Modul Ajar & RPP Matematika Kelas XII
Peluang
Modul ajar (RPP) Matematika MA kelas XII materi Peluang lengkap: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, hingga bahan ajar. Sesuai Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025. Unduh Word + PDF atas nama Anda.
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Bukan Peluang yang Anda cari? Materi Matematika Kelas XII lainnya:
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Peluang |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (9 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar himpunan, kaidah pencacahan (permutasi dan kombinasi), serta ruang sampel dan kejadian.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Mengaitkan konsep peluang dengan takdir dan ikhtiar dalam pandangan Islam, menumbuhkan rasa syukur dan optimisme. - penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Menganalisis berbagai skenario peluang dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi keabsahan argumen terkait probabilitas. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan eksperimen peluang, serta menyajikan hasilnya secara efektif.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Analisis Data dan Peluang |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir Fase F, peserta didik dapat menerapkan berbagai konsep peluang dalam menyelesaikan masalah kompleks, termasuk peluang bersyarat dan distribusi peluang, serta menginterpretasi data statistik dengan mempertimbangkan ketidakpastian. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peluang muncul dalam berbagai kejadian nyata seperti hasil undian lotre, kemungkinan hujan, atau probabilitas kecelakaan lalu lintas. |
| Konseptual | Peluang adalah ukuran kuantitatif dari kemungkinan suatu kejadian akan terjadi, dinyatakan sebagai rasio kejadian yang diinginkan terhadap total kejadian yang mungkin. |
| Prosedural | Materi ini mengajarkan langkah-langkah menghitung peluang suatu kejadian, termasuk peluang majemuk, peluang bersyarat, dan menggunakan distribusi peluang. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana pemahaman peluang membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dalam kondisi tidak pasti. |
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis konsep dasar peluang, ruang sampel, dan kejadian secara tepat.
- Menerapkan kaidah pencacahan (permutasi dan kombinasi) dalam menentukan banyaknya ruang sampel dan kejadian.
- Menghitung peluang suatu kejadian tunggal dan peluang majemuk (gabungan, irisan, komplemen) dengan benar.
- Mengidentifikasi dan menghitung peluang bersyarat serta peluang kejadian saling bebas dan tidak bebas.
- Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan peluang dalam kehidupan sehari-hari.
- Merancang dan melakukan eksperimen sederhana untuk menguji teori peluang.
Pemahaman bermakna: Memahami konsep peluang memungkinkan kita mengukur kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, membuat keputusan berdasarkan data, dan mengembangkan pemikiran kritis terhadap informasi yang mengandung ketidakpastian.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa dalam hidup ini ada hal-hal yang 'pasti' dan ada yang 'mungkin terjadi', dan bagaimana matematika membantu kita memahami kemungkinan tersebut?"
| Praktik Pedagogis | Project-Based Learning (PjBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi: Menghitung risiko investasi atau peluang keuntungan dalam bisnis. Ilmu Komputer: Memahami algoritma acak dan simulasi Monte Carlo dalam pemrograman. Sosiologi: Menganalisis peluang terjadinya fenomena sosial tertentu berdasarkan data demografi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua/komunitas dapat diajak berdiskusi tentang penerapan peluang dalam pekerjaan atau keputusan sehari-hari, seperti peluang investasi atau risiko usaha. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang dilengkapi papan tulis interaktif, akses internet, dan area diskusi kelompok yang fleksibel, serta laboratorium matematika sederhana untuk eksperimen. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan simulasi peluang online (misal: PhET Interactive Simulations) atau aplikasi spreadsheet untuk mengolah data hasil eksperimen dan memvisualisasikan distribusi peluang. |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Menganalisis konsep dasar peluang, ruang sampel, dan kejadian secara tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Angka: Peserta didik menebak angka acak dari 1-10 yang dipikirkan guru, guru memberikan petunjuk 'lebih besar' atau 'lebih kecil' sampai ada yang benar. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengaitkan materi peluang dengan pengalaman sehari-hari (misal: peluang turun hujan), menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok mengeksplorasi definisi peluang, ruang sampel, dan kejadian melalui studi kasus sederhana seperti pelemparan dadu atau koin, lalu mengidentifikasi elemen-elemennya. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok mengerjakan LKPD yang berisi soal-soal untuk menentukan ruang sampel dan kejadian dari berbagai percobaan acak, serta menghitung peluang kejadian tunggal. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan penyelesaian LKPD, kelompok lain memberikan tanggapan, dan guru memberikan penguatan konsep dasar peluang. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi, melakukan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini, guru memberikan apresiasi, dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem-Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Menghitung peluang suatu kejadian tunggal dan peluang majemuk (gabungan, irisan, komplemen) dengan benar. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Kartu Berantai: Guru menunjukkan dua kartu bergambar dan meminta peserta didik menebak kartu ketiga yang akan diambil, lalu membahas mengapa tebakan bisa benar atau salah. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulas kembali konsep dasar peluang, mengaitkan materi dengan permasalahan nyata (misal: peluang memenangkan undian berhadiah), menyampaikan tujuan pembelajaran, dan mengajukan pertanyaan pemantik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik menganalisis masalah kontekstual yang melibatkan peluang majemuk (misalnya, peluang terpilihnya ketua OSIS laki-laki ATAU perempuan) untuk memahami konsep gabungan, irisan, dan komplemen. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok menerima LKPD yang berisi studi kasus tentang peluang majemuk, kemudian berdiskusi dan berkolaborasi untuk menyelesaikannya menggunakan rumus-rumus peluang gabungan, irisan, dan komplemen. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan solusi masalah pada LKPD, kelompok lain memberikan masukan, dan guru membimbing diskusi untuk mengklarifikasi pemahaman dan memperkuat konsep peluang majemuk. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru merangkum konsep peluang majemuk, melakukan refleksi tentang strategi pemecahan masalah yang digunakan, guru memberikan motivasi, dan menyampaikan tugas individu untuk latihan di rumah. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project-Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 3 | Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan peluang dalam kehidupan sehari-hari. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Bingo Peluang: Peserta didik membuat kartu bingo dengan kejadian peluang, guru menyebutkan peluang, dan mereka menandai kejadian yang sesuai hingga ada yang 'bingo'. Guru menyapa, memimpin doa, mengecek kehadiran, mengulas kembali materi sebelumnya, memperkenalkan proyek 'Eksperimen Peluang', menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menanyakan kesiapan peserta didik. |
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit | Peserta didik secara berkelompok merancang sebuah eksperimen sederhana yang melibatkan peluang (misal: pelemparan dadu, pengambilan kelereng), mengidentifikasi variabel, dan menentukan cara pengumpulan data. |
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit | Setiap kelompok melaksanakan eksperimen yang telah dirancang, mengumpulkan data, menghitung peluang berdasarkan hasil eksperimen, dan membandingkannya dengan peluang teoretis, kemudian menyusun laporan proyek. |
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit | Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan laporannya, menjelaskan temuan mereka, dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain dan guru, serta menerima umpan balik konstruktif. |
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit | Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran tentang peluang melalui proyek, melakukan refleksi menyeluruh tentang proses dan hasil proyek, guru memberikan apresiasi tinggi, dan menutup dengan doa. |
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi ruang sampel, kejadian, dan menghitung peluang kejadian tunggal serta majemuk.
Alat & bahan: Lembar kerja, pulpen, kalkulator, dadu, koin, kelereng berbagai warna
Langkah kerja:
- Bacalah setiap instruksi dengan saksama dan pahami konteks masalah.
- Identifikasi ruang sampel (S) dan semua kemungkinan kejadian (A, B, dll.) dari percobaan yang diberikan.
- Tentukan banyaknya anggota ruang sampel dan banyaknya anggota kejadian yang relevan.
- Hitung peluang setiap kejadian menggunakan rumus P(A) = n(A)/n(S).
- Untuk peluang majemuk, tentukan apakah kejadian saling bebas, tak bebas, atau bersyarat, lalu gunakan rumus yang sesuai.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang 'kemungkinan' atau 'kesempatan' terjadinya sesuatu?
