Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Kristen Kelas VII
Pertobatan Saulus
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Kristen SMP kelas VII materi Pertobatan Saulus, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun. Untuk mengunduh berkasnya Anda perlu email atau akun Google dan nomor WhatsApp aktif.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Pertobatan Saulus yang Anda cari? Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VII lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen |
| Fase / Kelas | D / VII |
| Materi Pokok | Pertobatan Saulus |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 40 menit = 80 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dosa dan anugerah Allah serta pentingnya perubahan diri dalam ajaran Kristen.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Manusia dan Nilai-nilai Kristiani |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkannya sebagai wujud iman kepada Tuhan, serta memiliki kesadaran untuk bertobat dan melakukan perubahan diri. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kisah nyata Saulus dari Tarsus yang menganiaya pengikut Yesus kemudian bertobat dan menjadi Paulus, seorang rasul besar. |
| Konseptual | Pertobatan adalah perubahan radikal dalam hidup seseorang yang berbalik dari dosa menuju kebenaran Allah, didorong oleh kasih karunia Tuhan. |
| Prosedural | Peserta didik akan menganalisis tahapan pertobatan Saulus dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong perubahan dirinya. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari bahwa memahami kisah pertobatan Saulus dapat membantu mereka merefleksikan dan mengevaluasi perjalanan iman serta potensi perubahan dalam diri sendiri. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi latar belakang kehidupan Saulus sebelum pertobatan dengan tepat.
- Menganalisis peristiwa pertobatan Saulus di jalan menuju Damsyik berdasarkan Kisah Para Rasul 9:1-19 dengan cermat.
- Menjelaskan makna pertobatan Saulus sebagai perubahan hidup yang radikal dan dampaknya bagi kekristenan.
- Menyimpulkan nilai-nilai moral dari kisah pertobatan Saulus yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini.
- Mengaitkan pengalaman pertobatan Saulus dengan konsep pertobatan dalam kehidupan sehari-hari.
- Merancang aksi nyata sederhana sebagai wujud pertobatan dan perubahan diri menuju karakter Kristus.
Pemahaman bermakna: Kisah pertobatan Saulus mengajarkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berubah menjadi lebih baik melalui anugerah Tuhan, dan pertobatan sejati akan membawa dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.
Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, mungkinkah seseorang yang sangat membenci dan menganiaya orang lain bisa berubah 180 derajat menjadi pembela mereka?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Menganalisis teks naratif dari Alkitab (Kisah Para Rasul) dan menyusun alur cerita atau peta pikiran. Pendidikan Pancasila: Memahami nilai-nilai kemanusiaan dan pentingnya perubahan diri demi kebaikan bersama, selaras dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak mendampingi peserta didik dalam mengimplementasikan rencana aksi pertobatan di rumah dan memberikan dukungan moral. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, serta akses internet untuk mencari referensi tambahan. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi kisah Saulus atau infografis tentang pertobatan dari sumber terpercaya untuk memperkaya pemahaman visual peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi latar belakang kehidupan Saulus sebelum pertobatan dengan tepat dan menganalisis peristiwa pertobatan Saulus di jalan menuju Damsyik berdasarkan Kisah Para Rasul 9:1-19 dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menjelaskan makna pertobatan Saulus sebagai perubahan hidup yang radikal dan dampaknya bagi kekristenan, serta menyimpulkan nilai-nilai moral dari kisah pertobatan Saulus yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Mengaitkan pengalaman pertobatan Saulus dengan konsep pertobatan dalam kehidupan sehari-hari dan merancang aksi nyata sederhana sebagai wujud pertobatan dan perubahan diri menuju karakter Kristus. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis kisah pertobatan Saulus dan menemukan makna serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Alat & bahan: Alkitab (Kisah Para Rasul 9:1-19), kertas plano/flipchart, spidol warna, lembar kerja peserta didik.
Langkah kerja:
- Baca Kisah Para Rasul 9:1-19 secara seksama dalam kelompok.
Perjalanan Saulus Penganiaya Gereja Cahaya dari Langit Bertemu Ananias Menjadi Paulus - Identifikasi karakter Saulus sebelum peristiwa di jalan Damsyik dan catat tujuannya ke Damsyik.
