Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Kuliner Kelas X
Perkembangan Bidang Kuliner
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Kuliner |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Perkembangan Bidang Kuliner |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis makanan dan minuman serta alat-alat dapur sederhana. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis tren kuliner dan dampaknya terhadap masyarakat, serta mengevaluasi validitas sumber informasi. - kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mengembangkan ide-ide inovatif untuk menciptakan hidangan baru yang terinspirasi dari sejarah kuliner. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyajikan proyek kuliner bertema sejarah.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Proses Bisnis Bidang Kuliner |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi perkembangan bidang kuliner, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menerapkan prinsip-prinsip inovasi dalam pengembangan produk kuliner. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Kuliner telah berkembang dari masakan tradisional menjadi seni gastronomi modern dengan teknik dan presentasi yang beragam. |
| Konseptual | Perkembangan kuliner dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya, teknologi, ekonomi, dan globalisasi yang membentuk tren dan inovasi. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah penelitian sejarah kuliner, analisis tren, serta pengembangan konsep hidangan baru. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya refleksi terhadap proses pembelajaran sejarah kuliner dan dampaknya pada praktik memasak mereka. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi empat periode utama perkembangan kuliner dunia dengan tepat.
- Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan tiga faktor utama yang memengaruhi perkembangan kuliner di Indonesia secara runtut.
- Dengan melakukan riset mandiri, peserta didik dapat mengidentifikasi dua tokoh penting dalam sejarah kuliner Indonesia beserta kontribusinya dengan benar.
- Melalui praktik membuat hidangan, peserta didik dapat mengaplikasikan tiga teknik dasar kuliner klasik dengan benar dan aman sesuai prosedur.
- Dengan merancang proyek kuliner, peserta didik dapat menciptakan satu ide hidangan inovatif yang terinspirasi dari sejarah kuliner dengan detail dan orisinal.
- Setelah presentasi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi hasil proyek kuliner berdasarkan kriteria inovasi dan relevansi sejarah dengan objektif.
Pemahaman bermakna: Memahami perkembangan kuliner membantu peserta didik mengapresiasi kekayaan budaya, mengidentifikasi tren masa depan, dan berinovasi dalam menciptakan hidangan yang relevan dan bernilai.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah hidangan sederhana bisa menjadi ikon budaya dan bahkan memengaruhi sejarah suatu bangsa?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Sejarah: Memahami konteks sosial dan budaya yang memengaruhi perkembangan kuliner di berbagai era. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan presentasi lisan dan penulisan laporan proyek kuliner yang terstruktur. Seni Budaya: Mengapresiasi estetika penyajian hidangan dan pengaruh seni dalam gastronomi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat dilibatkan dengan berbagi resep keluarga tradisional atau pengalaman kuliner mereka, sementara komunitas lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk riset kuliner daerah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di dapur praktik yang bersih dan aman, dilengkapi dengan peralatan standar, serta akses internet untuk riset dan referensi digital. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform berbagi resep, video tutorial teknik memasak, dan aplikasi pencarian bahan makanan untuk mendukung riset dan pengembangan ide proyek kuliner. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui kajian literatur dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi empat periode utama perkembangan kuliner dunia dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Nama Makanan: Guru menyebutkan ciri-ciri makanan khas dari berbagai era, peserta didik menebak nama makanan dan era asalnya. Pemenang adalah yang paling cepat dan tepat.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah menganalisis studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan tiga faktor utama yang memengaruhi perkembangan kuliner di Indonesia secara runtut. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Teka-teki Bahan Makanan: Guru menyebutkan deskripsi singkat suatu bahan makanan khas Indonesia dan era penggunaannya, peserta didik menebak bahan tersebut. Contoh: 'Bumbu ini dibawa pedagang India dan menjadi dasar banyak masakan kari di Nusantara.' (Kunyit/Rempah).
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kuliner Indonesia.
Alat & bahan: Alat tulis, gawai (opsional)
Langkah kerja:
- Amati gambar 1 yang berisi peta jalur rempah di Indonesia.
- Diskusikan dalam kelompok, bagaimana jalur rempah ini memengaruhi jenis bahan makanan dan bumbu yang digunakan dalam masakan Indonesia.
- Identifikasi minimal 3 faktor lain (selain jalur rempah) yang menurut kelompokmu sangat memengaruhi perkembangan kuliner Indonesia.
