Modul Ajar & RPP Matematika Kelas XII
Peluang
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Peluang |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar himpunan, kaidah pencacahan (permutasi dan kombinasi), serta ruang sampel dan kejadian. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Mengaitkan konsep peluang dengan takdir dan ikhtiar dalam pandangan Islam, menumbuhkan rasa syukur dan optimisme. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Menganalisis berbagai skenario peluang dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi keabsahan argumen terkait probabilitas. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan eksperimen peluang, serta menyajikan hasilnya secara efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Analisis Data dan Peluang |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik dapat menerapkan berbagai konsep peluang dalam menyelesaikan masalah kompleks, termasuk peluang bersyarat dan distribusi peluang, serta menginterpretasi data statistik dengan mempertimbangkan ketidakpastian. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peluang muncul dalam berbagai kejadian nyata seperti hasil undian lotre, kemungkinan hujan, atau probabilitas kecelakaan lalu lintas. |
| Konseptual | Peluang adalah ukuran kuantitatif dari kemungkinan suatu kejadian akan terjadi, dinyatakan sebagai rasio kejadian yang diinginkan terhadap total kejadian yang mungkin. |
| Prosedural | Materi ini mengajarkan langkah-langkah menghitung peluang suatu kejadian, termasuk peluang majemuk, peluang bersyarat, dan menggunakan distribusi peluang. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman peluang membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dalam kondisi tidak pasti. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meyakini bahwa setiap kejadian memiliki peluang yang telah ditetapkan Allah SWT, menumbuhkan sikap tawakal setelah berikhtiar maksimal. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu peluang untuk memahami keteraturan alam semesta dan membuat keputusan yang lebih cerdas dan terukur. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan konsep peluang untuk menganalisis risiko dan dampak lingkungan, mendorong tindakan yang bertanggung jawab terhadap alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menggunakan pemahaman peluang untuk mengapresiasi keragaman hasil, menghargai setiap usaha, dan membangun empati terhadap sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menghitung peluang keberhasilan suatu program pembangunan atau kebijakan, berkontribusi dalam perumusan strategi demi kemajuan bangsa. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep dasar peluang, ruang sampel, dan kejadian secara tepat.
- Menerapkan kaidah pencacahan (permutasi dan kombinasi) dalam menentukan banyaknya ruang sampel dan kejadian.
- Menghitung peluang suatu kejadian tunggal dan peluang majemuk (gabungan, irisan, komplemen) dengan benar.
- Mengidentifikasi dan menghitung peluang bersyarat serta peluang kejadian saling bebas dan tidak bebas.
- Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan peluang dalam kehidupan sehari-hari.
- Merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk menguji teori peluang.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep peluang memungkinkan kita mengukur kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, membuat keputusan berdasarkan data, dan mengembangkan pemikiran kritis terhadap informasi yang mengandung ketidakpastian.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa dalam hidup ini ada hal-hal yang 'pasti' dan ada yang 'mungkin terjadi', dan bagaimana matematika membantu kita memahami kemungkinan tersebut?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: Menghitung risiko investasi atau peluang keuntungan dalam bisnis. Ilmu Komputer: Memahami algoritma acak dan simulasi Monte Carlo dalam pemrograman. Sosiologi: Menganalisis peluang terjadinya fenomena sosial tertentu berdasarkan data demografi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak berdiskusi tentang penerapan peluang dalam pekerjaan atau keputusan sehari-hari, seperti peluang investasi atau risiko usaha. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi papan tulis interaktif, akses internet, dan area diskusi kelompok yang fleksibel, serta laboratorium matematika sederhana untuk eksperimen. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan simulasi peluang online (misal: PhET Interactive Simulations) atau aplikasi spreadsheet untuk mengolah data hasil eksperimen dan memvisualisasikan distribusi peluang. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dasar peluang, ruang sampel, dan kejadian secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Angka: Peserta didik menebak angka acak dari 1-10 yang dipikirkan guru, guru memberikan petunjuk 'lebih besar' atau 'lebih kecil' sampai ada yang benar. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengaitkan materi peluang dengan pengalaman sehari-hari (misal: peluang turun hujan), menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi definisi peluang, ruang sampel, dan kejadian melalui studi kasus sederhana seperti pelemparan dadu atau koin, lalu mengidentifikasi elemen-elemennya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk menentukan ruang sampel dan kejadian dari berbagai percobaan acak, serta menghitung peluang kejadian tunggal. