Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas XII
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Warga belajar telah memiliki pemahaman dasar tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia dan tokoh-tokoh proklamator. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Kewargaan — elemen: Memahami peran sebagai warga negara
Warga belajar mengidentifikasi peran aktif masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, menumbuhkan rasa tanggung jawab. - Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Warga belajar menganalisis berbagai strategi perjuangan dan dampaknya, melatih kemampuan berpikir logis dan evaluatif. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Warga belajar bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun presentasi tentang tokoh daerah, melatih komunikasi efektif dan sinergi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Sejarah Indonesia |
| Rumusan CP Fase | Warga belajar mampu menganalisis secara kritis berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, termasuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dengan mengaitkannya pada konteks sosial, ekonomi, dan politik global serta dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Peristiwa pertempuran heroik di Surabaya pada 10 November 1945 adalah salah satu fakta kunci perjuangan mempertahankan kemerdekaan. |
| Konseptual | Konsep perjuangan fisik dan diplomasi merupakan inti strategi Indonesia dalam menghadapi upaya Belanda merebut kembali kemerdekaan. |
| Prosedural | Warga belajar akan mempelajari langkah-langkah dalam menganalisis sumber sejarah dan menyusun narasi kronologis peristiwa perjuangan. |
| Metakognitif | Warga belajar akan menyadari bagaimana pemahaman sejarah perjuangan dapat membentuk identitas bangsa dan memotivasi tindakan di masa kini. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis sumber sejarah, warga belajar dapat mengidentifikasi latar belakang dan bentuk-bentuk perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan tepat.
- Dengan diskusi kelompok, warga belajar dapat menganalisis strategi diplomasi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dengan memberikan minimal tiga contoh kasus.
- Setelah mengamati peta, warga belajar dapat menunjukkan lokasi peristiwa penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Indonesia secara akurat.
- Melalui studi kasus, warga belajar dapat mengevaluasi peran tokoh daerah dan organisasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia secara kritis.
- Dengan presentasi kelompok, warga belajar dapat menyajikan hasil analisis mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan runtut dan jelas.
Pemahaman bermakna: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia bukan hanya tentang perang fisik, tetapi juga melibatkan strategi diplomasi cerdas yang menunjukkan ketangguhan dan kearifan bangsa dalam menghadapi tekanan internasional.
Pertanyaan pemantik: "Menurutmu, apakah Indonesia bisa merdeka tanpa adanya perlawanan bersenjata?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Memahami nilai-nilai kebangsaan dan persatuan yang terkandung dalam perjuangan kemerdekaan. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan menyajikan informasi secara lisan dan tulisan yang efektif melalui presentasi dan penulisan laporan. Sosiologi: Menganalisis peran struktur sosial dan dinamika kelompok masyarakat dalam menghadapi agresi militer. |
| Kemitraan Pembelajaran | Warga belajar dapat mewawancarai sesepuh di komunitas atau tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang sejarah lokal perjuangan kemerdekaan untuk melengkapi data. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dapat memanfaatkan perpustakaan daerah atau museum lokal untuk mencari sumber sejarah, serta menggunakan ruang kelas yang ditata nyaman untuk diskusi kelompok. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video dokumenter, artikel daring, dan platform kolaborasi online (misalnya Google Docs) untuk riset dan penyusunan materi presentasi kelompok. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis sumber sejarah, warga belajar dapat mengidentifikasi latar belakang dan bentuk-bentuk perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Gambar Pahlawan: Tutor menampilkan gambar pahlawan nasional, warga belajar menebak namanya dan peristiwa yang terkait. Ini membantu mengaktifkan ingatan awal.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan diskusi kelompok, warga belajar dapat menganalisis strategi diplomasi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dengan memberikan minimal tiga contoh kasus. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Rantai Kata Kunci: Tutor menyebut satu kata kunci (misal: 'Linggarjati'), warga belajar berikutnya menyebut kata yang terkait. Ini melatih asosiasi dan fokus.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 40 menit
Tujuan: Warga belajar dapat mengidentifikasi latar belakang, bentuk, dan tokoh kunci perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.
