SMKKelas XFase E

Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Demokrasi Liberal

Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️

🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar

Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.

TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
  • 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
  • 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
  • 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
  • 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital

📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026

Nama & kop sekolah Anda tercetak otomatis
✨ Coba sendiri — sampulnya langsung berubah GRATIS
2Pilih tema sampul
“Dulu lama menyusun modul — dengan sistem ini tinggal klik, jadi.”
Drs. Joko Indarto · guru SMP

Tanpa iklanTanpa grup WhatsAppTanpa tautan Drive

📽️ Modul ini sekalian jadi PPT-nyaSlide dari isi modul ini · satu .pptx per pertemuan

Isi modul ini

💡 Tentang materinya: Masa Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959) ditandai oleh sistem parlementer multipartai dan ketidakstabilan politik akibat seringnya pergantian kabinet. Meskipun berhasil menyelenggarakan Pemilu 1955, sistem ini menghadapi banyak tantangan ekonomi dan keamanan yang belum teratasi, sehingga membuka jalan bagi perubahan sistem pemerintahan ke arah Demokrasi Terpimpin.

Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.

KURIKULUM MERDEKA
✦ DEEP LEARNING · PEMBELAJARAN MENDALAM ✦
MODUL AJAR
Demokrasi Liberal
Sejarah · Kelas X · Fase E
DISUSUN OLEHnama Andasekolah AndaTahun Pelajaran 2026/2027
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
MODUL AJAR
Demokrasi Liberal
Sejarah · Fase E · Kelas X · Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam
A.  IDENTITAS MODULCP: Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
Penyusunnama Anda
Satuan Pendidikansekolah Anda
Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasE / X
Materi PokokDemokrasi Liberal
Alokasi Waktu2 pertemuan
Tahun Pelajaran2026/2027
PendekatanPembelajaran Mendalam
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL) + praktik
Bentuk DokumenModul Ajar — memuat RPP

✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.

B.  KOMPONEN INTI8 Dimensi Profil Lulusan

Identifikasi Peserta Didik:

Kesiapan belajar (kompetensi awal)Peserta didik telah memahami kondisi umum Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan dan bentuk-bentuk pemerintahan awal Republik Indonesia.

Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:

  1. kewargaan — elemen: Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama
    Peserta didik menganalisis kebijakan pada masa Demokrasi Liberal dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.
  2. penalaran kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
    Peserta didik mengevaluasi berbagai pandangan mengenai keberhasilan dan kegagalan Demokrasi Liberal di Indonesia.
  3. kolaborasi — elemen: Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama
    Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyusun presentasi tentang dinamika politik Demokrasi Liberal.

Capaian Pembelajaran (CP):

AcuanKepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Elemen / DomainSejarah Indonesia
Rumusan CP FasePeserta didik mampu menganalisis secara kritis perkembangan kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya bangsa Indonesia pada masa Demokrasi Liberal serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kehidupan masyarakat saat ini.

Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:

FaktualIndonesia pernah menerapkan sistem pemerintahan Demokrasi Liberal pada tahun 1950-1959 dengan pergantian kabinet yang sering.
KonseptualDemokrasi Liberal adalah sistem politik yang menekankan pada kebebasan individu dan peran partai politik yang dominan dalam pemerintahan.
ProseduralPeserta didik akan belajar menganalisis informasi dari berbagai sumber, menyintesis data, dan menyajikan temuan secara sistematis.
MetakognitifPeserta didik menyadari pentingnya memahami konteks sejarah untuk menganalisis keberlanjutan masalah politik dan ekonomi di masa kini.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Melalui pengamatan sumber primer, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pokok sistem pemerintahan Demokrasi Liberal di Indonesia dengan tepat.
  2. Dengan menganalisis berbagai dokumen sejarah, peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab seringnya pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal secara runtut.
  3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengevaluasi kebijakan ekonomi dan politik yang diterapkan pada masa Demokrasi Liberal beserta dampaknya terhadap rakyat Indonesia dengan argumentasi yang kuat.
  4. Dengan membuat peta pikiran, peserta didik dapat membandingkan keberhasilan dan kegagalan Demokrasi Liberal dengan sistem politik lain di Indonesia secara kritis.
  5. Melalui presentasi hasil analisis, peserta didik dapat menyajikan dinamika politik dan ekonomi pada masa Demokrasi Liberal dengan jelas dan sistematis.
Halaman 2 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
B.  KOMPONEN INTI (lanjutan)

