Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Buddha Kelas VI
Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
- 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami pentingnya hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- keimanan dan ketakwaan — elemen: akhlak beragama
Peserta didik menunjukkan sikap hormat dan toleransi terhadap perbedaan pendapat sebagai bagian dari ajaran agama Buddha. - kolaborasi — elemen: kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai kesepakatan melalui musyawarah dengan saling menghargai. - penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik mampu menganalisis berbagai pendapat dan mencari solusi terbaik dalam situasi perbedaan pandangan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Sila |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sikap musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menghadapi perbedaan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Musyawarah adalah praktik umum dalam masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan bersama. |
| Konseptual | Musyawarah adalah proses diskusi untuk mencapai mufakat dengan menghargai setiap perbedaan pendapat. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar langkah-langkah dalam melaksanakan musyawarah, mulai dari menyampaikan pendapat hingga mengambil keputusan bersama. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya memahami sudut pandang orang lain dan bagaimana musyawarah membantu membangun keharmonisan. |
Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Menunjukkan rasa hormat dan toleransi terhadap perbedaan pandangan sebagai wujud cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ajaran Buddha. |
| 2. Cinta Ilmu | Bersemangat dalam mencari pengetahuan tentang cara terbaik menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menerapkan hasil musyawarah untuk menjaga keharmonisan lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, bebas dari konflik. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Menghargai setiap pendapat teman, menyampaikan ide dengan santun, dan mendengarkan dengan saksama sebagai wujud cinta diri dan sesama manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Berpartisipasi aktif dalam musyawarah untuk kemajuan bersama, menunjukkan semangat kebersamaan sebagai warga negara Indonesia yang baik. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi pentingnya sikap musyawarah dalam menghadapi perbedaan pendapat dengan tepat.
- Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis prinsip-prinsip musyawarah yang sesuai dengan nilai-nilai agama Buddha secara runtut.
- Melalui simulasi, peserta didik dapat mempraktikkan cara menyampaikan pendapat dengan santun dan mendengarkan orang lain dengan saksama dalam musyawarah.
- Dengan penugasan proyek, peserta didik mampu menyusun hasil kesepakatan musyawarah yang mencerminkan nilai kebersamaan dan toleransi dengan mandiri.
Pemahaman bermakna: Musyawarah adalah cara yang bijaksana untuk menyelesaikan perbedaan dan mencapai kesepakatan yang membawa kebaikan bersama, sesuai ajaran Buddha tentang kerukunan dan kasih sayang.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita mengambil keputusan bersama yang adil ketika ada banyak pendapat berbeda?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Pendidikan Pancasila: Kaitan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Keempat, dalam praktik musyawarah untuk mencapai mufakat. Bahasa Indonesia: Kaitan dengan keterampilan menyampaikan pendapat secara lisan dan menuliskan hasil musyawarah dengan bahasa yang baik dan benar. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan dengan meminta peserta didik menceritakan pengalaman musyawarah di rumah atau lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang diatur fleksibel untuk diskusi kelompok dan simulasi akan mendukung pembelajaran interaktif dan kolaboratif. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video pendek tentang musyawarah atau platform diskusi daring sederhana dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi pentingnya sikap musyawarah dalam menghadapi perbedaan pendapat dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tebak Kata Berbisik: Guru membisikkan satu kata terkait musyawarah ke peserta didik pertama, lalu peserta didik membisikkan ke teman sebelahnya sampai akhir. Peserta didik terakhir menyebutkan kata tersebut.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan berdiskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis prinsip-prinsip musyawarah yang sesuai dengan nilai-nilai agama Buddha secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 20 menit | Ice breaking: Tepuk Musyawarah: Guru memimpin tepuk tangan dengan pola 'Tepuk musyawarah! Setuju! Damai! Mufakat!' untuk membangkitkan semangat dan fokus pada materi.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 20 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 30 menit
Tujuan: Kamu akan belajar mengidentifikasi masalah, menganalisis solusi, dan mempraktikkan musyawarah.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Isi identitasmu. 3) Kerjakan langkah kegiatan bersama kelompokmu.