Info singkat: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah babak krusial dalam sejarah bangsa, menunjukkan keteguhan dan semangat pantang menyerah. Setelah proklamasi, Indonesia harus menghadapi upaya Belanda untuk kembali berkuasa.
Alat & bahan: Teks bacaan, video singkat, alat tulis, kertas flipchart
Langkah kerja:
- Amati gambar peta persebaran peristiwa perjuangan fisik di Indonesia. Diskusikan dengan kelompokmu, mengapa pertempuran banyak terjadi di berbagai daerah?
Gambar 1. Peta pikiran - Bacalah teks 'Latar Belakang dan Bentuk Perjuangan Fisik' serta 'Strategi Diplomasi Indonesia' yang telah disediakan tutor.
- Identifikasi minimal tiga peristiwa perjuangan fisik dan tiga perundingan diplomasi. Catat nama peristiwa, tokoh terkait, dan hasil pentingnya.
- Diskusikan dalam kelompok: 'Menurut kalian, strategi mana yang paling efektif dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia? Mengapa?'
- Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil diskusi kelompokmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
- Siapa saja tokoh yang berperan dalam peristiwa Proklamasi?
- Menurutmu, apakah setelah Proklamasi, Indonesia langsung bebas dari penjajahan?
- Apakah kamu pernah mendengar tentang perjuangan fisik atau diplomasi setelah kemerdekaan?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif warga belajar dalam diskusi kelompok dan kualitas penyelesaian LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi kelompok mengenai analisis perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan tes tertulis akhir modul.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi latar belakang dan bentuk perjuangan fisik | Latar belakang dan bentuk perjuangan fisik | 3 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menganalisis strategi diplomasi Indonesia | Strategi diplomasi dan perundingan penting | 3 JP | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| 3 | Mengevaluasi peran tokoh daerah dan menyajikan hasil analisis | Peran tokoh daerah, presentasi analisis | 3 JP | Kewargaan, Kolaborasi |
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah babak krusial dalam sejarah bangsa, menunjukkan keteguhan dan semangat pantang menyerah. Setelah proklamasi, Indonesia harus menghadapi upaya Belanda untuk kembali berkuasa. Modul ini akan membawa Anda menelusuri berbagai bentuk perjuangan, baik melalui jalur fisik maupun diplomasi, serta memahami peran beragam elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan.
1. Latar Belakang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda dengan bantuan Sekutu (AFNEI) berusaha menguasai kembali Indonesia. Pasukan Sekutu mendarat di berbagai kota besar, memicu kemarahan rakyat Indonesia yang telah merasakan kemerdekaan. Tujuan utama Belanda adalah mendirikan kembali pemerintahan kolonial di Indonesia. Hal ini memicu gelombang perlawanan dari rakyat dan tentara Indonesia yang baru terbentuk. Berbagai insiden dan provokasi oleh pihak Belanda dan Sekutu semakin memperkeruh suasana, sehingga pertempuran tidak dapat dihindari di berbagai daerah, menandai dimulainya periode revolusi fisik.
2. Bentuk-bentuk Perjuangan Fisik
Perjuangan fisik dilakukan melalui pertempuran bersenjata di berbagai daerah. Contohnya adalah Pertempuran Surabaya (10 November 1945) yang dipimpin oleh Bung Tomo, Pertempuran Ambarawa (Desember 1945) yang dipimpin oleh Kolonel Sudirman, dan Bandung Lautan Api (Maret 1946) di mana rakyat membakar kota Bandung agar tidak dimanfaatkan Sekutu. Selain itu, ada pula pertempuran Medan Area dan perlawanan di Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Perjuangan fisik ini menunjukkan semangat heroik rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dengan segala daya dan upaya.
3. Strategi Diplomasi Indonesia
Selain perjuangan fisik, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dan menyelesaikan konflik dengan Belanda secara damai. Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir dan H. Agus Salim memainkan peran penting dalam perundingan-perundingan ini. Diplomasi bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara berdaulat dan sah. Ini merupakan upaya cerdas untuk meraih dukungan internasional dan menekan Belanda agar mengakui kemerdekaan Indonesia tanpa harus terus-menerus berperang.
