Modul Ajar & RPP Dasar-dasar Kuliner Kelas X
Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Dasar-dasar Kuliner |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang jenis-jenis makanan dan minuman serta beberapa profesi umum yang terkait dengan industri makanan. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Peserta didik dapat menganalisis berbagai profesi kuliner dan peluang kewirausahaan berdasarkan data dan informasi yang relevan. - kreativitas — elemen: menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik mampu mengembangkan ide-ide inovatif untuk produk kuliner atau model bisnis foodpreneur yang unik dan menarik. - kolaborasi — elemen: bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
Peserta didik berinteraksi secara efektif dalam kelompok untuk merencanakan dan menyajikan profil profesi atau konsep bisnis kuliner.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Dasar-dasar Kuliner |
| Rumusan CP Fase | Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai profesi di bidang kuliner serta peluang kewirausahaan (foodpreneur) dengan memahami karakteristik, persyaratan, dan prospek karirnya. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Materi ini membahas berbagai profesi nyata seperti koki, baker, barista, dan wirausahawan kuliner (foodpreneur) yang ada di industri. |
| Konseptual | Peserta didik mempelajari konsep-konsep dasar tentang job-profile, soft skill, hard skill, etika profesi, serta prinsip-prinsip kewirausahaan di bidang kuliner. |
| Prosedural | Peserta didik akan belajar tahapan riset profesi, analisis peluang usaha, perencanaan bisnis sederhana, dan presentasi ide bisnis kuliner. |
| Metakognitif | Peserta didik menyadari pentingnya merencanakan karir dan mengembangkan potensi diri di bidang kuliner untuk masa depan yang sukses. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal lima jenis profesi di bidang kuliner beserta deskripsi tugasnya dengan tepat.
- Dengan melakukan riset mandiri, peserta didik dapat menganalisis persyaratan dan prospek karir untuk minimal tiga profesi kuliner pilihan secara mandiri.
- Melalui presentasi kelompok, peserta didik mampu menjelaskan karakteristik dan peluang kewirausahaan (foodpreneur) di bidang kuliner dengan percaya diri.
- Dengan menyusun proposal bisnis sederhana, peserta didik dapat merancang ide produk kuliner inovatif yang memiliki nilai jual dan potensi pasar.
- Melalui praktik simulasi, peserta didik dapat mempresentasikan ide bisnis kuliner mereka di depan kelas dengan argumentasi yang logis dan persuasif.
Pemahaman bermakna: Memahami profesi dan kewirausahaan di bidang kuliner bukan hanya tentang memasak, tetapi juga tentang menemukan passion, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan peluang bisnis yang berkelanjutan untuk masa depan.
Pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian membayangkan pekerjaan apa yang bisa kalian geluti di dunia kuliner selain menjadi koki, dan bagaimana cara memulainya?"
| Praktik Pedagogis | Project Based Learning (PjBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan presentasi, penulisan proposal bisnis, dan penyusunan deskripsi profesi yang jelas dan persuasif. Ekonomi Bisnis: Analisis pasar, strategi pemasaran, perhitungan biaya produksi, dan penetapan harga dalam konteks kewirausahaan kuliner. Informatika: Penggunaan aplikasi pengolah kata/presentasi untuk membuat laporan proyek dan desain visual untuk promosi produk kuliner. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi mengenai minat dan bakat peserta didik di bidang kuliner, serta bila memungkinkan, mengundang praktisi kuliner atau foodpreneur lokal untuk berbagi pengalaman. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilakukan di ruang kelas yang nyaman untuk diskusi dan presentasi, serta memanfaatkan laboratorium praktik kuliner untuk simulasi atau pengembangan produk sederhana. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform online untuk riset profesi, mencari ide bisnis kuliner, membuat presentasi digital, dan mengakses video tutorial dari profesional kuliner. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal lima jenis profesi di bidang kuliner beserta deskripsi tugasnya dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Tebak Profesi Kuliner: Guru menunjukkan gambar atau deskripsi singkat tentang profesi kuliner, peserta didik menebak nama profesinya. Permainan ini melatih identifikasi awal.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan melakukan riset mandiri, peserta didik dapat menganalisis persyaratan dan prospek karir untuk minimal tiga profesi kuliner pilihan secara mandiri. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 30 menit | Ice breaking: Rantai Kata Kuliner: Guru menyebut satu profesi kuliner, peserta didik berikutnya menyebut profesi lain yang berhubungan, membentuk rantai kata. Melatih asosiasi dan memori.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 35 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 55 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 30 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 30 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menganalisis berbagai profesi di bidang kuliner serta peluang kewirausahaan.
