BerandaModul Ajar MAMatematika › kaidah pencacahan
MA · Kelas XII · Fase F

Modul Ajar & RPP Matematika Kelas XII
kaidah pencacahan

Modul ajar (RPP) Matematika MA kelas XII materi kaidah pencacahan lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Sampul modul ajar Matematika kelas XII materi kaidah pencacahan — siap cetak A412 lembar A43 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Kaidah pencacahan adalah metode untuk menghitung banyaknya cara susunan atau pilihan objek. Prinsip dasarnya meliputi aturan penjumlahan (untuk pilihan yang tidak bersamaan) dan aturan perkalian (untuk kejadian berurutan). Faktorial adalah dasar perhitungan. Permutasi digunakan saat urutan penting, sedangkan kombinasi digunakan saat urutan tidak penting. Memahami perbedaan keduanya krusial untuk penerapan yang tepat dalam berbagai masalah nyata, dari penyusunan jadwal hingga analisis peluang.
📥 Unduh Modul Ini — GRATISWord + PDF ber-kop · atas nama Anda

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

KURIKULUM BERBASIS CINTA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
kaidah pencacahan
Matematika · Kelas XII · Fase F
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
kaidah pencacahan
Matematika · Fase F · Kelas XII · Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: SK Dirjen Pendis 9941/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasF / XII
Materi Pokokkaidah pencacahan
Alokasi Waktu3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar himpunan dan operasi hitung bilangan bulat.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
    Peserta didik dapat menyadari keteraturan alam semesta sebagai bukti kebesaran Allah SWT dalam konsep peluang.
  2. penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
    Peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi terkait kaidah pencacahan dari berbagai sumber.
  3. kolaborasi — elemen: komunikasi untuk mencapai tujuan bersama
    Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah kaidah pencacahan dengan berbagai strategi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainAnalisis Data dan Peluang
Rumusan CP FasePeserta didik dapat menganalisis data dan mengevaluasi peluang dalam berbagai konteks, termasuk kejadian saling bebas dan tidak bebas, serta menerapkan kaidah pencacahan untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualKaidah pencacahan digunakan untuk menghitung banyaknya cara atau kemungkinan dalam berbagai situasi nyata, seperti menyusun plat nomor kendaraan atau memilih menu makanan.
KonseptualMateri ini membahas prinsip dasar pencacahan, permutasi, dan kombinasi sebagai cara sistematis untuk menentukan banyaknya susunan atau pemilihan.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam mengidentifikasi jenis masalah pencacahan, memilih rumus yang tepat, dan menghitung hasilnya.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya pemikiran sistematis dan logis dalam memecahkan masalah yang melibatkan banyak kemungkinan.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi dan menjelaskan prinsip dasar kaidah pencacahan (aturan perkalian dan penjumlahan) dengan tepat.
  2. Menerapkan prinsip kaidah pencacahan (aturan perkalian dan penjumlahan) untuk menyelesaikan masalah kontekstual.
  3. Membedakan konsep permutasi dan kombinasi serta menerapkannya dalam berbagai kasus.
  4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan permutasi dengan atau tanpa unsur yang sama.
  5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kombinasi dalam konteks nyata.
Halaman 2 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami kaidah pencacahan membantu kita dalam membuat keputusan yang lebih baik dengan mempertimbangkan semua kemungkinan yang ada, serta melatih berpikir sistematis dan logis.

