SMAKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Pendidikan agama hindu Kelas X
Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
  • 💚Panca Cinta: cinta Allah & Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri & sesama, tanah air

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026 · KMA 1503/2025 (Panca Cinta)

💚 + Panca Cinta · Kurikulum Berbasis Cinta (KMA 1503/2025)
Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Oslan Gino Abdul, S.Pd · guru SD

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Dhamma Sastra adalah kitab suci Hindu yang menjadi sumber hukum dan etika, menjabarkan ajaran Weda untuk kehidupan sehari-hari. Kitab ini mengatur berbagai aspek kehidupan individu dan sosial, menekankan pentingnya dharma. Meskipun kuno, nilai-nilai inti Dhamma Sastra seperti keadilan dan tanggung jawab sosial tetap relevan, membimbing umat Hindu mencapai keharmonisan dalam kehidupan.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu
Pendidikan agama hindu · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
MODUL AJAR
Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu
Pendidikan agama hindu · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranPendidikan agama hindu
Fase / KelasE / X
Materi PokokDhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu
Alokasi Waktu2 Pertemuan (6 JP: 3 JP × 45 menit = 135 menit per pertemuan)
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami konsep dasar agama Hindu dan beberapa kitab suci Hindu seperti Weda.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. Keimanan dan ketakwaan — beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
  2. Penalaran kritis — mengolah informasi, menganalisis, dan menarik simpulan secara logis
  3. Kolaborasi — bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama

🔒 Elemen tiap dimensi beserta wujudnya pada materi ini tersedia di Paket Lengkap.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BKPDM No. 020 Tahun 2026
Elemen / DomainHukum Hindu
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis konsep-konsep dasar Hukum Hindu, mengidentifikasi sumber-sumber Hukum Hindu, dan menerapkan nilai-nilai Hukum Hindu dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud dharma.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualDhamma Sastra adalah kitab suci Hindu yang memuat ajaran tentang hukum dan etika, seperti Manawa Dharmasastra.
KonseptualDhamma Sastra merupakan salah satu sumber hukum Hindu yang memiliki kedudukan penting dalam penentuan norma dan tata perilaku umat.
ProseduralMenganalisis isi Dhamma Sastra melibatkan identifikasi bagian-bagian, memahami konteks, dan menafsirkan relevansinya dengan kehidupan modern.
MetakognitifPeserta didik menyadari bagaimana pemahaman terhadap Dhamma Sastra dapat membentuk pandangan hidup dan perilaku mereka sesuai ajaran dharma.

Materi Insersi KBC — Integrasi Panca Cinta:

1. Cinta Allah dan Rasul-NyaMempelajari Dhamma Sastra sebagai wujud cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ajaran-Nya, serta berusaha memahami kehendak-Nya melalui kitab suci.
2. Cinta IlmuMeningkatkan pengetahuan tentang hukum Hindu dari Dhamma Sastra, serta mencari pemahaman mendalam mengenai etika dan moral yang terkandung di dalamnya.
3. Cinta LingkunganMenerapkan ajaran Dhamma Sastra yang berkaitan dengan menjaga keseimbangan alam dan lingkungan, serta bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.
4. Cinta Diri dan SesamaMengamalkan nilai-nilai Dhamma Sastra untuk menciptakan keharmonisan dalam hubungan antar sesama manusia, menjunjung tinggi keadilan, dan kasih sayang.
5. Cinta Tanah AirMenghargai Dhamma Sastra sebagai warisan budaya dan kearifan lokal yang membentuk identitas bangsa, serta berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berlandaskan dharma.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Setelah mengamati tayangan video tentang hukum, peserta didik dapat mengidentifikasi konsep dasar hukum Hindu dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan kedudukan dan fungsi Dhamma Sastra sebagai sumber hukum Hindu secara runtut.
  3. Dengan membaca bahan ajar, peserta didik dapat menganalisis isi pokok ajaran Dhamma Sastra terkait hukum Hindu dengan benar.
  4. Melalui studi kasus, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai hukum Hindu dari Dhamma Sastra dalam penyelesaian masalah sosial sederhana secara kolaboratif.
  5. Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat menyajikan hasil analisis Dhamma Sastra sebagai sumber hukum Hindu dengan percaya diri.
Halaman 2 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami Dhamma Sastra sebagai sumber hukum Hindu membantu peserta didik menumbuhkan kesadaran akan pentingnya etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat, serta bagaimana ajaran kuno relevan dengan tantangan masa kini.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa kita membutuhkan aturan atau hukum dalam hidup bermasyarakat, dan bagaimana ajaran agama Hindu memberikan panduan hukum bagi umatnya?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + Praktik
Lintas Disiplin IlmuPendidikan Pancasila: Keterkaitan antara nilai-nilai hukum Hindu dengan prinsip keadilan sosial dan musyawarah mufakat dalam Pancasila.
Sejarah: Memahami konteks sejarah terbentuknya Dhamma Sastra dan perkembangannya sebagai sumber hukum.
Sosiologi: Menganalisis dampak penerapan hukum dan etika dalam Dhamma Sastra terhadap struktur dan dinamika masyarakat Hindu.
Kemitraan PembelajaranOrang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai Dhamma Sastra diterapkan dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari.
Lingkungan PembelajaranRuang kelas yang bersih dan tertata, serta akses ke perpustakaan atau sudut baca untuk referensi kitab-kitab Hindu, mendukung suasana belajar yang kondusif.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan video edukasi dari YouTube tentang sejarah dan isi Dhamma Sastra, serta penggunaan aplikasi presentasi untuk menyajikan hasil diskusi kelompok secara interaktif.
Halaman 3 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.1  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Setelah mengamati tayangan video tentang hukum, peserta didik dapat mengidentifikasi konsep dasar hukum Hindu dengan tepat. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menguraikan kedudukan dan fungsi Dhamma Sastra sebagai sumber hukum Hindu secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru menayangkan video singkat tentang pentingnya aturan dalam masyarakat dan bertanya: 'Apa yang terjadi jika tidak ada aturan?' untuk mengaitkan dengan pengalaman peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana Dhamma Sastra menjadi pedoman hidup umat Hindu?' agar peserta didik sadar tujuan dan proses belajarnya.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan video ilustrasi mengenai konflik sosial yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan terhadap aturan, lalu meminta peserta didik mengidentifikasi inti masalahnya.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil dan membagikan LKPD yang berisi studi kasus terkait pelanggaran etika dan hukum Hindu.
  3. Bimbingan penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi konsep dasar hukum Hindu dari bahan ajar dan mencari tahu kedudukan Dhamma Sastra sebagai sumber hukum dalam konteks kasus tersebut.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok merumuskan definisi hukum Hindu, menjelaskan kedudukan Dhamma Sastra, dan menguraikan fungsi Dhamma Sastra berdasarkan studi kasus yang diberikan.
  2. Peserta didik menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta pikiran atau infografis sederhana di lembar kerja yang telah disediakan.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, menjelaskan identifikasi konsep hukum dan kedudukan Dhamma Sastra.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan, sementara guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep yang telah dibahas.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi aktif dan hasil kerja yang baik.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan konsep dasar hukum Hindu dan pentingnya Dhamma Sastra sebagai sumber hukum.
  2. Peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai pembelajaran hari ini: 'Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?' dan 'Bagaimana saya bisa menerapkan nilai-nilai ini dalam hidup?' untuk menumbuhkan suasana menggembirakan.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
D.2  KEGIATAN PEMBELAJARAN — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 135 menit · awal 25 · inti 85 · penutup 25
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan membaca bahan ajar, peserta didik dapat menganalisis isi pokok ajaran Dhamma Sastra terkait hukum Hindu dengan benar. Melalui studi kasus, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai hukum Hindu dari Dhamma Sastra dalam penyelesaian masalah sosial sederhana secara kolaboratif.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)25 menit
  1. Guru mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdoa, dan memeriksa kehadiran.
  2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang kedudukan Dhamma Sastra sebagai sumber hukum Hindu dengan pertanyaan singkat: 'Apa pentingnya Dhamma Sastra?'
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Kita akan mendalami isi Dhamma Sastra dan mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata' agar peserta didik siap mengikuti proses belajar.
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menyajikan beberapa kutipan singkat dari Manawa Dharmasastra yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, lalu meminta peserta didik untuk mengidentifikasi pesan moral atau hukum yang terkandung di dalamnya.
  2. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Guru membagikan bahan ajar yang berisi uraian lebih lanjut tentang isi pokok Dhamma Sastra dan membagi peserta didik ke dalam kelompok yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
  3. Bimbingan penyelidikan: Peserta didik dalam kelompok menganalisis isi pokok ajaran Dhamma Sastra yang berkaitan dengan etika, kewajiban sosial, dan sanksi, kemudian membandingkannya dengan kasus-kasus sosial yang ada di sekitar mereka.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)40 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok memilih satu kasus sosial sederhana dari LKPD dan menganalisisnya menggunakan prinsip-prinsip hukum Hindu dari Dhamma Sastra, kemudian merumuskan solusi atau sikap yang sesuai.
  2. Peserta didik membuat poster digital atau presentasi singkat yang memuat analisis kasus dan solusi berdasarkan ajaran Dhamma Sastra.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus dan solusi yang telah dirumuskan, serta menjelaskan bagaimana Dhamma Sastra menjadi dasar pemikirannya.
  2. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan mengajak peserta didik untuk berdiskusi tentang relevansi ajaran Dhamma Sastra di era modern.
  3. Guru memberikan penguatan materi dan apresiasi atas kreativitas dan kerja sama kelompok.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)25 menit
  1. Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan relevansi Dhamma Sastra dalam membentuk karakter dan perilaku positif di masyarakat.
  2. Peserta didik melakukan refleksi akhir: 'Nilai apa yang paling berkesan dari Dhamma Sastra?' dan 'Bagaimana saya akan menerapkan ini di rumah dan sekolah?' untuk menumbuhkan suasana belajar yang menggembirakan.
  3. Guru memberikan motivasi untuk terus mempelajari dan mengamalkan ajaran agama, serta menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKMenjelajahi Hukum dalam Dhamma Sastra
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 40 menit

Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kedudukan dan isi pokok Dhamma Sastra serta mengaplikasikannya dalam studi kasus sederhana.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Kerjakan langkah secara berurutan dan diskusikan dalam kelompok. 3) Catat temuan di tabel, lalu simpulkan berdasarkan bukti.

Info singkat: Dhamma Sastra merupakan salah satu pilar penting dalam memahami ajaran Hindu, khususnya yang berkaitan dengan hukum dan etika.

Alat & bahan: Bahan ajar, kertas plano, spidol warna, gawai dengan akses internet (opsional)

Langkah kerja:

  1. Isilah teka-teki silang berikut. Petunjuknya diambil dari istilah yang kamu pelajari pada materi ini.
    1234567Mendatar1. Kitab suci utama agama Hinduyang berisi wahyu.3. Keinginan atau kesenangan yangsesuai dengan dharma.6. Adat istiadat atau kebiasaanbaik yang diakui sebagaisumber hukum.7. Kekayaan atau kemakmuran yangdiperoleh secara sah.Menurun2. Kebenaran, kebajikan, hukumalam, atau kewajiban moral.4. Kebebasan dari sikluskelahiran dan kematian, tujuantertinggi umat Hindu.5. Bagian Weda yang merupakanwahyu langsung dari Tuhan.
    Gambar 1. Teka-teki silang
  2. Amati gambar di bawah ini yang menunjukkan berbagai sumber hukum, lalu diskusikan dalam kelompok apa saja sumber hukum yang kalian ketahui.
  3. Baca dan pahami bahan ajar tentang Dhamma Sastra sebagai sumber hukum Hindu, identifikasi kedudukan dan fungsi utamanya.
  4. Pilih satu dari tiga studi kasus yang tersedia, lalu analisis masalahnya berdasarkan ajaran Dhamma Sastra.
  5. Rumuskan solusi atau sikap yang tepat untuk kasus tersebut dengan mengacu pada nilai-nilai hukum Hindu.
  6. Buatlah presentasi singkat atau poster digital yang memuat hasil analisis dan solusi kelompok Anda.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang hukum?
  2. Menurutmu, mengapa sebuah masyarakat membutuhkan hukum atau aturan?
  3. Apakah kamu pernah mendengar tentang kitab suci Hindu yang berisi aturan?
  4. Apa saja contoh aturan yang ada di lingkungan sekolah atau rumahmu?

Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi, serta penilaian hasil kerja LKPD.

Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang analisis kasus berdasarkan Dhamma Sastra dan tes pilihan ganda tentang konsep dasar Dhamma Sastra.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban5 pilihan ganda + 3 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi konsep dasar hukum HinduPengertian dan ruang lingkup hukum Hindu3 JPpenalaran kritis
2Menguraikan kedudukan dan fungsi Dhamma SastraKedudukan Dhamma Sastra dalam sumber hukum Hindu3 JPkolaborasi
3Menganalisis isi pokok ajaran Dhamma SastraPokok-pokok ajaran Dhamma Sastra (Manawa Dharmasastra)3 JPpenalaran kritis
4Menerapkan nilai-nilai hukum HinduAplikasi Dhamma Sastra dalam penyelesaian masalah sosial3 JPkeimanan dan ketakwaan
Halaman 8 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
BAHAN AJAR

Dhamma Sastra merupakan salah satu pilar penting dalam memahami ajaran Hindu, khususnya yang berkaitan dengan hukum dan etika. Kitab ini menjadi panduan moral dan perilaku bagi umat Hindu, mengatur berbagai aspek kehidupan dari individu hingga masyarakat. Mempelajari Dhamma Sastra membantu kita memahami akar nilai-nilai Hindu yang relevan hingga saat ini.

1. Pengertian Hukum Hindu
Hukum Hindu adalah seperangkat aturan yang bersumber dari ajaran agama Hindu, mengatur tata perilaku manusia baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun lingkungan. Hukum ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga etis dan spiritual, bertujuan untuk mencapai dharma (kebenaran), artha (kekayaan), kama (keinginan), dan moksa (kebebasan). Hukum Hindu bersifat universal namun dapat diinterpretasikan sesuai desa (tempat), kala (waktu), dan patra (keadaan).

2. Sumber Hukum Hindu
Sumber hukum Hindu secara umum dibagi menjadi dua, yaitu Sruti (wahyu) dan Smerti (tradisi). Sruti adalah Weda, yang merupakan sumber utama dan paling otentik. Smerti meliputi Dhamma Sastra, Itihasa, Purana, dan lainnya. Dhamma Sastra, khususnya Manawa Dharmasastra, memiliki kedudukan penting sebagai kitab hukum yang dijabarkan dari Weda. Selain itu, Acara (kebiasaan baik) dan Atmanastuti (suara hati nurani) juga diakui sebagai sumber hukum dalam konteks tertentu.

3. Kedudukan dan Fungsi Dhamma Sastra
Dhamma Sastra adalah kitab Smerti yang secara khusus membahas tentang dharma atau hukum. Kedudukannya sangat penting karena menjadi jembatan antara ajaran Weda yang luas dengan praktik kehidupan sehari-hari. Fungsinya meliputi mengatur tata cara hidup individu (Swadharma), keluarga, dan masyarakat (Samanyadharma). Dhamma Sastra juga memberikan pedoman tentang kewajiban raja, sanksi bagi pelanggaran hukum, serta berbagai upacara keagamaan dan sosial. Ini adalah panduan praktis untuk menjalankan dharma.