- Buatlah peta pikiran yang menggambarkan peristiwa pertobatan Saulus di jalan Damsyik, termasuk apa yang terjadi, apa yang Saulus dengar, dan bagaimana reaksinya.
- Diskusikan makna pertobatan Saulus bagi dirinya dan dampaknya bagi kekristenan.
- Tuliskan minimal 3 nilai moral yang dapat kalian pelajari dari kisah pertobatan Saulus.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sosok Saulus sebelum ia bertemu Yesus?
- Menurutmu, mengapa seseorang perlu bertobat?
- Pernahkah kamu mendengar kisah tentang seseorang yang berubah drastis menjadi lebih baik? Ceritakan singkat!
- Apa yang membedakan penyesalan dengan pertobatan sejati?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta kelengkapan dan ketepatan isi LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian terhadap 'Rencana Aksi Pertobatan Diri' yang dibuat oleh peserta didik, meliputi relevansi, spesifikasi, dan komitmen.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi latar belakang kehidupan Saulus sebelum pertobatan. | Latar belakang Saulus dan perjalanannya ke Damsyik. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis peristiwa pertobatan Saulus di jalan menuju Damsyik. | Peristiwa pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19). | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis |
| 3 | Menjelaskan makna pertobatan Saulus dan menyimpulkan nilai-nilai moralnya. | Makna dan dampak pertobatan Saulus, nilai-nilai moral. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menyadari bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah hati siapa pun, bahkan yang paling keras sekalipun, dan menginspirasi untuk berserah pada kehendak-Nya. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali hikmat dari kisah-kisah Alkitab seperti pertobatan Saulus untuk memahami prinsip-prinsip kehidupan dan iman yang benar. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengembangkan sikap peduli terhadap sesama dengan tidak menghakimi masa lalu seseorang, melainkan mendukung perubahan positif yang sedang mereka jalani. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengevaluasi diri secara jujur dan berani mengakui kesalahan, serta berkomitmen untuk melakukan perubahan nyata menuju pribadi yang lebih baik dan berkarakter Kristus. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mengaplikasikan nilai-nilai pertobatan dalam perilaku sehari-hari untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih damai, toleran, dan saling mendukung. |
Kisah tentang pertobatan Saulus adalah salah satu cerita paling dramatis dan transformatif dalam Alkitab. Ini bukan hanya tentang perubahan nama dari Saulus menjadi Paulus, tetapi tentang perubahan hati dan arah hidup yang radikal. Kisah ini mengajarkan kita tentang kuasa anugerah Tuhan yang mampu mengubah musuh menjadi rasul-Nya yang paling setia.
1. Saulus: Sang Penganiaya Gereja
Sebelum pertobatannya, Saulus dikenal sebagai seorang Farisi yang sangat taat pada hukum Taurat, namun juga sangat fanatik dalam keyakinannya. Ia berasal dari Tarsus dan dididik di bawah Gamaliel, seorang rabi terkemuka. Saulus adalah seorang penganiaya jemaat Kristen yang kejam, menganggap pengikut Yesus sebagai bidat yang harus dimusnahkan. Ia terlibat dalam hukuman mati Stefanus dan memimpin penangkapan serta pemenjaraan orang-orang Kristen di Yerusalem dan sekitarnya. Dengan surat kuasa dari Imam Besar, ia bahkan berencana memperluas penganiayaannya hingga ke Damsyik.
2. Pertemuan Radikal di Jalan Damsyik
Ketika Saulus dalam perjalanan menuju Damsyik dengan tujuan menangkap orang-orang Kristen, sebuah peristiwa luar biasa terjadi. Tiba-tiba, cahaya yang sangat terang memancar dari langit dan menyinari Saulus. Ia rebah ke tanah dan mendengar suara berkata, 'Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?' Saulus bertanya, 'Siapakah Engkau, Tuhan?' Suara itu menjawab, 'Akulah Yesus yang kauaniaya itu.' Saulus menjadi buta selama tiga hari dan dibawa ke Damsyik. Peristiwa ini menandai titik balik paling penting dalam hidupnya, mengubahnya dari musuh menjadi murid Kristus.