Pemahaman bermakna: Memahami era Demokrasi Liberal membantu kita mengenali kompleksitas sistem politik, tantangan dalam membangun stabilitas, dan bagaimana keputusan masa lalu membentuk kondisi Indonesia saat ini.

Pertanyaan pemantik: "Mengapa Indonesia, yang baru merdeka, memilih sistem Demokrasi Liberal yang justru sering menimbulkan ketidakstabilan politik?"

C.  DESAIN PEMBELAJARANPermendikdasmen 13/20254 Kerangka Pembelajaran Mendalam
Praktik PedagogisProblem Based Learning (PBL) + praktik
Lintas Disiplin IlmuEkonomi: menganalisis kebijakan ekonomi pada masa Demokrasi Liberal dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Sosiologi: mengkaji perubahan sosial dan dinamika masyarakat akibat kebijakan politik Demokrasi Liberal.
Pendidikan Pancasila: membandingkan nilai-nilai demokrasi liberal dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
Kemitraan PembelajaranOrang tua atau anggota komunitas dapat berbagi pengalaman atau cerita terkait kondisi sosial-politik di era 1950-an, jika ada.
Lingkungan PembelajaranPembelajaran dilakukan di kelas dengan pengaturan tempat duduk kelompok dan akses ke perpustakaan atau sudut baca untuk sumber sejarah.
Pemanfaatan Teknologi DigitalPemanfaatan platform berbagi dokumen dan presentasi daring untuk kolaborasi kelompok dan penyajian hasil analisis.
Halaman 3 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.1  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 1Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 1Melalui pengamatan sumber primer, peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri pokok sistem pemerintahan Demokrasi Liberal di Indonesia dengan tepat.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Tebak Tokoh Sejarah: Guru menyebutkan ciri-ciri singkat seorang tokoh penting di era Demokrasi Liberal, lalu peserta didik menebak namanya.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru menayangkan klip pendek tentang suasana politik di awal kemerdekaan Indonesia dan bertanya tentang kesan peserta didik.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa mereka akan menganalisis ciri-ciri Demokrasi Liberal dengan pertanyaan pemantik: 'Apa saja ciri khas Demokrasi Liberal di Indonesia?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan gambar karikatur politik era Demokrasi Liberal dan meminta peserta didik mengamati serta mengidentifikasi masalah yang tergambar.
  2. Guru membagikan artikel singkat tentang latar belakang dan karakteristik umum Demokrasi Liberal di Indonesia kepada setiap kelompok.
  3. Peserta didik secara berkelompok membaca dan menganalisis artikel tersebut untuk menemukan ciri-ciri utama sistem Demokrasi Liberal.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk menyusun daftar ciri-ciri Demokrasi Liberal berdasarkan artikel yang dibaca.
  2. Setiap kelompok mencatat ciri-ciri tersebut pada kertas besar atau papan tulis mini.
  3. Guru berkeliling membimbing diskusi, memastikan setiap kelompok memahami konsep dan mencatat dengan benar.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi ciri-ciri Demokrasi Liberal di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan umpan balik dan pertanyaan terkait presentasi.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap konsep ciri-ciri Demokrasi Liberal dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan ciri-ciri pokok Demokrasi Liberal di Indonesia.
  2. Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan mengajak mereka merenungkan pentingnya memahami sejarah sistem pemerintahan.
  3. Guru memberikan tugas membaca materi tentang pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 4 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
