Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XII
Kritik dan Esai
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia MA kelas XII materi Kritik dan Esai lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Kritik dan Esai yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas XII lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Kritik dan Esai |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) dengan praktik penulisan dan presentasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam membaca, memahami, dan menulis teks argumentasi sederhana.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak mulia
Peserta didik mengembangkan akhlak mulia dalam menyikapi perbedaan pandangan melalui kritik dan esai yang konstruktif dan santun. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik secara kritis menganalisis informasi dari berbagai sumber untuk membangun argumen dalam kritik dan esai yang kuat. - komunikasi — elemen: mengembangkan komunikasi
Peserta didik mengkomunikasikan ide dan argumen secara efektif, baik lisan maupun tulisan, melalui penyusunan kritik dan esai.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (teks fiksi dan nonfiksi) untuk menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan secara logis, kritis, dan kreatif dalam berbagai konteks, serta mampu menyunting dan merevisi tulisannya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kritik dan esai dapat ditemukan dalam ulasan film, resensi buku, atau opini di media massa yang mengomentari isu terkini. |
| Konseptual | Kritik adalah penilaian terstruktur terhadap karya atau fenomena, sementara esai adalah tulisan yang membahas suatu topik dari sudut pandang pribadi dengan argumentasi yang kuat. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah menyusun kritik dan esai yang efektif, mulai dari penentuan topik, pengumpulan data, penyusunan kerangka, hingga penulisan dan penyuntingan. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara santun dalam kehidupan sehari-hari melalui praktik kritik dan esai. |
Tujuan Pembelajaran:
- Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan kritik sastra dan esai berdasarkan contoh teks dengan tepat.
- Peserta didik mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks kritik sastra dan esai dengan cermat.
- Peserta didik mampu menyusun kerangka kritik sastra atau esai berdasarkan topik yang dipilih secara sistematis.
- Peserta didik mampu menulis teks kritik sastra atau esai dengan memperhatikan struktur, ciri kebahasaan, dan kaidah penulisan yang benar.
- Peserta didik mampu mempresentasikan hasil kritik sastra atau esai dengan percaya diri.
- Peserta didik mampu merevisi dan menyempurnakan tulisan kritik sastra atau esai berdasarkan masukan teman dan guru.
Pemahaman bermakna: Memahami kritik dan esai membantu kita tidak hanya mengutarakan pendapat, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis, analitis, dan bertanggung jawab terhadap berbagai fenomena di sekitar.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menyampaikan pendapat atau penilaian terhadap suatu karya atau fenomena agar tidak hanya didengar, tetapi juga diterima dan dipertimbangkan dengan baik?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) dengan praktik penulisan dan presentasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sosiologi: menganalisis isu-isu sosial dalam esai dengan perspektif sosiologis. Seni Budaya: mengkritik karya seni (film, musik, tari) dengan pemahaman estetika dan sejarah seni. Pendidikan Agama Islam: menyusun esai yang merefleksikan nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi fenomena sosial. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang ulasan film atau buku yang pernah mereka baca untuk memperkaya perspektif peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk mencari referensi karya sastra atau isu sosial, serta ruang kelas yang nyaman untuk diskusi kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Penggunaan platform blog atau media sosial untuk mempublikasikan esai, serta aplikasi pengolah kata dan kamus daring untuk penulisan dan penyuntingan. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan kritik sastra dan esai berdasarkan contoh teks dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berantai: Guru membisikkan satu kata kunci materi kepada siswa pertama, lalu siswa membisikkan ke teman sebelahnya hingga siswa terakhir menyebutkan kata yang didengar. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, mengecek kehadiran, dan menanyakan kabar. Guru melakukan apersepsi tentang pentingnya menyampaikan pendapat. