BerandaModul Ajar SMPBAHASA SUNDA › Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)
SMP · Kelas VII · Fase D

Modul Ajar & RPP BAHASA SUNDA Kelas VII
Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)

Modul ajar (RPP) BAHASA SUNDA SMP kelas VII materi Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar BAHASA SUNDA kelas VII materi Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Kaulinan barudak nyaéta permainan tradisional Sunda anu ngandung rupa-rupa nilai luhur saperti gotong royong, kajujuran, jeung sportivitas. Ieu kaulinan méré manfaat pikeun ngembangkeun fisik, sosial, jeung kréativitas barudak. Dina jaman kiwari, penting pisan pikeun urang sadaya ngamumulé kaulinan barudak sangkan teu leungit jeung tetep jadi bagian tina warisan budaya Sunda anu beunghar.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

Bukan Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) yang Anda cari? Materi BAHASA SUNDA Kelas VII lainnya:

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit
KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)
BAHASA SUNDA · Kelas VII · Fase D
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)
BAHASA SUNDA · Fase D · Kelas VII · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBAHASA SUNDA
Fase / KelasD / VII
Materi PokokKaulinan Barudak (Permainan Tradisional)
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang kosakata bahasa Sunda dan mampu berkomunikasi sederhana dalam bahasa Sunda.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: kewargaan, kolaborasi, kreativitas.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka
Elemen / DomainMenyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi teks lisan dan tulis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan konteks budaya Sunda, serta mampu mengekspresikan gagasan secara kreatif dan bertanggung jawab.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKaulinan barudak seperti 'ucing-ucingan', 'boy-boyan', dan 'engklek' adalah contoh nyata permainan tradisional Sunda.
KonseptualKaulinan barudak adalah bentuk aktivitas bermain yang melibatkan aturan, interaksi sosial, dan seringkali nilai-nilai budaya Sunda.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara memainkan beberapa kaulinan barudak, mengidentifikasi aturannya, dan mempraktikkannya.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana kaulinan barudak mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Sunda dan relevansinya di era modern.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan barudak berdasarkan ciri-ciri dan aturan mainnya.
  2. Menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kaulinan barudak.
  3. Menganalisis relevansi kaulinan barudak dalam kehidupan sosial dan budaya Sunda masa kini.
  4. Mempraktikkan salah satu kaulinan barudak dengan mengikuti aturan yang benar.
  5. Merancang dan mempresentasikan dokumentasi sederhana tentang kaulinan barudak.
Halaman 2 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Kaulinan barudak bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga cerminan kekayaan budaya Sunda yang mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan melatih keterampilan motorik serta kognitif yang relevan hingga saat ini.