D.2  PENGALAMAN BELAJAR — PERTEMUAN 2Rumus 8-3-3-4 · 3 Pengalaman Belajartotal 90 menit · awal 15 · inti 60 · penutup 15
Model PembelajaranProblem Based Learning (PBL)
Tujuan Pertemuan 2Dengan menganalisis berbagai dokumen sejarah, peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab seringnya pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal secara runtut.
TahapanAlokasiKegiatan Pembelajaran
Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful)15 menitIce breaking: Rantai Kata Kunci: Setiap peserta didik menyebutkan satu kata kunci terkait Demokrasi Liberal secara berurutan, tidak boleh mengulang.
  1. Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang ciri-ciri Demokrasi Liberal dan menghubungkannya dengan isu pergantian kabinet.
  3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menganalisis faktor penyebab seringnya pergantian kabinet dengan pertanyaan pemantik: 'Apa yang menyebabkan kabinet sering berganti di era Demokrasi Liberal?'
Inti — MemahamiBermakna (Meaningful)20 menit
  1. Orientasi pada masalah: Guru menayangkan tabel yang berisi daftar kabinet pada masa Demokrasi Liberal beserta masa jabatannya.
  2. Guru meminta peserta didik mengamati tabel dan mengidentifikasi pola pergantian kabinet yang sangat sering.
  3. Guru membagikan beberapa kutipan dari surat kabar atau dokumen sejarah tentang alasan di balik jatuhnya beberapa kabinet.
Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful)25 menit
  1. Mengorganisasi peserta didik untuk belajar: Peserta didik dalam kelompok menganalisis kutipan dokumen sejarah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakstabilan kabinet.
  2. Membimbing penyelidikan: Setiap kelompok mendiskusikan temuan mereka dan mengelompokkan faktor-faktor tersebut ke dalam kategori (misalnya, politik, ekonomi, sosial).
  3. Peserta didik menyusun peta pikiran (gambar 1) atau mind map yang menggambarkan hubungan antar faktor penyebab pergantian kabinet.
Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful)15 menit
  1. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya: Setiap kelompok mempresentasikan peta pikiran mereka di depan kelas, menjelaskan faktor-faktor penyebab pergantian kabinet.
  2. Kelompok lain memberikan masukan dan pertanyaan, membandingkan hasil analisis mereka.
  3. Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menguatkan pemahaman tentang kompleksitas faktor penyebab ketidakstabilan politik pada masa tersebut.
Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful)15 menit
  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan faktor-faktor utama penyebab seringnya pergantian kabinet di era Demokrasi Liberal.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dalam menganalisis dokumen sejarah dan mendorong mereka untuk berpikir kritis.
  3. Guru memberikan pengarahan untuk mempersiapkan presentasi tentang kebijakan dan dampaknya untuk pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.

Halaman 5 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
LKPD — LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LKPD · LEMBAR KERJA PESERTA DIDIKAnalisis Kebijakan Demokrasi Liberal
NamaKelasKelompok
TanggalNilaiParaf Guru

Waktu pengerjaan: 25 menit

Tujuan: Kamu akan menganalisis studi kasus kebijakan pada masa Demokrasi Liberal dan dampaknya.

Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.

Info singkat: Masa Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959) adalah periode penting dalam sejarah bangsa yang ditandai oleh sistem multipartai dan seringnya pergantian kabinet.

