Modul Ajar & RPP Kimia Kelas X
Kimia Hijau
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Kimia Hijau |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang reaksi kimia dan dampaknya terhadap lingkungan, serta konsep pencemaran. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak kepada alam
Peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengidentifikasi praktik kimia yang berkelanjutan sebagai bentuk syukur. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis prinsip-prinsip kimia hijau dan mengevaluasi dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan mempresentasikan solusi kimia hijau untuk masalah lingkungan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Kimia |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan prinsip-prinsip kimia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dampak lingkungan dan solusi berkelanjutan, serta menerapkan konsep tersebut dalam pemecahan masalah sederhana. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata kimia hijau adalah penggunaan pelarut yang lebih aman atau sintesis produk dengan limbah minimal. |
| Konseptual | Kimia hijau adalah pendekatan dalam kimia yang bertujuan untuk merancang produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan zat berbahaya. |
| Prosedural | Peserta didik mempelajari langkah-langkah dalam menganalisis suatu proses kimia untuk mengidentifikasi potensi perbaikan sesuai prinsip kimia hijau. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya berpikir kritis dalam memilih dan menerapkan solusi kimia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengenali kebesaran Allah melalui keteraturan alam dan menyadari pentingnya menjaga ciptaan-Nya sebagai bentuk syukur dan ketaatan. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat untuk mempelajari prinsip-prinsip kimia hijau sebagai upaya mencari solusi ilmiah untuk masalah lingkungan, menumbuhkan rasa ingin tahu dan inovasi. |
| 3. Cinta Lingkungan | Mengembangkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dengan menganalisis dampak praktik kimia dan merancang solusi yang berkelanjutan, meminimalkan kerusakan alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Bekerja sama dalam kelompok untuk mencari solusi kimia yang aman dan bermanfaat bagi semua manusia, serta menumbuhkan empati terhadap korban pencemaran. |
| 5. Cinta Tanah Air | Berkomitmen untuk menerapkan prinsip kimia hijau sebagai bagian dari upaya membangun bangsa yang mandiri dan berwawasan lingkungan, menjaga kekayaan alam Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis kasus pencemaran lingkungan, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan dampak praktik kimia tidak berkelanjutan dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan 12 prinsip kimia hijau dan mengaitkannya dengan keberlanjutan lingkungan secara runtut.
- Melalui studi literatur dan presentasi, peserta didik dapat menganalisis penerapan prinsip kimia hijau dalam industri atau kehidupan sehari-hari dengan minimal tiga contoh yang relevan.
- Dengan merancang sebuah proyek sederhana, peserta didik dapat mengaplikasikan prinsip kimia hijau untuk memecahkan masalah lingkungan di sekitar mereka secara kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami kimia hijau akan membantu peserta didik menyadari bahwa inovasi kimia dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia, bukan hanya menimbulkan masalah.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita menikmati manfaat produk kimia tanpa harus merusak lingkungan yang kita cintai?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Kaitan antara limbah kimia dengan kerusakan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta peran mikroorganisme dalam bioremediasi. Pendidikan Agama Islam: Konsep menjaga kelestarian alam sebagai amanah dari Allah SWT (khalifah fil ard) dan larangan berbuat kerusakan di muka bumi. Sosiologi: Dampak sosial dari pencemaran lingkungan terhadap masyarakat dan pentingnya kesadaran kolektif dalam penerapan kimia hijau. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berdiskusi dengan peserta didik mengenai produk rumah tangga yang ramah lingkungan dan dampaknya, atau berpartisipasi dalam proyek sederhana di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan akses internet dan proyektor, serta tersedia area untuk presentasi dan penempelan poster. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video edukasi dari YouTube, situs web lembaga lingkungan, dan aplikasi presentasi digital untuk menyajikan hasil diskusi kelompok secara interaktif. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis kasus pencemaran lingkungan, peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan dampak praktik kimia tidak berkelanjutan dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Zat Kimia: Guru menampilkan gambar zat kimia (misal: plastik, sabun) dan peserta didik menebak namanya serta kegunaannya secara cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan 12 prinsip kimia hijau dan mengaitkannya dengan keberlanjutan lingkungan secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Kimia: Guru menyebut satu kata terkait kimia hijau, peserta didik berikutnya menyebut kata lain yang berhubungan, membentuk rantai kata yang cepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis studi kasus pencemaran dan mengidentifikasi prinsip kimia hijau yang relevan.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet (opsional)
Langkah kerja:
- Perhatikan gambar diagram lingkaran tentang sumber limbah industri berikut (gambar 1). Catat jenis-jenis limbah yang paling dominan.
