Modul Ajar & RPP Sejarah Kelas X
Penulisan Sejarah (Historiografi)
Sudah jadi 11 lembar, tinggal tulis nama Anda ✍️
🎁 100% GRATIS · unduh Word + PDF tanpa bayar
Gratis 3 modul, tanpa bayar apa pun.
TERBARUTP 2026/2027Rumus 8-3-3-4Pembelajaran Mendalam
- 8Dimensi Profil Lulusan: keimanan & ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
- 3Prinsip Pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan
- 3Pengalaman Belajar: memahami, mengaplikasi, merefleksi
- 4Kerangka Pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, pemanfaatan digital
📜 Dasar: Permendikdasmen 13/2025 · Standar Proses 1/2026 · CP 046/H/KR/2025 jo. 020/2026
“Sangat baik, memudahkan guru menyusun dan melaksanakan pembelajaran.”
Isi modul ini
Di bawah ini 11 lembar A4 pertama, persis seperti yang terunduh. Nama & tema yang Anda pilih di atas sudah terpasang.


| Penyusun | nama Anda |
| Satuan Pendidikan | sekolah Anda |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Fase / Kelas | E / X |
| Materi Pokok | Penulisan Sejarah (Historiografi) |
| Alokasi Waktu | 2 pertemuan |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pendekatan | Pembelajaran Mendalam |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Bentuk Dokumen | Modul Ajar — memuat RPP |
✍️ Dua baris kuning di atas terisi otomatis saat Anda mengunduh — beserta kop, logo, dan nama sekolah di kepala tiap lembar.
Identifikasi Peserta Didik:
| Kesiapan belajar (kompetensi awal) | Peserta didik telah memahami konsep dasar sejarah dan pentingnya sumber sejarah dalam memahami peristiwa masa lalu. |
Dimensi Profil Lulusan yang dikembangkan:
- Penalaran Kritis — elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
Peserta didik menganalisis berbagai sumber sejarah untuk mengidentifikasi bias dan menyusun argumen yang logis dalam penulisan sejarah. - Kreativitas — elemen: Menghasilkan gagasan yang orisinal
Peserta didik menghasilkan ide-ide baru dalam pendekatan penulisan sejarah, seperti memilih sudut pandang yang unik atau format penyajian yang inovatif. - Kolaborasi — elemen: Bekerja sama secara efektif
Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data sejarah, saling mendukung mencapai tujuan bersama.
Capaian Pembelajaran (CP):
| Acuan | Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025 |
| Elemen / Domain | Pemahaman Konsep Sejarah |
| Rumusan CP Fase | Peserta didik mampu memahami konsep dasar sejarah, termasuk metode penelitian dan penulisan sejarah, serta mengaplikasikannya untuk menganalisis peristiwa masa lalu dengan kritis dan objektif. |
Identifikasi materi — 4 dimensi pengetahuan:
| Faktual | Contoh historiografi yang bias atau objektif dapat ditemukan dalam berbagai karya sejarah yang ditulis oleh sejarawan. |
| Konseptual | Historiografi adalah proses penulisan sejarah yang melibatkan tahapan penelitian, analisis sumber, interpretasi, dan penyajian hasil. |
| Prosedural | Peserta didik akan mempelajari langkah-langkah dalam melakukan penelitian sejarah, mulai dari heuristik hingga interpretasi dan historiografi. |
| Metakognitif | Peserta didik akan menyadari pentingnya objektivitas dan kritis dalam menelaah serta menulis sejarah agar terhindar dari bias subjektif. |
Tujuan Pembelajaran:
- Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bias dalam penulisan sejarah dengan tepat.
- Dengan studi literatur, peserta didik dapat menjelaskan tahapan penelitian sejarah (heuristik, kritik, interpretasi) sesuai kaidah metodologi sejarah.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat merancang kerangka penulisan sejarah yang objektif dan sistematis.
- Dengan praktik penulisan, peserta didik dapat menyusun bagian awal tulisan sejarah berdasarkan data yang telah dikritisi secara runtut.
Pemahaman bermakna: Memahami historiografi membantu kita menganalisis bagaimana sejarah ditulis dan mengapa penting untuk menghindari bias, sehingga kita dapat menghargai narasi sejarah yang akurat dan berimbang.