Pertanyaan pemantik: "Berapa banyak cara berbeda kita bisa menyusun jadwal pelajaran dalam seminggu jika ada 5 mata pelajaran yang berbeda?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Menganalisis dan menyajikan informasi secara jelas dan sistematis terkait masalah kaidah pencacahan.
Sosiologi: Menganalisis pola pemilihan atau susunan dalam struktur sosial atau organisasi.
Ekonomi: Menghitung kemungkinan kombinasi produk atau strategi pemasaran.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendiskusikan contoh kaidah pencacahan dalam kehidupan sehari-hari di rumah, seperti menyusun menu makanan atau pakaian.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar memungkinkan kerja kelompok yang efektif, dengan akses ke papan tulis atau media presentasi, serta lingkungan yang kondusif untuk diskusi.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan aplikasi simulasi online atau kalkulator permutasi/kombinasi untuk memverifikasi hasil perhitungan dan eksplorasi masalah yang lebih kompleks.
Halaman 3 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 1Mengidentifikasi dan menjelaskan prinsip dasar kaidah pencacahan (aturan perkalian dan penjumlahan) dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Angka: Peserta didik menebak angka rahasia 2 digit. Guru memberikan petunjuk 'lebih besar/lebih kecil' hingga ada yang benar, lalu membahas berapa kemungkinan angka.
Guru mengucapkan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran, melakukan apersepsi tentang pilihan-pilihan dalam hidup, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan memantik diskusi tentang cara menghitung kemungkinan pilihan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik secara berkelompok mengeksplorasi contoh-contoh masalah nyata yang melibatkan pilihan (misalnya, menu makanan, rute perjalanan) untuk menemukan pola aturan penjumlahan dan perkalian.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menitSetiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi soal-soal penerapan aturan penjumlahan dan perkalian dalam berbagai skenario.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menitPerwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan solusi LKPD, kelompok lain memberikan tanggapan, kemudian guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menitPeserta didik bersama guru menyimpulkan materi hari ini, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif, dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 2Menerapkan prinsip kaidah pencacahan (aturan perkalian dan penjumlahan) untuk menyelesaikan masalah kontekstual.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Susun Kata: Peserta didik diminta menyusun kata acak dari 3-4 huruf yang diberikan oleh guru dan menghitung berapa banyak susunan berbeda yang mungkin.
Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, memeriksa kesiapan belajar, mengulas singkat materi sebelumnya, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menayangkan video pendek masalah nyata yang melibatkan penyusunan objek.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik menganalisis masalah kontekstual (misalnya, penyusunan kepengurusan, pemilihan juara) yang disajikan guru untuk mengidentifikasi kebutuhan akan permutasi dan kombinasi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menitDalam kelompok, peserta didik merumuskan strategi penyelesaian masalah menggunakan konsep permutasi dan kombinasi, kemudian mengerjakan latihan soal yang bervariasi.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menitSetiap kelompok mempresentasikan solusi masalah dan strategi yang digunakan, kelompok lain memberikan pertanyaan, dan guru memberikan umpan balik serta penguatan konsep permutasi dan kombinasi.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menitGuru dan peserta didik merangkum poin-poin penting materi, melakukan refleksi individu tentang kesulitan yang dihadapi, memberikan motivasi, dan memberikan tugas rumah untuk latihan lebih lanjut.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan permutasi dengan atau tanpa unsur yang sama. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kombinasi dalam konteks nyata.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menitIce breaking: Tebak Kombinasi: Guru menunjukkan beberapa benda, lalu meminta peserta didik menebak berapa banyak cara memilih 2 benda tanpa memperhatikan urutan.
Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, memeriksa kehadiran, mengingatkan kembali materi permutasi dan kombinasi, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan proyek yang akan dikerjakan.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menitPeserta didik bersama-sama menganalisis studi kasus nyata (misalnya, perancangan sistem kode, pemilihan tim olahraga) yang membutuhkan penerapan komprehensif kaidah pencacahan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menitSecara berkelompok, peserta didik merancang sebuah 'proyek' mini (misalnya, membuat simulasi pemilihan password, menyusun jadwal turnamen) dan menyelesaikannya menggunakan konsep kaidah pencacahan yang telah dipelajari.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menitSetiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya, menjelaskan proses pemecahan masalah, dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi. Guru memberikan apresiasi dan evaluasi terhadap proyek.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menitPeserta didik dan guru membuat kesimpulan akhir tentang kaidah pencacahan, melakukan refleksi menyeluruh tentang manfaat pembelajaran, memberikan apresiasi atas kerja keras, dan menutup pembelajaran dengan doa serta motivasi.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tujuan: Peserta didik dapat menerapkan prinsip dasar kaidah pencacahan untuk menyelesaikan masalah konkret.

Alat & bahan: Kertas, pulpen, kartu angka/huruf

Langkah kerja:

  1. Bacalah setiap masalah dengan cermat.
  2. Identifikasi apakah masalah tersebut melibatkan aturan penjumlahan atau perkalian.
  3. Tentukan semua kemungkinan pilihan atau susunan yang ada.
  4. Hitung total banyaknya cara yang mungkin.
  5. Tuliskan langkah-langkah penyelesaian dan jawabannya dengan jelas.

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang Anda ketahui tentang 'banyaknya cara'?
  2. Berikan contoh situasi di mana Anda harus membuat pilihan dari beberapa opsi!
  3. Bagaimana cara Anda menghitung jumlah pilihan tersebut?
  4. Apakah Anda pernah mendengar istilah 'permutasi' atau 'kombinasi'?

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil LKPD untuk mengukur pemahaman konsep dan keterampilan penerapan.

Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan masalah kaidah pencacahan secara komprehensif.

