Modul Ajar & RPP Geografi Kelas X
Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Geografi |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memahami konsep dasar tentang air dan pentingnya air bagi kehidupan sehari-hari. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis data hidrologi untuk mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap kualitas air dan ketersediaan sumber daya air. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merancang solusi pengelolaan air bersih di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal mereka. - kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama
Peserta didik berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok untuk merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah |
| Elemen / Domain | Pemahaman Geografi |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis fenomena geosfer, interaksi keruangan, serta dampaknya terhadap kehidupan manusia dan lingkungan, termasuk pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Indonesia memiliki banyak sungai, danau, dan lautan yang merupakan bagian dari hidrosfer. |
| Konseptual | Hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti bumi, meliputi siklus air, perairan darat, dan perairan laut. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari cara menganalisis data kualitas air dan mengidentifikasi sumber pencemaran air. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya menjaga kualitas air dan ketersediaan sumber daya air untuk keberlanjutan hidup. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui pengamatan fenomena alam, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen-komponen hidrosfer dengan tepat.
- Melalui simulasi sederhana, peserta didik dapat mengurutkan tahapan siklus air dengan benar.
- Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketersediaan air bersih di Indonesia secara akurat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan ide solusi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di lingkungan sekitar dengan kreatif.
- Dengan praktik sederhana, peserta didik dapat mengukur kualitas air menggunakan indikator sederhana dengan mandiri.
- Melalui presentasi hasil, peserta didik dapat mengomunikasikan dampak pencemaran air terhadap ekosistem dan kehidupan manusia dengan jelas.
Pemahaman bermakna: Memahami hidrosfer dan siklus air sangat penting untuk mengelola sumber daya air secara bijaksana dan berkelanjutan demi kehidupan di masa depan.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa air di bumi tidak pernah habis meskipun terus digunakan oleh makhluk hidup?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Kimia: Kaitan antara pH air dan kualitas air, serta proses-proses kimia dalam siklus air. Biologi: Peran air sebagai habitat makhluk hidup dan dampak pencemaran air terhadap ekosistem akuatik. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Hak dan kewajiban warga negara dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang cara menghemat air di rumah atau melaporkan sumber air tercemar di lingkungan sekitar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang bersih dan nyaman, serta akses ke laboratorium sederhana atau halaman sekolah untuk praktik pengamatan kualitas air. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan video dokumenter tentang krisis air, infografis siklus air, dan aplikasi peta untuk mengidentifikasi sumber air di daerah sekitar. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Dengan menganalisis studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketersediaan air bersih di Indonesia secara akurat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Tebak Kata Hidrosfer: Guru menyebutkan ciri-ciri suatu kata terkait hidrosfer, peserta didik menebak kata tersebut. Contoh: 'Cairan bening yang penting bagi kehidupan' (Air).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + Praktik |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan praktik sederhana, peserta didik dapat mengukur kualitas air menggunakan indikator sederhana dengan mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 25 menit | Ice breaking: Sambung Kata Air: Guru menyebutkan satu kata terkait air (misal: 'sungai'), peserta didik berikutnya menyebutkan kata lain yang berhubungan ('ikan'), dan seterusnya secara berantai.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 40 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 25 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengukur kualitas air menggunakan indikator sederhana dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya.
Alat & bahan: Sampel air (keran, sumur, parit), kertas lakmus, cawan petri, lup, pipet tetes, alat tulis
Langkah kerja:
- Lengkapi tahap siklus hidrologi pada gambar, lalu jelaskan proses yang terjadi pada setiap tahap.
Gambar 1. Siklus - Ambil sampel air dari berbagai sumber yang berbeda (minimal 3 jenis), lalu beri label pada masing-masing sampel.
- Ukur pH setiap sampel air menggunakan kertas lakmus dan catat hasilnya pada tabel pengamatan.
- Amati kekeruhan dan warna setiap sampel air secara visual, serta gunakan lup untuk mencari keberadaan organisme mikro, lalu catat hasilnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa saja manfaat air bagi kehidupan sehari-hari?
- Dari mana sumber air yang kamu gunakan di rumah?
- Pernahkah kamu melihat air yang kotor atau tercemar? Apa dampaknya?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan praktik pengukuran kualitas air.
Sumatif (akhir): Tes tertulis berupa pilihan ganda dan esai tentang konsep hidrosfer, siklus air, dan pengelolaan sumber daya air.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi komponen-komponen hidrosfer dengan tepat. | Komponen hidrosfer (perairan darat dan laut) | 3 JP | penalaran kritis |
| 2 | Mengurutkan tahapan siklus air dengan benar. | Siklus air dan proses-prosesnya | 3 JP | penalaran kritis |
| 3 | Merumuskan ide solusi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di lingkungan sekitar dengan kreatif. | Permasalahan dan solusi pengelolaan air | 3 JP | kolaborasi, kewargaan |
Hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti bumi, meliputi seluruh perairan di darat dan di laut. Keberadaan hidrosfer sangat penting bagi kehidupan karena air merupakan kebutuhan dasar bagi semua makhluk hidup. Memahami hidrosfer akan membantu kita mengelola sumber daya air secara bijaksana dan berkelanjutan.
1. Pengertian dan Komponen Hidrosfer
Hidrosfer berasal dari kata 'hidro' (air) dan 'sphere' (lapisan), sehingga dapat diartikan sebagai lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi. Komponen hidrosfer meliputi perairan darat seperti sungai, danau, rawa, air tanah, dan gletser, serta perairan laut yang mencakup samudra, laut, dan selat. Air di bumi selalu bergerak melalui siklus hidrologi, memastikan ketersediaannya meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda. Air merupakan pelarut universal dan medium transportasi nutrisi bagi kehidupan.
