SD · Kelas VI · Fase C

Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Buddha Kelas VI
Riwayat Pangeran Siddharta

Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Buddha SD kelas VI materi Riwayat Pangeran Siddharta, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026.

Sampul modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas VI materi Riwayat Pangeran Siddharta — siap cetak A412 lembar A4✨ Bisa sampai 18 lembar lebih3 pertemuan · siap cetakLKPDATPAsesmenBahan ajarGlosariumWord (.docx) + PDF · atas nama AndaLihat isi lembarnya ↓
Ringkasan: Riwayat Pangeran Siddharta mengajarkan kita tentang perjalanan hidup yang penuh pencarian dan pengorbanan demi mencapai kebenaran. Mulai dari kelahiran di istana, melihat penderitaan melalui Empat Peristiwa Agung, hingga mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi, kisah ini menjadi inspirasi. Nilai-nilai seperti kebijaksanaan, kasih sayang, dan ketekunan merupakan inti yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
📥 Unduh dengan Nama & Kop Sekolah Saya — GRATISIsi nama & sekolah dulu · ±1 menit · Word + PDF tanpa watermark

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Riwayat Pangeran Siddharta
Pendidikan Agama Buddha · Kelas VI · Fase C
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Riwayat Pangeran Siddharta
Pendidikan Agama Buddha · Fase C · Kelas VI · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha
Fase / KelasC / VI
Materi PokokRiwayat Pangeran Siddharta
Alokasi Waktu3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
Model PembelajaranProblem Based Learning + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal tokoh-tokoh penting dalam agama Buddha dan beberapa ajaran dasar agama Buddha.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKeputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026
Elemen / DomainAjaran Buddha
Rumusan CP FasePeserta didik mampu memahami ajaran inti Buddha melalui kisah hidup Pangeran Siddharta, meneladani nilai-nilai luhur, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan perilaku yang sesuai dengan Dharma.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualRiwayat Pangeran Siddharta mencakup fakta-fakta historis tentang kelahiran, masa muda, pertapaan, dan pencerahan Sang Buddha.
KonseptualKonsep inti dari riwayat Pangeran Siddharta adalah pencarian kebenaran, pelepasan dari keduniawian, dan pencapaian pencerahan yang menjadi dasar ajaran Buddha.
ProseduralPeserta didik akan mempelajari langkah-langkah Pangeran Siddharta dalam mencari kebenaran dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.
MetakognitifPeserta didik akan menyadari bagaimana memahami riwayat Pangeran Siddharta membantu mereka mengembangkan kebijaksanaan dan perilaku terpuji.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah menyimak kisah, peserta didik dapat mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung dalam kehidupan Pangeran Siddharta secara runtut.
  3. Dengan menganalisis teks, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam riwayat Pangeran Siddharta dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari secara mandiri.
  4. Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menunjukkan sikap-sikap terpuji yang meneladani Pangeran Siddharta dalam menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri.
  5. Setelah membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan rangkuman riwayat Pangeran Siddharta lengkap dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif.
Halaman 2 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami riwayat Pangeran Siddharta bukan hanya mengetahui cerita masa lalu, tetapi juga menemukan inspirasi dan nilai-nilai luhur untuk membimbing kehidupan kita agar lebih bijaksana dan penuh kasih.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa Pangeran Siddharta, yang hidup dalam kemewahan, memilih untuk meninggalkan segalanya dan mencari jalan pencerahan?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning + praktik
Lintas Disiplin IlmuBahasa Indonesia: Peserta didik berlatih menyimak, membaca, dan menceritakan kembali kisah Riwayat Pangeran Siddharta dengan struktur yang baik.