Alat & bahan: Alat tulis, pensil warna, laptop/komputer, akses internet
Langkah kerja:
- Perhatikan berbagai profesi kuliner di bawah ini.
- Jodohkan gambar profesi dengan deskripsi tugas yang sesuai pada kolom kanan.
- Pilih tiga profesi yang paling menarik perhatianmu, lalu identifikasi persyaratan dan prospek karirnya.
- Buatlah peta pikiran tentang 'Foodpreneur' yang mencakup ide produk, target pasar, dan strategi pemasaran sederhana.
Gambar 1. Peta pikiran - Diskusikan hasil kerjamu dengan teman kelompok dan siapkan untuk presentasi.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Sebutkan tiga profesi yang kamu ketahui di bidang kuliner!
- Menurutmu, apa saja keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang koki?
- Apa yang kamu pahami tentang istilah 'wirausaha' atau 'pengusaha'?
- Pernahkah kamu berpikir untuk memiliki bisnis makanan sendiri? Jika ya, bisnis apa?
Formatif (proses): Observasi kinerja kelompok selama riset dan diskusi, serta penilaian partisipasi individu dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Sumatif (akhir): Penilaian proposal ide bisnis kuliner dan presentasi kelompok, serta tes tertulis tentang konsep profesi dan kewirausahaan kuliner.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis profesi kuliner dan deskripsi tugasnya. | Jenis-jenis profesi kuliner (koki, baker, barista, dsb.) dan deskripsi tugas. | 4 JP | penalaran kritis |
| 2 | Menganalisis persyaratan dan prospek karir profesi kuliner. | Persyaratan (hard skill, soft skill) dan prospek karir (jenjang, gaji). | 4 JP | penalaran kritis, kreativitas |
| 3 | Menjelaskan karakteristik dan peluang kewirausahaan di bidang kuliner. | Konsep foodpreneur, ide produk inovatif, analisis pasar, strategi pemasaran. | 4 JP | kreativitas, kolaborasi |
Industri kuliner adalah salah satu sektor paling dinamis dan menjanjikan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Materi ini akan membuka wawasanmu tentang beragam profesi yang bisa kamu geluti dan bagaimana kamu bisa menjadi seorang wirausahawan kuliner (foodpreneur) yang sukses. Mari kita selami dunia rasa dan peluang!
1. Mengenal Berbagai Profesi di Bidang Kuliner
Dunia kuliner menawarkan lebih dari sekadar menjadi koki. Ada baker yang ahli membuat roti dan kue, barista yang mahir meracik kopi, food stylist yang menata makanan agar terlihat menarik, sommelier yang ahli anggur, atau food photographer yang mengabadikan keindahan hidangan. Setiap profesi memiliki deskripsi tugas, tanggung jawab, dan lingkungan kerja yang unik, membutuhkan kombinasi hard skill dan soft skill yang berbeda untuk berhasil di bidangnya.
2. Job-Profile: Persyaratan dan Prospek Karir
Untuk setiap profesi, penting untuk memahami job-profile-nya. Ini mencakup persyaratan pendidikan formal (misalnya, sekolah kuliner), hard skill (keterampilan teknis seperti teknik memotong atau membuat adonan), dan soft skill (keterampilan interpersonal seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu). Prospek karir juga bervariasi, mulai dari jenjang karir, potensi penghasilan, hingga tantangan yang mungkin dihadapi dalam mengembangkan diri di industri yang kompetitif ini.
3. Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur)
Foodpreneur adalah individu yang menciptakan dan menjalankan bisnis di bidang kuliner. Ini bisa berupa restoran, kafe, katering, produksi makanan kemasan, atau bahkan bisnis makanan online. Menjadi foodpreneur membutuhkan kreativitas dalam menciptakan produk, pemahaman pasar, kemampuan manajemen, dan keberanian mengambil risiko. Peluang di bidang ini sangat luas, terutama dengan tren makanan sehat, makanan cepat saji inovatif, dan pengalaman kuliner unik.
