Modul Ajar & RPP Bahasa Indonesia Kelas XII
Teks Cerita Sejarah
Modul ajar (RPP) Bahasa Indonesia MA kelas XII materi Teks Cerita Sejarah lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, semester, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal identitas Anda: nama dan sekolah.
Bukan Teks Cerita Sejarah yang Anda cari? Materi Bahasa Indonesia Kelas XII lainnya:
Lihat peta materi setahun7 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Teks Cerita Sejarah |
| Alokasi Waktu | 3 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + praktik menulis dan presentasi |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang teks narasi dan mampu mengidentifikasi unsur-unsur pembangun cerita.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Menganalisis teks cerita sejarah untuk memahami nilai-nilai kebangsaan dan keteladanan tokoh dalam konteks sejarah Islam dan Indonesia. - penalaran kritis — elemen: merefleksi dan mengevaluasi pemikiran
Mengevaluasi keakuratan informasi dan perspektif yang disajikan dalam teks cerita sejarah serta mengidentifikasi bias yang mungkin ada. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Menulis teks cerita sejarah berdasarkan data dan fakta yang telah dikumpulkan dengan gaya penceritaan yang menarik dan orisinal.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Menulis |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu menulis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi) untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif, serta menyajikan gagasan dan pemikiran yang kompleks dalam bentuk tulisan yang terstruktur dan santun. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Teks cerita sejarah adalah narasi yang menceritakan peristiwa masa lalu dengan tokoh, latar, dan alur yang jelas, berdasarkan fakta sejarah. |
| Konseptual | Konsep inti teks cerita sejarah meliputi struktur, kaidah kebahasaan, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta hubungannya dengan realitas sejarah. |
| Prosedural | Prosedur yang dipelajari mencakup langkah-langkah menganalisis, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menulis teks cerita sejarah secara sistematis. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya memahami konteks sejarah dan keakuratan data dalam menulis atau menafsirkan teks cerita sejarah untuk menghindari bias. |
Tujuan Pembelajaran:
- Mengidentifikasi struktur teks cerita sejarah dengan tepat.
- Menganalisis kaidah kebahasaan teks cerita sejarah dengan cermat.
- Menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita sejarah dengan benar.
- Mengevaluasi informasi dan perspektif dalam teks cerita sejarah secara kritis.
- Menyusun kerangka teks cerita sejarah berdasarkan fakta yang ditemukan.
- Menulis teks cerita sejarah dengan memperhatikan struktur, kaidah kebahasaan, dan nilai-nilai.
Pemahaman bermakna: Memahami teks cerita sejarah tidak hanya tentang mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga tentang belajar dari nilai-nilai dan kearifan yang terkandung di dalamnya untuk membentuk karakter dan identitas bangsa.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita perlu mempelajari sejarah melalui cerita, dan bagaimana sebuah cerita bisa membuat sejarah terasa hidup dan relevan bagi kita hari ini?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + praktik menulis dan presentasi |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Memahami peristiwa, tokoh, dan kronologi sejarah yang akurat sebagai dasar penulisan teks cerita sejarah. Pendidikan Agama Islam: Mengidentifikasi nilai-nilai moral, religius, dan keteladanan tokoh-tokoh Islam dalam konteks sejarah Indonesia. Seni Budaya: Mengembangkan gaya penceritaan yang menarik dan estetis, serta memahami konteks budaya dalam peristiwa sejarah. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berpartisipasi dengan menceritakan sejarah keluarga atau daerah asal, atau membantu peserta didik mencari sumber-sumber sejarah lokal. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi akses ke perpustakaan sekolah atau sumber daring untuk riset, serta papan pajang untuk karya. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan situs web sejarah terpercaya, arsip digital, e-book, dan aplikasi pengolah kata untuk riset, penulisan, dan presentasi teks cerita sejarah. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Mengidentifikasi struktur teks cerita sejarah dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Sejarah: Guru menyebutkan ciri-ciri tokoh sejarah Indonesia, peserta didik menebak nama tokoh. Ini melatih ingatan dan membangun koneksi awal dengan sejarah. Peserta didik mengucapkan salam, berdoa, dan guru memeriksa kehadiran. Guru menghubungkan pengalaman peserta didik dengan cerita sejarah, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi contoh teks cerita sejarah singkat, mengidentifikasi bagian-bagian awal, tengah, dan akhir cerita, serta mencoba menemukan pola struktur teks tersebut. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menganalisis satu teks cerita sejarah berbeda, menandai bagian-bagian struktur seperti orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda, lalu membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis struktur teks, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan, kemudian guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman tentang struktur teks cerita sejarah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan struktur teks cerita sejarah. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan motivasi untuk pertemuan selanjutnya, diakhiri dengan doa penutup. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menganalisis kaidah kebahasaan teks cerita sejarah dengan cermat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rangkai Kata Sejarah: Guru memberikan beberapa kata kunci terkait sejarah dan meminta peserta didik merangkai menjadi kalimat singkat, melatih imajinasi dan penggunaan bahasa. Peserta didik memulai dengan salam dan doa, presensi, kemudian guru mengulas singkat materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan pentingnya kaidah kebahasaan dalam membangun cerita sejarah yang efektif. Tujuan pembelajaran hari ini disampaikan dengan jelas. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik diberikan contoh teks cerita sejarah yang di dalamnya sengaja disisipi kesalahan atau ketidaksesuaian kaidah kebahasaan, lalu diminta mengidentifikasi masalah tersebut dan mencari tahu kaidah yang benar. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik menganalisis teks cerita sejarah yang utuh, mengidentifikasi penggunaan konjungsi temporal, kata kerja material, kalimat tidak langsung, dan majas, kemudian mendiskusikan fungsinya. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan temuan analisis kaidah kebahasaan mereka, kelompok lain memberikan masukan. Guru kemudian memberikan umpan balik dan penguatan tentang variasi dan fungsi kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik dan guru merangkum kaidah kebahasaan teks cerita sejarah. Guru memberikan semangat untuk terus berlatih dan mengapresiasi kerja keras peserta didik, diakhiri dengan doa dan salam. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Inquiry Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita sejarah dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Jejak Hikmah: Guru membacakan kutipan singkat dari cerita sejarah dan peserta didik menyebutkan satu nilai moral atau pelajaran yang bisa diambil, melatih kepekaan terhadap nilai. Setelah salam, doa, dan presensi, guru mengajak peserta didik merefleksikan kembali peristiwa sejarah yang mereka ketahui dan nilai-nilai apa yang bisa dipetik. Tujuan pembelajaran hari ini ditekankan pada penemuan nilai-nilai dalam cerita sejarah. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik membaca teks cerita sejarah, kemudian secara individu mengidentifikasi tokoh, konflik, dan resolusinya, lalu mencoba menghubungkannya dengan nilai-nilai moral, sosial, atau religius yang mungkin terkandung. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan nilai-nilai yang mereka temukan, memberikan bukti tekstual, dan mengklasifikasikan nilai-nilai tersebut (misalnya, nilai religius, moral, kepahlawanan, sosial, budaya). |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan nilai-nilai yang ditemukan beserta argumennya. Guru memfasilitasi diskusi untuk memperkaya pemahaman dan memberikan penguatan tentang pentingnya nilai-nilai dalam membentuk karakter bangsa. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pentingnya nilai-nilai dalam teks cerita sejarah. Guru memberikan motivasi untuk mengamalkan nilai-nilai baik dan mengakhiri pembelajaran dengan suasana positif. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah, serta menentukan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Alat & bahan: Teks cerita sejarah pilihan, alat tulis, kertas flipchart/papan tulis mini, spidol.
Langkah kerja:
- Baca teks cerita sejarah yang disediakan dengan saksama.
- Identifikasi struktur teks (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dan tuliskan ringkasan singkat setiap bagian.
- Temukan minimal 3 contoh kaidah kebahasaan (konjungsi temporal, kata kerja material, kalimat tidak langsung, majas) dan jelaskan fungsinya.
- Tentukan minimal 3 nilai (moral, sosial, religius, kepahlawanan) yang terkandung dalam teks dan berikan bukti tekstualnya.
- Diskusikan hasil temuanmu dengan kelompok dan siapkan presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang cerita sejarah?
- Sebutkan satu peristiwa sejarah yang menurutmu menarik!
- Menurutmu, apa bedanya cerita fiksi dan cerita sejarah?
