Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Buddha Kelas V
Indahnya Perbedaan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha |
| Fase / Kelas | C / V |
| Materi Pokok | Indahnya Perbedaan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah mengenal berbagai perbedaan yang ada di lingkungan sekitar mereka, seperti perbedaan jenis kelamin, hobi, atau makanan kesukaan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: Akhlak Beragama
Peserta didik menunjukkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan keyakinan serta praktik keagamaan antarumat beragama. - kewargaan — elemen: Berkebinekaan Global
Peserta didik memahami dan menghargai berbagai latar belakang budaya, suku, dan agama di lingkungan sekitar sebagai kekayaan bangsa. - kolaborasi — elemen: Kerja Sama
Peserta didik mampu bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki latar belakang berbeda untuk mencapai tujuan bersama.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik memahami pentingnya toleransi, saling menghargai, dan hidup rukun dalam keberagaman agama dan budaya di Indonesia, serta mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Perbedaan suku, agama, budaya, dan karakteristik fisik adalah fakta yang ada di Indonesia dan juga di lingkungan kelas. |
| Konseptual | Konsep utama adalah toleransi, kerukunan, dan harmoni dalam keberagaman sebagai ajaran Buddha. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar cara berinteraksi secara positif dan menghargai teman yang berbeda latar belakang. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya menerima dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari pengembangan diri dan masyarakat. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menerima dan menghargai semua makhluk hidup sebagai wujud cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai ajaran Buddha. |
| 2. Cinta Ilmu | Mempelajari dan memahami pentingnya nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menjaga lingkungan sosial agar tetap harmonis dan damai dengan menghargai setiap perbedaan yang ada di dalamnya. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap welas asih dan cinta kasih kepada diri sendiri dan sesama manusia tanpa memandang latar belakang. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menerapkan nilai-nilai persatuan dalam keberagaman untuk memperkuat persaudaraan di lingkungan sekolah dan masyarakat Indonesia. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh perbedaan yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
- Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik mampu menjelaskan pentingnya sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan sesuai ajaran Buddha secara runtut.
- Dengan berdiskusi, peserta didik dapat merumuskan minimal tiga cara menghargai perbedaan di sekolah dan di rumah secara mandiri.
- Melalui simulasi peran, peserta didik dapat mempraktikkan sikap toleransi dan kerukunan dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang dengan percaya diri.
- Setelah menyelesaikan proyek sederhana, peserta didik mampu menyajikan hasil karya yang menunjukkan keberagaman dan persatuan dengan kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan dan mengajarkan kita untuk saling menghargai serta hidup rukun sesuai ajaran Buddha.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus berteman baik dengan semua orang, meskipun kita berbeda agama, suku, atau punya kebiasaan yang tidak sama?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Memahami Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa yang menekankan persatuan dalam keberagaman. Bahasa Indonesia: Mengembangkan keterampilan berbahasa untuk menyampaikan gagasan tentang toleransi dan menulis cerita pendek tentang persahabatan antarperbedaan. Seni Rupa: Membuat karya visual (poster/kolase) yang merepresentasikan keindahan perbedaan budaya dan agama. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua diajak berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka dalam menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat kepada anak-anak di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Lingkungan kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok, dilengkapi dengan area pajang untuk hasil karya proyek yang menunjukkan keberagaman. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek inspiratif tentang keberagaman dan toleransi dari platform edukasi sebagai stimulus awal diskusi dan referensi proyek. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh perbedaan yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tepuk Perbedaan: Guru memimpin tepuk tangan dengan pola berbeda-beda (misal: satu kali, dua kali, tiga kali) dan meminta peserta didik mengikuti, lalu bertanya apa yang dirasakan saat ada perbedaan pola.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik mampu menjelaskan pentingnya sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan sesuai ajaran Buddha secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Lingkaran Cerita: Peserta didik duduk melingkar. Guru memulai sebuah kalimat pendek tentang perbedaan (misal: 'Aku suka makan nasi goreng, tapi temanku suka bakso.'), lalu setiap peserta didik melanjutkan dengan kalimat serupa secara bergantian.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 30 menit
Tujuan: Kamu akan mengidentifikasi dan mencatat perbedaan yang ada di antara teman-teman sekelompokmu.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Kita memiliki banyak suku, bahasa, adat istiadat, dan agama yang berbeda.