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk menumbuhkan kesadaran belajar peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengamati dan membandingkan dua contoh teks (satu kritik, satu esai) yang disajikan guru, kemudian mengidentifikasi persamaan dan perbedaan karakteristik keduanya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan definisi awal kritik sastra dan esai berdasarkan hasil pengamatan, lalu mencatat poin-poin penting perbedaan keduanya pada lembar kerja. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan konsep dasar perbedaan kritik dan esai. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini, guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dengan semangat. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Peserta didik mampu menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks kritik sastra dan esai dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Lengkapilah Kalimat: Guru menyebutkan awal kalimat tentang materi kritik dan esai, siswa secara bergantian melengkapi kalimat tersebut dengan kata atau frasa yang relevan. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran, serta melakukan ulasan singkat materi sebelumnya. Guru mengaitkan materi dengan fenomena ulasan film atau buku di media sosial dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menganalisis struktur teks (tesis, argumen, penegasan ulang) dan ciri kebahasaan (kata kerja mental, konjungsi kausalitas) pada contoh teks kritik dan esai yang berbeda. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Secara individu, peserta didik menandai bagian-bagian struktur dan ciri kebahasaan pada teks kritik atau esai yang diberikan, kemudian membandingkannya dengan teman sebangku. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Peserta didik mempresentasikan hasil analisisnya, guru memberikan umpan balik dan klarifikasi untuk memastikan pemahaman yang tepat mengenai struktur dan kaidah kebahasaan. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting struktur dan kebahasaan, memberikan motivasi untuk terus berlatih, dan menginformasikan persiapan untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Peserta didik mampu menyusun kerangka kritik sastra atau esai berdasarkan topik yang dipilih secara sistematis. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Kata Kunci Berantai: Satu siswa menyebutkan kata kunci, siswa berikutnya menyebutkan kata kunci lain yang berkaitan dan menjelaskan mengapa berkaitan, dilanjutkan siswa lain. Guru mengawali dengan salam, doa, dan presensi. Guru mengingatkan kembali materi struktur dan kebahasaan, lalu mengaitkannya dengan pentingnya kerangka tulisan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menumbuhkan semangat peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik berdiskusi kelompok untuk menentukan topik kritik sastra (misalnya, film, cerpen) atau esai (misalnya, isu sosial, pendidikan) yang menarik dan relevan dengan kehidupan mereka. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menyusun kerangka tulisan kritik sastra atau esai, mencakup tesis, argumen-argumen pendukung, dan kesimpulan, dengan panduan lembar kerja yang disediakan. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan kerangka tulisannya, kelompok lain memberikan masukan konstruktif, dan guru memberikan arahan untuk penyempurnaan kerangka. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Guru memberikan apresiasi atas kerja keras kelompok, menyimpulkan pentingnya kerangka sebagai peta jalan menulis, dan menugaskan pengumpulan data awal untuk pertemuan selanjutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan membandingkan karakteristik teks kritik sastra dan esai.
Alat & bahan: dua contoh teks (kritik sastra dan esai), alat tulis, kertas flipchart
Langkah kerja:
- Bacalah dengan cermat kedua teks yang diberikan.
- Diskusikan dalam kelompok untuk menemukan persamaan dan perbedaan kedua teks.
- Identifikasi struktur dan ciri kebahasaan yang menonjol pada masing-masing teks.
- Catat hasil identifikasi dan perbandingan pada tabel yang telah disediakan.
- Siapkan presentasi singkat hasil diskusi kelompok Anda.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang kritik?
- Pernahkah Anda menulis opini atau ulasan tentang sesuatu?
- Menurut Anda, apa bedanya kritik dengan esai?
- Bagaimana cara menyampaikan pendapat agar tidak menyinggung perasaan orang lain?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian draf kerangka dan tulisan.
