SDKelas IIIFase B

Modul Ajar & RPP Bahasa Jawa Kelas III
Unggas-ungguh Basa Jawa

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Unggah-ungguh Basa Jawa adalah aturan berbahasa yang penting untuk menunjukkan sopan santun dan rasa hormat. Ada dua tingkatan utama: basa ngoko yang digunakan untuk teman sebaya atau yang lebih muda, dan basa krama yang digunakan untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Memahami dan mempraktikkan unggah-ungguh Basa Jawa membantu kita berkomunikasi dengan baik dan melestarikan budaya.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Unggas-ungguh Basa Jawa
Bahasa Jawa · Kelas III · Fase B
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Unggas-ungguh Basa Jawa
Bahasa Jawa · Fase B · Kelas III · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranBahasa Jawa
Fase / KelasB / III
Materi PokokUnggas-ungguh Basa Jawa
Alokasi Waktu2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah mengenal beberapa kata dalam Bahasa Jawa dan mampu mengucapkan sapaan dasar.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Komunikasi — menyampaikan dan menerima gagasan secara jelas dan santun
  2. Kewargaan — cinta tanah air, taat aturan, serta peduli pada sesama dan lingkungan
  3. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
Elemen / DomainBerbicara dan Mempresentasikan
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menggunakan kosakata Bahasa Jawa yang tepat dan santun dalam berbagai situasi komunikasi sehari-hari, serta mampu membedakan ragam basa ngoko dan krama dalam percakapan sederhana.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualUnggah-ungguh Basa Jawa adalah aturan penggunaan Bahasa Jawa yang berbeda berdasarkan siapa yang berbicara dan siapa yang diajak bicara, seperti penggunaan ngoko dan krama.
KonseptualKonsep inti unggah-ungguh basa Jawa adalah adanya tingkatan bahasa (ragam basa) yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat atau kesopanan kepada lawan bicara.
ProseduralPeserta didik akan belajar cara memilih dan menggunakan kosakata serta pola kalimat Bahasa Jawa yang sesuai dengan tingkatan unggah-ungguh (ngoko atau krama) dalam percakapan sederhana.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari pentingnya berbahasa Jawa dengan unggah-ungguh yang benar untuk menghargai orang lain dan melestarikan budaya Jawa.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan gambar dan tayangan video, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan penggunaan basa ngoko dan basa krama dengan tepat.
  2. Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat mengelompokkan contoh kalimat basa ngoko dan basa krama dalam percakapan sehari-hari secara runtut.
  3. Setelah berdiskusi dalam kelompok, peserta didik dapat menyusun dialog sederhana menggunakan basa ngoko dan basa krama sesuai konteks dengan benar.
  4. Melalui praktik bermain peran, peserta didik dapat mempraktikkan percakapan sederhana dengan unggah-ungguh Basa Jawa yang tepat dan santun.
Halaman 2 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami unggah-ungguh Basa Jawa membantu peserta didik berkomunikasi dengan sopan dan menghargai orang lain, serta melestarikan budaya lokal.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus berbicara berbeda kepada teman dan kepada Bapak/Ibu Guru?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Menumbuhkan sikap saling menghargai dan sopan santun sebagai wujud nilai-nilai Pancasila.
Seni Budaya: Memperkaya pemahaman tentang budaya Jawa melalui praktik berbahasa yang santun.
Bahasa Indonesia: Membandingkan struktur kalimat dan kosakata antara Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk membiasakan penggunaan basa ngoko dan krama di rumah sesuai konteks, serta menceritakan pengalaman mereka terkait unggah-ungguh basa.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan bermain peran, dengan poster-poster kecil berisi contoh kalimat ngoko dan krama sebagai pengingat.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video pendek dari YouTube yang berisi contoh percakapan basa Jawa sehari-hari, serta penggunaan aplikasi kamus Jawa-Indonesia sederhana untuk mencari kosakata.
Halaman 3 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan gambar dan tayangan video, peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan penggunaan basa ngoko dan basa krama dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menampilkan gambar 1 percakapan anak dengan teman sebaya dan gambar 2 percakapan anak dengan orang yang lebih tua, lalu bertanya: 'Apa bedanya cara bicara anak pada gambar ini?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami perbedaan basa ngoko dan krama, serta memotivasi peserta didik untuk aktif belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video pendek tentang percakapan sehari-hari dalam Bahasa Jawa yang menunjukkan perbedaan basa ngoko dan krama, lalu meminta peserta didik mengamati.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan LKPD 'Ayo Bedakan Basane!'
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi kata-kata yang berbeda pada setiap percakapan di video dan LKPD, kemudian mencatatnya.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasi mereka tentang perbedaan basa ngoko dan krama pada lembar kerja yang disediakan.
  2. Setiap kelompok memilih perwakilan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan perbedaan yang ditemukan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, mengoreksi jika ada kesalahan identifikasi.
  2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri basa ngoko dan basa krama berdasarkan contoh yang telah diamati.
  3. Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya unggah-ungguh Basa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan materi tentang perbedaan basa ngoko dan krama.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktifnya dan bertanya 'Bagaimana perasaan kalian setelah belajar ini? Apa yang paling menarik?'
  3. Guru memberikan tugas rumah sederhana dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Melalui praktik bermain peran, peserta didik dapat mempraktikkan percakapan sederhana dengan unggah-ungguh Basa Jawa yang tepat dan santun.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang basa ngoko dan krama melalui pertanyaan: 'Siapa yang masih ingat perbedaan ngoko dan krama?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mempraktikkan penggunaan basa ngoko dan krama dalam dialog, serta membangun semangat belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menampilkan beberapa skenario singkat percakapan sehari-hari (misalnya, meminta izin ke toilet kepada guru, menyapa tetangga, berbicara dengan teman) dan meminta peserta didik memikirkan bagaimana cara berbicara yang tepat.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya dan membagikan LKPD 'Ayo Gawe Dhialog!'
  3. Membimbing penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis skenario yang diberikan dan menentukan penggunaan basa ngoko atau krama yang sesuai untuk setiap situasi.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok menyusun dialog sederhana berdasarkan skenario yang dipilih, menggunakan basa ngoko dan krama secara bergantian.
  2. Peserta didik berlatih memainkan peran dialog yang telah disusun di dalam kelompok.
  3. Setiap kelompok secara bergiliran menampilkan hasil bermain peran di depan kelas, mempraktikkan dialog yang telah dibuat.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik positif dan konstruktif terhadap penampilan setiap kelompok, fokus pada ketepatan penggunaan basa dan kelancaran berbicara.
  2. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya penggunaan unggah-ungguh basa yang tepat dalam berbagai situasi.
  3. Guru mengajak peserta didik merefleksikan pengalaman mereka dalam menyusun dan mempraktikkan dialog.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik dan guru bersama-sama menyimpulkan pentingnya praktik unggah-ungguh Basa Jawa.
  2. Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha peserta didik dalam bermain peran, serta menanyakan 'Apa yang kalian pelajari dari praktik bermain peran hari ini?'
  3. Guru memberikan motivasi untuk terus melatih unggah-ungguh basa di kehidupan sehari-hari dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · AYO MEMBACA!Ayo Bedakan Basane!Nama: ........................... Kelas: ....... Tanggal: ..........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan kalimat basa ngoko dan basa krama dengan tepat.

