Modul Ajar & RPP BAHASA SUNDA Kelas VII
pupujian
Modul ajar (RPP) BAHASA SUNDA SMP kelas VII materi pupujian lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan pupujian yang Anda cari? Materi BAHASA SUNDA Kelas VII lainnya:
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | BAHASA SUNDA |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | pupujian |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang bentuk-bentuk puisi atau lagu daerah yang sering didengar atau dinyanyikan di lingkungan sekitar.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, komunikasi, kreativitas.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan memproduksi teks sastra lisan atau tulisan sederhana seperti pupujian dengan menunjukkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan religius yang terkandung di dalamnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Pupujian adalah puisi Sunda yang berisi puji-pujian kepada Tuhan, shalawat kepada Nabi Muhammad, atau nasihat keagamaan yang biasa dilantunkan di masjid atau madrasah. |
| Konseptual | Konsep pupujian mencakup bentuk puisi terikat, penggunaan bahasa Sunda yang puitis, dan fungsi sebagai media dakwah serta pengingat nilai-nilai luhur. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah mengidentifikasi struktur, menganalisis isi, dan melantunkan pupujian dengan intonasi yang tepat. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pupujian mencerminkan kearifan lokal dan nilai religius, serta bagaimana keterampilan berbahasa Sunda dapat digunakan untuk melestarikan budaya dan menyampaikan pesan moral. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi ciri-ciri dan jenis pupujian berdasarkan bentuk dan isinya.
- Menganalisis makna dan pesan moral yang terkandung dalam pupujian.
- Menjelaskan fungsi sosial dan nilai-nilai religius pupujian dalam kehidupan masyarakat Sunda.
- Melantunkan pupujian dengan intonasi, ekspresi, dan penghayatan yang tepat.
- Menulis teks pupujian sederhana dengan tema yang relevan.
Pemahaman bermakna: Memahami pupujian tidak hanya sekadar menghafal lirik, tetapi juga menjiwai pesan moral dan nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya, serta mampu melestarikannya sebagai bagian dari kekayaan budaya Sunda.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian mendengar lantunan syair yang indah di masjid atau madrasah sebelum adzan atau mengaji? Syair apakah itu dan apa isinya?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Agama Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Buddha/Konghucu: Pupujian sebagai ekspresi nilai-nilai keagamaan dan sarana dakwah. Seni Budaya: Pupujian sebagai bentuk seni vokal dan sastra yang memiliki nilai estetika dan melodi. Pendidikan Pancasila: Pupujian sebagai media penanaman nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang mendukung persatuan dan keberagaman. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi mengenai pupujian yang dikenal di lingkungan keluarga atau komunitas mereka, atau membantu peserta didik mencari contoh pupujian dari tokoh agama setempat. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan praktik melantunkan pupujian, serta memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk mencari referensi teks pupujian. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan gawai untuk mencari contoh-contoh pupujian dalam format audio/video di internet dan merekam hasil lantunan pupujian mereka untuk evaluasi diri. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan jenis pupujian berdasarkan bentuk dan isinya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman mereka mendengar syair keagamaan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu mengidentifikasi pupujian dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjelaskan tahapan kegiatan yang akan dilakukan agar peserta didik siap belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik mengamati beberapa contoh rekaman audio/video pupujian yang berbeda jenisnya (misalnya, pupujian memuji Allah, pupujian shalawat Nabi, pupujian nasihat) dan secara mandiri atau berpasangan mencoba menemukan ciri-ciri umum serta perbedaan di antara contoh-contoh tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok kecil, peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka, mencatat ciri-ciri pupujian (jumlah baris, rima, isi) dan mengelompokkan jenis-jenis pupujian berdasarkan topik atau pesan yang disampaikan, kemudian mencatatnya dalam LKPD. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan umpan balik, menguatkan pemahaman konsep ciri dan jenis pupujian, serta mengoreksi jika ada miskonsepsi. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri dan jenis pupujian. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, mengingatkan materi untuk pertemuan berikutnya, dan menutup dengan doa serta ucapan penutup yang memotivasi. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis makna dan pesan moral yang terkandung dalam pupujian serta menjelaskan fungsi sosialnya. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengulas singkat materi sebelumnya tentang ciri dan jenis pupujian. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menganalisis makna pupujian dan fungsi sosialnya, serta memberikan pertanyaan pemantik tentang relevansi pupujian di era modern agar peserta didik berkesadaran. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menerima teks pupujian (yang berbeda dari pertemuan 1) dan secara individu mencoba menafsirkan kata-kata sulit serta mencari makna tersirat. Guru memberikan panduan tentang cara menganalisis puisi, termasuk konteks budaya dan religiusnya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis pupujian yang diberikan, mengidentifikasi pesan moral, nilai-nilai religius, dan mendiskusikan bagaimana pupujian tersebut berfungsi dalam masyarakat Sunda (misalnya, sebagai pengingat waktu salat, sarana dakwah, atau pengantar belajar mengaji). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, menjelaskan makna dan fungsi pupujian. Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan penguatan tentang kedalaman makna pupujian dan relevansinya, serta meluruskan pemahaman yang kurang tepat. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik dan guru merangkum pentingnya pupujian sebagai media penyampai pesan moral dan nilai agama. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik, memberikan tugas untuk mencari pupujian di lingkungan sekitar, dan menutup pelajaran dengan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Melantunkan pupujian dengan intonasi, ekspresi, dan penghayatan yang tepat serta menulis teks pupujian sederhana. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Guru menyapa, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan kegiatan hari ini, yaitu mempraktikkan pelantunan pupujian dan menulisnya. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menghasilkan karya berupa lantunan dan tulisan pupujian, serta tahapan proyek yang akan dilakukan agar peserta didik memahami proses belajar. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit | Peserta didik menyimak contoh lantunan pupujian yang baik dari guru atau rekaman. Guru menjelaskan teknik melantunkan pupujian yang meliputi intonasi, artikulasi, ekspresi, dan penghayatan. Peserta didik juga mempelajari struktur dasar penulisan pupujian sederhana. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok memilih satu pupujian yang sudah dipelajari atau membuat pupujian sederhana dengan tema keagamaan/nasihat. Mereka berlatih melantunkan pupujian tersebut dan menuliskan pupujian hasil karyanya. Guru membimbing dan memberikan masukan selama proses latihan dan penulisan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya dengan melantunkan pupujian dan membacakan pupujian yang telah ditulis. Kelompok lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif. Guru memberikan penguatan terhadap aspek kreativitas dan penghayatan dalam karya peserta didik. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit | Peserta didik bersama guru merefleksikan seluruh proses pembelajaran pupujian, dari identifikasi hingga kreasi. Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas usaha dan kreativitas peserta didik, memotivasi untuk terus melestarikan budaya Sunda, dan menutup pelajaran dengan penuh kegembiraan serta doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis makna, pesan moral, dan fungsi sosial pupujian.
Alat & bahan: Teks pupujian, alat tulis, kamus bahasa Sunda (opsional)
Langkah kerja:
- Bacalah dengan saksama teks pupujian yang diberikan.
- Identifikasi kata-kata sulit dalam pupujian dan coba pahami artinya.
- Tentukan tema utama dari pupujian tersebut.
- Analisis pesan moral atau nasihat yang terkandung dalam setiap bait.
- Diskusikan dalam kelompok, apa fungsi pupujian ini dalam kehidupan masyarakat Sunda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apakah kalian pernah mendengar istilah 'pupujian'?
- Di mana biasanya kalian mendengar lantunan syair keagamaan?
- Apa isi dari syair keagamaan yang pernah kalian dengar?
- Menurut kalian, apa manfaat dari mendengarkan atau melantunkan syair-syair tersebut?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan menganalisis pupujian, dan kerja sama dalam membuat proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian performa melantunkan pupujian dan hasil karya tulis pupujian sederhana.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi ciri-ciri dan jenis pupujian berdasarkan bentuk dan isinya. | Ciri-ciri dan jenis pupujian | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis makna dan pesan moral serta menjelaskan fungsi sosial pupujian. | Makna, pesan moral, dan fungsi pupujian | 2 JP | Komunikasi |
| 3 | Melantunkan pupujian dengan intonasi, ekspresi, dan penghayatan yang tepat. | Teknik melantunkan pupujian | 2 JP | Kreativitas, Keimanan dan Ketakwaan |
| 4 | Menulis teks pupujian sederhana dengan tema yang relevan. | Struktur dan penulisan pupujian sederhana | 2 JP | Kreativitas, Komunikasi |
Pupujian adalah salah satu bentuk puisi Sunda yang memiliki akar kuat dalam tradisi Islam di Jawa Barat. Ia bukan sekadar untaian kata indah, melainkan juga media untuk menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan, shalawat kepada Nabi Muhammad, serta nasihat-nasihat keagamaan. Pupujian sering dilantunkan di masjid, madrasah, atau pengajian, berfungsi sebagai pengingat dan penenang hati.
1. Pengertian Pupujian
Pupujian berasal dari kata 'puji' yang berarti sanjungan atau pujian. Dalam konteks sastra Sunda, pupujian adalah puisi bebas yang tidak terikat oleh aturan pupuh, biasanya berisi puji-pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, doa-doa, atau nasihat keagamaan. Pupujian dilantunkan secara berirama, seringkali tanpa iringan musik, menciptakan suasana khidmat dan menenangkan. Bentuknya sederhana namun sarat makna.