Seni Budaya dan Prakarya: Peserta didik dapat membuat ilustrasi atau diorama sederhana yang menggambarkan peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta.
Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong yang tercermin dalam ajaran Buddha.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari cerita-cerita Buddhis lain yang relevan di rumah dan mendiskusikan nilai-nilai moral di dalamnya.
Lingkungan PembelajaranKelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan sudut baca yang berisi buku-buku cerita Buddhis sederhana; tersedia juga akses internet terbatas untuk mencari gambar atau video terkait.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video animasi atau ilustrasi digital tentang riwayat Pangeran Siddharta untuk menarik minat peserta didik dan membantu visualisasi cerita.
Halaman 3 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProblem Based Learning
Tujuan Pertemuan 1Setelah menyimak kisah, peserta didik dapat mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa sesuai keyakinan, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menampilkan gambar-gambar kemewahan istana dan kehidupan sederhana, lalu bertanya 'Mana yang lebih membahagiakan?' untuk mengaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi peristiwa penting Pangeran Siddharta dan pertanyaan pemantik yang akan dijawab bersama.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video singkat atau membacakan kisah awal kehidupan Pangeran Siddharta di istana dan empat pertemuan agung (orang tua, orang sakit, orang meninggal, pertapa), lalu bertanya 'Apa yang membuat Pangeran Siddharta gelisah meskipun hidup dalam kemewahan?'
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan diberikan LKPD untuk mencatat poin-poin penting dari kisah yang disajikan.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Masing-masing kelompok membaca kembali kisah Pangeran Siddharta (teks bahan ajar) dan berdiskusi untuk mengidentifikasi empat peristiwa penting yang dialami Pangeran Siddharta.
  2. Setiap kelompok menuliskan peristiwa-peristiwa tersebut pada lembar kerja yang disediakan, termasuk lokasi dan dampak emosional Pangeran Siddharta.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasinya di depan kelas.
  2. Guru dan peserta didik lainnya memberikan umpan balik dan pertanyaan untuk memperjelas pemahaman.
  3. Guru memberikan penguatan tentang Empat Peristiwa Agung dan bagaimana peristiwa tersebut memicu Pangeran Siddharta untuk mencari kebenaran.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan empat peristiwa penting dalam riwayat Pangeran Siddharta.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan nilai kesederhanaan.
  3. Guru memberikan tugas membaca lanjutan untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tujuan Pertemuan 2Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung dalam kehidupan Pangeran Siddharta secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa, serta mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali tentang Empat Peristiwa Agung yang telah diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya dan menanyakan perasaan peserta didik saat mengetahuinya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan makna dari peristiwa-peristiwa tersebut dan kaitannya dengan pencarian kebenaran.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Pemberian rangsangan: Guru menayangkan gambar atau ilustrasi yang menggambarkan Empat Peristiwa Agung (orang tua, orang sakit, orang meninggal, pertapa) secara terpisah, lalu meminta peserta didik untuk mengamati.
  2. Identifikasi masalah: Peserta didik secara individu menuliskan satu pertanyaan yang muncul di benak mereka terkait makna dari setiap gambar peristiwa tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Pengumpulan data: Peserta didik dalam kelompok mencari informasi dari bahan ajar dan sumber lain (buku cerita, artikel sederhana) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul mengenai makna Empat Peristiwa Agung.