Alat & bahan: Gambar percakapan, pensil, penghapus

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1234Mendatar4. Makan (krama)Menurun1. Pergi (ngoko)2. Pergi (krama)3. Makan (ngoko)
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati percakapan 1 antara Doni dan Siti, lalu baca dialognya dengan cermat.
  3. Amati percakapan 2 antara Ani dan Bapak Guru, lalu baca dialognya dengan cermat.
  4. Tuliskan kalimat-kalimat yang kamu temukan di kolom yang sesuai, apakah itu basa ngoko atau basa krama.
  5. Diskusikan dengan teman kelompokmu perbedaan yang kamu temukan dari kedua percakapan tersebut.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Bagaimana cara kamu menyapa temanmu saat bertemu?
  2. Bagaimana cara kamu menyapa Bapak/Ibu Gurumu?
  3. Coba sebutkan satu kata dalam Bahasa Jawa yang kamu tahu.
  4. Apakah kamu pernah mendengar orang berbicara dengan Bahasa Jawa yang berbeda-beda?

Formatif (proses): Observasi saat diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian LKPD untuk melihat kemampuan identifikasi dan pengelompokan basa.

Sumatif (akhir): Penilaian unjuk kerja saat bermain peran dialog untuk mengukur kemampuan praktik unggah-ungguh Basa Jawa.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi perbedaan penggunaan basa ngoko dan basa krama.Ciri-ciri basa ngoko dan krama.2 JPPenalaran Kritis
2Mengelompokkan contoh kalimat basa ngoko dan basa krama.Contoh kalimat ngoko dan krama.2 JPPenalaran Kritis
3Menyusun dialog sederhana menggunakan basa ngoko dan basa krama.Struktur dialog basa Jawa.2 JPKomunikasi
4Mempraktikkan percakapan dengan unggah-ungguh Basa Jawa.Praktik berbicara basa Jawa.2 JPKomunikasi, Kewargaan
Halaman 8 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Basa Jawa memiliki aturan khusus yang disebut unggah-ungguh. Aturan ini membuat kita tahu bagaimana berbicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua atau yang harus kita hormati, dan bagaimana berbicara akrab dengan teman sebaya. Dengan memahami unggah-ungguh, kita bisa berkomunikasi lebih baik dan menjaga kebudayaan Jawa yang luhur.

1. Apa itu Unggah-ungguh Basa Jawa?
Unggah-ungguh Basa Jawa adalah tata krama atau aturan dalam menggunakan Bahasa Jawa. Aturan ini sangat penting untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan santun kepada orang lain. Ada berbagai tingkatan bahasa yang digunakan tergantung siapa yang berbicara dan siapa yang diajak bicara. Ini bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang cara kita bersikap saat berbicara. Dengan unggah-ungguh, komunikasi menjadi lebih halus dan penuh penghargaan.