- Berikan contoh kejadian dalam hidup Anda yang tidak pasti hasilnya!
- Bagaimana cara kita mengetahui seberapa besar kemungkinan suatu kejadian akan terjadi?
- Apa perbedaan antara permutasi dan kombinasi?
Formatif (proses): Observasi partisipasi kelompok dalam diskusi dan penyelesaian LKPD, serta penilaian presentasi hasil eksperimen.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah peluang.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis konsep dasar peluang, ruang sampel, dan kejadian secara tepat. | Konsep dasar peluang, ruang sampel, kejadian. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menghitung peluang suatu kejadian tunggal dan peluang majemuk (gabungan, irisan, komplemen) dengan benar. | Peluang kejadian tunggal dan majemuk. | 3 JP | penalaran kritis, kolaborasi |
| 3 | Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan peluang dalam kehidupan sehari-hari. | Peluang dalam masalah kontekstual, eksperimen peluang. | 3 JP | keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Meyakini bahwa setiap kejadian memiliki peluang yang telah ditetapkan Allah SWT, menumbuhkan sikap tawakal setelah berikhtiar maksimal. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat menggali ilmu peluang untuk memahami keteraturan alam semesta dan membuat keputusan yang lebih cerdas dan terukur. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan konsep peluang untuk menganalisis risiko dan dampak lingkungan, mendorong tindakan yang bertanggung jawab terhadap alam. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menggunakan pemahaman peluang untuk mengapresiasi keragaman hasil, menghargai setiap usaha, dan membangun empati terhadap sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menghitung peluang keberhasilan suatu program pembangunan atau kebijakan, berkontribusi dalam perumusan strategi demi kemajuan bangsa. |
Peluang adalah cabang matematika yang mempelajari kemungkinan terjadinya suatu peristiwa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang tidak pasti, seperti cuaca besok, hasil pertandingan olahraga, atau peluang memenangkan undian. Memahami peluang membantu kita membuat keputusan yang lebih rasional dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
1. Konsep Dasar Peluang
Peluang adalah nilai numerik yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi. Nilai peluang selalu berada di antara 0 dan 1, di mana 0 berarti kejadian mustahil dan 1 berarti kejadian pasti. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Kejadian (A) adalah himpunan bagian dari ruang sampel, yaitu satu atau lebih hasil yang diinginkan. Contoh, pada pelemparan sebuah dadu, ruang sampelnya adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Jika kejadian A adalah muncul mata dadu genap, maka A = {2, 4, 6}.
2. Kaidah Pencacahan: Permutasi dan Kombinasi
Sebelum menghitung peluang, seringkali kita perlu menentukan banyaknya anggota ruang sampel atau kejadian menggunakan kaidah pencacahan. Permutasi digunakan ketika urutan diperhatikan, misalnya menyusun angka atau huruf. Rumusnya P(n,r) = n!/(n-r)!. Kombinasi digunakan ketika urutan tidak diperhatikan, misalnya memilih beberapa orang dari sekelompok orang. Rumusnya C(n,r) = n!/(r!(n-r)!). Pemahaman ini krusial untuk menentukan n(S) dan n(A) secara akurat.
3. Peluang Kejadian Tunggal
Peluang suatu kejadian A, dinotasikan P(A), dihitung dengan rumus P(A) = n(A) / n(S), di mana n(A) adalah banyaknya anggota kejadian A dan n(S) adalah banyaknya anggota ruang sampel. Misalnya, peluang muncul mata dadu 3 pada pelemparan sebuah dadu adalah 1/6 karena n(A)=1 dan n(S)=6. Pemahaman yang kuat tentang kejadian dan ruang sampel sangat penting di sini.
4. Peluang Kejadian Majemuk: Gabungan dan Irisan
Peluang kejadian majemuk melibatkan dua atau lebih kejadian. Peluang gabungan dua kejadian A dan B, P(A U B), adalah peluang terjadinya A atau B atau keduanya. Rumusnya P(A U B) = P(A) + P(B) - P(A ∩ B). Peluang irisan dua kejadian A dan B, P(A ∩ B), adalah peluang terjadinya A dan B secara bersamaan. Jika kejadian A dan B saling lepas (tidak memiliki irisan), maka P(A U B) = P(A) + P(B).