Sumatif (akhir): Penilaian portofolio hasil akhir penulisan kritik sastra atau esai dan presentasi lisan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi perbedaan kritik sastra dan esai | Konsep dasar kritik dan esai | 3 JP | Penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan kritik sastra dan esai | Struktur dan kaidah kebahasaan kritik dan esai | 3 JP | Penalaran kritis, Komunikasi |
| 3 | Menyusun kerangka dan menulis kritik sastra atau esai | Langkah-langkah penulisan kritik dan esai | 6 JP | Penalaran kritis, Komunikasi, Kreativitas |
| 4 | Mempresentasikan dan merevisi kritik sastra atau esai | Teknik presentasi dan revisi tulisan | 6 JP | Komunikasi, Kolaborasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengembangkan kritik yang konstruktif dan santun sebagai wujud akhlak mulia dalam menyikapi perbedaan pandangan, sesuai ajaran Islam. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk selalu mencari kebenaran dan mendalami ilmu melalui analisis kritis dalam menyusun kritik dan esai. |
| 3. Cinta Lingkungan | Membangun kesadaran untuk mengkritisi isu-isu lingkungan secara bertanggung jawab dan memberikan solusi melalui tulisan esai. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menumbuhkan empati dan menghargai perbedaan pendapat dalam berinteraksi sosial saat menyampaikan kritik atau esai. |
| 5. Cinta Tanah Air | Membiasakan peserta didik menyampaikan gagasan dan pemikiran yang membangun untuk kemajuan bangsa melalui tulisan yang berkualitas. |
Kritik dan esai merupakan dua bentuk tulisan nonfiksi yang sangat penting dalam pengembangan pemikiran kritis dan kemampuan berekspresi. Keduanya memungkinkan kita untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan pandangan terhadap berbagai fenomena, baik itu karya seni, isu sosial, maupun pemikiran filosofis, secara terstruktur dan bertanggung jawab.
1. Pengertian Kritik Sastra dan Esai
Kritik sastra adalah tulisan yang berisi penilaian, analisis, dan interpretasi terhadap suatu karya sastra (novel, puisi, drama, film, dll.) dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan objektif kepada pembaca. Penilaian ini didasarkan pada teori atau standar tertentu. Sementara itu, esai adalah karangan singkat yang membahas suatu topik dari sudut pandang pribadi penulis, seringkali bersifat subjektif namun didukung oleh argumen yang logis dan persuasif. Esai bertujuan untuk mengajak pembaca merenungkan suatu gagasan atau isu.
2. Perbedaan Kritik Sastra dan Esai
Meskipun sama-sama tulisan argumentatif, kritik sastra dan esai memiliki perbedaan mendasar. Kritik sastra lebih fokus pada evaluasi sebuah karya dengan standar objektif dan teori tertentu, sementara esai lebih bebas dalam mengeksplorasi suatu topik dari perspektif personal. Kritik cenderung mendalam pada satu objek, sedangkan esai bisa membahas isu yang lebih luas. Bahasa dalam kritik seringkali lebih formal dan teknis, sementara esai bisa lebih lugas dan personal, namun tetap memperhatikan kaidah penulisan yang baik. Contoh kritik sastra adalah resensi buku, sedangkan esai bisa berupa kolom opini di koran.
3. Struktur Teks Kritik Sastra
Struktur kritik sastra umumnya meliputi tiga bagian utama. Pertama, tesis atau pernyataan umum, yang berisi pengenalan karya dan pandangan awal kritikus. Kedua, argumen atau penilaian, yang merupakan inti kritik, berisi analisis mendalam terhadap aspek-aspek karya (tema, karakter, gaya bahasa, struktur) disertai bukti dan penjelasan. Bagian ini juga menyertakan kelebihan dan kekurangan karya. Ketiga, penegasan ulang atau simpulan, yang merangkum hasil penilaian dan memberikan rekomendasi atau harapan terhadap karya tersebut.