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Berbasis Cinta
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi dan menjelaskan prinsip dasar kaidah pencacahan (aturan perkalian dan penjumlahan) dengan tepat.Aturan penjumlahan dan perkalian.3 JPpenalaran kritis
2Menerapkan prinsip kaidah pencacahan (aturan perkalian dan penjumlahan) untuk menyelesaikan masalah kontekstual.Penerapan aturan penjumlahan dan perkalian dalam masalah nyata.3 JPkolaborasi
3Membedakan konsep permutasi dan kombinasi serta menerapkannya dalam berbagai kasus.Konsep permutasi dan kombinasi.3 JPpenalaran kritis

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaBersyukur atas keteraturan alam semesta yang dapat dihitung dengan kaidah pencacahan, sebagai bentuk pengakuan kebesaran Allah SWT.
2. Cinta IlmuAntusias dalam mempelajari berbagai metode kaidah pencacahan dan menerapkannya untuk memecahkan masalah kompleks, menunjukkan semangat mencari ilmu.
3. Cinta LingkunganMenggunakan kertas bekas atau mendiskusikan masalah kaidah pencacahan terkait pengelolaan sumber daya alam secara berkelompok, sebagai wujud kepedulian lingkungan.
4. Cinta Diri dan SesamaBekerja sama secara aktif dalam kelompok untuk menyelesaikan soal kaidah pencacahan, saling membantu dan menghargai ide teman.
5. Cinta Tanah AirMenerapkan kaidah pencacahan untuk menganalisis data atau peluang yang relevan dengan isu-isu nasional, seperti pemilihan umum atau distribusi sumber daya.
Halaman 9 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Kaidah pencacahan adalah cabang matematika yang mempelajari cara menghitung banyaknya kemungkinan susunan atau pilihan dari suatu objek tanpa harus mendaftar semua kemungkinannya. Materi ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyusun jadwal, memilih kombinasi pakaian, hingga menganalisis peluang dalam permainan atau undian. Dengan memahami kaidah pencacahan, kita dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan sistematis.

1. Prinsip Dasar Kaidah Pencacahan
Kaidah pencacahan dimulai dengan dua prinsip dasar: aturan penjumlahan dan aturan perkalian. Aturan penjumlahan digunakan ketika ada beberapa pilihan yang tidak dapat terjadi secara bersamaan. Jika ada 'm' cara untuk melakukan kejadian A dan 'n' cara untuk melakukan kejadian B, maka total cara melakukan A atau B adalah m+n. Contohnya, jika Anda memiliki 3 pilihan baju dan 2 pilihan celana yang berbeda, Anda memiliki 3+2=5 pilihan total jika Anda hanya boleh memakai baju saja atau celana saja. Sebaliknya, aturan perkalian digunakan ketika ada beberapa kejadian yang terjadi secara berurutan atau bersamaan. Jika ada 'm' cara untuk kejadian pertama dan 'n' cara untuk kejadian kedua, maka total cara melakukan kedua kejadian tersebut adalah m×n. Contoh: jika Anda memiliki 3 pilihan baju dan 2 pilihan celana, maka Anda memiliki 3×2=6 cara untuk mengenakan satu set baju dan celana.

2. Faktorial
Faktorial adalah produk dari semua bilangan bulat positif kurang dari atau sama dengan bilangan bulat tertentu. Dilambangkan dengan 'n!', faktorial n adalah n × (n-1) × (n-2) × ... × 1. Sebagai contoh, 5! = 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 120. Faktorial sangat penting dalam kaidah pencacahan, khususnya dalam menghitung permutasi, karena merepresentasikan banyaknya cara menyusun 'n' objek yang berbeda. Definisi khusus adalah 0! = 1, yang sering digunakan dalam rumus-rumus kombinatorial.

3. Permutasi
Permutasi adalah banyaknya cara menyusun atau mengatur 'n' objek yang berbeda dengan memperhatikan urutan. Rumus permutasi 'k' objek dari 'n' objek yang tersedia adalah P(n,k) = n! / (n-k)!. Contoh: Banyaknya cara menyusun 3 huruf dari 5 huruf berbeda (A, B, C, D, E) adalah P(5,3) = 5! / (5-3)! = 5! / 2! = (5×4×3×2×1) / (2×1) = 60 cara. Ada juga permutasi dengan unsur yang sama, di mana objek yang sama tidak dianggap berbeda, dan permutasi siklis untuk susunan melingkar.

4. Permutasi dengan Unsur yang Sama
Ketika terdapat unsur yang sama dalam sekumpulan objek, rumus permutasi sedikit dimodifikasi. Jika ada n objek, di mana ada n1 objek jenis pertama yang sama, n2 objek jenis kedua yang sama, dan seterusnya, maka banyaknya permutasi adalah n! / (n1! × n2! × ... × nk!). Sebagai contoh, untuk kata 'MATEMATIKA', ada 10 huruf, dengan M muncul 2 kali, A muncul 3 kali, T muncul 2 kali. Maka banyaknya permutasi adalah 10! / (2! × 3! × 2!) = 151.200. Pemahaman ini penting untuk menghindari penghitungan ganda.

