Modul Ajar & RPP Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII
Pengolahan Makanan Fungsional
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: KMA 1503/2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kepdirjen Pendis 6077/2025
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Pengolahan Makanan Fungsional |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bahan pangan lokal dan prinsip dasar pengolahan makanan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak bernegara
Peserta didik mengembangkan makanan fungsional lokal sebagai bentuk syukur atas karunia alam dan berkontribusi pada kesehatan masyarakat. - kreativitas — elemen: menghasilkan karya dan tindakan orisinal
Peserta didik merancang dan membuat prototipe makanan fungsional baru dengan inovasi bahan dan proses pengolahan yang unik. - kolaborasi — elemen: bekerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek pengolahan makanan fungsional.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Produk Rekayasa, Produk Kerajinan, Produk Budidaya, Pengolahan |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu merancang, membuat, dan mengevaluasi produk pengolahan berdasarkan potensi lokal dengan pendekatan kewirausahaan dan memperhatikan aspek keberlanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Makanan fungsional seperti tempe, yoghurt, atau kunyit asam telah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat Indonesia karena manfaat kesehatannya. |
| Konseptual | Konsep inti pengolahan makanan fungsional adalah mengubah bahan pangan menjadi produk bernilai tambah kesehatan melalui proses yang mempertahankan atau meningkatkan kandungan bioaktifnya. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah identifikasi bahan, perancangan resep, teknik pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk makanan fungsional. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya inovasi dalam pengolahan pangan untuk kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Mengembangkan makanan fungsional dari bahan lokal sebagai bentuk syukur atas anugerah alam dari Allah SWT yang melimpah. |
| 2. Cinta Ilmu | Mencari dan mengaplikasikan pengetahuan tentang gizi dan teknologi pangan untuk menciptakan produk yang bermanfaat bagi kesehatan. |
| 3. Cinta Lingkungan | Memanfaatkan bahan pangan lokal secara bijak dan mengelola limbah produksi dengan bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menciptakan produk makanan yang sehat dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kesejahteraan sesama. |
| 5. Cinta Tanah Air | Mempromosikan kekayaan bahan pangan dan kearifan lokal Indonesia melalui produk makanan fungsional yang inovatif dan berdaya saing. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan fungsional dengan tepat.
- Dengan bimbingan guru dan sumber belajar, peserta didik dapat merancang resep dan proses pengolahan makanan fungsional secara inovatif sesuai prinsip-prinsip kesehatan.
- Melalui praktik langsung di dapur sekolah, peserta didik dapat membuat prototipe makanan fungsional dengan menerapkan teknik pengolahan yang benar dan higienis.
- Setelah menyelesaikan proyek, peserta didik dapat mengevaluasi kualitas dan potensi pasar produk makanan fungsional hasil karyanya secara kritis.
Pemahaman bermakna: Makanan fungsional bukan hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan, sehingga pengolahannya dapat menjadi peluang wirausaha yang berkelanjutan.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mengubah bahan pangan lokal sederhana menjadi produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan luar biasa dan bernilai jual tinggi?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Biologi: Memahami kandungan gizi, senyawa bioaktif, dan proses fermentasi pada bahan pangan. Kimia: Mempelajari perubahan kimia yang terjadi selama proses pengolahan dan stabilitas senyawa aktif. Ekonomi: Menganalisis potensi pasar, biaya produksi, dan strategi pemasaran produk makanan fungsional. |
| Kemitraan Pembelajaran | Peserta didik dapat berkolaborasi dengan ahli gizi lokal atau pelaku UMKM makanan sehat untuk mendapatkan masukan dan inspirasi dalam pengembangan produk. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di dapur sekolah yang bersih dan tertata, serta memanfaatkan kebun sekolah atau pasar tradisional sebagai sumber bahan pangan lokal. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik menggunakan internet untuk riset kandungan gizi, mencari referensi resep, dan mendesain kemasan produk digital. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi potensi bahan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan fungsional dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Manfaat: Guru menyebutkan nama bahan pangan lokal (mis. kunyit), peserta didik menebak manfaat kesehatannya. Dilakukan cepat dan bergantian.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan bimbingan guru dan sumber belajar, peserta didik dapat merancang resep dan proses pengolahan makanan fungsional secara inovatif sesuai prinsip-prinsip kesehatan. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Makanan: Guru menyebut satu kata terkait makanan fungsional, peserta didik berikutnya menyebut kata yang diawali huruf terakhir kata sebelumnya. Contoh: 'Tempe' -> 'Enzim' -> 'Manfaat'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi potensi bahan pangan lokal untuk makanan fungsional dan merancang ide produk awal.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Makanan fungsional adalah kategori pangan yang semakin populer karena tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Alat & bahan: Lembar kerja, alat tulis, akses internet, bahan pangan lokal (bila ada)
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 yang berisi beberapa bahan pangan lokal, lalu diskusikan potensi manfaat kesehatannya dengan kelompokmu.
