Modul Ajar & RPP Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII
Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Lebih fleksibel, mempersingkat waktu, dan jelas.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Projek Kreatif dan Kewirausahaan |
| Fase / Kelas | F / XII |
| Materi Pokok | Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan (4 JP: 2 JP × 45 menit = 90 menit per pertemuan) |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep bisnis dan struktur organisasi usaha. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis berbagai skenario risiko bisnis dan mengevaluasi strategi mitigasi yang efektif. - kolaborasi — elemen: Kerja sama
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi risiko, merancang solusi, dan mengembangkan budaya korporasi. - kemandirian — elemen: Regulasi diri
Peserta didik mampu mengelola waktu dan sumber daya secara mandiri dalam menyelesaikan proyek identifikasi risiko dan perancangan budaya perusahaan.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Kewirausahaan dan Profesionalisme |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko bisnis serta membangun dan menerapkan budaya korporasi yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha secara profesional. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh nyata kegagalan bisnis akibat tidak mengelola risiko atau budaya korporasi yang buruk, seperti kasus perusahaan rintisan yang bangkrut. |
| Konseptual | Konsep inti meliputi identifikasi risiko, analisis risiko, mitigasi risiko, jenis-jenis budaya korporasi, dan dampaknya terhadap kinerja usaha. |
| Prosedural | Langkah-langkah sistematis dalam melakukan analisis SWOT, menyusun rencana mitigasi risiko, dan merumuskan nilai-nilai budaya korporasi. |
| Metakognitif | Kesadaran akan pentingnya perencanaan strategis dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis untuk mencapai keberlanjutan usaha. |
Tujuan Pembelajaran:
- Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis risiko bisnis dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menganalisis dampak potensial dari risiko bisnis terhadap keberlangsungan usaha secara komprehensif.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik dapat merumuskan strategi mitigasi risiko bisnis yang efektif sesuai konteks usaha.
- Setelah membaca materi, peserta didik dapat menjelaskan konsep dan pentingnya budaya korporasi dalam lingkungan kerja dengan jelas.
- Melalui simulasi, peserta didik dapat merancang elemen-elemen budaya korporasi yang positif dan mendukung tujuan perusahaan.
- Dengan menyusun rencana tindak lanjut, peserta didik dapat mengaplikasikan prinsip pengelolaan risiko dan budaya korporasi untuk pengembangan usaha.
Pemahaman bermakna: Pengelolaan risiko dan budaya korporasi adalah fondasi penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan usaha, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif.
Pertanyaan pemantik: "Mengapa banyak usaha rintisan yang gagal meskipun memiliki ide produk yang brilian?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Ekonomi Bisnis: Konsep biaya dan manfaat dalam mitigasi risiko, serta analisis pasar untuk identifikasi risiko eksternal. Bahasa Indonesia: Keterampilan komunikasi persuasif dalam presentasi solusi risiko dan perumusan nilai-nilai budaya korporasi yang jelas. Informatika: Penggunaan perangkat lunak spreadsheet untuk analisis data risiko dan pembuatan laporan manajemen risiko yang terstruktur. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua dapat diajak berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai keluarga membentuk etos kerja, dan alumni yang sukses di dunia usaha dapat diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman mengelola risiko dan budaya perusahaan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, serta akses ke perpustakaan sekolah dan internet untuk riset studi kasus dan referensi budaya korporasi. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Pemanfaatan platform presentasi online seperti Google Slides atau Canva untuk menyajikan hasil proyek, serta penggunaan Google Docs untuk kolaborasi dalam penulisan laporan kelompok. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Setelah mengamati studi kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis risiko bisnis dengan tepat dan merumuskan strategi mitigasi risiko bisnis yang efektif sesuai konteks usaha. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Kata Bisnis: Guru menyebutkan definisi, peserta didik menebak istilah bisnis terkait risiko. Contoh: 'Kemungkinan kerugian finansial', jawabannya 'Risiko Keuangan'.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Setelah membaca materi, peserta didik dapat menjelaskan konsep dan pentingnya budaya korporasi dalam lingkungan kerja dengan jelas dan mengaplikasikan prinsip pengelolaan risiko dan budaya korporasi untuk pengembangan usaha. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Logo Perusahaan: Guru menampilkan beberapa logo perusahaan terkenal, peserta didik menebak nama perusahaan dan menyebutkan satu nilai yang diasosiasikan dengan perusahaan tersebut.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
Tujuan: Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis risiko bisnis yang mungkin dihadapi oleh sebuah usaha dan merumuskan dampak potensialnya.
Alat & bahan: Kertas, pulpen, studi kasus tercetak
Langkah kerja:
- Bacalah studi kasus 'Kedai Kopi Senja' dengan seksama.
