Modul Ajar & RPP BAHASA SUNDA Kelas VII
Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)
Modul ajar (RPP) BAHASA SUNDA SMP kelas VII materi Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) yang Anda cari? Materi BAHASA SUNDA Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | BAHASA SUNDA |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang kosakata bahasa Sunda dan mampu berkomunikasi sederhana dalam bahasa Sunda.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, kolaborasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi teks lisan dan tulis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan konteks budaya Sunda, serta mampu mengekspresikan gagasan secara kreatif dan bertanggung jawab. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kaulinan barudak seperti 'ucing-ucingan', 'boy-boyan', dan 'engklek' adalah contoh nyata permainan tradisional Sunda. |
| Konseptual | Kaulinan barudak adalah bentuk aktivitas bermain yang melibatkan aturan, interaksi sosial, dan seringkali nilai-nilai budaya Sunda. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara memainkan beberapa kaulinan barudak, mengidentifikasi aturannya, dan mempraktikkannya. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana kaulinan barudak mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Sunda dan relevansinya di era modern. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan barudak berdasarkan ciri-ciri dan aturan mainnya.
- Menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kaulinan barudak.
- Menganalisis relevansi kaulinan barudak dalam kehidupan sosial dan budaya Sunda masa kini.
- Mempraktikkan salah satu kaulinan barudak dengan mengikuti aturan yang benar.
- Merancang dan mempresentasikan dokumentasi sederhana tentang kaulinan barudak.
Pemahaman bermakna: Kaulinan barudak bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga cerminan kekayaan budaya Sunda yang mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan melatih keterampilan motorik serta kognitif yang relevan hingga saat ini.
Pertanyaan pemantik: "Apakah kaulinan barudak hanya untuk anak-anak, ataukah ada nilai-nilai penting di dalamnya yang masih relevan untuk kita pelajari dan lestarikan?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Keterampilan motorik, kelincahan, dan kebugaran fisik yang dilatih melalui berbagai gerakan dalam kaulinan barudak. Seni Budaya: Unsur-unsur seni dalam gerakan, lagu, atau alat yang digunakan dalam beberapa kaulinan barudak, serta nilai estetika budaya Sunda. Pendidikan Pancasila: Nilai-nilai gotong royong, kerja sama, kejujuran, dan sportivitas yang terkandung dalam aturan main kaulinan barudak. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka bermain kaulinan barudak di masa kecil atau membantu mencari informasi tentang permainan tradisional di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan lapangan sekolah atau area terbuka di sekitar sekolah sebagai tempat praktik kaulinan barudak, serta perpustakaan sekolah untuk mencari referensi buku cerita rakyat atau ensiklopedia budaya Sunda. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan aplikasi presentasi (misalnya Canva, Google Slides) untuk membuat dokumentasi digital, serta platform video (misalnya YouTube) untuk mencari referensi video kaulinan barudak dan mengunggah hasil karya kelompok. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan barudak berdasarkan ciri-ciri dan aturan mainnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan video singkat tentang anak-anak bermain di perkampungan Sunda. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi kaulinan barudak dan manfaatnya, serta menjelaskan bahwa mereka akan belajar sambil bermain dan berdiskusi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diajak mengamati beberapa gambar atau video kaulinan barudak (misalnya 'sapintrong', 'gatrik', 'perepet jengkol'). Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi nama permainan, alat yang digunakan, dan perkiraan aturan mainnya, kemudian mencatat temuan awal mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok menerima kartu deskripsi singkat kaulinan barudak yang berbeda. Mereka membaca dan mencocokkan deskripsi tersebut dengan gambar/video yang telah diamati, kemudian menyusun daftar ciri-ciri dan aturan main dari setiap permainan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang jenis-jenis kaulinan barudak serta meluruskan miskonsepsi. Peserta didik diajak menyimpulkan pentingnya memahami aturan dalam setiap permainan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk terus melestarikan budaya lokal. Pertemuan diakhiri dengan yel-yel penyemangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kaulinan barudak dan menganalisis relevansinya dalam kehidupan sosial dan budaya Sunda masa kini. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya nilai-nilai. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis nilai-nilai kaulinan barudak dan relevansinya, serta menjelaskan bahwa mereka akan menganalisis kasus dan berdiskusi kelompok. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik diberikan studi kasus atau skenario tentang anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak bermain gadget daripada kaulinan barudak. Dalam kelompok, mereka menganalisis dampak positif dan negatif dari kedua jenis permainan tersebut terhadap perkembangan sosial dan karakter anak. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Setiap kelompok memilih satu kaulinan barudak yang paling menarik bagi mereka. Mereka mendiskusikan secara mendalam nilai-nilai luhur (misalnya kejujuran, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan) yang terkandung dalam permainan tersebut dan bagaimana nilai-nilai itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di era modern. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang nilai-nilai dan relevansi kaulinan barudak. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan temuan antar kelompok dan memberikan penguatan tentang pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya melalui permainan tradisional. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari kaulinan barudak. Guru memberikan tugas individu untuk menulis refleksi singkat tentang kaulinan barudak favorit dan nilai yang dipetik. Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik dan menutup dengan pesan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mempraktikkan salah satu kaulinan barudak dengan mengikuti aturan yang benar dan merancang serta mempresentasikan dokumentasi sederhana tentang kaulinan barudak. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya melestarikan kaulinan barudak. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan kaulinan barudak dan membuat dokumentasi, serta menjelaskan bahwa mereka akan bekerja sama dalam proyek praktik dan presentasi. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memilih satu kaulinan barudak yang akan dipraktikkan dan didokumentasikan. Mereka merencanakan langkah-langkah praktik dan pembagian tugas untuk membuat dokumentasi (misalnya deskripsi, foto/video singkat). |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Di area luar kelas atau lapangan, setiap kelompok mempraktikkan kaulinan barudak yang telah dipilih dengan mengikuti aturan yang benar. Selama praktik, mereka juga melakukan dokumentasi (mengambil foto, video, atau mencatat poin-poin penting). Setelah praktik, mereka menyusun hasil dokumentasi dalam bentuk poster digital sederhana atau presentasi singkat. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil dokumentasi dan pengalaman mereka dalam mempraktikkan kaulinan barudak di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak peserta didik lain untuk memberikan apresiasi. Diskusi tentang tantangan dan kesenangan saat bermain juga difasilitasi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh pembelajaran tentang kaulinan barudak, dari identifikasi hingga praktik dan pelestarian. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja sama peserta didik. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan harapan agar semangat melestarikan budaya terus tumbuh. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis nilai-nilai dan relevansi kaulinan barudak serta menyusun rencana dokumentasi.
Alat & bahan: Kertas folio, alat tulis, spidol warna, gawai (opsional), akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Pilih satu jenis kaulinan barudak yang paling kalian minati.
- Diskusikan nilai-nilai luhur (misalnya: kerja sama, kejujuran, sportivitas) yang terkandung dalam kaulinan tersebut dan bagaimana nilai-nilai itu relevan untuk kehidupan saat ini.
- Rancanglah sebuah rencana sederhana untuk mendokumentasikan kaulinan barudak pilihan kalian (misalnya: deskripsi singkat, alat, cara bermain, foto/video yang akan diambil).
- Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil diskusi dan rencana kalian.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kalian pernah mendengar atau bermain kaulinan barudak?
- Sebutkan satu nama kaulinan barudak yang kalian ketahui!
- Menurut kalian, apa manfaat bermain kaulinan barudak?
- Apa perbedaan kaulinan barudak dengan permainan modern?
Formatif (proses): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan praktik kaulinan barudak, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil dokumentasi kaulinan barudak (poster/presentasi) dan kemampuan mempraktikkan permainan sesuai aturan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan barudak berdasarkan ciri-ciri dan aturan mainnya. | Pengenalan kaulinan barudak, ciri-ciri, dan aturan main. | 2 JP | Kreativitas, Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kaulinan barudak dan menganalisis relevansinya dalam kehidupan sosial dan budaya Sunda masa kini. | Nilai-nilai kaulinan barudak, relevansi dengan kehidupan modern. | 2 JP | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| 3 | Mempraktikkan salah satu kaulinan barudak dengan mengikuti aturan yang benar serta merancang dan mempresentasikan dokumentasi sederhana. | Praktik kaulinan barudak, dokumentasi, presentasi. | 2 JP | Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas |
Kaulinan barudak, atau permainan tradisional anak-anak, adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Sunda. Lebih dari sekadar hiburan, kaulinan barudak menyimpan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter, melatih fisik, dan mempererat tali persaudaraan. Memahami dan melestarikan kaulinan barudak berarti menjaga warisan nenek moyang serta menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda.
1. Naon Ari Kaulinan Barudak?
Kaulinan barudak téh nyaéta rupa-rupa kaulinan anu biasa dipaénkeun ku barudak Sunda ti baheula kénéh. Ieu kaulinan biasana dipaénkeun di luar imah, di buruan atawa di lapang. Alat-alatna basajan, malah kadang teu merlukeun alat nanaon. Anu penting mah aya barudak anu rék maén babarengan. Kaulinan ieu lain ngan ukur ngahibur, tapi ogé ngandung atikan jeung pangajaran pikeun barudak sangkan bisa sosialisasi, diajar jujur, jeung ngembangkeun kaparigelan fisik.