5. Permutasi Siklis
Permutasi siklis adalah permutasi yang disusun secara melingkar. Jika 'n' objek disusun secara melingkar, maka banyaknya permutasi siklis adalah (n-1)!. Misalnya, jika ada 4 orang yang akan duduk mengelilingi meja bundar, banyaknya cara mereka duduk adalah (4-1)! = 3! = 3 × 2 × 1 = 6 cara. Konsep ini berbeda dari permutasi linear karena titik awal susunan tidak berpengaruh pada hasil akhir, yang membuatnya memiliki simetri rotasi.

6. Kombinasi
Kombinasi adalah banyaknya cara memilih 'k' objek dari 'n' objek yang tersedia tanpa memperhatikan urutan. Rumus kombinasi 'k' objek dari 'n' objek adalah C(n,k) = n! / (k! × (n-k)!). Contoh: Banyaknya cara memilih 3 orang dari 5 orang untuk menjadi tim adalah C(5,3) = 5! / (3! × (5-3)!) = 5! / (3! × 2!) = (5×4×3×2×1) / ((3×2×1) × (2×1)) = 10 cara. Perbedaan utama dengan permutasi adalah urutan tidak penting dalam kombinasi; {A, B} sama dengan {B, A}.

7. Perbedaan Permutasi dan Kombinasi
Perbedaan mendasar antara permutasi dan kombinasi terletak pada apakah urutan diperhatikan atau tidak. Dalam permutasi, urutan objek sangat penting. Misalnya, 'ABC' berbeda dengan 'ACB'. Ini digunakan ketika posisi atau jabatan memiliki makna (misalnya, ketua, sekretaris, bendahara). Sementara itu, dalam kombinasi, urutan objek tidak diperhatikan. 'ABC' dianggap sama dengan 'ACB' karena hanya merupakan kelompok yang sama. Ini digunakan ketika hanya pemilihan anggota kelompok yang penting, tanpa memandang urutan mereka dipilih (misalnya, memilih 3 anggota tim dari 5 calon). Memahami perbedaan ini krusial untuk memilih rumus yang tepat dalam menyelesaikan masalah.

8. Penerapan Kaidah Pencacahan dalam Kehidupan
Kaidah pencacahan memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam bidang informatika, digunakan untuk menghitung kemungkinan password atau kombinasi kode. Dalam biologi, untuk menghitung kombinasi genetik. Dalam statistik, untuk menghitung peluang kejadian. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakannya untuk menyusun jadwal, memilih kombinasi pakaian, merencanakan rute perjalanan, atau bahkan dalam permainan kartu. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menerapkan kaidah pencacahan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kemungkinan di sekitar kita.

Rangkuman: Kaidah pencacahan adalah metode untuk menghitung banyaknya cara susunan atau pilihan objek. Prinsip dasarnya meliputi aturan penjumlahan (untuk pilihan yang tidak bersamaan) dan aturan perkalian (untuk kejadian berurutan). Faktorial adalah dasar perhitungan. Permutasi digunakan saat urutan penting, sedangkan kombinasi digunakan saat urutan tidak penting. Memahami perbedaan keduanya krusial untuk penerapan yang tepat dalam berbagai masalah nyata, dari penyusunan jadwal hingga analisis peluang.

Halaman 10 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
FaktorialPerkalian semua bilangan bulat positif dari 1 sampai n.
PermutasiSusunan yang memperhatikan urutan.
KombinasiSusunan yang tidak memperhatikan urutan.
Aturan PenjumlahanDigunakan jika dua kejadian tidak dapat terjadi bersamaan.
Aturan PerkalianDigunakan jika dua kejadian terjadi secara berurutan atau bersamaan.

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Matematika · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "kaidah pencacahan" mata pelajaran Matematika Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Madrasah
( …………………………… )
NIP. ……………………
…………………, ………………
Guru Mata Pelajaran
nama Anda
NIP. ……………………

Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025

Halaman 12 · kaidah pencacahan — pratinjau tuntas.org

2 Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah modul ajar Matematika kaidah pencacahan ini gratis?

Ya. Modul kaidah pencacahan untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.

Apakah modul ajar Matematika kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul kaidah pencacahan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas kaidah pencacahan untuk Matematika kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul kaidah pencacahan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah ini modul ajar Matematika kelas 12 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi kaidah pencacahan pada Matematika MA, Fase F, elemen Analisis Data dan Peluang.

Bisakah modul kaidah pencacahan ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan kaidah pencacahan dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Semua Modul Ajar Matematika MASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.