4. Isi Pokok Ajaran Dhamma Sastra
Isi pokok Dhamma Sastra mencakup berbagai aspek kehidupan. Misalnya, Manawa Dharmasastra terdiri dari 12 bab yang membahas penciptaan alam semesta, sumber dharma, hukum kasta (warna), hukum perkawinan, kewajiban rumah tangga, etika sosial, hukum waris, hingga hukum pidana dan pahala karma. Intinya adalah penekanan pada pelaksanaan dharma sebagai jalan menuju keharmonisan dan kebahagiaan. Kitab ini mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, pengendalian diri, dan kasih sayang.

5. Relevansi Dhamma Sastra di Era Modern
Meskipun ditulis ribuan tahun lalu, nilai-nilai etika dan moral dalam Dhamma Sastra tetap relevan di era modern. Ajaran tentang keadilan, tanggung jawab sosial, dan pentingnya menjaga keseimbangan alam masih sangat dibutuhkan. Tentu saja, beberapa aspek hukum yang bersifat temporal perlu diinterpretasikan ulang agar sesuai dengan konteks zaman tanpa menghilangkan esensi ajarannya. Dhamma Sastra menginspirasi umat Hindu untuk hidup berlandaskan dharma dalam menghadapi tantangan kontemporer.

Rangkuman: Dhamma Sastra adalah kitab suci Hindu yang menjadi sumber hukum dan etika, menjabarkan ajaran Weda untuk kehidupan sehari-hari. Kitab ini mengatur berbagai aspek kehidupan individu dan sosial, menekankan pentingnya dharma. Meskipun kuno, nilai-nilai inti Dhamma Sastra seperti keadilan dan tanggung jawab sosial tetap relevan, membimbing umat Hindu mencapai keharmonisan dalam kehidupan.

Halaman 9 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
GLOSARIUM
IstilahArti
Dhamma SastraKitab hukum dan etika dalam agama Hindu.
DharmaKebenaran, kebajikan, hukum alam, atau kewajiban moral.
WedaKitab suci utama agama Hindu yang berisi wahyu.
SrutiBagian Weda yang merupakan wahyu langsung dari Tuhan.
Daftar pustaka3 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaModul Ajar Pendidikan agama hindu · Tahun Pelajaran 2026/2027
PENGESAHAN

Modul ajar "Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu" mata pelajaran Pendidikan agama hindu Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaPendidikan agama hindu · Kelas XPeta Konsep
Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum HinduPengertian Hukum HinduSumber Hukum HinduKedudukan dan Fungsi Dhamma SastraIsi Pokok Ajaran Dhamma SastraRelevansi Dhamma Sastra di Era Modern
Dari sub-bab Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum HinduHalaman 12
Nama sekolah AndaPendidikan agama hindu · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaPendidikan agama hindu · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaPendidikan agama hindu · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaPendidikan agama hindu · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaPendidikan agama hindu · Kelas XProfil Lulusan
Keimanan dan ketakwaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Pendidikan agama hindu kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu pada Pendidikan agama hindu SMA, Fase E, elemen Hukum Hindu.

Modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu untuk Pendidikan agama hindu kelas X.

Apakah modul ajar Pendidikan agama hindu materi Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini gratis?

Ya. Modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu untuk kelas X SMA dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Pendidikan agama hindu kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Pendidikan agama hindu kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu dapat Anda sesuaikan dengan murid Pendidikan agama hindu kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Pendidikan agama hindu kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini mengikuti Kepka BKPDM No. 020 Tahun 2026, pada Fase E untuk kelas X SMA. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu untuk Pendidikan agama hindu kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu ini memuat bank soalnya sendiri — 5 pilihan ganda dan 3 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Pendidikan agama hindu kelas X SMA berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Pendidikan agama hindu kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Pendidikan agama hindu ini cocok untuk SMA negeri, swasta, maupun MA?

Ya. Kop, logo, dan nama SMA Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Untuk MA, pilih jenjang MA saat mengisi borang: materi Dhamma Sastra sebagai Sumber Hukum Hindu yang sama disusun dalam versi madrasah (Kurikulum Berbasis Cinta, kop Kemenag).

Semua Modul Ajar Pendidikan agama hindu SMASemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.