2. Siklus Hidrologi (Daur Air)
Siklus hidrologi adalah pergerakan air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer. Tahapan utama siklus ini meliputi evaporasi (penguapan air dari permukaan bumi), transpirasi (penguapan air dari tumbuhan), kondensasi (pembentukan awan dari uap air), presipitasi (jatuhnya air ke bumi dalam bentuk hujan, salju, atau es), infiltrasi (penyerapan air ke dalam tanah), dan aliran permukaan (air yang mengalir di permukaan bumi menuju sungai atau laut). Siklus ini menjaga keseimbangan air di bumi.
3. Perairan Darat: Sungai dan Danau
Sungai adalah aliran air tawar alami yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, bermuara ke laut, danau, atau sungai lain. Sungai memiliki peran penting sebagai sumber air minum, irigasi, transportasi, dan pembangkit listrik. Danau adalah cekungan besar di daratan yang terisi air, bisa terbentuk secara tektonik, vulkanik, atau glasial. Danau juga berfungsi sebagai penampung air, habitat biota air, dan objek wisata. Keduanya menghadapi ancaman pencemaran dan sedimentasi.
4. Perairan Darat: Air Tanah dan Rawa
Air tanah adalah air yang tersimpan di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan bumi. Air tanah merupakan cadangan air bersih terbesar dan sumber utama air minum bagi banyak masyarakat. Rawa adalah lahan basah yang selalu tergenang air, baik tawar maupun payau, dan ditumbuhi vegetasi khas. Rawa memiliki fungsi ekologis penting sebagai filter alami, habitat keanekaragaman hayati, dan pengendali banjir. Eksploitasi berlebihan dan konversi lahan mengancam keberadaan air tanah dan rawa.
5. Perairan Laut: Karakteristik dan Manfaat
Perairan laut meliputi samudra, laut, dan selat yang menutupi sekitar 71% permukaan bumi. Karakteristik air laut adalah asin karena kandungan garamnya. Laut memiliki peran vital sebagai pengatur iklim global, sumber daya perikanan, jalur transportasi, dan sumber energi. Kekayaan hayati laut sangat tinggi, namun terancam oleh pencemaran plastik, penangkapan ikan berlebihan, dan perubahan iklim. Konservasi laut menjadi sangat krusial untuk keberlanjutannya.
6. Kualitas Air dan Pencemaran
Kualitas air mengacu pada karakteristik fisik, kimia, dan biologis air yang menentukan kelayakannya untuk berbagai penggunaan. Air yang baik harus jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan bebas dari zat berbahaya atau mikroorganisme patogen. Pencemaran air terjadi ketika ada masuknya zat atau energi ke dalam air yang mengubah kualitasnya sehingga tidak dapat digunakan. Sumber pencemaran bisa dari limbah domestik, industri, pertanian, atau tumpahan minyak. Dampaknya sangat merugikan bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
7. Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
Pengelolaan sumber daya air berkelanjutan adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan air saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Strategi pengelolaan meliputi konservasi air (menghemat penggunaan), daur ulang air, pengembangan teknologi pengolahan air limbah, perlindungan daerah resapan air, penegakan hukum terhadap pencemaran, dan partisipasi aktif masyarakat. Peningkatan kesadaran dan edukasi publik juga kunci keberhasilan pengelolaan ini.
Rangkuman: Hidrosfer adalah lapisan air di bumi yang meliputi perairan darat dan laut, bergerak melalui siklus hidrologi. Sungai, danau, air tanah, rawa, dan lautan adalah komponen penting hidrosfer yang memiliki beragam manfaat. Kualitas air sangat krusial bagi kehidupan, namun sering terancam oleh pencemaran. Pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan melalui konservasi, daur ulang, dan perlindungan ekosistem menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masa kini dan masa depan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Hidrosfer | Lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi. |
| Siklus Hidrologi | Pergerakan air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi. |
| Evaporasi | Proses penguapan air dari permukaan bumi. |
| Kondensasi | Proses perubahan uap air menjadi titik-titik air di atmosfer (membentuk awan). |
| Presipitasi | Jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi (hujan, salju). |
| Infiltrasi | Proses penyerapan air ke dalam tanah. |
| Air Tanah | Air yang tersimpan di dalam lapisan tanah atau batuan. |
| pH Air | Derajat keasaman atau kebasaan air. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer" mata pelajaran Geografi Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Geografi Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil2 dari 3 siap unduh
Kajian GeografiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopKekhasan Penelitian GeografiModul siap unduh · Word + PDF ber-kopLingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: LitosferBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap2 dari 2 siap unduh
Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: AtmosferModul siap unduh · Word + PDF ber-kopModul Geografi lain yang sudah tersedia
Materi Pokok: Bencana Alam: Pertemuan 1 Mengidentifikasi Karakteristik Bencana AlamGeografi Kelas X SMAMateri Pokok: Bencana Alam: Pertemuan 2 Memahami Siklus Bencana dan Konsep MitigasiGeografi Kelas X SMAMemahami Bencana AlamGeografi Kelas X SMALihat semua Modul Ajar Geografi Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Geografi kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer pada Geografi SMA, Fase E, elemen Pemahaman Geografi.
Modul Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Geografi kelas X SMA di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Geografi materi Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer ini gratis?
Ya. Modul Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Geografi kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Geografi kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer dapat Anda sesuaikan dengan murid Geografi kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Geografi kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer untuk Geografi kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Geografi kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Geografi kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Geografi ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?
Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Lingkungan Geosfer Fisikal Indonesia: Hidrosfer yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag), dan halaman Geografi MA ada di daftar jenjang lain di bawah.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.