Pertanyaan pemantik: "Bagaimana sebuah peristiwa yang sama bisa diceritakan berbeda oleh dua orang sejarawan?"
| Praktik Pedagogis | Problem Based Learning (PBL) + praktik |
| Lintas Disiplin Ilmu | Bahasa Indonesia: Pengembangan kemampuan menulis teks eksposisi dan narasi sejarah yang baik, penggunaan ejaan dan tata bahasa yang tepat. Sosiologi: Analisis konteks sosial dan pengaruh masyarakat dalam pembentukan narasi sejarah, serta bias-bias yang mungkin muncul dari sudut pandang sosial. Seni Budaya: Mempelajari bagaimana seni dan budaya merekam serta merepresentasikan peristiwa sejarah, sebagai sumber alternatif dalam historiografi. |
| Kemitraan Pembelajaran | Orang tua atau tokoh masyarakat setempat dapat diundang untuk berbagi cerita atau informasi tentang sejarah lokal, menjadi narasumber bagi proyek penulisan sejarah peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Perpustakaan sekolah dan lingkungan sekitar (misalnya museum mini lokal, situs bersejarah) dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan inspirasi bagi peserta didik dalam penelitian sejarah. |
| Pemanfaatan Teknologi Digital | Peserta didik memanfaatkan mesin pencari, arsip digital, dan platform kolaborasi daring untuk mencari sumber sejarah, berdiskusi, dan menyusun tulisan sejarah mereka. |
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 1 | Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bias dalam penulisan sejarah dengan tepat. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Tebak Tokoh Sejarah: Guru menyebutkan tiga kata kunci tentang seorang tokoh sejarah Indonesia, lalu peserta didik menebak namanya secara cepat dan bergantian.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Model Pembelajaran | Problem Based Learning (PBL) |
| Tujuan Pertemuan 2 | Dengan studi literatur, peserta didik dapat menjelaskan tahapan penelitian sejarah (heuristik, kritik, interpretasi) sesuai kaidah metodologi sejarah. |
| Tahapan | Alokasi | Kegiatan Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kegiatan AwalBerkesadaran (Mindful) | 15 menit | Ice breaking: Rantai Kata Sejarah: Guru memulai dengan satu kata kunci sejarah (misalnya 'proklamasi'), lalu peserta didik secara bergiliran menyebutkan kata lain yang berhubungan, membentuk rantai kata.
|
| Inti — MemahamiBermakna (Meaningful) | 20 menit |
|
| Inti — MengaplikasiBermakna (Meaningful) | 25 menit |
|
| Inti — MerefleksiBermakna (Meaningful) | 15 menit |
|
| Kegiatan PenutupMenggembirakan (Joyful) | 15 menit |
|
Tahapan inti mengikuti 3 Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam: memahami → mengaplikasi → merefleksi; label di kolom kiri menunjukkan prinsip yang diwujudkan tiap tahapan.
| Nama | Kelas | Kelompok | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Nilai | Paraf Guru |
Waktu pengerjaan: 25 menit
Tujuan: Mengidentifikasi jenis-jenis bias dalam penulisan sejarah dari berbagai kasus.
Petunjuk: 1) Berdoalah sebelum mulai. 2) Gunakan APD dan patuhi aturan K3. 3) Kerjakan langkah secara berurutan, catat temuan di tabel, lalu simpulkan.
Info singkat: Penulisan sejarah, atau historiografi, adalah seni sekaligus ilmu untuk merekonstruksi masa lalu. Proses ini tidak hanya sekadar mencatat fakta, tetapi juga menafsirkan dan menyajikannya.
Alat & bahan: Kutipan teks sejarah, buku teks Sejarah, internet, alat tulis
Langkah kerja:
- Perhatikan yang berisi dua kutipan berbeda tentang peristiwa yang sama.
- Diskusikan dalam kelompok, apa saja perbedaan narasi yang kamu temukan dari kedua kutipan tersebut.
- Identifikasi jenis bias yang mungkin terkandung dalam setiap kutipan (misalnya, bias ideologi, bias etnosentris, bias personal) dan tuliskan alasannya pada kolom yang tersedia di tabel.
- Pilih satu kasus dari kehidupan sehari-hari (misalnya, berita di media sosial, cerita dari keluarga) yang menurutmu mengandung bias dalam penyampaian informasi, lalu analisis biasnya.
🔒 Tabel kerja dan lembar refleksi murid tidak ditampilkan di pratinjau — keduanya ada di berkas unduhan.
Asesmen awal (diagnostik):
- Apa yang kamu ketahui tentang sejarah?