Gambar 1. Diagram lingkaran - Bacalah studi kasus 'Pencemaran Sungai X oleh Limbah Tekstil' yang diberikan oleh guru.
- Diskusikan dalam kelompok: Identifikasi masalah utama yang terjadi dalam studi kasus tersebut.
- Diskusikan dampak negatif dari masalah tersebut terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
- Sertakan solusi awal yang mungkin bisa diterapkan berdasarkan prinsip-prinsip umum kimia, sebelum mendalami kimia hijau.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang pencemaran lingkungan?
- Sebutkan contoh zat kimia yang kamu gunakan sehari-hari!
- Menurutmu, apa hubungan antara kimia dan lingkungan?
- Mengapa penting bagi kita untuk menjaga kelestarian alam?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kualitas presentasi mereka.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil LKPD dan proyek individu tentang penerapan prinsip kimia hijau pada produk rumah tangga.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi masalah dan dampak praktik kimia tidak berkelanjutan | Dampak pencemaran dari praktik kimia konvensional | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan 12 prinsip kimia hijau | Konsep dan prinsip dasar kimia hijau | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Menganalisis penerapan prinsip kimia hijau | Aplikasi prinsip kimia hijau dalam industri dan kehidupan | 2 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
Kimia adalah ilmu yang sangat vital dalam kehidupan kita, menghasilkan berbagai produk yang mempermudah hidup. Namun, seringkali proses kimia juga menghasilkan limbah atau menggunakan bahan berbahaya. Kimia Hijau hadir sebagai solusi, sebuah filosofi dan pendekatan inovatif untuk merancang produk dan proses kimia yang lebih aman dan berkelanjutan bagi planet ini.
1. Pendahuluan Kimia Hijau
Kimia hijau, atau green chemistry, adalah bidang kimia yang berfokus pada perancangan produk dan proses yang meminimalkan penggunaan dan pembentukan zat berbahaya. Ini bukan hanya tentang penanganan limbah setelah terbentuk, melainkan upaya pencegahan di tahap desain. Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, sambil tetap menghasilkan produk yang efektif dan efisien. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Paul Anastas dan John Warner pada tahun 1990-an.
2. Pentingnya Kimia Hijau
Penerapan kimia hijau menjadi sangat penting mengingat dampak negatif praktik kimia konvensional terhadap lingkungan. Pencemaran air, udara, dan tanah, serta penipisan sumber daya alam, adalah beberapa isu krusial yang dapat diatasi dengan pendekatan ini. Kimia hijau mendorong inovasi untuk mengembangkan bahan baku terbarukan, proses yang lebih efisien energi, dan produk yang aman serta mudah terurai. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang.
3. Prinsip 1: Pencegahan Limbah
Prinsip ini menyatakan bahwa lebih baik mencegah limbah daripada mengolah atau membersihkannya setelah terbentuk. Dalam praktiknya, ini berarti merancang sintesis kimia sedemikian rupa sehingga jumlah produk samping yang tidak diinginkan (limbah) diminimalkan. Contohnya adalah penggunaan reaksi dengan efisiensi atom tinggi, di mana sebagian besar atom dari reaktan terinkorporasi ke dalam produk akhir, mengurangi sisa buangan.
4. Prinsip 2: Ekonomi Atom
Ekonomi atom adalah ukuran efisiensi suatu reaksi kimia, yaitu seberapa banyak atom dari reaktan yang benar-benar masuk ke dalam produk yang diinginkan. Prinsip ini menganjurkan metode sintesis yang memaksimalkan penggabungan semua bahan ke dalam produk akhir. Contohnya adalah reaksi adisi yang memiliki ekonomi atom 100%, di mana tidak ada atom yang terbuang sebagai produk samping.