Pertanyaan pemantik: "Apakah kaulinan barudak hanya untuk anak-anak, ataukah ada nilai-nilai penting di dalamnya yang masih relevan untuk kita pelajari dan lestarikan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProject-Based Learning (PjBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: Keterampilan motorik, kelincahan, dan kebugaran fisik yang dilatih melalui berbagai gerakan dalam kaulinan barudak.
Seni Budaya: Unsur-unsur seni dalam gerakan, lagu, atau alat yang digunakan dalam beberapa kaulinan barudak, serta nilai estetika budaya Sunda.
Pendidikan Pancasila: Nilai-nilai gotong royong, kerja sama, kejujuran, dan sportivitas yang terkandung dalam aturan main kaulinan barudak.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka bermain kaulinan barudak di masa kecil atau membantu mencari informasi tentang permainan tradisional di lingkungan sekitar.
Lingkungan PembelajaranPemanfaatan lapangan sekolah atau area terbuka di sekitar sekolah sebagai tempat praktik kaulinan barudak, serta perpustakaan sekolah untuk mencari referensi buku cerita rakyat atau ensiklopedia budaya Sunda.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPenggunaan aplikasi presentasi (misalnya Canva, Google Slides) untuk membuat dokumentasi digital, serta platform video (misalnya YouTube) untuk mencari referensi video kaulinan barudak dan mengunggah hasil karya kelompok.
Halaman 3 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan barudak berdasarkan ciri-ciri dan aturan mainnya.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa peserta didik, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menampilkan video singkat tentang anak-anak bermain di perkampungan Sunda. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi kaulinan barudak dan manfaatnya, serta menjelaskan bahwa mereka akan belajar sambil bermain dan berdiskusi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diajak mengamati beberapa gambar atau video kaulinan barudak (misalnya 'sapintrong', 'gatrik', 'perepet jengkol'). Mereka berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi nama permainan, alat yang digunakan, dan perkiraan aturan mainnya, kemudian mencatat temuan awal mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok menerima kartu deskripsi singkat kaulinan barudak yang berbeda. Mereka membaca dan mencocokkan deskripsi tersebut dengan gambar/video yang telah diamati, kemudian menyusun daftar ciri-ciri dan aturan main dari setiap permainan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang jenis-jenis kaulinan barudak serta meluruskan miskonsepsi. Peserta didik diajak menyimpulkan pentingnya memahami aturan dalam setiap permainan.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan memberikan motivasi untuk terus melestarikan budaya lokal. Pertemuan diakhiri dengan yel-yel penyemangat.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProblem-Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kaulinan barudak dan menganalisis relevansinya dalam kehidupan sosial dan budaya Sunda masa kini.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengulang sedikit materi pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya nilai-nilai. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menganalisis nilai-nilai kaulinan barudak dan relevansinya, serta menjelaskan bahwa mereka akan menganalisis kasus dan berdiskusi kelompok.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik diberikan studi kasus atau skenario tentang anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak bermain gadget daripada kaulinan barudak. Dalam kelompok, mereka menganalisis dampak positif dan negatif dari kedua jenis permainan tersebut terhadap perkembangan sosial dan karakter anak.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitSetiap kelompok memilih satu kaulinan barudak yang paling menarik bagi mereka. Mereka mendiskusikan secara mendalam nilai-nilai luhur (misalnya kejujuran, kerja sama, sportivitas, kepemimpinan) yang terkandung dalam permainan tersebut dan bagaimana nilai-nilai itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di era modern.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka tentang nilai-nilai dan relevansi kaulinan barudak. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan temuan antar kelompok dan memberikan penguatan tentang pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya melalui permainan tradisional.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari kaulinan barudak. Guru memberikan tugas individu untuk menulis refleksi singkat tentang kaulinan barudak favorit dan nilai yang dipetik. Guru mengapresiasi kerja keras peserta didik dan menutup dengan pesan semangat.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 80 menit · awal 15 · inti 50 · penutup 15
Model PembelajaranProject-Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Mempraktikkan salah satu kaulinan barudak dengan mengikuti aturan yang benar dan merancang serta mempresentasikan dokumentasi sederhana tentang kaulinan barudak.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitGuru menyapa, berdoa, presensi. Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya melestarikan kaulinan barudak. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan kaulinan barudak dan membuat dokumentasi, serta menjelaskan bahwa mereka akan bekerja sama dalam proyek praktik dan presentasi.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menitPeserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memilih satu kaulinan barudak yang akan dipraktikkan dan didokumentasikan. Mereka merencanakan langkah-langkah praktik dan pembagian tugas untuk membuat dokumentasi (misalnya deskripsi, foto/video singkat).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menitDi area luar kelas atau lapangan, setiap kelompok mempraktikkan kaulinan barudak yang telah dipilih dengan mengikuti aturan yang benar. Selama praktik, mereka juga melakukan dokumentasi (mengambil foto, video, atau mencatat poin-poin penting). Setelah praktik, mereka menyusun hasil dokumentasi dalam bentuk poster digital sederhana atau presentasi singkat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil dokumentasi dan pengalaman mereka dalam mempraktikkan kaulinan barudak di depan kelas. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak peserta didik lain untuk memberikan apresiasi. Diskusi tentang tantangan dan kesenangan saat bermain juga difasilitasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menitGuru bersama peserta didik menyimpulkan seluruh pembelajaran tentang kaulinan barudak, dari identifikasi hingga praktik dan pelestarian. Guru memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja sama peserta didik. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan harapan agar semangat melestarikan budaya terus tumbuh.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik mampu menganalisis nilai-nilai dan relevansi kaulinan barudak serta menyusun rencana dokumentasi.

