Modul Ajar & RPP Pendidikan Agama Buddha Kelas VI
Riwayat Pangeran Siddharta
Modul ajar (RPP) Pendidikan Agama Buddha SD kelas VI materi Riwayat Pangeran Siddharta, gratis dalam Word + PDF atas nama Anda: ATP, tujuan, LKPD, asesmen, bahan ajar. Sesuai Keputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026.
Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan
Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.
Bukan Riwayat Pangeran Siddharta yang Anda cari?
Lihat peta materi setahun8 materiMateri Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha |
| Fase / Kelas | C / VI |
| Materi Pokok | Riwayat Pangeran Siddharta |
| Alokasi Waktu | 3 Pertemuan (6 JP: 2 JP × 35 menit = 70 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Kompetensi awal: Peserta didik telah mengenal tokoh-tokoh penting dalam agama Buddha dan beberapa ajaran dasar agama Buddha.
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan: keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kolaborasi.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026 |
| Elemen / Domain | Ajaran Buddha |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami ajaran inti Buddha melalui kisah hidup Pangeran Siddharta, meneladani nilai-nilai luhur, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan perilaku yang sesuai dengan Dharma. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Riwayat Pangeran Siddharta mencakup fakta-fakta historis tentang kelahiran, masa muda, pertapaan, dan pencerahan Sang Buddha. |
| Konseptual | Konsep inti dari riwayat Pangeran Siddharta adalah pencarian kebenaran, pelepasan dari keduniawian, dan pencapaian pencerahan yang menjadi dasar ajaran Buddha. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah Pangeran Siddharta dalam mencari kebenaran dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari bagaimana memahami riwayat Pangeran Siddharta membantu mereka mengembangkan kebijaksanaan dan perilaku terpuji. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah menyimak kisah, peserta didik dapat mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung dalam kehidupan Pangeran Siddharta secara runtut.
- Dengan menganalisis teks, peserta didik dapat menganalisis nilai-nilai luhur yang terkandung dalam riwayat Pangeran Siddharta dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari secara mandiri.
- Melalui kegiatan simulasi, peserta didik dapat menunjukkan sikap-sikap terpuji yang meneladani Pangeran Siddharta dalam menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri.
- Setelah membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan rangkuman riwayat Pangeran Siddharta lengkap dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif.
Pemahaman bermakna: Memahami riwayat Pangeran Siddharta bukan hanya mengetahui cerita masa lalu, tetapi juga menemukan inspirasi dan nilai-nilai luhur untuk membimbing kehidupan kita agar lebih bijaksana dan penuh kasih.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa Pangeran Siddharta, yang hidup dalam kemewahan, memilih untuk meninggalkan segalanya dan mencari jalan pencerahan?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Peserta didik berlatih menyimak, membaca, dan menceritakan kembali kisah Riwayat Pangeran Siddharta dengan struktur yang baik. Seni Budaya dan Prakarya: Peserta didik dapat membuat ilustrasi atau diorama sederhana yang menggambarkan peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta. Pendidikan Pancasila: Diskusi tentang nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong yang tercermin dalam ajaran Buddha. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak untuk mendampingi peserta didik mencari cerita-cerita Buddhis lain yang relevan di rumah dan mendiskusikan nilai-nilai moral di dalamnya. |
| Lingkungan Pembelajaran | Kelas diatur agar nyaman untuk diskusi kelompok dan presentasi, dengan sudut baca yang berisi buku-buku cerita Buddhis sederhana; tersedia juga akses internet terbatas untuk mencari gambar atau video terkait. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video animasi atau ilustrasi digital tentang riwayat Pangeran Siddharta untuk menarik minat peserta didik dan membantu visualisasi cerita. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah menyimak kisah, peserta didik dapat mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Tujuan Pertemuan 2 | Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung dalam kehidupan Pangeran Siddharta secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Tujuan Pertemuan 3 | Setelah membuat peta pikiran, peserta didik dapat menyajikan rangkuman riwayat Pangeran Siddharta lengkap dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 10 menit |
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 10 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 10 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan makna empat peristiwa penting dalam riwayat Pangeran Siddharta.
Alat & bahan: kertas HVS, pensil, spidol warna, bahan ajar
Langkah kerja:
- Lengkapi urutan riwayat hidup Pangeran Siddharta berikut, lalu tuliskan keteladanan yang dapat kamu contoh.
- Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan momen-momen penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta.
- Diskusikan dalam kelompokmu, peristiwa apa saja yang terjadi pada setiap gambar dan apa yang Pangeran Siddharta rasakan.
- Tuliskan nama peristiwa dan deskripsi singkatnya pada kolom yang tersedia di tabel.
- Jelaskan makna atau pelajaran penting yang didapat Pangeran Siddharta dari setiap peristiwa tersebut.
- Siapkan presentasi singkat untuk menyampaikan hasil diskusimu di depan kelas.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Siapa nama kecil Sang Buddha?
- Apa yang kamu ketahui tentang kehidupan Pangeran Siddharta di istana?
- Menurutmu, mengapa Pangeran Siddharta meninggalkan istananya?
- Sebutkan satu hal yang kamu tahu tentang ajaran Buddha!
Formatif (proses): Observasi partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan keaktifan saat presentasi.
Sumatif (akhir): Penilaian peta pikiran tentang riwayat Pangeran Siddharta dan presentasinya.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi empat peristiwa penting dalam kehidupan Pangeran Siddharta | Kelahiran, masa muda, Empat Peristiwa Agung | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Menjelaskan makna dari Empat Peristiwa Agung | Makna penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan pertapaan | 2 JP | Keimanan dan Ketakwaan |
| 3 | Menunjukkan sikap-sikap terpuji yang meneladani Pangeran Siddharta | Kasih sayang, kebijaksanaan, ketekunan | 2 JP | Kolaborasi |
| 4 | Menyajikan rangkuman riwayat Pangeran Siddharta | Peta pikiran riwayat dan nilai-nilai luhur | 2 JP | Kreativitas |
Integrasi Panca Cinta (KBC):
| Nilai Cinta | Wujud dalam Pembelajaran |
|---|---|
| 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya | Merasakan keagungan dan kebijaksanaan Tuhan Yang Maha Esa melalui kisah perjalanan spiritual Pangeran Siddharta dalam mencari kebenaran sejati. |
| 2. Cinta Ilmu | Menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat untuk terus belajar tentang ajaran Buddha serta nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya. |
| 3. Cinta Lingkungan | Menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan makhluk hidup sebagai bagian dari ajaran kasih sayang universal yang diajarkan Sang Buddha. |
| 4. Cinta Diri dan Sesama | Mengembangkan sikap empati dan kasih sayang terhadap diri sendiri dan sesama, meneladani sikap Pangeran Siddharta yang peduli terhadap penderitaan manusia. |
| 5. Cinta Tanah Air | Menghargai warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang berasal dari ajaran Buddha sebagai bagian dari kekayaan spiritual bangsa Indonesia. |
Riwayat Pangeran Siddharta adalah kisah luar biasa tentang pencarian kebenaran yang mengubahnya menjadi seorang Buddha. Kisah ini mengajarkan kita tentang penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan menuju pencerahan. Dengan memahami perjalanan hidup beliau, kita dapat menemukan inspirasi untuk menjalani hidup yang lebih bermakna dan penuh kasih.
1. Kelahiran Pangeran Siddharta
Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Ayahnya adalah Raja Suddhodana dan ibunya Ratu Maya. Saat kelahirannya, para petapa meramalkan ia akan menjadi seorang raja besar atau seorang Buddha. Raja Suddhodana sangat menyayangi putranya dan berusaha melindunginya dari segala bentuk penderitaan, agar ia tetap menjadi seorang raja. Pangeran tumbuh besar dalam kemewahan istana, dikelilingi keindahan dan tanpa pernah melihat kesusahan dunia luar.
2. Masa Muda dan Empat Peristiwa Agung
Meskipun hidup dalam kemewahan, Pangeran Siddharta merasa ada sesuatu yang kurang. Suatu hari, ia keluar dari istana dan melihat empat peristiwa yang mengubah pandangannya. Pertama, ia melihat orang tua renta yang lemah. Kedua, ia melihat orang sakit yang menderita. Ketiga, ia melihat jenazah yang diusung ke pemakaman. Keempat, ia melihat seorang pertapa yang hidup tenang. Peristiwa-peristiwa ini menyadarkannya akan penderitaan, ketidakkekalan, dan adanya jalan untuk mengatasi penderitaan.