2. Ciri-ciri Pupujian
Pupujian memiliki beberapa ciri khas. Pertama, bahasanya menggunakan bahasa Sunda yang puitis, seringkali dengan pilihan kata yang indah dan metaforis. Kedua, isinya bersifat religius atau nasihat keagamaan. Ketiga, bentuknya tidak terikat pupuh, namun memiliki pola rima dan jumlah baris yang konsisten dalam setiap baitnya, umumnya terdiri dari empat baris sebait. Keempat, cara penyampaiannya dilantunkan atau dinyanyikan, bukan dibaca biasa.
3. Jenis-jenis Pupujian
Pupujian dapat dikelompokkan berdasarkan isinya. Ada pupujian yang berisi puji-pujian kepada Allah (tauhid), contohnya 'Eling-eling Umat'. Ada juga pupujian shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, seperti 'Ya Rasulullah Salamun Alaik'. Selain itu, terdapat pupujian yang berisi doa dan permohonan ampunan, serta pupujian yang berisi nasihat atau ajaran moral, seperti 'Hayu Urang Ngaji'. Setiap jenis memiliki fokus pesan yang berbeda namun tetap dalam koridor keagamaan.
4. Makna dan Pesan Moral Pupujian
Setiap pupujian mengandung makna dan pesan moral yang mendalam. Pupujian tauhid mengajarkan keesaan Allah dan pentingnya bersyukur. Pupujian shalawat mengajak umat untuk mencintai dan meneladani akhlak Nabi. Pupujian nasihat mengajarkan tentang pentingnya beribadah, berakhlak mulia, menjauhi larangan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Memahami pupujian berarti menjiwai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
5. Fungsi Sosial Pupujian
Pupujian memiliki fungsi sosial yang penting dalam masyarakat Sunda. Ia sering digunakan sebagai pengantar sebelum adzan atau pengajian, menciptakan suasana religius. Pupujian juga berfungsi sebagai media dakwah atau penyebaran ajaran Islam secara lisan, mudah diingat dan diterima oleh masyarakat. Selain itu, pupujian berperan dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda, serta menjadi sarana edukasi moral bagi anak-anak dan remaja.
6. Cara Melantunkan Pupujian
Melantunkan pupujian memerlukan perhatian pada beberapa aspek. Pertama, intonasi yang tepat, yaitu naik turunnya nada suara agar terdengar merdu dan sesuai dengan irama. Kedua, artikulasi yang jelas, sehingga setiap kata dapat dipahami dengan baik. Ketiga, ekspresi dan penghayatan yang sesuai dengan isi pupujian, misalnya ekspresi kagum saat memuji Tuhan atau ekspresi penyesalan saat memohon ampunan. Latihan rutin sangat penting untuk menguasai teknik ini.
Rangkuman: Pupujian adalah puisi Sunda religius yang berisi puji-pujian kepada Tuhan, shalawat Nabi, doa, atau nasihat. Ciri khasnya adalah penggunaan bahasa Sunda puitis, isi keagamaan, bentuk terikat rima, dan dilantunkan. Pupujian berfungsi sebagai media dakwah, pengingat moral, dan pelestari budaya. Melantunkannya membutuhkan intonasi, artikulasi, ekspresi, dan penghayatan yang tepat untuk menyampaikan pesan mendalamnya.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Pupujian | Puisi Sunda religius yang dilantunkan, berisi puji-pujian, shalawat, atau nasihat. |
| Pupuh | Bentuk puisi Sunda tradisional yang terikat aturan jumlah baris, suku kata, dan vokal akhir. |
| Intonasi | Nada suara atau irama bicara saat melantunkan pupujian. |
| Artikulasi | Kejelasan pengucapan kata-kata saat melantunkan pupujian. |
| Shalawat | Doa atau pujian kepada Nabi Muhammad SAW. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "pupujian" mata pelajaran BAHASA SUNDA Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
1 Materi BAHASA SUNDA Terkait
[UJIAN pts1]BAHASA SUNDA Kelas VII SMPDONGENGBAHASA SUNDA Kelas VII SMPKaulinan Barudak (Permainan Tradisional)BAHASA SUNDA Kelas VII SMPPagunemanBahasa sunda Kelas VII SMPPengalaman PribadiBAHASA SUNDA Kelas VII SMPRagam Bahasa Jeung Tatakrama Basa SundaBahasa Sunda Kelas VII SMP2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar BAHASA SUNDA pupujian ini gratis?
Ya. Modul pupujian untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul BAHASA SUNDA kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar BAHASA SUNDA kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul pupujian ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase D untuk kelas VII SMP.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas pupujian untuk BAHASA SUNDA kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul pupujian ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan pupujian dapat Anda sesuaikan dengan murid BAHASA SUNDA kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.