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian LKPD, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan konsep dasar peluang. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, guru memberikan apresiasi, dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menghitung peluang suatu kejadian tunggal dan peluang majemuk (gabungan, irisan, komplemen) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Kartu Berantai: Guru menunjukkan dua kartu bergambar dan meminta peserta didik menebak kartu ketiga yang akan diambil, lalu membahas mengapa tebakan bisa benar atau salah. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulas kembali konsep dasar peluang, mengaitkan materi dengan permasalahan nyata (misal: peluang memenangkan undian berhadiah), menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menganalisis masalah kontekstual yang melibatkan peluang majemuk (misalnya, peluang terpilihnya ketua OSIS laki-laki ATAU perempuan) untuk memahami konsep gabungan, irisan, dan komplemen. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi studi kasus tentang peluang majemuk, kemudian berdiskusi dan berkolaborasi untuk menyelesaikannya menggunakan rumus-rumus peluang gabungan, irisan, dan komplemen. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah pada LKPD, kelompok lain memberikan masukan, dan guru membimbing diskusi untuk mengklarifikasi pemahaman dan memperkuat konsep peluang majemuk. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru merangkum konsep peluang majemuk, melakukan refleksi tentang strategi pemecahan masalah yang digunakan, guru memberikan motivasi, dan menyampaikan tugas individu untuk latihan di rumah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi ruang sampel, kejadian, dan menghitung peluang kejadian tunggal serta majemuk.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Peluang adalah cabang matematika yang mempelajari kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang tidak pasti, seperti cuaca besok, hasil pertandingan olahraga, atau peluang memenangkan undian.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, kalkulator, dadu, koin, kelereng berbagai warna
Langkah kerja:
- Bacalah setiap instruksi dengan saksama dan pahami konteks masalah.
- Identifikasi ruang sampel (S) dan semua kemungkinan kejadian (A, B, dll.) dari percobaan yang diberikan.
- Tentukan banyaknya anggota ruang sampel dan banyaknya anggota kejadian yang relevan.
- Hitung peluang setiap kejadian menggunakan rumus P(A) = n(A)/n(S).
- Untuk peluang majemuk, tentukan apakah kejadian saling bebas, tak bebas, atau bersyarat, lalu gunakan rumus yang sesuai.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang 'kemungkinan' atau 'kesempatan' terjadinya sesuatu?
- Berikan contoh kejadian dalam hidup Anda yang tidak pasti hasilnya!
- Bagaimana cara kita mengetahui seberapa besar kemungkinan suatu kejadian akan terjadi?
- Apa perbedaan antara permutasi dan kombinasi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi kelompok dalam diskusi dan penyelesaian LKPD, serta penilaian presentasi hasil eksperimen.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah peluang.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dasar peluang, ruang sampel, dan kejadian secara tepat. | Konsep dasar peluang, ruang sampel, kejadian. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menghitung peluang suatu kejadian tunggal dan peluang majemuk (gabungan, irisan, komplemen) dengan benar. | Peluang kejadian tunggal dan majemuk. | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan peluang dalam kehidupan sehari-hari. | Peluang dalam masalah kontekstual, eksperimen peluang. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi |
Peluang adalah cabang matematika yang mempelajari kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang tidak pasti, seperti cuaca besok, hasil pertandingan olahraga, atau peluang memenangkan undian. Memahami peluang membantu kita membuat keputusan yang lebih rasional dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
1. Konsep Dasar Peluang
Peluang adalah nilai numerik yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi. Nilai peluang selalu berada di antara 0 dan 1, di mana 0 berarti kejadian mustahil dan 1 berarti kejadian pasti. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Kejadian (A) adalah himpunan bagian dari ruang sampel, yaitu satu atau lebih hasil yang diinginkan. Contoh, pada pelemparan sebuah dadu, ruang sampelnya adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Jika kejadian A adalah muncul mata dadu genap, maka A = {2, 4, 6}.
2. Kaidah Pencacahan: Permutasi dan Kombinasi
Sebelum menghitung peluang, seringkali kita perlu menentukan banyaknya anggota ruang sampel atau kejadian menggunakan kaidah pencacahan. Permutasi digunakan ketika urutan diperhatikan, misalnya menyusun angka atau huruf. Rumusnya P(n,r) = n!/(n-r)!. Kombinasi digunakan ketika urutan tidak diperhatikan, misalnya memilih beberapa orang dari sekelompok orang. Rumusnya C(n,r) = n!/(r!(n-r)!). Pemahaman ini krusial untuk menentukan n(S) dan n(A) secara akurat.