- Pernahkah kamu menulis cerita? Cerita tentang apa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, penyusunan kerangka, dan proses penulisan draf teks cerita sejarah.
Sumatif (akhir): Penilaian teks cerita sejarah yang ditulis peserta didik berdasarkan rubrik penilaian dan presentasi hasil karya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi struktur teks cerita sejarah dengan tepat. | Struktur teks cerita sejarah (orientasi, komplikasi, resolusi, koda). | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis kaidah kebahasaan teks cerita sejarah dengan cermat. | Kaidah kebahasaan (konjungsi temporal, kata kerja material, kalimat tidak langsung, majas). | 3 JP | Penalaran Kritis, Kreativitas |
| 3 | Menentukan nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita sejarah dengan benar. | Nilai-nilai dalam teks cerita sejarah (moral, sosial, religius, kepahlawanan). | 3 JP | Keimanan dan Ketakwaan, Penalaran Kritis |
| 4 | Menulis teks cerita sejarah dengan memperhatikan struktur, kaidah kebahasaan, dan nilai-nilai. | Proses penulisan teks cerita sejarah (perencanaan, penulisan, penyuntingan). | 9 JP | Kreativitas, Penalaran Kritis, Keimanan dan Ketakwaan |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan dari para tokoh sejarah Islam dan nasional yang mencerminkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam perjuangan mereka. |
| 2. Cinta Ilmu | Mendorong peserta didik untuk melakukan riset mendalam dan kritis terhadap sumber-sumber sejarah, menumbuhkan semangat mencari kebenaran dan menghargai ilmu pengetahuan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menyadari pentingnya menjaga warisan sejarah dan lingkungan tempat peristiwa sejarah terjadi sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu dan keberlanjutan masa depan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengapresiasi perjuangan para pahlawan dan tokoh sejarah yang berkorban demi kebaikan sesama, serta menumbuhkan empati dan semangat persatuan dalam diri peserta didik. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menuliskan kembali cerita sejarah daerah atau nasional dengan bangga dan penuh semangat, menunjukkan kecintaan terhadap tanah air dan kekayaan budayanya. |
Teks cerita sejarah adalah jendela menuju masa lalu, memungkinkan kita memahami akar budaya, perjuangan bangsa, dan kearifan para pendahulu. Melalui cerita, sejarah menjadi lebih hidup, mudah dicerna, dan memberikan pelajaran berharga untuk masa kini dan masa depan. Modul ini akan membimbing Anda menjelajahi, menganalisis, dan bahkan menciptakan narasi sejarah sendiri.
1. Pengertian dan Ciri-ciri Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah adalah teks narasi yang menyajikan peristiwa-peristiwa masa lalu sebagai objek penceritaan, berdasarkan fakta-fakta sejarah yang telah diverifikasi. Meskipun berbentuk narasi, teks ini berbeda dengan fiksi murni karena berpegang pada kebenaran historis. Ciri-cirinya meliputi penggunaan sudut pandang orang ketiga, latar waktu dan tempat yang jelas dan faktual, alur kronologis, serta seringkali mengandung nilai-nilai moral atau kepahlawanan. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali sejarah agar pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran.
2. Struktur Teks Cerita Sejarah
Struktur teks cerita sejarah umumnya mengikuti pola narasi, terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Orientasi adalah bagian pengenalan yang berisi pengenalan tokoh, latar waktu, dan tempat peristiwa. Komplikasi merupakan inti cerita yang memuat konflik atau masalah yang dialami tokoh, bisa berupa perjuangan, tantangan, atau dinamika sosial. Resolusi adalah penyelesaian atau pemecahan masalah yang terjadi. Sedangkan koda (opsional) adalah bagian penutup yang berisi pesan moral, amanat, atau nilai-nilai yang dapat dipetik dari cerita tersebut, seringkali menjadi refleksi bagi pembaca.
3. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah memiliki kaidah kebahasaan khas untuk membangun narasi yang efektif. Penggunaan konjungsi temporal (seperti 'kemudian', 'lalu', 'setelah itu') sangat dominan untuk menunjukkan urutan waktu peristiwa. Kata kerja material (misalnya 'berjuang', 'membangun', 'menyerang') digunakan untuk menggambarkan tindakan fisik tokoh. Kalimat tidak langsung sering dipakai untuk menceritakan kembali ucapan tokoh. Selain itu, penggunaan majas (seperti metafora, personifikasi) dapat memperindah narasi dan menghidupkan suasana, meskipun harus tetap menjaga objektivitas fakta sejarah.