3. Pelepasan Diri dan Pertapaan
Terinspirasi oleh pertapa yang dilihatnya, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istana, istri, dan putranya. Ia memotong rambutnya, mengganti pakaiannya dengan jubah sederhana, dan memulai hidup sebagai pertapa. Selama bertahun-tahun, ia berlatih keras, berpuasa, dan bermeditasi di hutan. Ia mencari guru-guru spiritual dan mencoba berbagai metode pertapaan ekstrem, tetapi belum menemukan jawaban atas pertanyaannya tentang penderitaan dan kebahagiaan sejati.
4. Pencerahan di Bawah Pohon Bodhi
Setelah menyadari bahwa pertapaan ekstrem tidak membawa hasil, Pangeran Siddharta memilih jalan tengah. Ia duduk bermeditasi di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya dengan tekad tidak akan bangkit sebelum mencapai pencerahan sempurna. Setelah 49 hari bermeditasi, ia akhirnya mencapai pencerahan dan menjadi Buddha, 'Yang Telah Sadar'. Ia memahami Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Utama Berunsur Delapan, yang menjadi inti ajaran-Nya.
5. Penyebaran Dharma
Setelah mencapai pencerahan, Buddha menghabiskan sisa hidupnya untuk menyebarkan Dharma (ajaran kebenaran) kepada banyak orang. Ia melakukan perjalanan ke berbagai tempat, mengajarkan jalan menuju kebebasan dari penderitaan kepada raja, rakyat biasa, dan pertapa. Ajaran-Nya menekankan pentingnya moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Ribuan orang menjadi murid-Nya dan ajaran Buddha terus berkembang hingga kini, membawa kedamaian bagi dunia.
Rangkuman: Riwayat Pangeran Siddharta mengajarkan kita tentang perjalanan hidup yang penuh pencarian dan pengorbanan demi mencapai kebenaran. Mulai dari kelahiran di istana, melihat penderitaan melalui Empat Peristiwa Agung, hingga mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi, kisah ini menjadi inspirasi. Nilai-nilai seperti kebijaksanaan, kasih sayang, dan ketekunan merupakan inti yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Siddharta | Nama kecil Sang Buddha sebelum mencapai pencerahan. |
| Buddha | Sebutan bagi orang yang telah mencapai pencerahan sempurna. |
| Dharma | Ajaran kebenaran yang disampaikan oleh Buddha. |
| Pertapa | Orang yang mengasingkan diri untuk mencari kebenaran spiritual. |
| Pencerahan | Keadaan sadar sempurna, terbebas dari penderitaan dan ketidaktahuan. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Riwayat Pangeran Siddharta" mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas VI ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Peta Materi Pendidikan Agama Buddha Kelas VI Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 4 siap unduh
Semester 2 / Genap4 materi · siap dibuatkan
Hari Raya WaisakBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisBerdana dan BerbagiBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisMeditasi Sederhana (Ketenangan)Belum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSahabat yang BaikBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas 6 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas VI dan kelas 6 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Riwayat Pangeran Siddharta pada Pendidikan Agama Buddha SD, Fase C, elemen Ajaran Buddha.
Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Riwayat Pangeran Siddharta untuk Pendidikan Agama Buddha kelas VI.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha materi Riwayat Pangeran Siddharta ini gratis?
Ya. Modul Riwayat Pangeran Siddharta untuk kelas VI SD dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Riwayat Pangeran Siddharta ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan Agama Buddha kelas VI ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan Agama Buddha kelas VI langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Riwayat Pangeran Siddharta ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Riwayat Pangeran Siddharta dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan Agama Buddha kelas VI di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Pendidikan Agama Buddha kelas VI ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini mengikuti Keputusan Kepala Badan Kurikulum, Perbukuan, dan Asesmen Pendidikan Nomor 020 Tahun 2026, pada Fase C untuk kelas VI SD. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Riwayat Pangeran Siddharta tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Riwayat Pangeran Siddharta untuk Pendidikan Agama Buddha kelas VI di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Riwayat Pangeran Siddharta ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian beserta kunci jawaban, ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan Agama Buddha kelas VI SD berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Prota dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Riwayat Pangeran Siddharta beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan Agama Buddha kelas VI berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul.
Modul Pendidikan Agama Buddha ini cocok untuk SD negeri, swasta, maupun MI?
Ya. Kop, logo, dan nama SD Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MI, pilih jenjang MI saat mengisi borang: materi Riwayat Pangeran Siddharta yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.