- Menurutmu, mengapa penting untuk belajar sejarah?
- Apakah semua cerita sejarah itu sama dan benar?
- Bagaimana cara kita mengetahui kebenaran suatu peristiwa sejarah?
Formatif (proses): Observasi partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok dan analisis kasus historiografi.
Sumatif (akhir): Penilaian draf bagian awal tulisan sejarah mini peserta didik (proyek) berdasarkan objektivitas, kelengkapan, dan ketepatan kaidah penulisan.
🔒 Rubrik KKTP dan kunci jawaban tidak ditampilkan di pratinjau — rubrik ada di berkas unduhan, kunci jawaban khusus member Paket Lengkap.
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Alokasi | Dimensi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Melalui analisis kasus, peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis bias dalam penulisan sejarah dengan tepat. | Identifikasi bias dalam historiografi | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 2 | Dengan studi literatur, peserta didik dapat menjelaskan tahapan penelitian sejarah (heuristik, kritik, interpretasi) sesuai kaidah metodologi sejarah. | Tahapan penelitian sejarah | 2 JP | Penalaran Kritis |
| 3 | Dengan praktik penulisan, peserta didik dapat menyusun bagian awal tulisan sejarah berdasarkan data yang telah dikritisi secara runtut. | Perancangan dan penulisan awal sejarah | 2 JP | Kreativitas, Kolaborasi |
Penulisan sejarah, atau historiografi, adalah seni sekaligus ilmu untuk merekonstruksi masa lalu. Proses ini tidak hanya sekadar mencatat fakta, tetapi juga menafsirkan dan menyajikannya. Penting bagi kita untuk memahami bagaimana sejarah ditulis agar dapat menilai keabsahan dan objektivitas sebuah narasi sejarah, serta menghindari bias yang dapat mendistorsi kebenaran.
1. Apa itu Historiografi?
Historiografi adalah proses penulisan sejarah berdasarkan hasil penelitian dan interpretasi sumber-sumber sejarah. Ini melibatkan serangkaian kegiatan, mulai dari pengumpulan data, verifikasi sumber, interpretasi, hingga penyusunan narasi sejarah yang koheren. Historiografi bukan hanya sekadar kronik (catatan peristiwa berurutan), melainkan upaya untuk menjelaskan 'mengapa' dan 'bagaimana' peristiwa itu terjadi, serta dampaknya.
2. Jenis-jenis Bias dalam Penulisan Sejarah
Bias dalam penulisan sejarah adalah kecenderungan untuk menyajikan fakta secara tidak seimbang atau memihak, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bias ideologis terjadi ketika penulis mempromosikan pandangan politik atau kepercayaan tertentu. Bias etnosentris muncul saat penulis melihat sejarah dari sudut pandang budayanya sendiri, mengabaikan perspektif lain. Bias personal atau subjektif berasal dari pengalaman pribadi, emosi, atau prasangka sejarawan yang memengaruhi interpretasinya. Ada pula bias gender, bias kelas, atau bias nasionalisme. Mengenali bias ini penting agar kita dapat membaca sejarah secara kritis.
3. Tahapan Penelitian Sejarah: Heuristik
Heuristik adalah tahap pertama dalam penelitian sejarah, yaitu kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah. Sumber bisa berupa arsip, dokumen tertulis, artefak, rekaman lisan, atau bahkan foto. Pada tahap ini, sejarawan berupaya menemukan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan topik penelitian. Kemampuan untuk mengidentifikasi sumber primer (saksi mata atau dibuat pada masa peristiwa) dan sekunder (interpretasi dari sumber primer) sangat krusial dalam heuristik.
4. Tahapan Penelitian Sejarah: Kritik Sumber
Setelah sumber terkumpul, tahap selanjutnya adalah kritik sumber. Tahap ini terbagi menjadi kritik ekstern (verifikasi keaslian sumber, seperti usia, bahan, dan penulis) dan kritik intern (verifikasi isi sumber, apakah informasi di dalamnya dapat dipercaya, relevan, dan tidak bertentangan dengan sumber lain yang kredibel). Kritik sumber bertujuan untuk memastikan validitas dan reliabilitas informasi yang diperoleh, sehingga terhindar dari pemalsuan atau kesalahan data.
