencanaan perjalanan wisata. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau praktisi industri pariwisata dapat diundang untuk berbagi pengalaman atau memberikan umpan balik pada rancangan proyek perjalanan wisata peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok dan akses ke perpustakaan atau internet untuk riset destinasi dan harga layanan wisata. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan aplikasi peta digital (misalnya Google Maps) untuk menentukan rute dan estimasi waktu tempuh, serta situs web penyedia layanan perjalanan (misalnya Traveloka, Agoda) untuk perbandingan harga akomodasi dan transportasi. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus perjalanan wisata, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam perencanaan perjalanan wisata dengan tepat. Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu perjalanan wisata secara kritis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah mengamati contoh itinerary, peserta didik dapat menyusun rancangan itinerary perjalanan wisata domestik minimal 3 hari 2 malam secara runtut. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat menghitung estimasi biaya perjalanan wisata termasuk akomodasi, transportasi, dan konsumsi dengan akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Peserta didik dapat merancang itinerary dan menghitung estimasi biaya perjalanan wisata dengan cermat.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Perjalanan wisata bukan sekadar bepergian, melainkan sebuah pengalaman yang dirancang dengan cermat. Modul ini akan membimbing kamu dalam memahami seluk-beluk perencanaan dan pengelolaan perjalanan wisata, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga penyusunan anggaran.
Alat & bahan: Modul ajar, komputer/laptop, akses internet, alat tulis
Langkah kerja:
- Diskusikan dalam kelompok untuk memilih satu destinasi wisata domestik yang ingin kamu kunjungi dan tema perjalanan (misalnya, kuliner, sejarah, alam).
Gambar 1. Peta pikiran - Gunakan internet untuk mencari informasi tentang objek wisata, akomodasi, dan transportasi di destinasi pilihanmu. Catat data penting seperti harga tiket masuk, tarif hotel, dan biaya transportasi.
- Susunlah itinerary perjalanan selama minimal 3 hari 2 malam, lengkap dengan jadwal harian, aktivitas, dan lokasi yang akan dikunjungi. Perhatikan waktu tempuh antar lokasi.
- Hitunglah estimasi biaya total perjalanan wisata, termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi, dan tiket masuk objek wisata. Gunakan tabel di bawah untuk mencatat rinciannya.
- Presentasikan hasil rancanganmu di depan kelas, jelaskan mengapa kamu memilih destinasi dan tema tersebut, serta bagaimana kamu mengelola biayanya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan tiga jenis destinasi wisata yang kamu ketahui!
- Apa saja yang biasanya kamu persiapkan sebelum melakukan perjalanan wisata?
- Menurutmu, mengapa perencanaan perjalanan wisata itu penting?
- Pernahkah kamu mendengar istilah 'itinerary'? Apa itu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan bimbingan saat menyusun rancangan itinerary dan perhitungan biaya.
Sumatif (akhir): Penilaian proyek 'Rancang Perjalanan Wisata Impian' berdasarkan kelengkapan dokumen, akurasi perhitungan, dan kualitas presentasi.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam perencanaan perjalanan wisata | Komponen perencanaan perjalanan wisata | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu perjalanan wisata | Faktor keberhasilan dan kegagalan perjalanan wisata | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Menyusun rancangan itinerary perjalanan wisata domestik minimal 3 hari 2 malam | Penyusunan itinerary | 3 JP | kreativitas |
| 4 | Menghitung estimasi biaya perjalanan wisata termasuk akomodasi, transportasi, dan konsumsi | Perhitungan estimasi biaya perjalanan | 3 JP | penalaran kritis |
Perjalanan wisata bukan sekadar bepergian, melainkan sebuah pengalaman yang dirancang dengan cermat. Modul ini akan membimbing kamu dalam memahami seluk-beluk perencanaan dan pengelolaan perjalanan wisata, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga penyusunan anggaran. Kamu akan belajar bagaimana merancang sebuah perjalanan yang tidak hanya menarik, tetapi juga efisien dan berkesan bagi setiap wisatawan.
1. Dasar-Dasar Perencanaan Perjalanan Wisata
Perencanaan perjalanan wisata adalah proses sistematis untuk mengatur semua aspek yang dibutuhkan dalam sebuah perjalanan. Ini dimulai dengan memahami tujuan perjalanan, preferensi wisatawan, dan anggaran yang tersedia. Komponen utamanya meliputi pemilihan destinasi, jenis transportasi, akomodasi, aktivitas di tempat tujuan, dan durasi perjalanan. Perencanaan yang matang akan meminimalkan risiko dan memaksimalkan kepuasan wisatawan. Misalnya, untuk wisata petualangan, perlu dipertimbangkan keamanan dan peralatan khusus, sementara untuk wisata budaya, fokus pada situs sejarah dan interaksi lokal.