Info singkat: Musyawarah adalah salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan mencapai kesepakatan yang adil. Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk mengembangkan cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan, yang sangat relevan dalam praktik musyawarah.
Alat & bahan: Kertas, pensil, spidol, kertas tempel
Langkah kerja:
- Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
Gambar 1. Teka-teki silang - Perhatikan yang disajikan guru. Diskusikan dengan kelompokmu, apa masalah yang terjadi?
- Tuliskan pendapatmu tentang penyebab masalah tersebut pada kolom 'Penyebab Masalah' di tabel.
- Curah pendapatlah untuk menemukan berbagai solusi yang mungkin untuk mengatasi masalah tersebut.
- Pilihlah satu solusi terbaik menurut kelompokmu dan tuliskan alasannya di kolom 'Solusi Terbaik'.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu lakukan jika temanmu memiliki pendapat yang berbeda denganmu?
- Mengapa penting untuk mendengarkan pendapat orang lain?
- Pernahkah kamu mengikuti musyawarah? Ceritakan sedikit pengalamanmu!
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan simulasi musyawarah.
Sumatif (akhir): Penilaian hasil proyek laporan musyawarah dan presentasi kelompok.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi pentingnya sikap musyawarah dalam menghadapi perbedaan. | Pengertian dan manfaat musyawarah. | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis prinsip-prinsip musyawarah sesuai ajaran Buddha. | Prinsip Buddhis dalam musyawarah (Metta, Karuna, Sila). | 3 JP | keimanan dan ketakwaan |
| 3 | Mempraktikkan cara menyampaikan pendapat dan mendengarkan dalam musyawarah. | Simulasi musyawarah dan etika berkomunikasi. | 3 JP | kolaborasi |
| 4 | Menyusun hasil kesepakatan musyawarah yang mencerminkan nilai kebersamaan. | Penyusunan laporan dan presentasi hasil musyawarah. | 3 JP | kolaborasi |
Musyawarah adalah salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan mencapai kesepakatan yang adil. Dalam ajaran Buddha, kita diajarkan untuk mengembangkan cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan, yang sangat relevan dalam praktik musyawarah. Melalui musyawarah, kita belajar menghargai orang lain dan menciptakan kedamaian.
1. Apa Itu Musyawarah?
Musyawarah adalah proses berunding atau berdiskusi bersama untuk mencapai kesepakatan atau mufakat. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik dari berbagai perbedaan pendapat yang ada. Musyawarah penting untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kelompok atau masyarakat, karena keputusan yang diambil diharapkan dapat diterima oleh semua pihak. Dalam musyawarah, setiap anggota memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya.
2. Pentingnya Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan
Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan. Jika perbedaan ini tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan konflik. Musyawarah menjadi jembatan untuk menyatukan berbagai pandangan, mencari titik temu, dan menghasilkan keputusan yang menguntungkan semua. Dengan bermusyawarah, kita belajar untuk tidak memaksakan kehendak dan menghargai keberagaman pemikiran. Ini adalah wujud dari sikap toleransi dan empati.
3. Prinsip Musyawarah dalam Agama Buddha
Dalam ajaran Buddha, nilai-nilai seperti Metta (Cinta Kasih), Karuna (Welas Asih), Mudita (Simpati), Upekkha (Keseimbangan), dan Sila (Moralitas) sangat mendukung praktik musyawarah. Metta mengajarkan kita untuk berharap kebaikan bagi semua, Karuna mendorong kita untuk memahami penderitaan orang lain, dan Sila membimbing kita untuk berbicara jujur dan menghindari perkataan kasar. Prinsip-prinsip ini membantu menciptakan suasana musyawarah yang damai dan produktif.