- Pilih minimal 3 bahan pangan lokal dari gambar atau yang ada di lingkunganmu, kemudian identifikasi kandungan gizi utamanya.
- Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, rumuskan ide produk makanan fungsional yang inovatif dari bahan pangan pilihanmu.
- Catat ide produk, manfaat kesehatan yang ditawarkan, dan target konsumen awal pada tabel yang tersedia.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 contoh makanan fungsional yang kamu ketahui!
- Menurutmu, apa yang membedakan makanan fungsional dengan makanan biasa?
- Apakah ada bahan pangan lokal di daerahmu yang menurutmu berpotensi untuk diolah menjadi makanan fungsional? Mengapa?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, perancangan resep, dan praktik pengolahan.
Sumatif (akhir): Penilaian prototipe produk makanan fungsional, laporan proyek, dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi potensi bahan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan fungsional. | Potensi bahan pangan lokal dan konsep makanan fungsional. | 2 JP | keimanan dan ketakwaan, kolaborasi |
| 2 | Merancang resep dan proses pengolahan makanan fungsional secara inovatif. | Prinsip perancangan resep, aspek gizi, dan keamanan pangan. | 2 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 3 | Membuat prototipe makanan fungsional dengan teknik pengolahan yang benar dan higienis. | Teknik pengolahan makanan fungsional, sanitasi, dan keselamatan kerja. | 2 JP | kreativitas, keimanan dan ketakwaan |
Makanan fungsional adalah kategori pangan yang semakin populer karena tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan. Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai jenis makanan fungsional dari bahan pangan lokal. Modul ini akan membimbing kamu untuk mengeksplorasi potensi tersebut dan berkreasi dalam pengolahannya.
1. Pengertian Makanan Fungsional
Makanan fungsional adalah makanan atau bahan pangan yang, selain memiliki fungsi gizi dasar, juga memiliki fungsi lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat tersebut bisa berupa pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, atau pengurangan risiko penyakit tertentu. Contohnya termasuk probiotik dalam yoghurt, antioksidan dalam buah beri, atau senyawa aktif dalam rempah-rempah tradisional. Konsep ini menekankan pada peran makanan sebagai 'obat' alami.
2. Karakteristik dan Sumber Makanan Fungsional
Karakteristik utama makanan fungsional adalah mengandung komponen bioaktif yang memberikan efek positif pada kesehatan. Komponen ini bisa berupa serat pangan, probiotik, prebiotik, antioksidan, vitamin, mineral, atau senyawa fitokimia lainnya. Sumber makanan fungsional sangat beragam, mulai dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, hingga produk fermentasi seperti tempe dan tape. Indonesia kaya akan sumber-sumber ini.
3. Potensi Bahan Pangan Lokal Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, menyediakan berbagai bahan pangan lokal dengan potensi fungsional yang tinggi. Contohnya adalah kunyit, jahe, temulawak (rempah-rempah), ubi jalar ungu, talas (umbi-umbian), buah mengkudu, sirsak (buah-buahan), serta kacang-kacangan dan biji-bijian lokal. Pemanfaatan bahan-bahan ini tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi juga memberdayakan petani lokal dan melestarikan kearifan lokal.