2. Rupa-rupa Kaulinan Barudak
Aya loba pisan rupa kaulinan barudak Sunda, di antarana 'ucing-ucingan' (petak umpet), 'boy-boyan' (permainan melempar bola ke tumpukan genting), 'engklek' (lompat-lompat dengan satu kaki), 'sapintrong' (lompat tali), 'gatrik' (permainan kayu), 'perepet jengkol' (berputar sambil berpegangan kaki), 'oray-orayan' (ular-ularan), 'sondah' (mirip engklek tapi dengan pola berbeda), jeung 'bekel' (permainan bola kecil dengan biji/kerang). Unggal kaulinan boga aturan jeung ciri khasna sorangan anu matak pikaresepeun.
3. Nilai-nilai Luhur dina Kaulinan Barudak
Kaulinan barudak ngandung rupa-rupa nilai luhur saperti gotong royong (kerja sama), kajujuran, sportivitas, kapamingpinan (kepemimpinan), kasabaran, jeung kréativitas. Dina 'ucing-ucingan', barudak diajar tanggung jawab jeung kerja sama. Dina 'perepet jengkol', maranéhna diajar kakuatan jeung kasaimbangan. Aturan anu kudu diturut ngajarkeun disiplin jeung fairness. Ieu nilai-nilai téh penting pisan pikeun ngabentuk karakter barudak anu hadé.
4. Manfaat Maén Kaulinan Barudak
Maén kaulinan barudak méré loba manfaat, di antarana ngaronjatkeun kaparigelan motorik kasar jeung halus, ngalatih fisik sangkan séhat jeung kuat, ngembangkeun kamampuh sosialisasi jeung komunikasi, ngasah kréativitas jeung imajinasi, sarta nguatkeun rasa kabersamaan. Salian ti éta, kaulinan barudak ogé bisa ngurangan stress jeung ngajauhkeun barudak tina kacanduan gadget.
5. Kaulinan Barudak di Jaman Kiwari
Dina jaman kiwari, kaulinan barudak geus mimiti kasilih ku kaulinan modérn atawa gadget. Padahal, kaulinan barudak miboga peran penting dina ngajaga jeung ngamumulé budaya Sunda. Penting pisan pikeun urang sadaya, hususna barudak sakola, pikeun mikawanoh, diajar, jeung ngamumulé deui kaulinan barudak sangkan teu leungit ditelan jaman. Ku cara kitu, urang geus milu ngajaga warisan budaya bangsa.
6. Cara Ngamumulé Kaulinan Barudak
Aya sababaraha cara pikeun ngamumulé kaulinan barudak. Kahiji, ngawanohkeun ka barudak ngaliwatan pangajaran di sakola. Kadua, ngayakeun pasanggiri atawa féstival kaulinan barudak. Katilu, ngajak barudak maén babarengan di lingkungan imah atawa sakola. Kaopat, ngadokumentasikeun jeung nyebarkeun informasi ngeunaan kaulinan barudak ngaliwatan média sosial atawa buku. Kalima, ngalibetkeun kolot jeung masarakat dina kagiatan ngamumulé ieu kaulinan.
Rangkuman: Kaulinan barudak nyaéta permainan tradisional Sunda anu ngandung rupa-rupa nilai luhur saperti gotong royong, kajujuran, jeung sportivitas. Ieu kaulinan méré manfaat pikeun ngembangkeun fisik, sosial, jeung kréativitas barudak. Dina jaman kiwari, penting pisan pikeun urang sadaya ngamumulé kaulinan barudak sangkan teu leungit jeung tetep jadi bagian tina warisan budaya Sunda anu beunghar.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kaulinan Barudak | Permainan tradisional anak-anak dalam bahasa Sunda. |
| Ucing-ucingan | Permainan petak umpet. |
| Boy-boyan | Permainan melempar bola ke tumpukan genting. |
| Engklek | Permainan lompat-lompat dengan satu kaki di pola tertentu. |
| Sapintrong | Permainan lompat tali. |
| Gatrik | Permainan tradisional menggunakan dua bilah kayu. |
| Perepet Jengkol | Permainan berputar sambil berpegangan kaki. |
| Ngamumulé | Melestarikan atau menjaga. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)" mata pelajaran BAHASA SUNDA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi BAHASA SUNDA Terkait
[UJIAN pts1]BAHASA SUNDA Kelas VII SMPDONGENGBAHASA SUNDA Kelas VII SMPPagunemanBahasa sunda Kelas VII SMPPengalaman PribadiBAHASA SUNDA Kelas VII SMPpupujianBAHASA SUNDA Kelas VII SMPRagam Bahasa Jeung Tatakrama Basa SundaBahasa Sunda Kelas VII SMP2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar BAHASA SUNDA Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) ini gratis?
Ya. Modul Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul BAHASA SUNDA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar BAHASA SUNDA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) untuk BAHASA SUNDA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) dapat Anda sesuaikan dengan murid BAHASA SUNDA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.