Alat & bahan: Lembar studi kasus, alat tulis, kertas flipchart/papan mini

Langkah kerja:

  1. Amati gambar 1 (peta pikiran) yang menunjukkan faktor penyebab pergantian kabinet dan diskusikan dalam kelompokmu.
    PergantianKabinetPersaingan PartaiMosi TidakPercayaPerbedaanIdeologiIsu Keamanan
    Gambar 1. Peta pikiran
  2. Baca studi kasus kebijakan 'Gunting Syafruddin' yang diberikan oleh guru dengan seksama.
  3. Diskusikan dalam kelompokmu: apa tujuan kebijakan ini, bagaimana pelaksanaannya, serta apa saja keberhasilan dan kegagalannya?
  4. Catat hasil diskusimu pada tabel di bawah ini.
  5. Siapkan presentasi singkat tentang hasil analisis kelompokmu.
Tabel kerja LKPDtabel pengamatan, diisi muridlembar refleksi murid · 2 pertanyaankolom kesimpulan kelompok · refleksi emoji

🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.

Halaman 6 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ASESMENStandar Proses — Permendikdasmen 1/2026

Asesmen awal (diagnostik):

  1. Apa yang kamu ketahui tentang masa setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
  2. Menurutmu, apa itu 'demokrasi'?
  3. Apakah kamu pernah mendengar istilah 'kabinet' dalam pemerintahan?
  4. Sebutkan satu tokoh penting pada awal kemerdekaan Indonesia!

Formatif (proses): Observasi partisipasi diskusi kelompok dan kualitas peta pikiran yang dibuat peserta didik.

Sumatif (akhir): Penilaian esai tentang perbandingan Demokrasi Liberal dengan sistem politik lain di Indonesia.

Rubrik KKTP2 kriteria · 4 tingkat ketercapaian
Kunci jawaban6 pilihan ganda + 5 uraian

🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.

Halaman 7 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)Kurikulum Merdeka
NoTujuan PembelajaranMateriAlokasiDimensi
1Mengidentifikasi ciri-ciri pokok sistem pemerintahan Demokrasi Liberal.Ciri-ciri Demokrasi Liberal di Indonesia.2 JPpenalaran kritis
2Menganalisis faktor penyebab seringnya pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal.Faktor penyebab ketidakstabilan kabinet.2 JPpenalaran kritis, kolaborasi
3Membandingkan keberhasilan dan kegagalan Demokrasi Liberal dengan sistem politik lain.Kebijakan dan dampak Demokrasi Liberal, perbandingan sistem politik.2 JPkewargaan, penalaran kritis
Halaman 8 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
BAHAN AJAR

Masa Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959) adalah periode penting dalam sejarah bangsa yang ditandai oleh sistem multipartai dan seringnya pergantian kabinet. Periode ini memberikan pelajaran berharga tentang tantangan dalam membangun stabilitas politik dan ekonomi setelah kemerdekaan.

1. Latar Belakang dan Ciri-Ciri Demokrasi Liberal
Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1949, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan pada tahun 1950 dan menganut sistem parlementer dengan corak Demokrasi Liberal. Ciri utamanya adalah dominasi partai politik, kabinet yang bertanggung jawab kepada parlemen, dan kebebasan sipil yang luas. Sistem ini memungkinkan banyak partai untuk bersaing dalam pemilihan umum, namun juga memicu fragmentasi kekuatan politik.

2. Dinamika Politik: Seringnya Pergantian Kabinet
Salah satu fenomena paling menonjol pada masa Demokrasi Liberal adalah ketidakstabilan politik akibat seringnya pergantian kabinet. Dalam kurun waktu sembilan tahun, Indonesia memiliki tujuh kabinet yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh kuatnya persaingan antarpartai, mosi tidak percaya di parlemen, serta perbedaan pandangan dalam menyikapi berbagai masalah nasional seperti ekonomi dan keamanan. Masing-masing partai berusaha untuk menjatuhkan kabinet lawan demi kepentingan politiknya.

3. Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal
Pemerintahan Demokrasi Liberal menghadapi tantangan ekonomi yang besar, termasuk inflasi, defisit anggaran, dan ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Berbagai kebijakan ekonomi dicoba untuk mengatasi masalah ini, seperti 'Gunting Syafruddin' yang memotong nilai uang, 'Program Benteng' untuk membina pengusaha pribumi, dan nasionalisasi perusahaan asing. Namun, sebagian besar kebijakan ini belum mampu memberikan dampak signifikan dan berkelanjutan.