4. Perundingan Linggarjati (1946)
Perundingan Linggarjati adalah salah satu upaya diplomasi awal antara Indonesia dan Belanda. Hasil perundingan ini antara lain Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura. Republik Indonesia dan Belanda akan membentuk negara federasi bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). Meskipun menimbulkan pro dan kontra di kalangan bangsa Indonesia, perundingan ini menjadi langkah awal pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia, menunjukkan pentingnya jalur negosiasi di tengah gejolak perang.
5. Perundingan Renville (1948)
Perundingan Renville dilaksanakan di atas kapal perang USS Renville milik Amerika Serikat. Hasil perundingan ini lebih merugikan pihak Indonesia karena wilayah de facto Indonesia semakin menyempit, hanya tinggal Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian Sumatera. Perundingan ini dipicu oleh Agresi Militer Belanda I yang melanggar Perundingan Linggarjati. Meskipun hasilnya kurang memuaskan, perundingan Renville menunjukkan komitmen Indonesia untuk tetap berdiplomasi dan mencari solusi damai di bawah tekanan militer.
6. Perundingan Roem-Roijen (1949)
Perundingan Roem-Roijen merupakan kelanjutan dari upaya diplomasi setelah Agresi Militer Belanda II. Perundingan ini menghasilkan kesepakatan bahwa Belanda akan menghentikan operasi militer, mengembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta, dan akan diselenggarakan Konferensi Meja Bundar. Perjanjian ini menjadi jembatan penting menuju pengakuan kedaulatan penuh Indonesia, menunjukkan bahwa tekanan internasional dan kegigihan diplomasi Indonesia akhirnya membuahkan hasil signifikan.
7. Peran Tokoh Daerah dan Organisasi
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan peran aktif tokoh-tokoh daerah dan berbagai organisasi lokal. Mereka menggerakkan rakyat untuk melawan penjajah, membentuk laskar-laskar perjuangan, dan mendukung logistik para pejuang. Contohnya adalah peran Sultan Hamengkubuwono IX di Yogyakarta, atau laskar-laskar rakyat di berbagai daerah. Kontribusi mereka sangat vital dalam menjaga semangat perjuangan dan mempertahankan wilayah dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan diraih berkat perjuangan seluruh elemen bangsa.
Rangkuman: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah periode krusial pasca-proklamasi yang melibatkan perjuangan fisik dan diplomasi. Pertempuran heroik di berbagai daerah menunjukkan semangat perlawanan rakyat, sementara perundingan seperti Linggarjati, Renville, dan Roem-Roijen adalah bukti kecerdasan diplomasi Indonesia. Seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh dan organisasi daerah, bersatu padu menghadapi upaya Belanda untuk kembali berkuasa, hingga akhirnya kedaulatan penuh Indonesia diakui dunia.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| De facto | Pengakuan suatu negara secara kenyataan |
| De jure | Pengakuan suatu negara secara hukum |
| Diplomasi | Seni bernegosiasi antara negara |
| Agresi Militer | Serangan militer berskala besar |
| Kedaulatan | Kekuasaan tertinggi suatu negara |
| Federasi | Gabungan beberapa negara bagian yang berdaulat |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan" mata pelajaran Sejarah Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Semester 2 / Genap2 materi · siap dibuatkan
Indonesia Masa Orde BaruBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisIndonesia Masa ReformasiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Sejarah di kelas lain
Kolonialisme dan ImperialismeSejarah Kelas XI Paket CHindu-Buddha di IndonesiaSejarah Kelas X Paket CIslam di IndonesiaSejarah Kelas X Paket CKajian Ilmu SejarahSejarah Kelas X Paket CLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan pada Sejarah Paket C, Fase F, elemen Sejarah Indonesia.
Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Sejarah kelas XII Paket C di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini gratis?
Ya. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk kelas XII Paket C dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII Paket C. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk Sejarah kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas XII Paket C berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk Paket C negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama Paket C Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan disusun untuk Paket C dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.