Alat & bahan: Kertas folio, alat tulis, spidol warna, gawai (opsional), akses internet (opsional)

Langkah kerja:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Pilih satu jenis kaulinan barudak yang paling kalian minati.
  3. Diskusikan nilai-nilai luhur (misalnya: kerja sama, kejujuran, sportivitas) yang terkandung dalam kaulinan tersebut dan bagaimana nilai-nilai itu relevan untuk kehidupan saat ini.
  4. Rancanglah sebuah rencana sederhana untuk mendokumentasikan kaulinan barudak pilihan kalian (misalnya: deskripsi singkat, alat, cara bermain, foto/video yang akan diambil).
  5. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil diskusi dan rencana kalian.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apakah kalian pernah mendengar atau bermain kaulinan barudak?
  2. Sebutkan satu nama kaulinan barudak yang kalian ketahui!
  3. Menurut kalian, apa manfaat bermain kaulinan barudak?
  4. Apa perbedaan kaulinan barudak dengan permainan modern?

Formatif (proses): Pengamatan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, presentasi, dan praktik kaulinan barudak, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian hasil dokumentasi kaulinan barudak (poster/presentasi) dan kemampuan mempraktikkan permainan sesuai aturan.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi jenis-jenis kaulinan barudak berdasarkan ciri-ciri dan aturan mainnya.Pengenalan kaulinan barudak, ciri-ciri, dan aturan main.2 JPKreativitas, Penalaran Kritis
2Menjelaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kaulinan barudak dan menganalisis relevansinya dalam kehidupan sosial dan budaya Sunda masa kini.Nilai-nilai kaulinan barudak, relevansi dengan kehidupan modern.2 JPKewargaan, Penalaran Kritis
3Mempraktikkan salah satu kaulinan barudak dengan mengikuti aturan yang benar serta merancang dan mempresentasikan dokumentasi sederhana.Praktik kaulinan barudak, dokumentasi, presentasi.2 JPKolaborasi, Komunikasi, Kreativitas
Halaman 9 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kaulinan barudak, atau permainan tradisional anak-anak, adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Sunda. Lebih dari sekadar hiburan, kaulinan barudak menyimpan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter, melatih fisik, dan mempererat tali persaudaraan. Memahami dan melestarikan kaulinan barudak berarti menjaga warisan nenek moyang serta menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda.

1. Naon Ari Kaulinan Barudak?
Kaulinan barudak téh nyaéta rupa-rupa kaulinan anu biasa dipaénkeun ku barudak Sunda ti baheula kénéh. Ieu kaulinan biasana dipaénkeun di luar imah, di buruan atawa di lapang. Alat-alatna basajan, malah kadang teu merlukeun alat nanaon. Anu penting mah aya barudak anu rék maén babarengan. Kaulinan ieu lain ngan ukur ngahibur, tapi ogé ngandung atikan jeung pangajaran pikeun barudak sangkan bisa sosialisasi, diajar jujur, jeung ngembangkeun kaparigelan fisik.

2. Rupa-rupa Kaulinan Barudak
Aya loba pisan rupa kaulinan barudak Sunda, di antarana 'ucing-ucingan' (petak umpet), 'boy-boyan' (permainan melempar bola ke tumpukan genting), 'engklek' (lompat-lompat dengan satu kaki), 'sapintrong' (lompat tali), 'gatrik' (permainan kayu), 'perepet jengkol' (berputar sambil berpegangan kaki), 'oray-orayan' (ular-ularan), 'sondah' (mirip engklek tapi dengan pola berbeda), jeung 'bekel' (permainan bola kecil dengan biji/kerang). Unggal kaulinan boga aturan jeung ciri khasna sorangan anu matak pikaresepeun.