4. Kebijakan Politik dan Sosial
Selain ekonomi, kebijakan politik dan sosial juga menjadi fokus. Pelaksanaan pemilihan umum pertama pada tahun 1955 merupakan salah satu pencapaian penting Demokrasi Liberal. Di bidang sosial, pemerintah berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendidikan dan kesehatan. Namun, masalah keamanan seperti pemberontakan daerah masih menjadi tantangan serius yang mengancam persatuan bangsa.

5. Keberhasilan dan Kegagalan Demokrasi Liberal
Keberhasilan Demokrasi Liberal antara lain terlihat dari terlaksananya Pemilu 1955 yang demokratis dan tumbuhnya kebebasan berpendapat. Namun, kegagalan utamanya adalah ketidakmampuan menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang berkelanjutan. Seringnya pergantian kabinet menghambat pembangunan dan penyelesaian masalah fundamental bangsa, yang pada akhirnya memicu munculnya gagasan Demokrasi Terpimpin.

Rangkuman: Masa Demokrasi Liberal di Indonesia (1950-1959) ditandai oleh sistem parlementer multipartai dan ketidakstabilan politik akibat seringnya pergantian kabinet. Meskipun berhasil menyelenggarakan Pemilu 1955, sistem ini menghadapi banyak tantangan ekonomi dan keamanan yang belum teratasi, sehingga membuka jalan bagi perubahan sistem pemerintahan ke arah Demokrasi Terpimpin.

Halaman 9 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
GLOSARIUM
IstilahArti
Demokrasi LiberalSistem pemerintahan yang menekankan kebebasan individu dan dominasi partai politik.
KabinetBadan pemerintahan yang terdiri dari menteri-menteri dan dipimpin oleh seorang perdana menteri.
Mosi Tidak PercayaPernyataan anggota parlemen yang menyatakan tidak percaya kepada kabinet, sehingga kabinet harus mengundurkan diri.
Gunting SyafruddinKebijakan ekonomi pada tahun 1950 untuk memotong nilai mata uang guna mengatasi inflasi.
Program BentengKebijakan ekonomi untuk membina pengusaha pribumi agar mampu bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
Daftar pustaka4 rujukan

🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.

Halaman 10 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org
PEMERINTAH / YAYASAN PENYELENGGARANama sekolah AndaAlamat lengkap sekolah Anda
PENGESAHAN

Modul ajar "Demokrasi Liberal" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengetahui,
Kepala Sekolah
…………, …………
Guru Mata Pelajaran
( ……………… )
NIP. …………
nama Anda
NIP. …………

Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025

Halaman 11 · Demokrasi Liberal — pratinjau tuntas.org

11 lembar di atas sudah cukup untuk disetor ke sekolah

Gratis sepenuhnya, tanpa biaya apa pun. Di berkas unduhannya ada juga rubrik KKTP siap tanda tangan, tabel kerja LKPD, dan lembar refleksi murid — lengkap dengan kop sekolah, nama Anda sebagai penyusun, dan kolom tanda tangan kepala sekolah.

📥 Unduh Modul Saya — GRATIS2 langkah singkat · atas nama Anda · Word + PDF
1Nama & sekolahuntuk kop & sampul
2Unduhmasuk email/Google, lalu berkas turun

Jenjang, mapel, kelas, dan materinya sudah terbawa dari halaman ini. Tinggal nama, sekolah, dan pilih semester-nya.

✓ Bisa disetor sebagai Rencana Pelaksanaan PembelajaranStandar Proses 1/2026 · ketuk untuk penjelasan

Berkas ini modul ajar, dan di dalamnya sudah termuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran): tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen — tiga komponen inti menurut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Modul ajar melengkapinya dengan LKPD, ATP, dan bahan ajar. Jadi bila sekolah Anda meminta RPP, berkas ini sudah memenuhinya.