- Isi tabel di bawah ini dengan hasil diskusi kelompokmu.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan 3 jenis makanan tradisional yang kamu ketahui!
- Apa perbedaan antara merebus dan menggoreng?
- Menurutmu, mengapa makanan di suatu daerah bisa berbeda dengan daerah lain?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok saat riset, diskusi, dan praktik, serta penilaian Jobsheet dan LKPD.
Sumatif (akhir): Penilaian presentasi proyek inovasi kuliner dan hasil hidangan, serta tes tertulis pilihan ganda dan esai.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi empat periode utama perkembangan kuliner dunia | Periode perkembangan kuliner dunia | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menjelaskan faktor utama yang memengaruhi perkembangan kuliner di Indonesia | Faktor-faktor perkembangan kuliner Indonesia | 4 JP | penalaran kritis |
| 3 | Mengidentifikasi tokoh penting dalam sejarah kuliner Indonesia dan mengaplikasikan teknik dasar kuliner | Tokoh kuliner Indonesia dan teknik dasar memasak | 4 JP | kreativitas, kolaborasi |
| 4 | Menciptakan ide hidangan inovatif yang terinspirasi dari sejarah kuliner dan mengevaluasi proyek | Proyek inovasi kuliner sejarah | 4 JP | kreativitas, kolaborasi, penalaran kritis |
Perjalanan kuliner adalah cerminan peradaban manusia. Dari cara berburu sederhana hingga seni gastronomi yang rumit, setiap era meninggalkan jejak rasa dan teknik. Mempelajari perkembangan kuliner bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang sejarah, budaya, inovasi, dan bagaimana semuanya membentuk identitas kita. Mari kita telusuri evolusi menarik ini.
1. Periode Prasejarah dan Kuno
Pada masa prasejarah, manusia berburu dan meramu, mengandalkan api untuk memasak dan mengawetkan makanan. Penemuan pertanian di era Neolitikum mengubah segalanya, memicu munculnya peradaban awal. Di Mesir Kuno, roti dan bir menjadi makanan pokok, sementara Romawi Kuno dikenal dengan jamuan mewah dan penggunaan rempah-rempah dari Asia. Perkembangan alat masak dari batu ke logam juga sangat signifikan dalam periode ini.
2. Kuliner Abad Pertengahan
Abad Pertengahan di Eropa ditandai oleh perbedaan kuliner yang mencolok antara kaum bangsawan dan rakyat jelata. Bangsawan menikmati hidangan kaya rempah, daging panggang, dan presentasi yang megah, seringkali dengan bumbu yang kuat. Sementara itu, rakyat jelata mengonsumsi makanan yang lebih sederhana seperti bubur, roti gandum, dan sayuran hasil kebun. Pengaruh agama juga kuat, dengan banyak hari puasa yang membatasi jenis makanan.
3. Era Penemuan dan Kolonialisme
Penjelajahan samudra pada abad ke-15 hingga ke-17 membawa pertukaran bahan makanan dan teknik masak antarbenua. Rempah-rempah dari Asia, kentang dan tomat dari Amerika, serta kopi dan teh menyebar ke seluruh dunia. Kolonialisme juga memperkenalkan masakan Eropa ke berbagai belahan dunia, seperti pengaruh Belanda di Indonesia atau Spanyol di Amerika Latin, menciptakan fusi kuliner yang unik.
4. Revolusi Kuliner Modern
Abad ke-18 dan ke-19 menyaksikan revolusi kuliner dengan munculnya restoran modern di Paris, yang mengubah cara makan di luar rumah. Auguste Escoffier diakui sebagai bapak masakan modern, yang menyederhanakan masakan Prancis klasik dan memperkenalkan sistem brigade di dapur. Penemuan teknologi seperti kulkas dan oven modern juga turut memajukan teknik penyimpanan dan pengolahan makanan, memungkinkan inovasi yang lebih besar.