5. Tahapan Penelitian Sejarah: Interpretasi
Interpretasi adalah tahap menafsirkan fakta-fakta sejarah yang telah diverifikasi. Pada tahap ini, sejarawan menghubungkan fakta-fakta yang terpisah menjadi satu kesatuan yang bermakna. Interpretasi melibatkan analisis, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Sejarawan harus berhati-hati agar interpretasinya tetap objektif dan berdasarkan bukti yang kuat, bukan spekulasi atau prasangka pribadi. Interpretasi yang baik akan menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang peristiwa sejarah.
6. Tahapan Penelitian Sejarah: Historiografi
Historiografi adalah tahap akhir dari penelitian sejarah, yaitu penulisan hasil penelitian dalam bentuk narasi sejarah. Ini adalah proses penyusunan fakta, analisis, dan interpretasi menjadi sebuah tulisan yang mudah dipahami, sistematis, dan menarik. Penulisan harus dilakukan dengan gaya bahasa yang jelas, logis, dan tetap menjaga objektivitas. Hasil historiografi dapat berupa buku, artikel jurnal, esai, atau laporan penelitian yang menyajikan temuan dan argumen sejarawan kepada publik.
Rangkuman: Historiografi adalah proses penulisan sejarah yang melibatkan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penyusunan narasi. Penting untuk memahami berbagai jenis bias (ideologis, etnosentris, personal) yang dapat memengaruhi penulisan sejarah. Dengan mengikuti metodologi yang benar dan menjaga objektivitas, kita dapat menghasilkan tulisan sejarah yang akurat dan kredibel, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masa lalu.
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Historiografi | Proses penulisan sejarah. |
| Heuristik | Tahap pengumpulan sumber sejarah. |
| Kritik Sumber | Tahap verifikasi keaslian dan kebenaran isi sumber. |
| Interpretasi | Tahap penafsiran fakta sejarah. |
| Bias Sejarah | Kecenderungan memihak dalam penulisan sejarah. |
| Sumber Primer | Sumber yang berasal langsung dari masa peristiwa. |
| Sumber Sekunder | Sumber yang mengulas atau menafsirkan sumber primer. |
🔒 Daftar pustaka tidak ditampilkan di pratinjau — ada di berkas unduhan.
Modul ajar "Penulisan Sejarah (Historiografi)" mata pelajaran Sejarah Kelas X ini disusun sesuai ketentuan Kurikulum Merdeka · Pembelajaran Mendalam dan dinyatakan dapat digunakan dalam pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rujukan: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Pembelajaran Mendalam) · Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 (Standar Proses) · CP: Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025
Bukan Penulisan Sejarah (Historiografi) yang Anda cari?Pilih dari peta materi setahun di bawah ini 👇
Materi Anda tidak ada di daftar?Tulis judulnya sendiri — tetap gratis, ±1 menitPeta Materi Sejarah Kelas X Setahun
Urutan mengajarnya, bukan urutan pencarian. Yang sudah ada tinggal diunduh; yang belum, disusun atas nama Anda — sama-sama gratis.
Semester 1 / Ganjil1 dari 2 siap unduh
Pengantar Ilmu SejarahModul siap unduh · Word + PDF ber-kopPenelitian SejarahBelum tersedia — susun atas nama Anda, gratisSemester 2 / Genap1 dari 2 siap unduh
Modul Sejarah lain yang sudah tersedia
Konsep Berpikir SejarahSejarah Kelas X SMKBab 5: Jalur Rempah Pra-Kolonialisme dan Jejak-jejak Nusantara sebagai Poros Maritim DuniaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara di IndonesiaSejarah Kelas X SMKCorak Kehidupan dan Hasil-hasil Budaya Masa Praaksara IndonesiaSejarah Kelas X SMKLihat semua Modul Ajar Sejarah Kelas X →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ini modul ajar Sejarah kelas 10 yang saya cari?
Kemungkinan besar ya. Kelas X dan kelas 10 adalah kelas yang sama — yang satu ditulis angka Romawi seperti di dokumen resmi, yang satu angka biasa. Berkas ini perangkat ajar untuk materi Penulisan Sejarah (Historiografi) pada Sejarah SMK, Fase E, elemen Pemahaman Konsep Sejarah.
Modul Penulisan Sejarah (Historiografi) ini untuk semester 1 (ganjil) atau semester 2 (genap)?
Semester 2 (genap), menurut urutan materi Sejarah kelas X SMK di peta setahun pada halaman ini. Semesternya sudah terisi otomatis saat Anda mengunduh.
Apakah modul ajar Sejarah materi Penulisan Sejarah (Historiografi) ini gratis?