2. Basa Ngoko: Bahasa untuk Teman Akrab
Basa ngoko adalah tingkatan Bahasa Jawa yang paling sederhana dan akrab. Biasanya, basa ngoko digunakan saat kita berbicara dengan teman sebaya, adik, atau orang yang sudah sangat akrab dan usianya lebih muda. Contoh kata ngoko adalah 'mangan' (makan), 'turu' (tidur), 'lunga' (pergi). Penggunaan basa ngoko menunjukkan keakraban, tetapi tetap harus dengan nada yang baik dan tidak kasar. Sangat penting untuk tahu kapan harus menggunakan ngoko.

3. Basa Krama: Bahasa Hormat
Basa krama adalah tingkatan Bahasa Jawa yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat. Kita menggunakan basa krama saat berbicara dengan orang yang lebih tua, orang yang dihormati seperti Bapak/Ibu Guru, orang tua, atau orang yang baru dikenal. Contoh kata krama adalah 'dhahar' (makan), 'tilem' (tidur), 'tindak' (pergi). Ada juga krama alus yang lebih halus lagi. Menggunakan basa krama menunjukkan kita menghargai lawan bicara.

4. Membedakan Ngoko dan Krama dalam Percakapan
Untuk membedakan basa ngoko dan krama, perhatikan kata-kata yang digunakan. Misalnya, jika temanmu bertanya 'Kowe arep menyang ngendi?' (Kamu mau pergi ke mana?), itu adalah ngoko. Tetapi jika kamu bertanya kepada Bapak Guru, 'Bapak badhe tindak pundi?' (Bapak mau pergi ke mana?), itu adalah krama. Kata 'kowe' menjadi 'panjenengan', 'arep' menjadi 'badhe', dan 'menyang' menjadi 'tindak'. Latihan membedakan ini akan membuat kita semakin terbiasa.

5. Pentingnya Menggunakan Unggah-ungguh Basa
Menggunakan unggah-ungguh Basa Jawa yang tepat sangat penting. Pertama, ini adalah bentuk sopan santun dan penghormatan kepada orang lain. Kedua, ini membantu melestarikan budaya Jawa yang kaya. Ketiga, dengan berbahasa yang baik, kita akan lebih mudah diterima dan dihormati oleh masyarakat. Jadi, mari kita belajar dan berlatih menggunakan basa ngoko dan krama dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkuman: Unggah-ungguh Basa Jawa adalah aturan berbahasa yang penting untuk menunjukkan sopan santun dan rasa hormat. Ada dua tingkatan utama: basa ngoko yang digunakan untuk teman sebaya atau yang lebih muda, dan basa krama yang digunakan untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Memahami dan mempraktikkan unggah-ungguh Basa Jawa membantu kita berkomunikasi dengan baik dan melestarikan budaya.

Halaman 9 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Unggah-ungguhTata krama atau aturan berbahasa
Basa NgokoBahasa Jawa tingkat rendah, untuk teman sebaya/lebih muda
Basa KramaBahasa Jawa tingkat tinggi, untuk orang tua/dihormati
DhaharMakan (krama)
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Bahasa Jawa · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Unggas-ungguh Basa Jawa" mata pelajaran Bahasa Jawa Kelas III ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Unggas-ungguh Basa Jawa — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Unggas-ungguh Basa Jawa ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIIPeta Konsep
Unggas-ungguh Basa JawaApa itu Unggah-ungguh Basa Jawa?Basa Ngoko: Bahasa untuk Teman AkrabBasa Krama: Bahasa HormatMembedakan Ngoko dan Krama dalam PercakapanPentingnya Menggunakan Unggah-ungguh Basa
Dari sub-bab Unggas-ungguh Basa JawaHalaman 12
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaBahasa Jawa · Kelas IIIProfil Lulusan
KomunikasiKewargaanPenalaran kritis
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Bahasa Jawa kelas 3 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas III dan kelas 3 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Unggas-ungguh Basa Jawa pada Bahasa Jawa SD, Fase B, elemen Berbicara dan Mempresentasikan.

Modul Unggas-ungguh Basa Jawa ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Unggas-ungguh Basa Jawa untuk Bahasa Jawa kelas III.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa materi Unggas-ungguh Basa Jawa ini gratis?

Ya. Modul Unggas-ungguh Basa Jawa untuk kelas III SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Unggas-ungguh Basa Jawa ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Bahasa Jawa kelas III ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Bahasa Jawa kelas III langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Unggas-ungguh Basa Jawa ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Unggas-ungguh Basa Jawa dapat Anda sesuaikan dengan murid Bahasa Jawa kelas III di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Bahasa Jawa kelas III ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Unggas-ungguh Basa Jawa ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase B untuk kelas III SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Unggas-ungguh Basa Jawa tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Unggas-ungguh Basa Jawa untuk Bahasa Jawa kelas III di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Unggas-ungguh Basa Jawa ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Bahasa Jawa kelas III SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Unggas-ungguh Basa Jawa beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Bahasa Jawa kelas III berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Bahasa Jawa ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?

Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Unggas-ungguh Basa Jawa yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Bahasa Jawa SDSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.