  2. Pengolahan data: Setiap kelompok berdiskusi untuk merangkum makna dari setiap peristiwa dan bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut mempengaruhi keputusan Pangeran Siddharta untuk meninggalkan istana dan mencari pencerahan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Pembuktian: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya tentang makna Empat Peristiwa Agung, sementara kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  2. Menarik kesimpulan: Guru membimbing peserta didik untuk bersama-sama menyimpulkan makna filosofis dari setiap peristiwa dan bagaimana hal itu mendorong Pangeran Siddharta menjadi seorang pertapa.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melihat penderitaan sebagai motivasi untuk mencari solusi dan kebahagiaan sejati.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru merangkum makna utama dari Empat Peristiwa Agung dan dampaknya bagi Pangeran Siddharta.
  2. Guru memberikan pujian atas semangat belajar dan diskusi yang aktif, serta menumbuhkan rasa ingin tahu lebih lanjut.
  3. Guru memberikan pengantar untuk materi selanjutnya tentang pertapaan Pangeran Siddharta dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.3  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 3Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 70 menit · awal 10 · inti 50 · penutup 10
Model PembelajaranProject Based Learning
Tujuan Pertemuan 3Setelah membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan rangkuman riwayat Pangeran Siddharta lengkap dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)10 menit
  1. Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan mengecek kehadiran.
  2. Guru menampilkan contoh peta pikiran sederhana dan bertanya 'Bagaimana kita bisa membuat rangkuman cerita yang menarik dan mudah diingat?' untuk menghubungkan dengan materi sebelumnya.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu membuat peta pikiran riwayat Pangeran Siddharta dan mempresentasikannya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Penentuan pertanyaan mendasar: Guru mengajukan pertanyaan 'Bagaimana kita bisa menyajikan seluruh riwayat Pangeran Siddharta, mulai dari kelahiran hingga pencerahan, lengkap dengan nilai-nilai yang bisa kita teladani, dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami?'
  2. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik dalam kelompok merencanakan desain peta pikiran mereka, termasuk informasi apa saja yang akan dimasukkan, bagaimana menata informasi, dan bahan apa yang akan digunakan (kertas, spidol warna, gambar).
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Menyusun jadwal: Setiap kelompok menyusun jadwal singkat untuk menyelesaikan proyek peta pikiran dalam waktu yang tersedia di kelas.
  2. Memonitor kemajuan proyek: Peserta didik mulai membuat peta pikiran mereka, dengan guru berkeliling memantau, memberikan bimbingan, dan memastikan setiap anggota kelompok berkontribusi aktif dalam merangkum kisah dan nilai-nilai Pangeran Siddharta.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)10 menit
  1. Menguji hasil: Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran riwayat Pangeran Siddharta yang telah mereka buat di depan kelas, menjelaskan setiap bagian dan nilai-nilai yang terkandung.
  2. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Peserta didik lain memberikan masukan dan pertanyaan kepada kelompok penyaji, sementara guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap isi dan kreativitas peta pikiran.
  3. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya meneladani nilai-nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan ketekunan dari riwayat Pangeran Siddharta.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)10 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan nilai-nilai utama yang dapat dipetik dari riwayat Pangeran Siddharta dan bagaimana menerapkannya.
  2. Guru memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik atas kerja keras dan kreativitas mereka, menciptakan suasana belajar yang penuh kegembiraan.
  3. Guru memberikan motivasi untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Dharma, lalu menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 6 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Menjelajahi Kisah Pangeran Siddharta!Nama: ................................ Kelas: ....... Tanggal: ...........

Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan makna empat peristiwa penting dalam riwayat Pangeran Siddharta.

Alat & bahan: kertas HVS, pensil, spidol warna, bahan ajar

Langkah kerja:

  1. Lengkapi urutan riwayat hidup Pangeran Siddharta berikut, lalu tuliskan keteladanan yang dapat kamu contoh.
    1Meninggalkanistana2Bertapa3PeneranganSempurna45
  2. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan momen-momen penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta.
  3. Diskusikan dalam kelompokmu, peristiwa apa saja yang terjadi pada setiap gambar dan apa yang Pangeran Siddharta rasakan.
  4. Tuliskan nama peristiwa dan deskripsi singkatnya pada kolom yang tersedia di tabel.
  5. Jelaskan makna atau pelajaran penting yang didapat Pangeran Siddharta dari setiap peristiwa tersebut.
  6. Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil diskusimu di depan kelas.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaan

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 7 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Siapa nama kecil Sang Buddha?
  2. Apa yang kamu ketahui tentang kehidupan Pangeran Siddharta di istana?
  3. Menurutmu, mengapa Pangeran Siddharta meninggalkan istananya?
  4. Sebutkan satu hal yang kamu tahu tentang ajaran Buddha!

Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan keaktifan saat presentasi.

Sumatif (akhir): Penilaian peta pikiran tentang riwayat Pangeran Siddharta dan presentasinya.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 8 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran SiddhartaKelahiran, masa muda, Empat Peristiwa Agung2 JPPenalaran Kritis
2Menjelaskan makna dari Empat Peristiwa AgungMakna penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan pertapaan2 JPKeimanan dan Ketakwaan
3Menunjukkan sikap-sikap terpuji yang meneladani Pangeran SiddhartaKasih sayang, kebijaksanaan, ketekunan2 JPKolaborasi
4Menyajikan rangkuman riwayat Pangeran SiddhartaPeta pikiran riwayat dan nilai-nilai luhur2 JPKreativitas

Integrasi Panca Cinta (KBC):

Nilai CintaWujud dalam Pembelajaran
1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMerasakan keagungan dan kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Esa melalui kisah perjalanan spiritual Pangeran Siddharta dalam mencari kebenaran sejati.
2. Cinta IlmuMenumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat untuk terus belajar tentang ajaran Buddha serta nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya.
3. Cinta LingkunganMenyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan makhluk hidup sebagai bagian dari ajaran kasih sayang universal yang diajarkan Sang Buddha.
4. Cinta Diri dan SesamaMengembangkan sikap empati dan kasih sayang terhadap diri sendiri dan sesama, meneladani sikap Pangeran Siddharta yang peduli terhadap penderitaan manusia.
5. Cinta Tanah AirMenghargai warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang berasal dari ajaran Buddha sebagai bagian dari kekayaan spiritual bangsa Indonesia.
Halaman 9 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Riwayat Pangeran Siddharta adalah kisah luar biasa tentang pencarian kebenaran yang mengubahnya menjadi seorang Buddha. Kisah ini mengajarkan kita tentang penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan menuju pencerahan. Dengan memahami perjalanan hidup beliau, kita dapat menemukan inspirasi untuk menjalani hidup yang lebih bermakna dan penuh kasih.

1. Kelahiran Pangeran Siddharta
Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Ayahnya adalah Raja Suddhodana dan ibunya Ratu Maya. Saat kelahirannya, para petapa meramalkan ia akan menjadi seorang raja besar atau seorang Buddha. Raja Suddhodana sangat menyayangi putranya dan berusaha melindunginya dari segala bentuk penderitaan, agar ia tetap menjadi seorang raja. Pangeran tumbuh besar dalam kemewahan istana, dikelilingi keindahan dan tanpa pernah melihat kesusahan dunia luar.

2. Masa Muda dan Empat Peristiwa Agung
Meskipun hidup dalam kemewahan, Pangeran Siddharta merasa ada sesuatu yang kurang. Suatu hari, ia keluar dari istana dan melihat empat peristiwa yang mengubah pandangannya. Pertama, ia melihat orang tua renta yang lemah. Kedua, ia melihat orang sakit yang menderita. Ketiga, ia melihat jenazah yang diusung ke pemakaman. Keempat, ia melihat seorang pertapa yang hidup tenang. Peristiwa-peristiwa ini menyadarkannya akan penderitaan, ketidakkekalan, dan adanya jalan untuk mengatasi penderitaan.

3. Pelepasan Diri dan Pertapaan
Terinspirasi oleh pertapa yang dilihatnya, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istana, istri, dan putranya. Ia memotong rambutnya, mengganti pakaiannya dengan jubah sederhana, dan memulai hidup sebagai pertapa. Selama bertahun-tahun, ia berlatih keras, berpuasa, dan bermeditasi di hutan. Ia mencari guru-guru spiritual dan mencoba berbagai metode pertapaan ekstrem, tetapi belum menemukan jawaban atas pertanyaannya tentang penderitaan dan kebahagiaan sejati.

4. Pencerahan di Bawah Pohon Bodhi
Setelah menyadari bahwa pertapaan ekstrem tidak membawa hasil, Pangeran Siddharta memilih jalan tengah. Ia duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya dengan tekad tidak akan bangkit sebelum mencapai pencerahan sempurna. Setelah 49 hari bermeditasi, ia akhirnya mencapai pencerahan dan menjadi Buddha, 'Yang Telah Sadar'. Ia memahami Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Utama Berunsur Delapan, yang menjadi inti ajaran-Nya.