4. Mengembangkan Ide Produk Kuliner Inovatif
Inovasi adalah kunci dalam kewirausahaan kuliner. Ini berarti menciptakan produk atau layanan yang berbeda, lebih baik, atau memenuhi kebutuhan pasar yang belum terlayani. Ide bisa berasal dari modifikasi resep tradisional, penggunaan bahan baku lokal yang unik, pengembangan konsep makanan sehat, atau menciptakan pengalaman makan yang baru. Proses pengembangan ide melibatkan riset pasar, uji coba produk, dan pengumpulan umpan balik dari calon konsumen.
5. Analisis Pasar dan Strategi Pemasaran Sederhana
Sebelum meluncurkan produk, foodpreneur perlu melakukan analisis pasar untuk memahami target konsumen, pesaing, dan tren industri. Setelah itu, strategi pemasaran sederhana dapat dirancang, seperti penentuan nama merek, desain logo, penetapan harga, promosi melalui media sosial, atau partisipasi dalam acara kuliner lokal. Pemasaran yang efektif membantu produk dikenal dan menarik pelanggan yang tepat.
6. Etika Profesi dan Tanggung Jawab Sosial
Dalam setiap profesi kuliner dan kewirausahaan, etika memegang peranan penting. Ini mencakup integritas, kejujuran, kebersihan, keamanan pangan, dan perlakuan adil terhadap karyawan dan pelanggan. Foodpreneur juga memiliki tanggung jawab sosial, seperti menggunakan bahan baku yang berkelanjutan, mengurangi limbah makanan, atau memberdayakan masyarakat sekitar. Praktik etis akan membangun reputasi baik dan keberlanjutan bisnis.
Rangkuman: Mempelajari profesi dan kewirausahaan kuliner membuka banyak pintu bagi masa depan. Dengan memahami job-profile, mengembangkan keterampilan yang relevan, dan berani berinovasi sebagai foodpreneur, kamu bisa menciptakan karir yang memuaskan dan berkontribusi pada industri kuliner. Ingat, passion dan kerja keras adalah kunci untuk sukses di dunia kuliner yang dinamis ini.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Foodpreneur | Wirausahawan di bidang kuliner. |
| Job-Profile | Gambaran lengkap tentang suatu pekerjaan, termasuk tugas, tanggung jawab, dan kualifikasi. |
| Hard Skill | Keterampilan teknis yang dapat diukur dan diajarkan, seperti teknik memasak. |
| Soft Skill | Keterampilan interpersonal dan personal yang berkaitan dengan cara berinteraksi, seperti komunikasi. |
| Barista | Profesional yang ahli dalam membuat dan menyajikan kopi. |
| Food Stylist | Profesional yang menata makanan agar terlihat menarik untuk fotografi atau presentasi. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile)" mata pelajaran Dasar-dasar Kuliner Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Dasar-dasar Kuliner Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil5 dari 5 siap unduh
Proses Bisnis Industri KulinerModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerkembangan Bidang KulinerModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap2 dari 4 siap unduh
Sanitasi, Hygiene, dan Peralatan Pengolahan MakananModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPersiapan Dasar MemasakModul siap unduh · Word + PDF ber-kopStruktur MenuBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPraktik Dasar Memasak Indonesia, Oriental, Kontinental, dan Pastry BakeryBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Dasar-dasar Kuliner lain yang sudah tersedia
PoultryDasar-dasar Kuliner Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Dasar-dasar Kuliner Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Dasar-dasar Kuliner kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) pada Dasar-dasar Kuliner SMK, Fase E, elemen Dasar-dasar Kuliner.
Modul Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 1 (ganjil), menurut urutan materi Dasar-dasar Kuliner kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Kuliner materi Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) ini gratis?
Ya. Modul Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Dasar-dasar Kuliner kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Dasar-dasar Kuliner kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) dapat Anda sesuaikan dengan murid Dasar-dasar Kuliner kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Dasar-dasar Kuliner kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) ini mengikuti Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) untuk Dasar-dasar Kuliner kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Dasar-dasar Kuliner kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Dasar-dasar Kuliner kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Dasar-dasar Kuliner ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Profesi dan Kewirausahaan Bidang Kuliner (Foodpreneur dan Job-Profile) disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.