5. Kuliner Kontemporer dan Globalisasi
Abad ke-20 dan ke-21 ditandai oleh globalisasi kuliner, di mana masakan dari berbagai negara dapat dinikmati di mana saja. Munculnya 'fusion cuisine', 'molecular gastronomy', dan tren makanan sehat/organik menunjukkan dinamika yang terus berkembang. Media sosial dan acara televisi kuliner juga berperan besar dalam menyebarkan tren dan menginspirasi koki-koki muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
6. Perkembangan Kuliner di Indonesia
Kuliner Indonesia adalah mozaik dari pengaruh beragam budaya dan sejarah. Jalur rempah membawa pengaruh India dan Timur Tengah, sementara pedagang Tionghoa memperkenalkan teknik tumis dan bahan seperti mi. Era kolonialisme membawa pengaruh Belanda dan Portugis, terlihat pada kue-kue dan beberapa hidangan sup. Semua ini berpadu dengan kekayaan bahan lokal dan tradisi memasak Nusantara, menghasilkan keragaman rasa yang luar biasa.
7. Tokoh Penting Kuliner Indonesia
Indonesia memiliki banyak tokoh yang berkontribusi pada perkembangan kulinernya. Sebut saja William Wongso, seorang pakar kuliner dan penulis buku resep yang memperkenalkan masakan Indonesia ke kancah internasional. Ada juga Bondan Winarno, jurnalis kuliner dengan slogan 'Maknyus!' yang mempopulerkan berbagai kuliner daerah. Selain itu, banyak chef dan pegiat kuliner lokal yang terus melestarikan dan mengembangkan resep-resep tradisional, memastikan warisan kuliner tetap hidup.
8. Inovasi dalam Kuliner
Inovasi kuliner bukan hanya menciptakan resep baru, tetapi juga mengembangkan teknik, presentasi, atau konsep hidangan. Ini bisa berarti menggabungkan rasa tradisional dengan teknik modern, menggunakan bahan lokal dengan cara baru, atau bahkan menciptakan pengalaman makan yang unik. Kemampuan untuk berinovasi sangat penting bagi seorang profesional kuliner untuk tetap relevan dan kompetitif di industri yang terus berubah ini.
Rangkuman: Perkembangan kuliner adalah perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh sejarah, budaya, teknologi, dan globalisasi. Dari api prasejarah hingga gastronomi molekuler, setiap era memberikan kontribusi unik. Memahami evolusi ini, termasuk kekayaan kuliner Indonesia dan tokoh-tokohnya, membekali kita untuk berinovasi dan menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bermakna dan relevan dengan masa depan.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Gastronomi | Seni atau ilmu tentang makanan dan masakan yang baik. |
| Fusion Cuisine | Gaya memasak yang menggabungkan unsur-unsur dari tradisi kuliner yang berbeda. |
| Molecular Gastronomy | Cabang ilmu pangan yang meneliti transformasi fisik dan kimia bahan makanan selama proses memasak. |
| Julienne | Teknik memotong bahan makanan menjadi irisan tipis seperti korek api. |
| Brunoise | Teknik memotong bahan makanan menjadi dadu kecil dan seragam. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Perkembangan Bidang Kuliner" mata pelajaran Dasar-dasar Kuliner Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Perkembangan Bidang Kuliner yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Kuliner Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Proses Bisnis Industri KulinerModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Sanitasi, Hygiene, dan Peralatan Pengolahan MakananModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersiapan Dasar MemasakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopStruktur MenuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPraktik Dasar Memasak Indonesia, Oriental, Kontinental, dan Pastry BakeryBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Kuliner lain yang sudah tersedia
PoultryDasar-dasar Kuliner Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Kuliner Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Kuliner kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Perkembangan Bidang Kuliner pada Dasar-dasar Kuliner SMK, Fase E, elemen Proses Bisnis Bidang Kuliner.
Modul Perkembangan Bidang Kuliner ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Dasar-dasar Kuliner kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Kuliner materi Perkembangan Bidang Kuliner ini gratis?
Ya. Modul Perkembangan Bidang Kuliner untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Perkembangan Bidang Kuliner ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Kuliner kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Kuliner kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Perkembangan Bidang Kuliner ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Perkembangan Bidang Kuliner dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Kuliner kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Kuliner kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Perkembangan Bidang Kuliner ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Perkembangan Bidang Kuliner tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Perkembangan Bidang Kuliner untuk Dasar-dasar Kuliner kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Perkembangan Bidang Kuliner ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Kuliner kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Perkembangan Bidang Kuliner beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Kuliner kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Kuliner ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Perkembangan Bidang Kuliner disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.