Alat & bahan: Alat tulis, kertas gambar, spidol warna
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 yang menunjukkan anak-anak dari berbagai suku bangsa di Indonesia.
- Diskusikan dengan teman kelompokmu tentang perbedaan apa saja yang ada di antara kalian (misalnya, hobi, makanan kesukaan, suku, atau cita-cita).
- Catatlah minimal lima perbedaan yang kalian temukan pada tabel yang tersedia.
- Pilih tiga perbedaan yang paling menarik, lalu tuliskan mengapa perbedaan itu membuat kelompokmu menjadi unik dan istimewa.
- Buatlah rangkuman singkat tentang bagaimana kalian bisa tetap rukun meskipun memiliki banyak perbedaan.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja perbedaan yang kamu tahu ada di kelas ini?
- Menurutmu, apakah berbeda itu baik atau tidak? Mengapa?
- Pernahkah kamu melihat temanmu bertengkar karena perbedaan? Bagaimana perasaanmu saat itu?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kontribusi mereka dalam merumuskan ide proyek.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek 'Indahnya Perbedaan' dan presentasi kelompok mengenai cara menghargai perbedaan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi minimal tiga contoh perbedaan yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat. | Jenis-jenis perbedaan (suku, agama, hobi, dll.) | 3 JP | kewargaan |
| 2 | Menjelaskan pentingnya sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan sesuai ajaran Buddha secara runtut. | Toleransi dan ajaran Buddha (Metta, Karuna) | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Merumuskan minimal tiga cara menghargai perbedaan di sekolah dan di rumah secara mandiri. | Cara menghargai perbedaan dan perencanaan proyek | 3 JP | kolaborasi |
| 4 | Mempraktikkan sikap toleransi dan kerukunan dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang dengan percaya diri. | Simulasi interaksi dan penyelesaian konflik | 3 JP | kolaborasi |
Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Kita memiliki banyak suku, bahasa, adat istiadat, dan agama yang berbeda. Keberagaman ini adalah anugerah yang membuat hidup kita lebih berwarna dan menarik. Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk menghargai semua makhluk hidup dan hidup berdampingan secara damai, meskipun ada perbedaan.
1. Mengenal Berbagai Perbedaan di Sekitar Kita
Di lingkungan kita, ada banyak sekali perbedaan. Misalnya, ada teman yang suka membaca buku, ada yang suka bermain bola. Ada teman yang berasal dari suku Jawa, ada yang dari suku Batak atau Sunda. Ada yang beragama Buddha, Islam, Kristen, Hindu, atau Konghucu. Bahkan, makanan kesukaan atau cara berbicara pun bisa berbeda. Perbedaan-perbedaan ini adalah hal yang wajar dan membuat kita menjadi unik. Mengenali perbedaan adalah langkah pertama untuk bisa menghargainya.
2. Indahnya Keberagaman
Coba bayangkan jika semua bunga di taman berwarna merah, atau semua makanan rasanya sama. Pasti membosankan, bukan? Sama halnya dengan manusia. Perbedaan membuat kita bisa belajar banyak hal baru dari orang lain. Kita bisa mengenal budaya baru, makanan baru, atau cara pandang yang berbeda. Keberagaman adalah kekayaan yang harus kita jaga dan syukuri. Ini adalah cerminan dari semboyan bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'.
3. Pentingnya Sikap Toleransi
Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menerima perbedaan. Ini berarti kita tidak boleh mengejek atau merendahkan orang lain karena mereka berbeda dengan kita. Toleransi juga berarti kita mau mendengarkan pendapat orang lain, meskipun kita tidak setuju. Dengan bersikap toleran, kita bisa hidup rukun dan damai dengan siapa pun. Tanpa toleransi, perbedaan bisa menyebabkan pertengkaran atau bahkan perpecahan.