5. Peluang Kejadian Saling Bebas dan Tidak Bebas
Dua kejadian A dan B dikatakan saling bebas jika terjadinya salah satu kejadian tidak memengaruhi peluang terjadinya kejadian yang lain. Contoh: melempar dua koin. Rumus P(A ∩ B) = P(A) * P(B). Jika kejadian A dan B tidak saling bebas, artinya terjadinya satu kejadian memengaruhi yang lain, maka P(A ∩ B) = P(A) * P(B|A), di mana P(B|A) adalah peluang B terjadi setelah A terjadi (peluang bersyarat). Ini adalah konsep penting dalam analisis risiko.
6. Peluang Bersyarat
Peluang bersyarat adalah peluang suatu kejadian akan terjadi, dengan syarat kejadian lain telah terjadi. Dinotasikan P(A|B), yang berarti peluang kejadian A terjadi, dengan syarat kejadian B telah terjadi. Rumusnya P(A|B) = P(A ∩ B) / P(B), dengan P(B) > 0. Konsep ini banyak diaplikasikan dalam statistik inferensial dan pengambilan keputusan, misalnya peluang seseorang sakit jantung jika diketahui dia perokok.
7. Aplikasi Peluang dalam Kehidupan
Peluang memiliki banyak aplikasi praktis. Dalam bidang kesehatan, digunakan untuk memprediksi risiko penyakit. Dalam ekonomi, untuk menganalisis risiko investasi. Dalam asuransi, untuk menentukan premi. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan intuisi peluang untuk membuat keputusan, seperti membawa payung saat peluang hujan tinggi. Memahami dasar-dasar ini sangat penting untuk berpikir kritis dalam dunia yang penuh ketidakpastian.
Rangkuman: Peluang adalah ukuran kuantitatif kemungkinan suatu peristiwa. Konsep dasar meliputi ruang sampel dan kejadian, yang dihitung menggunakan permutasi atau kombinasi. Peluang kejadian tunggal dihitung dengan perbandingan banyaknya kejadian dan ruang sampel. Peluang majemuk melibatkan gabungan, irisan, serta kejadian saling bebas, tidak bebas, dan bersyarat. Pemahaman peluang sangat relevan dalam pengambilan keputusan di berbagai aspek kehidupan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Peluang | Ukuran numerik kemungkinan suatu peristiwa terjadi. |
| Ruang Sampel | Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. |
| Kejadian | Himpunan bagian dari ruang sampel, yaitu satu atau lebih hasil yang diinginkan. |
| Permutasi | Susunan objek dengan memperhatikan urutan. |
| Kombinasi | Pemilihan objek tanpa memperhatikan urutan. |
| Peluang Bersyarat | Peluang suatu kejadian terjadi dengan syarat kejadian lain telah terjadi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Peluang" mata pelajaran Matematika Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: SK Dirjen Pendis No. 9941 Tahun 2025
1 Peta Materi Matematika Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Limit FungsiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisTurunan LanjutanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIntegralBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisDimensi TigaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Statistika InferensiaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPeluang LanjutanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisLimit dan Turunan FungsiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisGeometri Ruang (Dimensi Tiga)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Matematika di kelas lain
kaidah pencacahanMatematika Kelas XII MAHitung KeuanganMatematika Kelas XI MAMatriksMatematika Kelas XI MAEksponen dan LogaritmaMatematika Kelas X MALihat semua Modul Ajar Matematika Kelas XII →2 Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah modul ajar Matematika Peluang ini gratis?
Ya. Modul Peluang untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 10 jam.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Matematika kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Apakah modul ajar Matematika kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Peluang ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Peluang untuk Matematika kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Peluang ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Matematika kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah ini modul ajar Matematika kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Peluang pada Matematika MA, Fase F, elemen Analisis Data dan Peluang.
Bisakah modul Peluang ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Peluang dapat Anda sesuaikan dengan murid Matematika kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.