4. Prinsip Dasar Pengolahan Makanan Fungsional
Pengolahan makanan fungsional harus memperhatikan beberapa prinsip penting. Pertama, mempertahankan atau meningkatkan kandungan komponen bioaktif. Kedua, memastikan keamanan pangan melalui proses yang higienis. Ketiga, menghasilkan produk yang diterima secara sensorik (rasa, aroma, tekstur). Keempat, mempertimbangkan daya simpan produk. Teknik pengolahan bisa meliputi fermentasi, ekstraksi, fortifikasi, atau modifikasi fisik.
5. Inovasi Resep dan Proses
Inovasi dalam resep dan proses pengolahan menjadi kunci pengembangan makanan fungsional yang kompetitif. Ini melibatkan eksplorasi kombinasi bahan baru, pengembangan metode pengolahan yang efisien, serta peningkatan nilai tambah melalui pengemasan dan branding yang menarik. Kreativitas diperlukan untuk mengubah bahan tradisional menjadi produk modern yang diminati pasar, seperti minuman probiotik dari tempe atau camilan sehat dari ubi ungu.
6. Aspek Kewirausahaan dalam Makanan Fungsional
Pengembangan makanan fungsional memiliki potensi kewirausahaan yang besar. Ini mencakup identifikasi peluang pasar, analisis kebutuhan konsumen, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran dan distribusi. Memahami tren pasar dan preferensi konsumen adalah hal penting untuk menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga laku di pasaran dan berkelanjutan secara bisnis.
Rangkuman: Makanan fungsional adalah pangan yang memberikan manfaat kesehatan lebih dari gizi dasar, kaya akan komponen bioaktif. Indonesia memiliki potensi besar dari bahan pangan lokal untuk dikembangkan. Pengolahannya memerlukan inovasi resep dan proses yang higienis untuk menjaga kandungan fungsionalnya. Aspek kewirausahaan juga penting untuk menjadikan makanan fungsional sebagai produk yang bernilai jual dan berkelanjutan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bioaktif | Senyawa dalam makanan yang memiliki efek positif pada kesehatan. |
| Fermentasi | Proses penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme. |
| Probiotik | Mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. |
| Antioksidan | Senyawa yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. |
| Organoleptik | Pengujian kualitas produk berdasarkan indera (rasa, aroma, tekstur). |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pengolahan Makanan Fungsional" mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Berbasis Cinta · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: KMA No. 1503 Tahun 2025 (Kurikulum Berbasis Cinta) · Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pengolahan Makanan Fungsional yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Kerajinan untuk Pasar GlobalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisRekayasa Teknologi TerapanBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBudi Daya UnggasBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap3 materi · siap dibuatkan
Rencana Bisnis (Business Plan)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBERIKUTNYAPemasaran DigitalBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEvaluasi dan Pengembangan UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Prakarya dan Kewirausahaan di kelas lain
Pengolahan Makanan Khas DaerahPrakarya dan Kewirausahaan Kelas XI MAKerajinan Inspirasi Budaya LokalPrakarya dan Kewirausahaan Kelas X MAPrakarya- Budi DayaPrakarya dan kewirausahaan Kelas X MALihat semua Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengolahan Makanan Fungsional pada Prakarya dan Kewirausahaan MA, Fase F, elemen Produk Rekayasa, Produk Kerajinan, Produk Budidaya, Pengolahan.
Modul Pengolahan Makanan Fungsional ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII MA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan materi Pengolahan Makanan Fungsional ini gratis?
Ya. Modul Pengolahan Makanan Fungsional untuk kelas XII MA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pengolahan Makanan Fungsional ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pengolahan Makanan Fungsional ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengolahan Makanan Fungsional dapat Anda sesuaikan dengan murid Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pengolahan Makanan Fungsional ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII MA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengolahan Makanan Fungsional tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengolahan Makanan Fungsional untuk Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pengolahan Makanan Fungsional ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII MA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengolahan Makanan Fungsional beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Prakarya dan Kewirausahaan kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Prakarya dan Kewirausahaan ini cocok untuk MA negeri, swasta, maupun SMA?
Ya. Kop, logo, dan nama MA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk SMA, pilih jenjang SMA saat mengisi borang: materi Pengolahan Makanan Fungsional yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Prakarya dan Kewirausahaan SMA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.