3. Peluang Kejadian Tunggal
Peluang suatu kejadian A, dinotasikan P(A), dihitung dengan rumus P(A) = n(A) / n(S), di mana n(A) adalah banyaknya anggota kejadian A dan n(S) adalah banyaknya anggota ruang sampel. Misalnya, peluang muncul mata dadu 3 pada pelemparan sebuah dadu adalah 1/6 karena n(A)=1 dan n(S)=6. Pemahaman yang kuat tentang kejadian dan ruang sampel sangat penting di sini.
4. Peluang Kejadian Majemuk: Gabungan dan Irisan
Peluang kejadian majemuk melibatkan dua atau lebih kejadian. Peluang gabungan dua kejadian A dan B, P(A U B), adalah peluang terjadinya A atau B atau keduanya. Rumusnya P(A U B) = P(A) + P(B) - P(A ∩ B). Peluang irisan dua kejadian A dan B, P(A ∩ B), adalah peluang terjadinya A dan B secara bersamaan. Jika kejadian A dan B saling lepas (tidak memiliki irisan), maka P(A U B) = P(A) + P(B).
5. Peluang Kejadian Saling Bebas dan Tidak Bebas
Dua kejadian A dan B dikatakan saling bebas jika terjadinya salah satu kejadian tidak memengaruhi peluang terjadinya kejadian yang lain. Contoh: melempar dua koin. Rumus P(A ∩ B) = P(A) * P(B). Jika kejadian A dan B tidak saling bebas, artinya terjadinya satu kejadian memengaruhi yang lain, maka P(A ∩ B) = P(A) * P(B|A), di mana P(B|A) adalah peluang B terjadi setelah A terjadi (peluang bersyarat). Ini adalah konsep penting dalam analisis risiko.
6. Peluang Bersyarat
Peluang bersyarat adalah peluang suatu kejadian akan terjadi, dengan syarat kejadian lain telah terjadi. Dinotasikan P(A|B), yang berarti peluang kejadian A terjadi, dengan syarat kejadian B telah terjadi. Rumusnya P(A|B) = P(A ∩ B) / P(B), dengan P(B) > 0. Konsep ini banyak diaplikasikan dalam statistik inferensial dan pengambilan keputusan, misalnya peluang seseorang sakit jantung jika diketahui dia perokok.
7. Aplikasi Peluang dalam Kehidupan
Peluang memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam bidang kesehatan, digunakan untuk memprediksi risiko penyakit. Dalam ekonomi, untuk menganalisis risiko investasi. Dalam asuransi, untuk menentukan premi. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan intuisi peluang untuk membuat keputusan, seperti membawa payung saat peluang hujan tinggi. Memahami dasar-dasar ini sangat penting untuk berpikir kritis dalam dunia yang penuh ketidakpastian.
Rangkuman: Peluang adalah ukuran kuantitatif kemungkinan suatu peristiwa. Konsep dasar meliputi ruang sampel dan kejadian, yang dihitung menggunakan permutasi atau kombinasi. Peluang kejadian tunggal dihitung dengan perbandingan banyaknya kejadian dan ruang sampel. Peluang majemuk melibatkan gabungan, irisan, serta kejadian saling bebas, tidak bebas, dan bersyarat. Pemahaman peluang sangat relevan dalam pengambilan keputusan di berbagai aspek kehidupan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Peluang | Ukuran numerik kemungkinan suatu peristiwa terjadi. |
| Ruang Sampel | Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. |
| Kejadian | Himpunan bagian dari ruang sampel, yaitu satu atau lebih hasil yang diinginkan. |
| Permutasi | Susunan objek dengan memperhatikan urutan. |
| Kombinasi | Pemilihan objek tanpa memperhatikan urutan. |
| Peluang Bersyarat | Peluang suatu kejadian terjadi dengan syarat kejadian lain telah terjadi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Peluang" mata pelajaran Matematika Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Peluang yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Matematika Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Barisan dan DeretBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisInvestasi dan PinjamanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Kaidah PencacahanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Matematika lain yang sudah tersedia
KombinatorikaMatematika Kelas XII MAprogram linearMatematika Kelas XII MAStatistikaMatematika Kelas XII MAAnalisis Data BivariatMatematika Kelas XI MALihat semua Modul Ajar Matematika Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Matematika kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Peluang pada Matematika MA, Fase F, elemen Analisis Data dan Peluang.
Modul Peluang ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Matematika kelas XII MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Matematika materi Peluang ini gratis?
Ya. Modul Peluang untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Peluang ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Matematika kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Peluang ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Peluang dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Matematika kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Peluang ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Peluang tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Peluang untuk Matematika kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Peluang ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Peluang beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Matematika kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Matematika ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Peluang yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Matematika SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.