- Identifikasi minimal 5 potensi risiko yang mungkin dihadapi oleh Kedai Kopi Senja.
Gambar 1. Peta pikiran - Klasifikasikan setiap risiko ke dalam kategori yang tepat (misalnya: operasional, finansial, pasar, reputasi, SDM).
- Tuliskan dampak potensial yang mungkin terjadi jika risiko tersebut tidak dikelola dengan baik.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang Anda ketahui tentang risiko dalam konteks bisnis?
- Menurut Anda, mengapa penting bagi sebuah usaha untuk mengelola risiko?
- Pernahkah Anda mendengar tentang 'budaya perusahaan'? Apa yang Anda pahami?
Formatif (proses): Asesmen formatif dilakukan melalui observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan kelengkapan pengisian LKPD.
Sumatif (akhir): Asesmen sumatif berupa presentasi rancangan budaya korporasi dan jawaban soal esai tentang pengelolaan risiko.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi jenis-jenis risiko bisnis dengan tepat. | Identifikasi dan analisis risiko bisnis. | 2 JP | penalaran kritis |
| 2 | Merumuskan strategi mitigasi risiko bisnis yang efektif sesuai konteks usaha. | Perumusan strategi mitigasi risiko. | 2 JP | kolaborasi |
| 3 | Merancang elemen-elemen budaya korporasi yang positif dan mendukung tujuan perusahaan. | Konsep dan perancangan budaya korporasi. | 2 JP | kemandirian |
| 4 | Mengaplikasikan prinsip pengelolaan risiko dan budaya korporasi untuk pengembangan usaha. | Integrasi risiko dan budaya korporasi dalam pengembangan usaha. | 2 JP | penalaran kritis |
Modul ini akan membimbing Anda memahami dua pilar penting dalam keberlangsungan usaha: pengelolaan risiko bisnis dan pembentukan budaya korporasi. Keduanya saling terkait erat dan esensial untuk mencapai kesuksesan jangka panjang. Dengan menguasai materi ini, Anda akan siap menghadapi tantangan dunia usaha dengan strategi yang matang dan etos kerja yang kuat.
1. Pengertian dan Pentingnya Pengelolaan Risiko Bisnis
Pengelolaan risiko bisnis adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mengendalikan, dan memitigasi risiko yang dapat memengaruhi tujuan bisnis. Pentingnya terletak pada kemampuannya untuk melindungi nilai perusahaan, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, dan memastikan kelangsungan operasional. Tanpa pengelolaan risiko yang baik, perusahaan rentan terhadap kerugian finansial, reputasi buruk, bahkan kebangkrutan. Proses ini membantu perusahaan mengantisipasi masalah sebelum terjadi dan meresponsnya secara efektif.
2. Jenis-Jenis Risiko Bisnis
Risiko bisnis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain risiko operasional (gangguan proses internal), risiko finansial (masalah keuangan), risiko pasar (perubahan tren pasar), risiko strategis (kesalahan pengambilan keputusan), risiko kepatuhan (pelanggaran regulasi), dan risiko reputasi (citra buruk). Setiap jenis risiko memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan mitigasi yang spesifik. Contoh risiko operasional adalah kerusakan mesin produksi, sedangkan risiko pasar adalah munculnya pesaing baru dengan produk inovatif.
3. Tahapan Pengelolaan Risiko
Tahapan pengelolaan risiko meliputi: 1) Identifikasi risiko: mengenali potensi ancaman. 2) Analisis risiko: menilai kemungkinan dan dampak risiko. 3) Evaluasi risiko: membandingkan risiko dengan kriteria yang ditetapkan. 4) Mitigasi risiko: mengembangkan strategi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko (misalnya, asuransi, diversifikasi, perencanaan darurat). 5) Pemantauan dan peninjauan: memantau efektivitas strategi mitigasi secara berkala. Proses ini bersifat dinamis dan berkelanjutan, membutuhkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis.
4. Konsep Budaya Korporasi
Budaya korporasi adalah seperangkat nilai, kepercayaan, norma, dan praktik yang membentuk lingkungan kerja dalam sebuah organisasi. Ini mencakup bagaimana karyawan berinteraksi satu sama lain, dengan pelanggan, dan dengan pemangku kepentingan lainnya. Budaya korporasi dapat bersifat formal (terdokumentasi) maupun informal (kebiasaan yang tidak tertulis). Budaya yang kuat dan positif dapat meningkatkan motivasi karyawan, produktivitas, inovasi, dan loyalitas, serta menarik talenta terbaik. Sebaliknya, budaya negatif dapat menghambat pertumbuhan dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.