3. Nilai-nilai Luhur dina Kaulinan Barudak
Kaulinan barudak ngandung rupa-rupa nilai luhur saperti gotong royong (kerja sama), kajujuran, sportivitas, kapamingpinan (kepemimpinan), kasabaran, jeung kréativitas. Dina 'ucing-ucingan', barudak diajar tanggung jawab jeung kerja sama. Dina 'perepet jengkol', maranéhna diajar kakuatan jeung kasaimbangan. Aturan anu kudu diturut ngajarkeun disiplin jeung fairness. Ieu nilai-nilai téh penting pisan pikeun ngabentuk karakter barudak anu hadé.

4. Manfaat Maén Kaulinan Barudak
Maén kaulinan barudak méré loba manfaat, di antarana ngaronjatkeun kaparigelan motorik kasar jeung halus, ngalatih fisik sangkan séhat jeung kuat, ngembangkeun kamampuh sosialisasi jeung komunikasi, ngasah kréativitas jeung imajinasi, sarta nguatkeun rasa kabersamaan. Salian ti éta, kaulinan barudak ogé bisa ngurangan stress jeung ngajauhkeun barudak tina kacanduan gadget.

5. Kaulinan Barudak di Jaman Kiwari
Dina jaman kiwari, kaulinan barudak geus mimiti kasilih ku kaulinan modérn atawa gadget. Padahal, kaulinan barudak miboga peran penting dina ngajaga jeung ngamumulé budaya Sunda. Penting pisan pikeun urang sadaya, hususna barudak sakola, pikeun mikawanoh, diajar, jeung ngamumulé deui kaulinan barudak sangkan teu leungit ditelan jaman. Ku cara kitu, urang geus milu ngajaga warisan budaya bangsa.

6. Cara Ngamumulé Kaulinan Barudak
Aya sababaraha cara pikeun ngamumulé kaulinan barudak. Kahiji, ngawanohkeun ka barudak ngaliwatan pangajaran di sakola. Kadua, ngayakeun pasanggiri atawa féstival kaulinan barudak. Katilu, ngajak barudak maén babarengan di lingkungan imah atawa sakola. Kaopat, ngadokumentasikeun jeung nyebarkeun informasi ngeunaan kaulinan barudak ngaliwatan média sosial atawa buku. Kalima, ngalibetkeun kolot jeung masarakat dina kagiatan ngamumulé ieu kaulinan.

Rangkuman: Kaulinan barudak nyaéta permainan tradisional Sunda anu ngandung rupa-rupa nilai luhur saperti gotong royong, kajujuran, jeung sportivitas. Ieu kaulinan méré manfaat pikeun ngembangkeun fisik, sosial, jeung kréativitas barudak. Dina jaman kiwari, penting pisan pikeun urang sadaya ngamumulé kaulinan barudak sangkan teu leungit jeung tetep jadi bagian tina warisan budaya Sunda anu beunghar.

Halaman 10 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Kaulinan BarudakPermainan tradisional anak-anak dalam bahasa Sunda.
Ucing-ucinganPermainan petak umpet.
Boy-boyanPermainan melempar bola ke tumpukan genting.
EngklekPermainan lompat-lompat dengan satu kaki di pola tertentu.
SapintrongPermainan lompat tali.
GatrikPermainan tradisional menggunakan dua bilah kayu.
Perepet JengkolPermainan berputar sambil berpegangan kaki.
NgamumuléMelestarikan atau menjaga.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar BAHASA SUNDA · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional)" mata pelajaran BAHASA SUNDA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) — pratinjau tuntas.org

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar BAHASA SUNDA Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) ini gratis?

Ya. Modul Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul BAHASA SUNDA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar BAHASA SUNDA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Kurikulum Merdeka, pada Fase D untuk kelas VII SMP.

Ini modul ajar atau RPP?

Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) untuk BAHASA SUNDA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Bisakah modul Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kaulinan Barudak (Permainan Tradisional) dapat Anda sesuaikan dengan murid BAHASA SUNDA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar BAHASA SUNDA SMPSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.