5. Penyebaran Dharma
Setelah mencapai pencerahan, Buddha menghabiskan sisa hidupnya untuk menyebarkan Dharma (ajaran kebenaran) kepada banyak orang. Ia melakukan perjalanan ke berbagai tempat, mengajarkan jalan menuju kebebasan dari penderitaan kepada raja, rakyat biasa, dan pertapa. Ajaran-Nya menekankan pentingnya moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Ribuan orang menjadi murid-Nya dan ajaran Buddha terus berkembang hingga kini, membawa kedamaian bagi dunia.

Rangkuman: Riwayat Pangeran Siddharta mengajarkan kita tentang perjalanan hidup yang penuh pencarian dan pengorbanan demi mencapai kebenaran. Mulai dari kelahiran di istana, melihat penderitaan melalui Empat Peristiwa Agung, hingga mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi, kisah ini menjadi inspirasi. Nilai-nilai seperti kebijaksanaan, kasih sayang, dan ketekunan merupakan inti yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman 10 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
SiddhartaNama kecil Sang Buddha sebelum mencapai pencerahan.
BuddhaSebutan bagi orang yang telah mencapai pencerahan sempurna.
DharmaAjaran kebenaran yang disampaikan oleh Buddha.
PertapaOrang yang mengasingkan diri untuk mencari kebenaran spiritual.
PencerahanKeadaan sadar sempurna, terbebas dari penderitaan dan ketidaktahuan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 11 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan Agama Buddha · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Riwayat Pangeran Siddharta" mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 12 · Riwayat Pangeran Siddharta — pratinjau tuntas.org

12 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Nama dan sekolah Anda langsung tercetak di kopnya.

📥 Unduh Modul Ini GratisTinggal isi nama & sekolah · ±1 menit jadi
✨ Mau lebih lengkap?
+6 lembarLembar 13–18

Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini bisa jadi 18 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIPeta Konsep
Riwayat Pangeran SiddhartaKelahiran Pangeran SiddhartaMasa Muda dan Empat Peristiwa AgungPelepasan Diri dan PertapaanPencerahan di Bawah Pohon BodhiPenyebaran Dharma
Dari sub-bab Riwayat Pangeran SiddhartaHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VILKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 17
Nama sekolah AndaPendidikan Agama Buddha · Kelas VIProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 18

🎁 Plus perangkat setahun & bonus

Sekali ambil paket, administrasi setahun ikut beres.

Semua paketProta
1Riwayat Pangeran Siddharta2Berbakti kepada Orang Tua3Cinta Kasih (Metta)4Perbuatan Baik dan Buruk5Hari Raya Waisak…+3 materi lagi
Setahun penuh, sudah ber-kop
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Kisi-kisiNaskah soal + kunciKartu soal
Kisi-kisi sampai kartu soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Daftar hadir siswaDaftar nilai NH/PTS/PASJurnal agenda
Terisi atas nama Anda
Paket 30 & 60Piagam Siswa
PIAGAMdiberikan kepada
Satu halaman per siswa
Paket 60e-Kinerja
Dokumen kinerja guruPerangkat penilaian
Dokumen kinerja guru
Paket 60Deskripsi Rapor
Nama + nilai ditempelDeskripsi tiap siswa jadi
Penyelamat akhir semester

Tidak wajib kok. Kalau nanti butuh, tinggal ambil paketnya, mulai Rp2.000 per modul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas 6 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Riwayat Pangeran Siddharta pada Pendidikan Agama Buddha SD, Fase C, elemen Ajaran Buddha.

Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Riwayat Pangeran Siddharta untuk Pendidikan Agama Buddha kelas VI.

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha materi Riwayat Pangeran Siddharta ini gratis?

Ya. Modul Riwayat Pangeran Siddharta untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Riwayat Pangeran Siddharta ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Buddha kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Buddha kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Riwayat Pangeran Siddharta ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Riwayat Pangeran Siddharta dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Buddha kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Riwayat Pangeran Siddharta tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Riwayat Pangeran Siddharta untuk Pendidikan Agama Buddha kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Buddha kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Riwayat Pangeran Siddharta beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Buddha kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.

Modul Pendidikan Agama Buddha ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?

Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Riwayat Pangeran Siddharta yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha SDSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.