5. Prinsip 3: Sintesis Kimia yang Kurang Berbahaya
Prinsip ini mendorong penggunaan dan pembentukan zat yang memiliki toksisitas rendah terhadap manusia dan lingkungan. Para kimiawan didorong untuk merancang sintesis yang menggunakan bahan baku dan menghasilkan produk yang tidak beracun atau seminimal mungkin beracun. Ini melibatkan pemilihan reagen yang lebih aman dan menghindari penggunaan zat karsinogenik atau mutagenik.
6. Prinsip 4: Mendesain Produk Kimia yang Lebih Aman
Produk kimia harus dirancang sedemikian rupa sehingga efektif dalam fungsinya, tetapi pada saat yang sama memiliki toksisitas minimal. Ini berarti mempertimbangkan tidak hanya efektivitas, tetapi juga sifat-sifat fisikokimia produk seperti biodegradabilitas, bioakumulasi, dan toksisitas akut maupun kronis. Contohnya adalah pengembangan pestisida yang lebih spesifik dan cepat terurai di lingkungan.
7. Prinsip 5: Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman
Penggunaan pelarut, agen pemisah, dan bahan pembantu lainnya harus dihindari jika memungkinkan, dan jika tidak, harus dipilih yang tidak berbahaya. Pelarut organik volatil seringkali berbahaya dan berkontribusi terhadap polusi udara. Kimia hijau mendorong penggunaan pelarut yang lebih ramah lingkungan seperti air, cairan ionik, atau pelarut superkritis, serta kondisi reaksi yang lebih ringan (suhu dan tekanan rendah).
8. Prinsip 6-12: Prinsip Lainnya
Prinsip-prinsip lain meliputi desain untuk efisiensi energi, penggunaan bahan baku terbarukan, pengurangan turunan (derivatisasi), katalisis, desain untuk degradasi, analisis real-time untuk pencegahan polusi, dan kimia yang lebih aman secara inheren untuk pencegahan kecelakaan. Semua prinsip ini bekerja sama untuk menciptakan proses kimia yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Rangkuman: Kimia hijau adalah pendekatan revolusioner yang bertujuan merancang proses dan produk kimia yang ramah lingkungan dan aman bagi manusia. Dengan menerapkan 12 prinsipnya, seperti pencegahan limbah, ekonomi atom, dan penggunaan pelarut aman, kita dapat mengurangi dampak negatif kimia. Ini adalah langkah nyata menuju keberlanjutan, memastikan inovasi kimia tidak merusak tetapi justru memelihara alam semesta.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Kimia Hijau | Pendekatan kimia untuk merancang produk dan proses yang mengurangi zat berbahaya. |
| Ekonomi Atom | Ukuran efisiensi reaksi, seberapa banyak atom reaktan masuk ke produk akhir. |
| Toksisitas | Tingkat kemampuan zat untuk menyebabkan kerusakan pada organisme hidup. |
| Biodegradabilitas | Kemampuan suatu zat untuk terurai secara alami oleh mikroorganisme. |
| Katalisis | Penggunaan katalis untuk mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Kimia Hijau" mata pelajaran Kimia Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
Bukan Kimia Hijau yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Kimia Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Materi setahun1 dari 3 siap unduh
Struktur Atom: Fakta di Balik MateriModul siap unduh · Word + PDF ber-kopHukum Dasar Kimia di Sekitar KitaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Kimia lain yang sudah tersedia
Konsep Ilmu Kimia, Kimia HijauKimia Kelas X MAHakikat Ilmu Kimia dan MateriKimia Kelas X MAHukum Dasar KimiaKimia Kelas X MAIkatan KimiaKimia Kelas X MALihat semua Modul Ajar Kimia Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Kimia kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Kimia Hijau pada Kimia MA, Fase E, elemen Pemahaman Kimia.
Modul Kimia Hijau ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Kimia Hijau untuk Kimia kelas X.
Apakah modul ajar Kimia materi Kimia Hijau ini gratis?
Ya. Modul Kimia Hijau untuk kelas X MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Kimia Hijau ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Kimia kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Kimia kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Kimia Hijau ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Kimia Hijau dapat Anda sesuaikan dengan murid Kimia kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Kimia kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Kimia Hijau ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Kimia Hijau tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Kimia Hijau untuk Kimia kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Kimia Hijau ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Kimia kelas X MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Kimia Hijau beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Kimia kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Kimia ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Kimia Hijau yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Kimia SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.