4. Nilai-nilai dalam Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga mengandung berbagai nilai yang relevan. Nilai religius (misalnya ketakwaan, keikhlasan) sering muncul dalam kisah perjuangan tokoh agama. Nilai moral (seperti kejujuran, keberanian, kesetiaan) terlihat dari tindakan dan keputusan tokoh. Nilai sosial (misalnya gotong royong, persatuan) tercermin dalam interaksi antar masyarakat. Nilai kepahlawanan (seperti patriotisme, rela berkorban) merupakan ciri khas dalam cerita perjuangan. Memahami nilai-nilai ini membantu pembaca menginternalisasi pelajaran dari masa lalu.
5. Langkah-langkah Menulis Teks Cerita Sejarah
Menulis teks cerita sejarah memerlukan tahapan yang sistematis. Pertama, tentukan topik dan lakukan riset mendalam untuk mengumpulkan fakta dari berbagai sumber kredibel. Kedua, buat kerangka cerita yang jelas, meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi, serta tentukan tokoh utama dan pendukung. Ketiga, kembangkan kerangka menjadi draf tulisan dengan memperhatikan kaidah kebahasaan dan gaya penceritaan yang menarik. Keempat, lakukan penyuntingan dan revisi untuk memastikan keakuratan fakta, kelengkapan struktur, dan keefektifan bahasa. Terakhir, presentasikan atau publikasikan karya Anda.
6. Evaluasi dan Kritik Teks Cerita Sejarah
Mengevaluasi teks cerita sejarah berarti menilai keakuratan informasi, objektivitas penulis, dan relevansi pesan yang disampaikan. Penting untuk membandingkan informasi dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi potensi bias atau interpretasi yang berbeda. Kritik terhadap teks cerita sejarah juga mencakup analisis gaya penulisan, penggunaan bahasa, dan bagaimana penulis berhasil menghidupkan kembali peristiwa masa lalu. Kemampuan ini melatih penalaran kritis dan membantu pembaca menjadi lebih cerdas dalam menyerap informasi sejarah.
Rangkuman: Teks cerita sejarah adalah narasi berbasis fakta yang memiliki struktur (orientasi, komplikasi, resolusi, koda) dan kaidah kebahasaan khas (konjungsi temporal, kata kerja material). Teks ini kaya akan nilai-nilai (religius, moral, sosial, kepahlawanan) yang dapat dipetik. Menulis dan mengevaluasi cerita sejarah melatih kemampuan berpikir kritis dan menghargai warisan masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Konjungsi Temporal | Kata hubung yang menyatakan hubungan waktu, seperti kemudian, lalu, setelah itu. |
| Kata Kerja Material | Kata kerja yang menunjukkan tindakan fisik atau perbuatan nyata, misalnya 'berjuang', 'membangun'. |
| Kalimat Tidak Langsung | Kalimat yang melaporkan kembali ujaran orang lain tanpa mengutipnya secara langsung. |
| Orientasi | Bagian awal teks cerita sejarah yang berisi pengenalan tokoh, latar, dan waktu. |
| Komplikasi | Bagian inti cerita yang berisi munculnya masalah atau konflik. |
| Resolusi | Bagian penyelesaian masalah atau konflik dalam cerita. |
| Koda | Bagian penutup cerita yang berisi pesan moral atau amanat. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Teks Cerita Sejarah" mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Bahasa Indonesia Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 4 siap unduh
Surat Lamaran PekerjaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap3 dari 3 siap unduh
Artikel OpiniModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKritik dan EsaiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopNovel dan Kritik SastraModul siap unduh · Word + PDF ber-kop2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia Teks Cerita Sejarah ini gratis?
Ya. Modul Teks Cerita Sejarah untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Indonesia kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Bahasa Indonesia kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Teks Cerita Sejarah ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA.
Ini modul ajar atau RPP?
Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Teks Cerita Sejarah untuk Bahasa Indonesia kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Bisakah modul Teks Cerita Sejarah ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Teks Cerita Sejarah dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Indonesia kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.