Ya. Modul Penulisan Sejarah (Historiografi) untuk kelas X SMK dapat diunduh gratis dalam Word + PDF, lengkap dengan kop sekolah dan nama Anda sebagai penyusun. Tiga modul gratis tersedia bertahap; modul berikutnya terbuka setiap 18 jam.
Bagaimana cara download modul ajar Penulisan Sejarah (Historiografi) ini dalam Word (.docx) dan PDF?
Ketuk tombol unduh, isi nama dan sekolah, lalu buka dengan email atau Google dan nomor WhatsApp aktif. Berkas Sejarah kelas X ini turun sebagai Word (.docx) yang bisa diedit dan PDF siap cetak, tanpa iklan dan tanpa tautan Drive.
Berapa lama modul ini tersusun?
Sekitar satu menit. Cukup isi nama, jenjang, sekolah, mapel, dan materi — modul Sejarah kelas X langsung tersusun atas nama Anda.
Bisakah modul Penulisan Sejarah (Historiografi) ini diedit?
Bisa. Hasil unduhan berupa dokumen Word yang bisa disunting penuh — tujuan, alokasi waktu, dan langkah kegiatan Penulisan Sejarah (Historiografi) dapat Anda sesuaikan dengan murid Sejarah kelas X di sekolah Anda. Sudah ber-kop sekolah dan atas nama Anda, tersedia juga dalam PDF.
Apakah modul ajar Sejarah kelas X ini sesuai kurikulum terbaru?
Ya. Modul Penulisan Sejarah (Historiografi) ini mengikuti Kepka BSKAP No. 046/H/KR/2025, pada Fase E untuk kelas X SMK. Profil Pelajar Pancasila (P5) kini dilanjutkan sebagai 8 Dimensi Profil Lulusan; dimensi yang dikembangkan materi Penulisan Sejarah (Historiografi) tercantum di lembar identitasnya.
Ini modul ajar, RPP, atau RPM deep learning?
Ketiganya berkas yang sama. Sampulnya memang bertanda Deep Learning · Pembelajaran Mendalam, dan sebagian guru menyebutnya RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Modul ajar memuat RPP — keduanya bukan dua dokumen terpisah. Sejak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, istilah resmi untuk dokumen rencananya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen. Modul ajar adalah ketiganya beserta lampirannya — LKPD, ATP, dan bahan ajar. Berkas Penulisan Sejarah (Historiografi) untuk Sejarah kelas X di halaman ini memuat semuanya, jadi dapat disetorkan baik ketika sekolah meminta RPP maupun modul ajar.
Apakah ada soal, kisi-kisi, dan rubrik KKTP-nya?
Ada. Modul Penulisan Sejarah (Historiografi) ini memuat bank soalnya sendiri — 6 pilihan ganda dan 5 uraian (kunci jawabannya khusus member Paket Lengkap), ditambah rubrik KKTP pada bagian asesmennya. Yang belum termasuk: paket soal satu semester penuh Sejarah kelas X SMK berikut kisi-kisi dan kartu soalnya — Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS/PTS) dan Akhir Semester (ASAS/PAS). Penjelasannya ada di halaman Kisi-Kisi & ASAS.
Apakah Kaldik, Prota, dan Promes (Program Semester) ikut di unduhan gratis?
Tidak. Unduhan gratis berisi modul ajar Penulisan Sejarah (Historiografi) beserta ATP, LKPD, asesmen, dan bank soalnya. Perangkat pembelajaran pelengkap Sejarah kelas X berupa Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes/Prosem), serta CP · ATP · KKTP setahun dan Jurnal Mengajar per semester ber-kop sekolah tersedia lewat Paket Modul — bersama Kalender Pendidikan (libur nasional & cuti bersama resmi SKB 3 Menteri sudah tercantum) dan Alokasi Waktu yang menghitung minggu efektifnya otomatis.
Modul Sejarah ini cocok untuk SMK negeri maupun swasta?
Ya. Kop, logo, dan nama SMK Anda dipasang otomatis, negeri maupun swasta; sekolah berciri (Muhammadiyah, NU, Islam Terpadu) mendapat kop dan mapel khasnya sendiri saat mengisi borang. Materi Penulisan Sejarah (Historiografi) disusun untuk SMK dari kurikulum yang sama.
tuntas.org — administrasi beres, kinerja tuntas. Semua modul disusun sebagai materi bantu belajar yang independen.