4. Ajaran Buddha tentang Menghargai Perbedaan
Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk mengembangkan Metta (cinta kasih universal) dan Karuna (welasa asih). Metta berarti mengembangkan cinta kasih tanpa batas kepada semua makhluk, tanpa memandang perbedaan. Karuna berarti memiliki perasaan welas asih terhadap penderitaan makhluk lain dan berusaha meringankannya. Dengan mempraktikkan Metta dan Karuna, kita akan mampu menerima dan menghargai perbedaan dengan tulus, menciptakan kedamaian dalam diri dan lingkungan sekitar.
5. Cara Menghargai Perbedaan di Sekolah dan Rumah
Ada banyak cara sederhana untuk menghargai perbedaan. Di sekolah, kamu bisa mengajak semua teman bermain tanpa membeda-bedakan, mendengarkan pendapat teman saat diskusi, atau membantu teman yang kesulitan belajar. Di rumah, kamu bisa menghormati kebiasaan anggota keluarga yang berbeda, atau menghargai pilihan teman-temanmu. Ingatlah, setiap orang berhak dihormati dan dihargai apa adanya. Mulailah dari dirimu sendiri untuk menjadi contoh yang baik.
6. Manfaat Menghargai Perbedaan
Menghargai perbedaan membawa banyak manfaat. Pertama, kita akan memiliki banyak teman dari berbagai latar belakang. Kedua, lingkungan akan menjadi lebih damai dan harmonis. Ketiga, kita bisa belajar banyak hal baru dan memperluas wawasan kita. Keempat, kita akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana, sabar, dan penuh pengertian. Dengan demikian, hidup kita akan menjadi lebih bahagia dan bermakna.
Rangkuman: Perbedaan adalah bagian alami dari kehidupan yang membuat kita unik dan memperkaya lingkungan. Indonesia kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya yang harus kita syukuri. Sikap toleransi, yaitu saling menghargai dan menerima perbedaan, sangat penting untuk menciptakan kerukunan. Ajaran Buddha melalui Metta dan Karuna mengajarkan kita untuk mengembangkan cinta kasih universal kepada semua makhluk, tanpa membeda-bedakan. Dengan mempraktikkan toleransi, kita dapat hidup damai dan harmonis.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Keberagaman | Keadaan yang menunjukkan adanya berbagai perbedaan dalam suatu masyarakat atau lingkungan. |
| Toleransi | Sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan antarindividu atau kelompok. |
| Metta | Cinta kasih universal tanpa batas dalam ajaran Buddha. |
| Karuna | Welasa asih atau belas kasihan terhadap penderitaan makhluk lain dalam ajaran Buddha. |
| Kerukunan | Keadaan damai dan harmonis tanpa pertengkaran atau perselisihan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Indahnya Perbedaan" mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas V ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Indahnya Perbedaan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Buddha Kelas V Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 materi · siap dibuatkan
Riwayat Pangeran SiddhartaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerbakti kepada Orang TuaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCinta Kasih (Metta)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerbuatan Baik dan BurukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Hari Raya WaisakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerdana dan BerbagiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeditasi Sederhana (Ketenangan)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSahabat yang BaikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Buddha di kelas lain
Sikap Musyawarah dalam Menghadapi PerbedaanPendidikan Agama Buddha Kelas VI SDRiwayat Pangeran SiddhartaPendidikan Agama Buddha Kelas VI SDIndahnya Budaya dan BahasakuPendidikan Agama Buddha Kelas III SDPerbedaan dalam Agama BuddhaPendidikan Agama Buddha Kelas IV SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha Kelas V →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas 5 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas V dan kelas 5 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Indahnya Perbedaan pada Pendidikan Agama Buddha SD, Fase C, elemen Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama.
Modul Indahnya Perbedaan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Indahnya Perbedaan untuk Pendidikan Agama Buddha kelas V.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha materi Indahnya Perbedaan ini gratis?
Ya. Modul Indahnya Perbedaan untuk kelas V SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Indahnya Perbedaan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Buddha kelas V ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Buddha kelas V langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Indahnya Perbedaan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Indahnya Perbedaan dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Buddha kelas V di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas V ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Indahnya Perbedaan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas V SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Indahnya Perbedaan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Indahnya Perbedaan untuk Pendidikan Agama Buddha kelas V di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Indahnya Perbedaan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Buddha kelas V SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Indahnya Perbedaan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Buddha kelas V berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Buddha ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Indahnya Perbedaan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.