5. Elemen Pembentuk Budaya Korporasi
Elemen pembentuk budaya korporasi meliputi: 1) Visi dan Misi: tujuan dan arah organisasi. 2) Nilai-nilai Inti: prinsip-prinsip yang memandu perilaku. 3) Praktik dan Tradisi: cara kerja dan kebiasaan sehari-hari. 4) Simbol dan Artefak: logo, jargon, atau desain kantor. 5) Kepemimpinan: gaya kepemimpinan yang memengaruhi suasana kerja. 6) Komunikasi: cara informasi disebarkan. Semua elemen ini saling berinteraksi membentuk identitas unik sebuah perusahaan. Misalnya, perusahaan yang menjunjung tinggi inovasi akan memiliki praktik yang mendorong eksperimen dan toleransi terhadap kegagalan.
6. Hubungan Pengelolaan Risiko dan Budaya Korporasi
Pengelolaan risiko dan budaya korporasi memiliki hubungan simbiosis. Budaya yang kuat dan positif, yang menekankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas, akan mendorong karyawan untuk melaporkan risiko, mematuhi prosedur, dan mengambil inisiatif dalam mitigasi. Sebaliknya, budaya yang permisif atau berorientasi pada keuntungan jangka pendek dapat meningkatkan toleransi terhadap risiko yang tidak perlu. Budaya yang proaktif terhadap pembelajaran dan adaptasi juga membantu perusahaan merespons risiko baru dengan lebih cepat dan efektif. Keduanya harus terintegrasi untuk menciptakan perusahaan yang tangguh.
7. Rencana Tindak Lanjut dan Pengembangan Usaha
Setelah mengidentifikasi risiko dan merancang budaya, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana tindak lanjut untuk pengembangan usaha. Ini melibatkan implementasi strategi mitigasi risiko, internalisasi nilai-nilai budaya korporasi melalui pelatihan dan komunikasi, serta pengukuran efektivitas keduanya. Rencana ini harus mencakup target yang jelas, penanggung jawab, dan jadwal pelaksanaan. Evaluasi berkala penting untuk memastikan bahwa strategi yang diterapkan masih relevan dan efektif, serta untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dan inovasi berkelanjutan.
Rangkuman: Pengelolaan risiko bisnis adalah kunci untuk melindungi usaha dari kerugian dan memastikan keberlanjutan. Ini melibatkan identifikasi, analisis, dan mitigasi berbagai jenis risiko. Budaya korporasi, yang terdiri dari nilai dan praktik, sangat memengaruhi kinerja karyawan dan respons perusahaan terhadap tantangan. Integrasi yang kuat antara pengelolaan risiko dan budaya korporasi menciptakan fondasi kokoh bagi pengembangan usaha yang tangguh dan inovatif di tengah dinamika pasar.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Mitigasi Risiko | Tindakan mengurangi dampak atau kemungkinan terjadinya risiko. |
| Budaya Korporasi | Nilai, norma, dan praktik yang membentuk lingkungan kerja perusahaan. |
| Risiko Operasional | Risiko yang timbul dari kegagalan proses internal, sistem, atau SDM. |
| Studi Kasus | Metode pembelajaran yang menganalisis situasi nyata untuk memahami konsep. |
| Integritas | Konsistensi antara perkataan dan perbuatan, kejujuran. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi" mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil4 dari 5 siap unduh
Konsep KewirausahaanModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPeluang UsahaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPerencanaan UsahaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPengelolaan Sumber Daya UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPenerapan Teknologi dalam BerwirausahaModul siap unduh · Word + PDF ber-kopSemester 2 / Genap5 materi · siap dibuatkan
Pemasaran Produk dan JasaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengelolaan Keuangan UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisEtika dan Tanggung Jawab Sosial dalam BerwirausahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisPengelolaan Risiko UsahaBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisModul Projek Kreatif dan Kewirausahaan lain yang sudah tersedia
Rencana Bisnis BerkelanjutanProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII SMKAnalisis dan Prediksi Peluang Usaha Tingkat LanjutProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII SMKDesain Produk, Keemasan dan Pembuatan PrototipeProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII SMKDesain Prototipe dan Kemasan ProdukProjek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII SMKLihat semua Modul Ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XII →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas 12 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas XII dan kelas 12 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi pada Projek Kreatif dan Kewirausahaan SMK, Fase F, elemen Kewirausahaan dan Profesionalisme.
Modul Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi untuk Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII.
Apakah modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan materi Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi ini gratis?
Ya. Modul Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi untuk kelas XII SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF tanpa watermark, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 12 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi dapat Anda sesuaikan dengan murid Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase F untuk kelas XII SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi untuk Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Projek Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem) ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Projek Kreatif dan Kewirausahaan ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Pengelolaan Risiko Bisnis dan Budaya Korporasi disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.