2. Komponen Utama Perjalanan Wisata
Sebuah perjalanan wisata yang komprehensif terdiri dari beberapa komponen kunci. Destinasi adalah lokasi tujuan yang menawarkan daya tarik tertentu. Transportasi mencakup cara mencapai dan bergerak di dalam destinasi, seperti pesawat, kereta, bus, atau mobil sewa. Akomodasi adalah tempat menginap, mulai dari hotel mewah hingga penginapan sederhana. Aktivitas adalah hal-hal yang akan dilakukan wisatawan selama perjalanan, seperti tur, kunjungan museum, atau kegiatan outdoor. Layanan pendukung meliputi asuransi perjalanan, pemandu wisata, dan layanan makan. Semua komponen ini harus terintegrasi dengan baik untuk menciptakan pengalaman yang lancar dan menyenangkan.
3. Penyusunan Itinerary (Jadwal Perjalanan)
Itinerary adalah rencana perjalanan yang merinci jadwal harian, lokasi yang akan dikunjungi, aktivitas yang akan dilakukan, dan perkiraan waktu di setiap titik. Itinerary yang baik harus realistis, mempertimbangkan waktu tempuh antar lokasi, dan memberikan waktu yang cukup untuk setiap kegiatan. Misalnya, untuk perjalanan 3 hari 2 malam ke Yogyakarta, itinerary dapat mencakup kunjungan ke Candi Borobudur di hari pertama, Keraton Yogyakarta dan Tamansari di hari kedua, serta belanja oleh-oleh di hari ketiga. Fleksibilitas juga penting untuk mengakomodasi perubahan tak terduga.
4. Estimasi dan Pengelolaan Biaya Perjalanan
Estimasi biaya adalah proses memperkirakan seluruh pengeluaran selama perjalanan. Ini mencakup biaya transportasi (tiket pesawat/kereta/bus, sewa mobil), akomodasi (tarif hotel/penginapan), konsumsi (makan dan minum), tiket masuk objek wisata, biaya pemandu, dan pengeluaran pribadi. Penting untuk membuat anggaran yang realistis dan menyisihkan dana cadangan untuk biaya tak terduga. Pengelolaan biaya yang efektif melibatkan pencatatan pengeluaran dan penyesuaian rencana jika diperlukan, memastikan perjalanan tetap dalam batas anggaran yang telah ditetapkan tanpa mengurangi kualitas pengalaman.
5. Faktor Keberhasilan dan Tantangan Perjalanan Wisata
Keberhasilan perjalanan wisata dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain perencanaan yang matang, kualitas layanan, cuaca yang mendukung, dan kepuasan wisatawan. Komunikasi yang efektif dengan penyedia layanan dan wisatawan juga sangat penting. Namun, ada berbagai tantangan yang mungkin muncul, seperti perubahan jadwal transportasi, masalah akomodasi, kondisi cuaca ekstrem, atau kejadian darurat. Kemampuan untuk beradaptasi, memiliki rencana cadangan, dan menyelesaikan masalah dengan cepat adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan perjalanan tetap berjalan lancar dan menyenangkan bagi semua pihak.
Rangkuman: Perencanaan dan pengelolaan perjalanan wisata adalah keterampilan penting dalam industri pariwisata. Ini melibatkan pemahaman komponen utama seperti destinasi, transportasi, akomodasi, dan aktivitas. Penyusunan itinerary yang detail dan estimasi biaya yang akurat adalah inti dari perencanaan yang sukses. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan juga krusial untuk memastikan kepuasan wisatawan dan keberlanjutan bisnis pariwisata. Dengan modul ini, kamu diharapkan mampu merancang perjalanan yang berkesan dan profesional.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Itinerary | Rencana perjalanan yang merinci jadwal harian, lokasi, dan aktivitas. |
| Destinasi Wisata | Lokasi atau tempat tujuan perjalanan yang menawarkan daya tarik tertentu. |
| Akomodasi | Tempat menginap selama perjalanan, seperti hotel atau penginapan. |
| Estimasi Biaya | Perkiraan total pengeluaran yang dibutuhkan untuk suatu perjalanan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata" mata pelajaran Usaha Layanan Wisata Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata yang Anda cari? Materi Usaha Layanan Wisata Kelas X lainnya:
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Usaha Layanan Wisata kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata pada Usaha Layanan Wisata SMK, Fase E, elemen Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata.
Modul Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata untuk Usaha Layanan Wisata kelas X.
Apakah modul ajar Usaha Layanan Wisata materi Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata ini gratis?
Ya. Modul Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Usaha Layanan Wisata kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Usaha Layanan Wisata kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata dapat Anda sesuaikan dengan murid Usaha Layanan Wisata kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Usaha Layanan Wisata kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata untuk Usaha Layanan Wisata kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Usaha Layanan Wisata kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Usaha Layanan Wisata kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Usaha Layanan Wisata ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.