4. Struktur Teks Esai
Struktur esai juga terdiri dari tiga bagian. Pembukaan, yang berfungsi menarik perhatian pembaca dan memperkenalkan topik serta tesis atau gagasan utama penulis. Bagian isi, yang mengembangkan argumen-argumen pendukung tesis melalui paragraf-paragraf yang terorganisir. Setiap paragraf harus memiliki ide pokok yang jelas dan didukung oleh data, fakta, atau contoh yang relevan. Terakhir, penutup, yang menyimpulkan kembali gagasan utama, menegaskan kembali tesis, dan bisa juga memberikan implikasi atau ajakan bertindak.
5. Ciri Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai
Keduanya menggunakan ragam bahasa ilmiah populer yang efektif. Ciri kebahasaan yang sering ditemukan antara lain penggunaan kata kerja mental (misalnya: berpendapat, berasumsi, menyimpulkan), konjungsi kausalitas (sebab, karena, oleh sebab itu), konjungsi temporal (kemudian, lalu, setelah itu), serta kata-kata yang menunjukkan penilaian (misalnya: menarik, lemah, inovatif). Esai sering menggunakan gaya bahasa yang lebih personal dan persuasif, sedangkan kritik lebih mengedepankan objektivitas dalam penyampaian argumentasi.
6. Langkah-langkah Menulis Kritik Sastra atau Esai
Proses penulisan dimulai dengan menentukan topik yang menarik dan relevan. Selanjutnya, lakukan riset atau pengumpulan data untuk memperkuat argumen. Susunlah kerangka tulisan yang sistematis, mencakup pendahuluan, isi, dan penutup. Setelah itu, kembangkan kerangka menjadi draf tulisan lengkap. Tahap akhir adalah revisi dan penyuntingan, baik dari segi isi, struktur, kebahasaan, maupun tanda baca, untuk memastikan tulisan yang berkualitas dan mudah dipahami.
7. Etika dalam Kritik dan Esai
Menyampaikan kritik atau esai harus dilandasi etika yang baik. Penting untuk bersikap objektif dan tidak menyerang pribadi penulis atau pencipta karya. Kritik harus membangun dan memberikan solusi atau saran perbaikan, bukan sekadar menjatuhkan. Dalam esai, meskipun sudut pandang pribadi, tetap harus menghargai perbedaan pendapat dan menghindari ujaran kebencian. Kejujuran, keakuratan data, dan penggunaan bahasa yang santun adalah kunci dalam penulisan kritik dan esai yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Rangkuman: Kritik sastra dan esai adalah dua bentuk tulisan nonfiksi yang melatih kemampuan berpikir kritis dan berekspresi. Kritik fokus pada penilaian objektif karya, sementara esai menyajikan pandangan pribadi terhadap suatu topik. Keduanya memiliki struktur dan ciri kebahasaan yang khas. Proses penulisannya melibatkan penentuan topik, penyusunan kerangka, pengembangan tulisan, hingga revisi, dengan tetap menjunjung tinggi etika penulisan yang bertanggung jawab.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kritik Sastra | Penilaian, analisis, dan interpretasi terhadap suatu karya sastra. |
| Esai | Karangan singkat yang membahas suatu topik dari sudut pandang pribadi penulis. |
| Tesis | Pernyataan atau gagasan utama yang menjadi dasar argumen. |
| Argumentasi | Penyampaian pendapat atau alasan untuk mendukung suatu pandangan. |
| Kaidah Kebahasaan | Aturan penggunaan bahasa yang meliputi ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan kalimat. |
| Objektivitas | Sikap berdasarkan fakta dan tidak dipengaruhi perasaan atau pendapat pribadi. |
| Subjektivitas | Sikap berdasarkan perasaan atau pandangan pribadi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kritik dan Esai" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Surat Lamaran PekerjaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks Cerita SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopTeks EditorialModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNovelModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Artikel OpiniModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Kritik dan Esai ini gratis?
Ya. Modul Kritik dan Esai untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kritik dan Esai ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kritik dan Esai untuk Bahasa Indonesia kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Kritik dan Esai ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kritik dan Esai dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.