3. Ananias dan Pemulihan Saulus
Di Damsyik, Tuhan menampakkan diri kepada seorang murid bernama Ananias dan menyuruhnya pergi menemui Saulus. Ananias awalnya ragu karena reputasi Saulus sebagai penganiaya. Namun, Tuhan meyakinkan Ananias bahwa Saulus telah dipilih-Nya sebagai alat untuk memberitakan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain. Ananias taat, ia pergi menemui Saulus, menumpangkan tangan kepadanya, dan Saulus pun dapat melihat kembali. Roh Kudus memenuhi Saulus, dan ia segera dibaptis. Pemulihan penglihatan Saulus melambangkan pemulihan rohaninya dan dimulainya hidup baru dalam Kristus.
4. Makna dan Dampak Pertobatan Saulus
Pertobatan Saulus bukan sekadar perubahan keyakinan, tetapi perubahan total dalam hidupnya—dari seorang penganiaya menjadi penginjil yang gigih. Ia meninggalkan segala kemuliaan duniawi demi Kristus. Dampaknya sangat besar bagi kekristenan; Saulus, yang kemudian dikenal sebagai Paulus, menjadi rasul yang paling aktif menyebarkan Injil ke seluruh dunia non-Yahudi. Kisahnya menunjukkan bahwa anugerah Tuhan mampu menjangkau siapa saja, mengubah hati yang paling keras sekalipun, dan memakai orang-orang yang tidak terduga untuk kemuliaan-Nya.
Rangkuman: Kisah pertobatan Saulus mengajarkan bahwa kuasa anugerah Tuhan mampu mengubah seseorang secara radikal, dari penganiaya menjadi pelayan setia. Peristiwa di jalan Damsyik menandai titik balik hidup Saulus, yang kemudian menjadi Paulus, rasul bagi bangsa-bangsa. Pertobatan sejati membawa perubahan hati, pikiran, dan tindakan, serta memiliki dampak besar bagi diri sendiri dan perkembangan iman Kristen.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Farisi | Kelompok Yahudi yang sangat ketat dalam menjalankan hukum Taurat. |
| Damsyik | Kota kuno yang terletak di Suriah, tempat Saulus mengalami pertobatan. |
| Ananias | Murid Yesus di Damsyik yang diutus Tuhan untuk memulihkan penglihatan Saulus. |
| Rasul | Utusan atau duta, khususnya dua belas murid pertama Yesus dan Paulus. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pertobatan Saulus" mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas VII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Allah Terus BerkaryaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopGereja dan Pertumbuhan ImanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisHidup Berkelimpahan SyukurBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSolidaritas terhadap SesamaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Doa dan Disiplin RohaniBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisNilai Kristiani dalam PergaulanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMemelihara Ciptaan AllahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Pendidikan Agama Kristen lain yang sudah tersedia
Alkitab Penutup HidupkuPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPAllah Memelihara Hidup Manusia ( Ketika Hidup Tidak Berjalan Menurut Impian SayaPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPAllah Memperbaharui Hidup Manusia Ketika Hidup tidak Berjalan Seperti Apa yang saya ImpikaPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPAllah memperbarui hidup manusiaPendidikan Agama Kristen Kelas VII SMPLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen Kelas VII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas 7 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VII dan kelas 7 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pertobatan Saulus pada Pendidikan Agama Kristen SMP, Fase D, elemen Manusia dan Nilai-nilai Kristiani.
Modul Pertobatan Saulus ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pertobatan Saulus untuk Pendidikan Agama Kristen kelas VII.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen materi Pertobatan Saulus ini gratis?
Ya. Modul Pertobatan Saulus untuk kelas VII SMP dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pertobatan Saulus ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Kristen kelas VII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Kristen kelas VII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pertobatan Saulus ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pertobatan Saulus dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Kristen kelas VII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Kristen kelas VII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pertobatan Saulus ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase D untuk kelas VII SMP. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pertobatan Saulus tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pertobatan Saulus untuk Pendidikan Agama Kristen kelas VII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pertobatan Saulus ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Kristen kelas VII SMP berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pertobatan Saulus beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Kristen kelas VII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Pendidikan Agama Kristen ini cocok untuk SMP negeri, swasta, maupun MTs?
Ya. Kop, logo, dan nama SMP Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MTs, pilih jenjang MTs saat mengisi borang: materi Pertobatan Saulus yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.