4. Cara Menyampaikan Pendapat dengan Santun
Ketika bermusyawarah, menyampaikan pendapat dengan santun adalah kunci. Gunakan bahasa yang sopan, jelas, dan mudah dimengerti. Hindari nada suara yang tinggi atau kata-kata yang menyerang pribadi. Fokus pada masalah dan solusi, bukan pada menyalahkan orang lain. Mulailah dengan 'Menurut saya...' atau 'Bagaimana jika kita mencoba...'. Ini akan membuat pendapatmu lebih mudah diterima dan dipertimbangkan oleh anggota musyawarah lainnya.
5. Pentingnya Mendengarkan dengan Saksama
Selain menyampaikan pendapat, mendengarkan dengan saksama juga sangat penting. Berikan perhatian penuh saat orang lain berbicara, jangan memotong pembicaraan, dan cobalah memahami sudut pandang mereka. Mendengarkan dengan saksama menunjukkan rasa hormat dan membuka peluang untuk menemukan solusi yang lebih baik. Dengan mendengarkan, kita bisa mendapatkan informasi baru dan melihat masalah dari berbagai sisi, yang sangat membantu dalam mencapai mufakat.
6. Langkah-langkah Melakukan Musyawarah
Musyawarah biasanya dimulai dengan menyampaikan masalah yang akan dibahas. Kemudian, setiap anggota berkesempatan menyampaikan pendapat atau usulan. Setelah semua pendapat terkumpul, dilakukan diskusi untuk membandingkan, menganalisis kelebihan dan kekurangan setiap usulan. Selanjutnya, dicari titik temu atau kesepakatan yang paling baik. Terakhir, keputusan yang telah disepakati dicatat dan dilaksanakan bersama-sama dengan penuh tanggung jawab.
7. Manfaat Musyawarah
Musyawarah memiliki banyak manfaat. Pertama, keputusan yang diambil melalui musyawarah cenderung lebih adil dan diterima oleh semua pihak, sehingga mengurangi potensi konflik. Kedua, musyawarah melatih kita untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama. Ketiga, musyawarah menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif. Semua ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Rangkuman: Musyawarah adalah proses diskusi untuk mencapai kesepakatan bersama dalam menghadapi perbedaan pendapat. Penting untuk menyampaikan pendapat dengan santun dan mendengarkan dengan saksama, sesuai nilai Metta dan Karuna dalam agama Buddha. Musyawarah melatih berpikir kritis, kerja sama, dan menghasilkan keputusan yang adil, sehingga menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Musyawarah | Proses berunding atau berdiskusi untuk mencapai kesepakatan. |
| Mufakat | Kesepakatan bersama yang dicapai melalui musyawarah. |
| Toleransi | Sikap menghargai dan menerima perbedaan pendapat atau pandangan. |
| Metta | Cinta kasih universal dalam ajaran Buddha. |
| Karuna | Welas asih atau belas kasihan terhadap penderitaan makhluk lain. |
| Sila | Aturan moral atau etika dalam ajaran Buddha. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan" mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Pendidikan Agama Buddha Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Riwayat Pangeran SiddhartaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopBerbakti kepada Orang TuaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisCinta Kasih (Metta)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPerbuatan Baik dan BurukBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Hari Raya WaisakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerdana dan BerbagiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeditasi Sederhana (Ketenangan)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSahabat yang BaikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMateri Pendidikan Agama Buddha di kelas lain
Indahnya PerbedaanPendidikan Agama Buddha Kelas V SDPerbedaan dalam Agama BuddhaPendidikan Agama Buddha Kelas IV SDBerbakti kepada Orang TuaPendidikan Agama Buddha Kelas I SDBudaya di LingkungankuPendidikan Agama Buddha Kelas IV SDLihat semua Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha Kelas VI →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan pada Pendidikan Agama Buddha SD, Fase C, elemen Sila.
Modul Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan untuk Pendidikan Agama Buddha kelas VI.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha materi Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan ini gratis?
Ya. Modul Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Buddha kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Buddha kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Buddha kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 jo. Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan untuk Pendidikan Agama Buddha kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Buddha kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Buddha kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Pendidikan Agama Buddha ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Sikap Musyawarah dalam Menghadapi Perbedaan yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.