Opsional · tidak wajib
✨ Mau lebih lengkap?+6 lembarLembar 12–17

Modul Demokrasi Liberal ini bisa jadi 17 lembar lebih

Ini 6 lembar lanjutannya. Geser untuk lihat 👉

Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XPeta Konsep
Demokrasi LiberalLatar Belakang dan Ciri-Ciri Demokrasi LiberalDinamika Politik: Seringnya Pergantian KabinetKebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi LiberalKebijakan Politik dan SosialKeberhasilan dan Kegagalan Demokrasi Liberal
Dari sub-bab Demokrasi LiberalHalaman 12
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XIce Breaking
Pertemuan 1Pertemuan 2Pertemuan 3… hingga Pertemuan 8
Biar kelas langsung hidupHalaman 13
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XLKPD Tiap Pertemuan
P1P2P3…Temuan / hasil kerjaBukti atau alasanSimpulan
Beda tiap pertemuanHalaman 14
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XRefleksi Guru & Siswa
GuruKetercapaian tujuan pembelajaranPeserta didik yang perlu pendampinganPeserta didikSaya sudah memahami …Hal yang masih membingungkan …
Tinggal isi habis mengajarHalaman 15
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XRemedial & Pengayaan
RemedialUntuk yang belum mencapai tujuanPengayaanUntuk yang tuntas lebih awal
Buat yang tertinggal & yang sudah tuntasHalaman 16
Nama sekolah AndaSejarah · Kelas XProfil Lulusan
KewargaanPenalaran kritisKolaborasi
Sudah dikaitkan ke materi iniHalaman 17

🎁 Plus perangkat setahun, ikut di paket

Semua paketPPT Bahan Tayang tiap Pertemuan
Semua paketKaldik & Alokasi Waktu
Semua paketProta
Semua paketPromes Semester 1
Semua paketCP · ATP · KKTP Setahun
Semua paketJurnal Mengajar Semester
Paket 30 & 60Soal PTS & PAS + analisis butir soal
Paket 30 & 60Administrasi Kelas
Paket 30 & 60Piagam Siswa
Paket 60e-Kinerja
Paket 60Deskripsi Rapor
Paket 60Program Kerja Ekskul

🤝 Tidak wajib kok. Modul ini tetap gratis. Kalau nanti butuh lebih banyak, tinggal ambil paketnya — mulai Rp2.000 per modul di Paket 60 Modul.

Bukan Demokrasi Liberal yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇

Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menit

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?

Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Demokrasi Liberal pada Sejarah SMK, Fase E, elemen Sejarah Indonesia.

Modul Demokrasi Liberal ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?

Mengikuti program semester sekolah Anda. Pilih Semester 1 atau 2 saat mengunduh; pilihan itu tercetak di lembar identitas modul Demokrasi Liberal untuk Sejarah kelas X.

Apakah modul ajar Sejarah materi Demokrasi Liberal ini gratis?

Ya. Modul Demokrasi Liberal untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.

Bagaimana cara download modul ajar Demokrasi Liberal ini dalam Word (.docx) dan PDF?

Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.

Berapa lama modul ini tersusun?

Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.

Bisakah modul Demokrasi Liberal ini diedit?

Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Demokrasi Liberal dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.

Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?

Ya. Modul Demokrasi Liberal ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Demokrasi Liberal tercantum di lembar identitasnya.

Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?

Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Demokrasi Liberal untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.

Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?

Ada. Modul Demokrasi Liberal ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.

Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?

Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Demokrasi Liberal beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun, Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah, dan PPT bahan tayang tiap pertemuan tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.

Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?

Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Demokrasi Liberal disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.

Semua Modul Ajar Sejarah SMKSemua kelas — pilih materinya, unduh atas nama Anda

tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.